Kekurangan dan Kelebihan Teori Kinerja Otak dan Sistem Pemrosesan Informasi

Pendidikan merupakan sesuatu yang pentinng bagi kehidupan manusia. Dimana di berbagai negara telah di wajibkan adanya pendidikan bagi penduduknya baik pendidikan formal maupun non formal. Pendidikan merupakan aspek penting pada diri manusia untuk dapat meningkatkan kualitas diri manusia sebagai bekal menghadapi hidup. Oleh sebab itu, banyak teori-teori hasil penelitian oleh pakar pendidikan mulai muncul. Sehinggabanyak membawa dampak baik pada pendidikan kita hingga saat ini. Dimana pendidikan sudah berkembang pesat. Salah satu hasilnya adalah teori pembelajaran. Teori pembelajaran merupakan disiplin ilmu tentang mempelajari bagaimana sebuah pembelajaran yang baik, dimana setiap pembelajaran dapat tersampaikan kepada peserta didik dengan baik. Dengan beragamnya kemampuan peserta didik yang berbeda beda maka teori yang digunakan sebagai dasar nya pun berbeda. Sehingga guru sebagai pengajar harus mampu memilah penggunaan teori mana yang tepat untuk di gunakan. Salah satunya yang akan kita bahas adalah teori kinerja otak dan sistem pemrosesan informasi.

  1. Pembahasan
  2. Teori Kinerja Otak
  3. Apa itu teori kinerja otak?? Bagaimana susunan atau anatomi otak??

Otak adalah suatu organ terpenting dalam tubuh kita. Otak mengendalikan seluruh tubuh kita. Menurut Prof Roger Sperry penerima nobel 1981 yang menemukan gelombang otak, otak juga dapat mempengaruhi mental dan kesehatan tubuh kita. Otak yang sehat dapat menunjang daya pikir yang baik. Otak setiap manusia berbeda-beda, bahkan kembar identik sekalipun. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana otak kita bekerja. Teori kinerja otak merupakan teori yang mempelajari kinerja otak. Dimana otak tersusun dalam banyak bagian. Setiap bagian otak mempunyai fungsi dan peranan masing-masing. Secara garis besar otak tersusun menjadi 2 bagian yaitu otak kanan dan otak kiri. Adapun anatomi otak tersusun menjadi 4 bagian, yaitu:

1)      Cerebrum (Otak Besar)

Cerebrum adalah bagian terbesar dalam otak. Kemampuan inteligen dan IQ sesorang di tentukanoleh kualitas pada bagian ini. Cerebrum atau otak besar terbagi menjadi 2 yaitu otak kanan dan otak kiri.

2)      Cerebellum (Otak Kecil)

Otak kecil atau Cerebellum terletak di belakang dekat leher atas. Otak kecil mempunyai kemampuan.mengatur sikap atau posisi tubuh, mengkontrol keseimbangan, koordinasi otot dan gerakan tubuh.

3)      Brainstem

Batang otak (brainstem) berada di dalam tulang tengkorak atau rongga kepala bagian dasar dan memanjang sampai ke tulang punggung atau sumsum tulang belakang. Bagian otak ini mengatur fungsi dasar manusia termasuk pernapasan, denyut jantung, mengatur suhu tubuh, mengatur proses pencernaan, dan merupakan sumber insting dasar manusia yaitu fight or flight (lawan atau lari) saat datangnya bahaya.

4)      Limbic System (Sistem Limbik)

Sistem limbik terletak di bagian tengah otak, membungkus batang otak Sistem limbik berfungsi menghasilkan perasaan, mengatur produksi hormon, memelihara homeostasis, rasa haus, rasa lapar, dorongan seks, pusat rasa senang, metabolisme dan juga memori jangka panjang. Bagian terpenting dari Limbik Sistem adalah Hipotalamus yang salah satu fungsinya adalah bagian memutuskan mana yang perlu mendapat perhatian dan mana yang tidak.Sistem limbik menyimpan banyak informasi yang tak tersentuh oleh indera. Dialah yang lazim disebut sebagai otak emosi atau tempat bersemayamnya rasa cinta dan kejujuran. Carl Gustav Jung  menyebutnya sebagai “Alam Bawah Sadar” atau ketidaksadaran kolektif, yang diwujudkan dalam perilaku baik seperti menolong orang dan perilaku tulus lainnya. LeDoux mengistilahkan sistem limbik ini sebagai tempat duduk bagi semua nafsu manusia, tempat bermuaranya cinta, penghargaan dan kejujuran.

