Kekurangan Dan Kelebihan Teori Kognitif Dan Konstruktifistik

Teori pembelajaran merupakan penyedia panduan bagi pengajar untuk membantu siswa didik dalam mengembangkan kognitif, emosional, sosial, fisik, dan spiritual. Panduan-panduan tersebut adalah kejelasan informasi yang mendeskripsikan tujuan, pengetahuan yang diperlukan, dan unjuk kerjaan itu penting. Hal ini adalah untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi di dunia pendidikan. Ada dua perubahan yang perlu diantisipasi, yaitu perubahan yang sifatnya sedikit demi sedikit (piecemeal) dan yang bersifat sistemik (systemic). Jadi teori pembelajaran itu penting sebagai suatu dasar pengetahuan yang memandu praktek pendidikan: “bagaimana memfasilitasi belajar” dalam dunia pendidikan yang senantiasa berubah, terlebih dalam cakupan yang sistemik.

 

Praktek pembelajaran adalah suatu subsistem yang merupakan bagian dari sebuah sistem. Jika dalam sebuah perjalanan, sistemnya berubah, maka subsistemmnya pasti berubah, oleh karena masing-masing kebutuhan subsistem harus memiliki titik temu dengan sistemnya supaya sistem tersebut dapat mendukung subsistem secara berkelanjutan. Jadi perubahan sistemik yang terjadi pada sistem pembelajaran mesti diikuti oleh perubahan sistemik pada subsistem teori pembelajaran. Perubahan teori pembelajaran harus diikuti oleh perubahan paradigma pembelajaran.

 

Alur berpikir diatas terbangun dari sejarah perkembangan teori pembelajaran. Sebelum para tokoh psikologi membangun dan menemukan teori belajar kognitif, terlebih dahulu sudah terdapat beberapa teori pembelajaran yang telah muncul dan berkembang. Namun teori pembelajaran yang ada saat itu mereka anggap masih kurang sempurna, hingga akhirnya menginspirasikan beberapa tokoh psikologi untuk menyikapi kekurangan-kekurangan dari beberapa teori belajar yang lebih awal yang dianggap masih ada beberapa celah kekurangan, yang diantaranya adalah teori behavioristik. hal ini juga berlaku untuk teori pembelajaran kognitif itu sendiri. Seiring berkembangnya zaman selanjutnya pasti akan ditemukan kekurangan-kekurangan dari teori kognitif ini dalam menjawab tuntutan zaman.

 

A.    Pengertian Belajar Kognitif

Belajar kognitif memandang belajar sebagai proses pemfungsian unsur-unsur kognisi, terutama unsur pikiran, untuk dapat mengenal dan memahami stimulus yang datang dari luar. Aktivitas belajar pada diri manusia ditekankan pada proses internal berfikir, yakni proses pengolahan informasi.

Teori belajar kognitif lebih menekankan pada belajar merupakan suatu proses yang terjadi dalam akal pikiran manusia. Seperti juga diungkapkan oleh Winkel (1996: 53) bahwa “Belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan pemahaman, ketrampilan dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat secara relatif dan berbekas”.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya belajar adalah suatu proses usaha yang melibatkan aktivitas mental yang terjadi dalam diri manusia sebagai akibat dari proses interaksi aktif dengan lingkungannya untuk memperoleh suatu perubahan dalam bentuk pengetahuan, pemahaman, tingkah laku, ketrampilan dan nilai sikap yang bersifat relatif dan berbekas.

 

B.   Analisis Kekurangan Dan Kelebihan Teori Kognitif Dan Konstruktifistik

Teori kognitif lebih mementingkan   proses belajar dari pada hasil belajarnya. Yang berbeda dari teori belajar kognitif ini adalah bahwa belajar tidak sekedar melibatkan hubungan stimulus dan respon. Sedangkan teori belajar konstruktifistik merupakan pembelajaran yang menekankan pada proses dan lebih menghargai pada pemunculan dan pertanyaan ide-ide peserta didik.teori ini juga memandang kebebasan sebagai penentu hasil pembelajaran.

