Kekurangan dan kelebihan teori pemrosesan informasi dan kinerja otak

A. Teori Pemrosesan Informasi

Pengetahuan yang di proses akan di maknai dalam memori kerja dan di simpan ke memori jangka panjang dengan skema yang teratur dan juga tersusun. Tahapan pemahaman dalam pemrosesan informasi dalam memori kerja berfokus pada bagaimana pengetahuan baru yang di modifikasi. Urutan dari penerimaan informasi dalam diri manusia secara rinci di jelaskan, Pressley, sebagai berikut pertama, informasi di tangkap melalui organ sensoris (seperti, mata, telinga, hidung, dan sebagainya). Beberapa informasi di saring (di abaikan) pada tingkat sensoris, kemudian sisanya di masukkan dalam ingatan jangka pendek (kesadaran). Ingatan jangka pendek mempunyai kapasitas pemeliharaan informasai yang terbatas sehingga kandungannya harus di proses dengan sedemikian rupa (baik dengan pengulangan atau pelatihan), jika tidak maka akan lenyap dalam sekejap. Bila di proses, informasi dari ingatan jangka pendek (short term memory) dapat di transfer ke dalam ingatan jangka panjang (long term memory). Ingatan jangka panjang merupakan hal penting dalam proses belajar.

Teori ini adalah bagian dari teori sibertik, menurut teori belajar sibertik penegertian belajar adalah pengolahan informasi.menurut teori sibertik proses belajar memang pentting tetapi yang lebih penting dari proses belajar adalah adalah sistem informasi, sistem informasi inilah yang pada akhirnya akan menentukan proses belajar. Teori ini merupakan teori belajar yang relatif baru di bandingkan dengan teori-teori yang lain, toeri ini berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat berkembang terutama di era globlalisasi ini. Ada asumsi lain menurut teori sibernetik yaitu bahwa tidak ada satu proses belajar pun yang cocok atau ideal untuk setiap situasi dan setiap siswa, sebab cara belajar sangat dtentukan oeleh sistem informasi karena sebuah informasi bisa saja di pelajari oleh dua orang siswa dengan cara yang berbeda meskipun informasi yang di pelajari adalah sama.

Dalam teori belajar sibertik tidak ada satu tokoh yang mendomain, hal ini di karenakan terus terjadinya perubahan zaman, yang akan berpengaruh pada perkembangan ilmu pengetahuan da teknologi. Perkembangan ini akan menyebabkan dinamisasi teori dalam hal pemrosesan informasi pada pembelajaran. Robert Gagne yang memiliki nama lengkap Robert Milis Gagne, adalah salah satu pencetus teori pemrosesan informasi. Ia di lahirkan 21 Agustus 1916 di Nort Andover, Massachusetts dan wafat 28 April 2002. Robert melanjutkan belajar setelah SMA di Yale University kemudian tahun 1937 mendapat gear B.A dan ia melanjutkan studinya di Brown University dan mendapat gelar Ph.D di bidang psikologi pada tahun 1940 dan terkenal dengan penemuannya yaitu The Condition Of Learning.

Robert Gagne mengemukakan bahwa : Learning is a change in human disposition or capacity, wich presists over period time, and wich is not simply ascribable to process of growth (belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belaajar terus menerus, bukannya di sebabkan oleh proses pertumbuhan saja). Dan ia juga menyatakan bahwa blelajar merupakan seperangkat proses yang bersifat internal bagi setiap individu sebagai hasil transformasi rangsangan yang berasal dari peristiwa eksternal di lingkungan individu tersebut.

 

Model proses pembelajaran ang di kembangkan Gagne yang di dasarkan pada teori pemrosesan informasi, yaitu sebagai berikut :

a)      Rangsangan yang diterima panca indera akan di salurkan ke pusat syaraf dan di proses sebagai iforrmasi.

b)      Informasi di pilih secara selektif, ada yang di buang, ada juga yang di simpan dalam memori jangka panjang.

c)      Memori-memori ini tercampur dengan memori yang sebelumnya dan bisa di ungkap kembali setelah di lakukan pengolahan.

Seperangkat proses yang bersifat internal tersebut adalah kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang di perlukan untuk mencapai hasil belajar, sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu di dalam proses pembelajaran. Karena itu Robert Gagne membuat rumusan untuk menghubungkan keterkaitan antara kedua faktor tersebut dalam pembelajaran sehingga tercapai tujuan pembelajaran, di antara lain :

a)      Pembelajaran yang dilakukan di kondisikan untuk menimbulkan minat peserta didik dan agar perhatian peserta didik terpusat pada pembelajaran sehingga mereka siap menerima materi/pelajaran yang akan di berikan.

b)      Memulai pelajaran dengaan menyaampaikan tujuan pembelajaran agar peserta didik mengetahui apa yang di harapkan setelah menerima pelajaran.

c)      Guru harus mengingatkan kembali konsep yang telah di peajari sebelumnya.

d)     Guru siap menyampaikan materi pelajaran.

e)      Dalam pembelajaran guru memberikan bimbingan atau pedoman pada siswa.

f)       Guru memberikan motivasi untuk memunculkan respon siswa.

g)      Guru memberikan umpan balik atau penguatan atas respon yang di berikan oleh siswa secara lisan maupun tulisan.

h)      Mengevaluasi hasil belajar siswa.

i)        Memperkuat retensi dan transfer belajar.

