Kekurangan Dan Kelebihan Teori Behavioristik Dan Teori Humanistik

Suatu kepintaran adalah sesuatu yang setiap orang memilikinya, itu semua sudah deberikan oleh Yang Maha Kuasa bagi setiap umatnya. Tinggal bagaimana kita pintar-pintar mengasah dan menggunakan kepintaran tersebut. Belajar merupakan suatu aktivitas manusia yang sangat penting dan vital yang terus-menerus akan dilakukan manusia tersebut masih hidup. Kita selaku lakon di bumi ini, maka akan dibutuhkan suatu belajar dan pembelajaran guna meningkatkan kemampuan otak kita dan memberikan perubahan di dunia. Dengan begitu hidup di dunia tidaklah akan sia-sia. Tanpa belajar, manusia tidak mampu hidup sebagai manusia jika mereka tidak dididik atau di ajar oleh manusia yang lainnya. Karena itu kita adalah makhluk sosial, hidup tanpa bantuan orang lain adalah hal yang mustahil. Batuan orang lain adalah sebagai stimulus untuk proses belajar kita, tanpa melihat, mendengarkan, memikirkan orang lain akan menyulitkan kita untuk mendapatkan pengetahuan baru. Dismaping kepandaian-kepandaian yang bersifat jasmaniyah, seperti merangkak, duduk, berjalan, makan, dan lain sebagainya, manusia memebutuhkan kepandaian-kepandaian yang bersifat rohaniyah karena manusia adalah mahluk sosial budaya. Teori pembelajaran harus mampu menghubungkan antara hal yang ada sekarang dan bagaimana menghasilkan hal tersebut. Teori belajar menjelaskan dengan pasti apa yang terjadi, namun teori pembeajaran hanya membimbing apayang harus dilakukan untuk menghasilkan hal tersebut.

 

BEHAVIORISTIK

Teori belajar behavioristik adalah suatu teori tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pebelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pebelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pebelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman.

Kekurangan

  1. Pembelajaran siswa yang berpusat pada guru (teacher centered learning), bersifat meanistik, dan hanya berorientasi pada hasil yang diamati dan diukur
  2. Murid hanya mendengarkan dengan tertib penjelasan guru dan menghafalkan apa yang didengar dan dipandang sebagai cara belajar yang efektif. Penggunaan hukuma sebagai salah satu cara untuk mendisiplinkan
  3. Siswa (teori skinner) baik hukuman verbal maupun fisik seperti kata – kata kasar , ejekan , jeweran yang justru berakibat buruk pada siswa.
  4. Peserta didik tidak bebas dalam mengeksplorasikan bakat dan imajinasinya.

Kelebihan

  1. Sangat cocok untuk memperoleh kemampuan yang membutuhkan praktek dan pembiasaan yang mengandung unsure-unsur seperti kecepatan, spontanitas, kelenturan, refleks, dan daya tahan.

Contoh :

Percakapan bahasa asing, mengetik, menari, berenang, olahraga.
Cocok diterapkakn untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominasi peran orang dewasa, suka mengulangi dan harus dibiasakan, suka meniru dan senang dengan bentuk-bentuk penghargaan langsung seperti diberi hadiah atau pujian.

  1. Sangat cocok untuk memperoleh kemampuan yang membutuhkan praktek dan pembiasaan. Dengan bimbingan yang diberikan secara terus menerus akan membuat peserta didik paham sehingga mereka bisa menerapkannya dengan baik.
  2. Materi yang diberikan sangat detail. Hal ini adalah proses memasukkan stimulus yang yang dianggap tepat. Dengan banyaknya pengetahuan yang diberikan, diharapkan peserta didik memahami dan mampu mengikuti setiap pembelajarannya.
  3. Membangun konsentrasi pikiran. Dalam teori ini adanya penguatan dan hukuman dirasa perlu. Penguatan ini akan membantu mengaktifkan siswa untuk memperkuat munculnya respon. Hukuman yang diberikan adalah yang sifatnya membangun sehingga peserta didik mampu berkonsentrai dengan baik.

 

HUMANISTIK

Teori belajar Humanisme memandang bahwa perilaku manusia ditentukan oleh faktor internal dirinya dan bukan oleh kondisi lingkungan ataupun pengetahuan. Menurut teori belajar humanisme, aktualisasi diri merupakan puncak perkembangan individu. Kebermaknaan perwujudan dirinya itu bahkan bukan saja dirasakan oleh dirinya sendiri, tetapi juga oleh lingkungan sekitarnya. Menurut teori belajar humanisme, tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia. Proses belajar dianggap berhasil jika peserta didik memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya. Bagi penganut teori humanistik, proses belajar harus berhulu dan bermuara pada manusia itu sendiri. Teori ini sangat menekankan pentingnya “isi” dari proses belajar.Dengan kata lain teoti ini lebih tertarik pad aide belajar dalam bentukny yang paling ideal daripada belajar apa adanya, seperti apa yang biasa kita amati dalam keseharian dengan pengalaman-pengalaman mereka sendiri.

Tujuan utama pada pendidikan adalah membantu anak untuk mengembangkan dirinya, yaitu membantu masing-masing individu unytuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantunya dalam merealisasikan/ mewujudkan potensi-potensi yang ada pada diri mereka.

Kekurangan dan Kelebihan Teori Humanistik:

1. Kelebihan:

  1. Bersifat pembentukan kepribadian,hati nurani,perubahan sikap,analisis   terhadapfenomenasocial.
  2. Selalu mengedepankan akan hal-hal berbau kekeluargaan.
  3. Siswa merasa senang, bersemangat, dan selalu menciptakan inisiatif dalam belajar.
  4. Suasana pembelajaran yang saling menghargai, adanya kebebasan berpendapat.
  5. Guru selalu membuka peluang bagi muridnya untuk berkembang dan memahami jalan pikiran siswa.

 

2. Kekurangan:

  1. Bersifat individual.
  2. Proses belajar tidak akan berhasil jika tidak ada motivasi dan lingkungan yang mendukung. Seperti keluarga dan masyarakat.
  3. Sulit diterapkan dalam konteks yang lebih praktis, atau terlalu ribet.
  4. Peserta didik kesulitan dalam mengenal diri dan potensi-potensi yang ada pada diri mereka.
  5. Akan lebih sulit jika diterapkan bagi anak yang memiliki sifat belajar yang pasif.

 

PENUTUP

Semua teori belajar memiliki ciri khas masing-masing, dan tentunya memiliki sifat kegunaan tersendiri. Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya. Tujuan utama para pendidik adalah mambantu siswa untuk mengembangkan dirinya yaitu membantu masing- masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu dalam mewujudkan potensi- potensi yang ada pada diri mereka.

 

_____________

*) Intan Rahma Dyanti, Penulis adalah mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris kelas A. Makalah disusun guna memenuhi sebagian tugas individu pada mata kuliah Belajar dan Pembelajaran tahun akademik 2013/2014 dengan dosen pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s