Teori Kognitif mempunyai beberapa kekurangan sebagai berikut :

  1. Teori ini di anggap lebih dekat kepada psikologi belajar anak,sehingga penerapannya pada proses belajar anak tidak mudah.
  2. Teori ini di anggap susah di praktekkan sebab seringkali kita tidak mungkin memahami struktur teori kognitif tersebut menjadi bagian-bagian yang jelas.
  3. Teori belajar kognitif ini keberhasilan sebuah pembelajaran tidak dapat di ukur dengan hanya satu orang siswa saja.
  4. Teori ini dapat menyeluruh untuk semua tingkat pendidikan.
  5. Teori ini sulit dipraktekkan, terutama untuk usia lanjut.

Kekurangan Teori Konstruktifistik sebagai berikut :

  1. Siswa membuat pengetahuannya sendiri,tidak jarang bahwa hasil konstruksi siswa tersebut tidak cocok dengan hasil konstruksi para ahli sehingga menyebabkan kesalah pahaman. Dan menyebabkan siswa bingung dengan pengetahuannya.
  2. Konstruktifistik menanamkan agar siswa membangun pengetahuannya sendiri.hal ini pasti membutuhkan waktu yang lama dan setiap siswa membutuhkan penanganan yang berbeda-beda. Apalagi untuk siswa yang malas dan kurang membangun pengetahuannya sendiri.
  3. Situasi dan kondisi setiap sekolah tidak sama,karena itu tidak semua sekolah memiliki sarana dan prasarana yang dapat membantu keaktifan dan kreatifitas siswa.

 

Analisis Kekurangan Dan Kelebihan teori kognitif

Kelebihan Teori Kognitif adalah sebagai berikut :

  1. Teori kognitif ini dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah (problem solving)
  2. Teori ini juga dapat meningkatkan motivasi siswa.
  3. Teori kognitif ini juga dapat menjadikan lebih kreatif dan mandiri.
  4. Dalam teori ini dapat membantu siswa memahami bahan belajar secara lebih mudah.

 

C.   Kelebihan Teori Konstruktifistik adalah sebagai berikut :

  1. Pembelajaran dalam teori konstruktifistik memberikan pengalaman yang berhubungan dengan gagasan yang telah di miliki siswa sehingga siswa terdorong untuk membedakan gagasan tentang sesuatu yang menantang siswa.
  2. Teori konstruktifistik memberi kesempatan siswa untuk mencoba gagasan baru agar siswa terdorong memperoleh kepercayaan dirinya.
  3. Pembelajaran konstruktifistik memberikan lingkungan belajar yang nyanman dan kondusif agar bisa mendukung siswa mengungkapkan gagasan,saling menyimak,dan menghindari kesan selalu ada satu jawaban yang benar.
  4. Teori pembelajaran konstruktivistik memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapka gagasan sendiri secara bebas dengan menggunakan bahasa siswa sendiri.
  5. Pembelajaran konstruktivistik memberi siswa kesempatan untuk berfikir tentang pengalamannya. Ini dapat mendorong siswa berfikir kreatif,imajinatif,serta mengenalkan gagasan-gagasannya.
  6. Teori konstruktivistik ini juga mendorong siswa untuk memikirkan perubahan gagasan mereka setelah menyadari kemajuan mereka serta memberi kesempatan siswa untuk mengidentifikasi perubahan gagasan mereka.

BAB III

PENUTUP

 

  1. Kesimpulan

Kesimpulannya pada teori pendekatan pengajaran dan pembelajaran yang berasaskan kognitif dan konstruktivistik akan memberi peluang kepada guru untuk memilih kaidah pengajaran dan pembelajaran yang sesuai dan murid dapat menentukan sendiri masa yang di perlukan untuk memperoleh suatu konsep atau pengetahuan. Di samping itu, guru dapat membuat penilaian sendiri dan menilai kefahamannya tentang suatu bidang pengetahuan dapat di tingkatkan lagi.

 

  1. Daftar Pustaka

Bjork, R.A. (1990). “Retrievel Inhibition as an Adaptive Mechanism in Human

Memory”. Dalam Bacharach, Samuel B & Rosentrhal, R. (editor). Education

Reform: Making Sense of it All. Massachusetts: Allyn dan Bacon.

 

_____________________

Depi Krispia N, penulis adalah mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris kelas A. Makalah disusun guna

memenuhi sebagian tugas individu pada mata kuliah Manajemen Pendidikan tahun akademik 2013/2014 dengan dosen pengampu Afid

Burhanuddin, M.Pd.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s