 

 

  1. Otak Kanan dan Otak Kiri

Cerebrum atau otak besar terbagi menjadi 2 bagian yaitu otak kanan dan otak kiri. Apa fungsi otak kanan dan otak kiri?? Seberapa penting fungsi bagian ini?? Otak kanan dan otak kiri merupakan bagian penting yang mengatur kemampuan pribadi seseorang. Perbedaan otak kanan dan otak kiri dapat membentuk kepribadian, sifat, karakteristik dan kemampuan yang unik dan berbeda pada diri seseorang. Otak besar adalah bagian yang memproses semua kegiatan intelektual, seperti kemampuan berpikir, menalarkan, mengingat, membayangkan, serta merencanakan masa depan.

Berikut penjelasan otak kanan dan otak kiri:

1)      Otak Kiri

Otak belahan kiri atau yang biasa kita sebut sebagai otak kiri berhubungan dengan kemampuan dalam berfikir rasional, logika, kemampuan menulis dan membaca, serta merupakan pusat matematika. Menurut beberapa pakar pendidikan, otak kiri merupakan pusat dari Intelligence Quotient(IQ).

2)      Otak Kanan

Sementara itu otak kanan berfungsi dalam perkembangan Emotional Quotient (EQ). Misalnya sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain serta pengendalian emosi. Pada otak kanan ini pula terletak kemampuan intuitif, kemampuan merasakan, memadukan, dan ekspresi tubuh, seperti menyanyi, menari, melukis dan segala jenis kegiatan kreatif lainnya.

 

Lalu belahan otak mana yang lebih baik?? Keduanya adalah baik. Dimana seseorang yang lebih menggunakan otak kirinya biasanya adalah anak yang mampu dalam hal teknis seperti penghitungan, membaca dan menulis dll. Dia lebih aktif dan lebih mampu menggunakan tubuh bagian kanan daripada bagian kiri. Namun biasanya kurang mudah bergaul, bersosialisasi dan kurang pada bidang seni. IQ yang tinggi ternyata tidak menjamin sukses di masyarakat (Segal, 1997:14). Sedangkan yang cenderung menggunakan otak kanan biasanya mudah bergaul bersosialisasi namun kurang cakap dalam hal-hal teknis. Lalu bagaimana baiknya?? Menggunakan otak kiri ataukah kanan?? Keduanya adalah baik. Kita harus mampu mengoptimalkan bakat dan kemampuan kita dengan menggunakan kedua belah otak kita. Menurut Goleman kita tidak hanya mengutamakan rational mind saja, harus diseimbangkan dengan emotional mind yang diukur berdasarkan IQ dan EQ dan bersumber pada head and heart Layaknya Albert Einstein, ia adalah salah satu ilmuwan yang dapat mengoptimalkan otak kanan dan otak kirinya. Memadukan logis dan rasionalya dengan seni, juga karya sehingga menemukan teori relativitas yang kita gunakan hingga sekarang. Oleh karena itu kita harus mampu menyeimbangkan antara otak kiri dan otak kanan.

 

  1. Penerapan Teori Kinerja Otak dalam Pendidikan

Jika dilihat dari sisi pendidikan, kebanyakan sistem pendidikan di dunia lebih menjurus kepada aliran pemikiran otak kiri. Para pelajar di seluruh dunia dilatih untuk membuat keputusan dan melakukan tindakan berdasarkan logika, rasional. Ringkasnya, corak pemikiran otak kiri imaginasi menyokong logik dan rasional, sedangkan dalam gaya pemikiran otak kanan, logik dan rasional akan menyokong imaginasi.Para pelajar tidak bebas berfikir dan tidak mampu dan tidak berani melahirkan ide-ide baru apalagi ide-ide yang amat bertentangan oleh individu-individu yang berfikiran konvensional. Kita sebagai calon pendidik harus mendukung dan membantu perbedaan yang di alami oleh peserta didik, juga memperhatikan karakteristik gaya belajar peserta didik. Oleh sebab itu, sebaiknya gunakan dan ajarkan teknik visualisasi dan penetapan tujuan (goal-setting), scenario penyelesaian masalah, studi kasus, dan mengerjakan latihan yang membutuhkn pemikiran logis, brain-storming, dan mind-mapping (pemetaan pikiran) agar otak kanan dan kiri dapat seimbang. Berikut perbandingan otak kanan dan otak kiri:

