Kekurangan Dan Kelebihan Teori Behavioristik Dan Teori Humanistik

Di dalam dunia pendidikan ada banyak teori belajar, seperti behavioristik, humansistik, konstruktivistik, pemrosesan informasi, dll. Semua teori tersebut berbeda karena latar belakang pemikiran pencipta teori tersebut juga berbeda. Beberapa teori belajar yang terkenal adalah teori behavioristik dan teori belajar humanistik. Namun pada dasarnya semua teori-teori diatas tidak ada yang sempurna, semua memiliki kekurangan dan kelebihan. Untuk itu sebagai seorang pendidik sudah seharusnya mengetahui arti dari teori-teori belajar dan kekurangan serta kelebihannya yang akan dibahas pada makalah ini sebelum menerapkannya didalam proses belajar dan pembelajaran.

TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK

Menurut John B. Watson teori behaviorisme adalah teori yang menjelaskan bahwa belajar adalah perubahan perilaku yang dapat diamati, diukur dan dinilai secara konkret. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon, namun stimulus dan respons harus dapat diamati dan diukur. Seseorang dianggap telah belajar jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Perubahan terjadi melalui rangsangan (stimulus) yang menimbulkan sebuah reaksi (respons) berdasarkan hukum-hukum mekanistik. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada peserta didik, sedangkan respons adalah reaksi atau tanggapan siswa terhadap stimulus yang diberikan oleh guru.

Menurut Ivan Petrovich Pavlov seorang manusia akan menghasilkan suatu respons atau reaksi jika diberikan suatu rangsangan (conditioning) bersyarat secara berulang-ulang. Teori Pavlov terkenal dengan sebutan teori classical conditioning yang juga disebut response conditioning atau pavloving conditioning.

Edward Lee Thorndike memiliki dua gagasan yaitu gagasan Koneksionisme dan Trial and Error. Koneksionisme adalah keterhubungan antara stimulus (S) dan respons (R), sedangkan Trial and Error adalah peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa yang disebut stimulus (S) dengan respons (R). Stimulus adalah perubahan dari lingkungan eksternal, sedangkan respons adalah tingkah laku yang dimunculkan karena adanya perangsang.

B.F. Skinner berpendapat bahwa dalam belajar yang paling penting adalah penguatan (reinforcement) untuk membentuk ikatan stimulus-respons menjadi lebih kuat, misalnya dengan pemberian hadiah (reward) untuk mengontrol tingkah laku anak agar menjadi rajin. Teori ini biasa disebut dengan operant conditioning; suatu proses penguatan perilaku operant yang dapat mengakibatkan sebuah perilaku dapat diulang kembali atau menghilang sesuai keinginan.

Secara garis besar teori belajar behavioristik adalah teori yang menganggap bahwa belajar adalah proses merubah tingkah laku dan pemahaman akibat adanya stimulus-respons. Dalam teori ini yang paling penting adalah masukan yang berupa stimulus dan hasil yang berupa respon. Seseorang dianggap telah belajar apabila dia mampu menunjukan perubahan tingkah laku. Teori behavioristik menganggap bahwa peserta didik adalah sebuah gelas yang siap diisi apa saja, sehingga pendidik hanya memberikan materi pembelajaran sebanyak-banyaknya terhadap peserta didik. Di dalam teori behavioristik diberikan sebuah pembiasaan secara berulang yang disebut (reinforcement) untuk membentuk perilaku siswa seperti yang diinginkan.