 

Robert Gagne membuat tujuh (7) pengelompokan media, yaitu : benda untuk di demonstrasikan, komunikasi lisan, media cetak, gambar diam, gambar gerak, film bersuara, dan mesin belajar. Ia juga merumuskan “The Domains of Learning”, yaitu kemampuan belajar manusia terbagi pada lima kategori, antara lain :

a)      Motor/skill : ketrampilan motorik.

b)      Informasi verbal : penjelasan melalui lisan, tulisan, gambar.

c)      Kemampuan intelektual : kemampuan dalam berinteraksi dengan dunia luar.

d)     Strategi kognitif : organisasi ketrampilan yang internal.

e)      Sikap.

Menurutnya tahapan tujuan belajar di awali dari yang mudah (rendah), sedang, selit (tinggi) dan adapun tingkatan belajar yaitu : belajar fakta, belajar konsep, belajar prinsip, dan pemecahan masalah.

Tokoh lain dalam teori pemrosesan informasi adalah Robert S. Siegler yang di kenal dengan nama Bob Sigler, ia adalah Teresa Heinz Profesor Psikologi di Carnegie Mellon University dan penerima penghargaan American Psychological Association Distinguished tahun 2005. Sigler mengkhususkan diri dalam pengembangan kognitif pemecahan masalah dan penalaran pada anak-anak. Ia menerima gelar B.A dari University of Illinois tahun 1970 dan gelar Ph.D dari SUNY Stony Brook tahun 1974 di bidang psikologi tentunya. Ia telah menulis beberapa buku seperti, How Children Discover New Strategies, How Children develop, Emerging minds and many other. Menurutnya ada tiga (3) karakteristik utama pendekatan pemrosesan informasi, yaitu :

 

a)      Proses berpikir

Siegler berpendapat bahwa berpikir adalah pemrosesan informasi, dengan penjelasan ketika anak merasakan, melakukan penyandian, merepresentasikan, menyimpan informasi, maka proses inilah yang di sebut dengan proses berpikir.meskipun kecepatan pemrosesan dan penyimpanan terbatas pada satu waktu.

b)      Mekanisme pengubah

Dalam pemrosesan informasi ke dalam memorifokus utamanya adalah pada peran mekanisme pengubahnan dalam perkembangan.

c)      Encoding (penyandian)

Adalah proses memasukkan informasi ke dalam memori. Seperti halnya teori Gagne yang menyatakan informasi di pilih secara efektif, maka dalam encoding menyandikan informasi yang relevan dengan mengabaikan informasi yang tidak relevan merupakan aspek utama dalam problem solving. Namun anak membutuhkan wakktu dan proses serta usaha untuk melatih encoding supaya dapat menyandi secara otomatis.

Dan dalam encoding itu sendiri terdapat enam (6) konsep, antara lain :

1)      Atensi

2)      Pengulangan

3)      Pemrosesan mendalam

4)      Elaborasi

5)      Mengkonstruksi citra

6)      Penataan

Sedangkan dalam proses penyimpanan, ada tiga (3) penyimpanan utama yang erat kaitannya dengan tiga kerangka waktu yang berbeda, yaitu :

a)      Memori sensoris

Berfungsi mempertahankan informasi dari dunia, dalam bentuk sensoris aslinya hanya selama beberapa saat, tidak lebih lama dari waktu siswa menerima materi.

b)      Memori jangka pendek (working memory)

Adalah system memori berkapasitas terbatas dimana informasi di pertahankan sekitar 30 detik, kecuali informasi ini di ulang secara lebih lanjut.

c)      Memorin jangka panjang

Adalah tipe memori yang menyimpan banyak informasi selama periode waktu yang lama secara relatif permanen. Kapasitas yang di miliki memori ini menurut ilmuan computer, Jhon Von Neumann tidak terbatas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B. Teori Kinerja Otak (Neuroscience)

Menurut teori ini belajar merupakan pembentukan hubungan baru antara neuron-neuron. Perbedaan teori fungsi otak kanan dan otak kiri telah populer sejak tahun 1960, Robert Sperry menemukan bahwa otak manusia terdiri dari 2 hemisfer atau bagian, yaitu otak kanan dan otak kiri yang mempunyai fungsi yang berbeda. Atas jasanya Robert mendapat hadiah Nobel pada tahun 1981, selain itu dia jiga menemukan bahwa saat otak kanan bekerja maka otak kiri akan lebih tenang dan begitu pula sebaliknya.