1) Perbandingan Kerja Otak Kiri dan Kanan:

a)      Simbol vs Gambar

b)      Runtut/Sekuen vs Acak/Random

c)      Logika vs Kreatif/Seni

d)     Detail ke Global vs Global ke detail.

e)      Setahap demi setahap vs Langsung

f)       Proses then memori vs memori then proses

g)      Duplikasi vs imaginasi

h)      Teratur vs acak dan melompat-lompat

i)        Analisis mengurai vs Analisis Kesimpulan

j)        Tenggat Waktu vs Bebas Waktu

k)      Rencana vs Inspirasi

l)        Objek Hitam Putih vs Objek yang berwarna warni

 

2) Perbedaan Kombinasi Kontinum Otak dan Indera dominan

a)      Otak Kiri dengan sensori Visual: Cenderung Diam, Tegas, Berpikir Runtut, Logika bagus

b)      Otak Kiri Auditor: Cenderung Bicara, Suka berdebat, Logika bagus, cepat menghafal

c)      Otak Kiri Kinestetik: Cenderung diam, Lincah bergerak, Berpikir runtut, logika bagus

d)     Otak Kanan Visua: Suka menghayal, kuat mengingat, cenderung diam, sulit mengeja, suka menggambar, kurang suka mencatat.

e)      Otak Kanan Auditor: Suka bicara, Bicara acak, Bicara khayalan, suka berhandai-handai, sulit mengeja tapi suka bicara,

f)       Otak Kanan Kinestetik: Cenderung diam, terus bergerak, bergerak tak beraturan, sering melakukan hal-hal yang penuh resiko, pandai membuat sesuatu karya tangannya

 

  1. Kelebihan dan Kekurangan Teori Kinerja Otak

1)      Kelebihan

a)      Teori ini mendukung siswa mencapai apa yang diinginkan sesuai pada kemampuan kerja otaknya

b)      Guru sebagai penggubah keberhasilan siswa

c)      Keadaan lingkungan sekitar kondusif

 

2)      Kekurangan

a)      Sebagian besar pendidikan di Indonesia lebih menekankan pada aspek kognitif atau intelektualnya saja dan yang berkembang hanya otak belahan kiri

b)      Siswa pemikirannya konvensional (fikiran yang berasaskan pendapat-pendapat lama yang telah kukuh dan diterima ramai sebelum ini)

c)      Guru kurang membantu siswa (apabila guru kurang memahami teori belajar yang berbeda pada masing-masing siswa) menemukan keinginan belajar, dan kurang mendukung siswa mencapai apa yang mereka inginkan

d)     Keadaan lingkungan kurang kondusif (minimnya fasilitas dan pengetahuan lingkungan masyarakat/orang tua tentang teori belajar neuroscience)

 

  1. Teori Pemrosesan Informasi
    1. Apa itu teori pemrosesan informasi??

Teori pemrosesan informasi ditemukan oleh Gagne(1981) yang di sebut sebagai “Information Processing Learning Theory”.Teori ini merupakan gambaran atau model otak manusia saat memproses sebuah informasi. Menurut Gagne dalam sebuah proses pembelajaran terdapat informasi yang masuk lalu diproses oleh otak kemudian menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Dalam proses belajar atu transfer ilmu terjadi interaksi baik didalam internal peserta didik maupun eksternal peserta didik. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu :

o    Motivasi

o    Pemahaman

o    Pemerolehan

o    Penyimpanan

o    Ingatan kembali

o    Generalisasi

o    Perlakuan

o    Umpan balik

  1. Tahapan Pemrosesan Informasi

Dalam suatu kegiatan belajar, seseorang menerima informasi dan kemudian mengolah informasi tersebut di dalam memori. Pemrosesan informasi dalam memori manusia diproses dan disimpan dalam 3 (tiga) tahapan, yaitu Sensory Memory, Short-term Memory, dan Long-term Memory.

 

1)        Sensory Memory

Informasi masuk kedalam system informasi manusia melalui indera manusia. Sistem persepsi bekerja pada informasi ini untuk menciptakan apa yang kita pahami sebagai persepsi. Karena keterbatasan kemampuan dan banyaknya informasi yang masuk, tidak semua informasi bisa diolah. Informasi yang baru saja diterima ini disimpan dalam suatu ruang sementara (buffer) yang disebut sensory memory. Durasi suatu informasi dapat tersimpan di dalam sensory memory ini sangat singkat, kurang dari 1/2 sekon untuk informasi visual dan sekitar 3 sekon untuk informasi audio. Tahap pemrosesan informasi tahap pertama ini sangat penting karena menjadi syarat untuk dapat melakukan pemrosesan informasi di tahap berikutnya, sehingga perhatian pembelajar terhadap informasi yang baru diterimanya ini menjadi sangat diperlukan. Pembelajar akan memberikan perhatian yang lebih terhadap informasi jika informasi tersebut memiliki fitur atau ciri khas yang menarik dan jika informasi tersebut mampu mengaktifkan pola pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya (prior knowledge).

 

2)        Short-term Memory

Short-term memory atau working memory berhubungan dengan apa yang sedang dipikirkan seseorang pada suatu saat ketika menerima stimulus dari lingkungan. Durasi suatu informasi tersimpan di dalam short-term memory adalah 15 – 20 sekon. Durasi penyimpanan di dalam short-term memory ini akan bertambah lama, bisa menjadi sampai 20 menit, jika terdapat pengulangan informasi. Informasi yang masuk ke dalam short-term memory berangsur-angsur menghilang ketika informasi tersebut tidak lagi diperlukan. Jika informasi dalam short-term memory ini terus digunakan, maka lama-kelamaan informasi tersebut akan masuk ke dalam tahapan penyimpanan informasi berikutnya, yaitu long-term memory.

 

3)        Long-term memory

Penyimpanan informasi dalam long-term memory dapat diumpamakan seperti peristiwa yang terjadi pada penulisan data ke dalam disket atau hardisk komputer atau pun perekaman suara ke dalam kaset. Kapasitas penyimpanan dalam long-term memory ini dapat dikatakan tak terbatas besarnya dengan durasi penyimpanan seumur hidup. Kapasitas penyimpanan disebut tak terbatas dalam arti bahwa tidak ada seseorang pun yang pernah kekurangan “ruang” untuk menyimpan informasi baru, berapa pun umur orang tersebut. Durasi penyimpanan seumur hidup diartikan sebagai informasi yang sudah masuk di dalam long-term memory tidak akan pernah hilang, meskipun bisa saja terjadi informasi tersebut tidak berhasil diambil kembali (retrieval) karena beberapa alasan.

 

  1. Bentuk-bentuk dari Hasil Belajar

Menurut teori Gagne, hasil pembelajaran merupakan keluaran dari pemrosesan yang berupa kecakapan manusia (Human Capabilities) yang terdiri atas:

 

1)      Informasi Verbal

Informasi verbal adalah hasil pembelajaran yang berupa informasi yang dinyatakan dalam bentuk verbal (kata-kata atau kalimat) baik secara tertulis atau lisan. Informasi verbal adalah berupa pemberian nama atau label terhadap suatu benda atau fakta, pemberian definisi atau pengertian, atau perumusan mengenai berbagai hal dalam bentuk verbal.

 

2)      Kecakapan Intelektual

Kecakapan intelektual adalah kecakapan individu dalam melakukan interaksi dengan lingkungan yang menggunakan simbol-simbol. Misalnya simbol-simbol dalam bentuk matematik, seperti penambahan, pengurangan, pembagian, perkalian dan sebagainya. Kecakapan intelektual ini mencakup kecakapan dalam membedakan (diskriminasi). Konsep intelektual sangat diperlukan dalam menghadapi pemecahan masalah.