Seperti di sebutkan di atas, bahwa otak terbagi dalam dua bagian yaitu otak kanan dan otak kiri. Otak kanan identik tentang kreativitas, persamaan, khayalan, emosi, dan cenderung tidak memikirkan hal-hal yang mendetail. Sedangkan otak kiri bisa diidentikan dengan rapi, perbedaan angka urutan tulisan, bahasa, hitungan logika, terstruktur, sistematis dan bertahap.

Otak kanan berfungsi dalam perkembangan EQ (Emotional Quotient), daya ingat otak kanan bersifat panjang (long term memory). Bila terjadi kerusakan pada otak kanan misalnya saja penyakit stroke atau tumor otak maka fungsi otak yang terganggu adalah kemampuan visual, dan emosi.

Otak kiri berfungsi sebagai pengendali IQ (Intelligence Quotient), daya ingatnya bersifat (short term memory). Bila terjadi kerusakan pada otak kiri maka akan terjadi gangguan dalam hal fungsi bicara berbahasa dan matematika.

Walaupun keduanya mempunyai fungsi yang berbeda, tetapi tiap-tiap individu cenderung menggunakan salah satu sisi yang dominan dalam menyelesaikan permasalahannya dan dalam proses berpikir.

Anggapan yang berkembang selama ini, bahwa otak kiri bersifat logika, dan otak kanan erat kaitannya dengan kreativitas. Hasil penelitian terakhir membuktikan bahwa pandangan ini tidak benar. Otak kiri dapat menjadi otak yang kreatif, hal ini dapat di bukrtikan dengan hasil karya dari Dr. Edward De Bono yang mencetuskan Lateral Thinking (Berpikir Lateral) pada tahun 1970. Dan hasil penelitian terakhir dengan menggunakan teknologi pemindai PET (Positron Emission Tomography) menunjukkan bahwa bila seseorang merasa stress atau tertekan, maka yang akan lebih akatif adalah otak kanan. Sedangkan ketika seseorang tersebut merasa gembira dengan hidupnya atau masa depannya maka otak kiri akan lebih aktif. Proses belajar pembelajaran sangat erat kaitannya dengan kerja otak kanan dan otak kiri dan setiap anak akan berbeda-beda dalam gaya belajarannya. Ada banyak gaya belajar yang tersedia saat ini dan masing-masing memiliki poin yang kuat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Analisis Teori Pemrosesan Informasi Dan Kinerja Otak
  2. Teori Pemrosesan Informasi

Kelebihan Teori Pemrosesan Informasi:

  • Teori ini mampu membantu menciptakan suasana belajar efektif dan mampu meningkatkan kreatifitas peserta didik.
  • Pendidik dan peserta didik dituntut untuk kreatif, baik secara metode maupun alat bantu penyampain materi.
  • Menjadi strategi pembelajaran dengan menggunakan cara berpikir yang berorientasi pada proses lebih menonjol.
  • Kapasitas belajar dapat di sajikan secara lengkap.
  • Perbedaan prinsip setiap individu tidak menjadi pengaruh dalam belajar.

 

Kekurangan Teori Pemrosesan Informasi:

  • Tidak semua individu mampu melatih memori secara maksimal.
  • Keaktifan berfikir dan berkreasi setiap siswa berbeda.
  • Proses internal yang tidak dapat di amati secara langsung.
  • Memiliki tingkat kesulitan mengungkap kembali informasi-informasi yang telah di simpan dalam ingatan.
  • Tidak semua pendidik mengerti dan paham secara keseluruhan tentang teori ini.

 

  1. Teori Kinerja Otak

Kelebihan Teori Kinerja Otak

  • Mendukung peserta didik mencapai yang diinginkannya.
  • Mengarah kepada kemampuan otak setiap individu.
  • Membuat siswa aktif berfikir.
  • Membuat siswa kreatif dengan gagasan-gagasannya atau ide-idenya.
  • Mengasah kemampuan otak secara terus menerus.
  • Membuat anak lebih cekatan dan cakap dalam menyelesaikan masalah dan menemukan hal-hal baru.

Kekurangan Teori Kinerja Otak

  • Lebih menekankan pada otak belahan kiri saja.
  • Pendidik atau guru kurang membantu siswa
  • Gaya dan minat belajar setiap individu berbeda-beda
  • Minimnya fasilitas untuk mendukung teori ini.
  • Minimnya pengetahuan masyarakat ataupun orang tua tentang teori ini.
  • Pendidik belum sepenuhnya memahami dan menerapka teori.

 

_____________

 

Disusun oleh:

Devi Riwut Riani

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s