 

3)      Strategi Kognitif

Strategi kognitif ialah kecakapan individu untuk melakukan pengendalian dan mengelola keseluruhan aktifitasnya. Dalam proses pembelajaran, strategi kognitif ini kemampuan mengendalikan ingatan dan cara-cara berfikir agar terjadi aktifitas yang efektif. Kalau kecakapan intelektual lebih banyak terarah kepada proses pemikiran pelajar. Strategi kognitif ini memberikan kemudahan bagi para pelajar untuk memilih informasi verbal dan kecakapan intelektual yang sesuai untuk diterapkan selama proses pembelajaran dan berfikir.

 

4)      Sikap

Sikap ialah hasil pembelajaran yang berupa kecakapan individu untuk memilih berbagai tindakan yang akan dilakukan. Dengan kata lain, sikap dapat diartikan sebagai keadaan didalam diri individu yang akan member arah kecenderungan bertindak dalam menghadapi suatu objek atau rangsangan. Dalam sikap terdapat pemikiran, peradaan yang menyertai pemikiran, dan kesiapan untuk bertindak.

 

 

 

5)      Kecakapan Motorik

Kecakapan motorik ialah hasil pembelajaran yang berupa kecakapan pergerakan yang dikontrol oleh otot dan fisik.

 

  1. Kekurangan Sistem Pemrosesan Informasi

Dalam pemrosesan informasi terdapat hambatan-hambatan. Berdasarkan (Cermak & Craik, dalam Craik & Lockhart, 2002), hambatan teori pemrosesan informasi antara lain:

1)      Tidak semua individu mampu melatih memori secara maksimal

2)      Proses internal yang tidak dapat diamati secara langsung

3)      Tingkat kesulitan mengungkap kembali informasi-informasi yang telah disimpan dalam ingatan

4)      Kemampuan otak tiap individu tidak sama.

 

  1. Kesimpulan
    1. Teori Kinerja Otak

Otak merupakan bagian terpenting dalam tubuh manusia. Otak terbagi menjadi 4 bagian yaitu Cerebrum, Cerebellum, Brainstem dan Limbic System. Cerebrum terbagi menjadi dua bagian yaitu otak belahan kiri dan otak belahan kanan yang biasa kita sebuat sebagai otak kanan dan otak kiri. Otak belahan kiri atau yang biasa kita sebut sebagai otak kiri berhubungan dengan kemampuan dalam berfikir rasional, logika, kemampuan menulis dan membaca, serta merupakan pusat matematika. Otak kiri mengontrol gerak tubuh bagian kanan. Menurut beberapa pakar pendidikan, otak kiri merupakan pusat dari Intelligence Quotient(IQ).Sementara itu otak kanan berfungsi dalam perkembangan Emotional Quotient (EQ). Misalnya sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain serta pengendalian emosi. Otak kanan mengontrol gerak tubuh bagian kiri. Pada otak kanan ini pula terletak kemampuan intuitif, kemampuan merasakan, memadukan, dan ekspresi tubuh, seperti menyanyi, menari, melukis dan segala jenis kegiatan kreatif lainnya. Penggunaan otak kiri dan otak kanan hendaknya seimbang. Menurut Goleman kita tidak hanya mengutamakan rational mind saja, harus diseimbangkan dengan emotional mind yang diukur berdasarkan IQ dan EQ dan bersumber pada head and heart

 

  1. Teori Sistem Pemrosesan Informasi

Dalam pembelajaran kognitif terjadi pemrosesan informasi. Teori ini merupakan gambaran atau model dari kegiatan di dalam otak manusia di saat memroses suatu informasi. Ketika pemrosesan informasi berlangsung didalamnya terjadi interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Dalam suatu kegiatan belajar, seseorang menerima informasi dan kemudian mengolah informasi tersebut di dalam memori. Pemrosesan informasi dalam memori manusia diproses dan disimpan dalam 3 (tiga) tahapan, yaitu Sensory Memory, Short-term Memory, dan Long-term Memory. Kemudian nantinya terdapat keluaran dari proses informasi tersebut yang berupa hasil belajar.

 

_____________

Tirta Khalis, penulis adalah mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris kelas A. Makalah disusun guna memenuhi tugas individu pada mata kuliah Belajar Pembelajaran tahun akademik 2014/2015 dengan dosen pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd.

One thought on “Kekurangan dan Kelebihan Teori Kinerja Otak dan Sistem Pemrosesan Informasi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s