KEKURANGAN DAN KELEBIHAN TEORI BEHAVIORISTIK

  1. Kekurangan teori behavioristik:
  2. Membuat peserta didik menjadi pasif. Respons atau perilaku hanya menggunakan metode drill atau pembiasaan. Munculnya perilaku akan kuat bila diberi penguat (reinforcement) misalnya hadiah dan akan semakin lemah bila dikenai hukuman (punishment).
  3. Untuk menerapkan teori behaviorisme tergantung pada tujuan pembelajaran, sifat materi pelajaran, karakteristik siswa serta media dan fasilitas.
  4. Memandang bahwa pengetahuan adalah obyektif, pasti, tetap, dan tidak berubah.
  5. Pengetahuan telah terstruktur dengan rapi sehingga belajar adalah perolehan pengetahuan, sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan kepada peserta didik.
  6. Jika salah dalam penerapan teori akan mengakibatkan pembelajaran tidak menyenangkan bagi siswa yaitu guru sebagai center, otoriter komunikasi berlangsung satu arah, guru melatih dan menentukan apa yang harus di pelajari siswa.
  7. Kelebihan teori behavioristik:
  8. Dapat membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab peserta didik.
  9. Kontrol dan rekayasa terhadap proses belajar dan pembelajaran atau lebih luas lagi rekayasa terhadap system pendidikan bisa dilakukan secara terarah, jelas, dan pasti.
  10. Cocok untuk memperoleh kemampuan yang membutuhkan unsur-unsur seperti kecepatan, spontanitas, kelenturan, dsb.
  11. Murid diajarkan untuk mandiri, sehingga guru tidak banyak memberikan ceramah.

TEORI BELAJAR HUMANISTIK

Arthur Combs, seorang humanis, berpendapat bahwa perilaku batiniah, seperti perasaan, persepsi, dan maksud dapat menyebabkan seseorang berbeda dengan orang lain. Untuk memahami orang lain, kita harus melihat dunia orang lain seperti dia merasa dan berpikir tentang dirinya. Abraham H. Maslow seorang psikologi humanistik, dia menyatakan bahwa dalam diri manusia terdapat dorongan positif untuk tumbuh sekaligus kekuatan yang menghambat. Carl R. Rogers yang juga seorang psikologi humasnistik dia menyarankan adanya suatu pendekatan yang berupaya menjadikan belajar dan mengajar leih manusiawi. Dari pernyataan beberapa tokoh diatas dapat diambil kesimpulan; teori humanistik adalah teori yang memandang kedalam diri seseorang bahwa seperti perasaan, persepsi, minat dan keinginan seseorang dapat mempengaruhi proses pembelajaran. Teori humanistik menganggap bahwa pembelajaran akan berjalan dengan baik apabila pembelajaran yang dilakukan menyenangkan.

KEKURANGAN DAN KELEBIHAN TEORI HUMANISTIK

  1. Kekurangan teori humanistik:
  2. Tidak bisa diuji dengan mudah.
  3. Proses belajar tidak akan berhasil jika tidak ada motivasi dan lingkungan yang mendukung.
  4. Besifat individu.
  5. Sulit untuk diterapkan dalalm konteks yang lebih praktis.
  6. Kelebihan teori humanistik:
  7. Siswa merasa senang dan berinisiatif dalam belajar.
  8. Bersifat pembentukan kepribadian, hati nurani, perubahan sikap, analisis terhadap fenomenasocial.
  9. Selalu mengedepankan akan hal-hal yang bernuansa demokratis, partisipatif-dialogis dan humanis.
  10. Keterlibatan peserta didik dalam berbagai aktivitas di sekolah dan kemampuan hidup bersama (komunal-bermasyarakat) diantara peserta didik yang tentunya mempunyai pandangan yang berbeda-beda.

PENUTUP

Dapat kita ambil kesimpulan bahwa teori belajar behavioristik adalah teori yang mementingkan adanya masukan/rangsangan yang disebut stimulus dan hasil/keluaran yang disebut respon. Seseorang dianggap telah belajar apabila menunjukkan suatu perubahan tingkah laku. Tetapi jika salah dalam menerapkan teori maka pembelajaran akan menjadi tidak menyenangkan. Salah satu kelebihan teori ini adalah dapat membuat siswa menjadi lebih disiplin, karena disiplin adalah suatu modal untuk dapat menjadi sukses. Sedangkan teori humanistik adalah teori yang ingin memanusiakan manusia dalam pembelajaran. Teori ini mementingkan batiniah peserta didik seperti perasaan, minat, dan bakat. Salah satu kelebihan dari teori ini adalah siswa merasa senang dalam belajar. Tetapi teori ini sulit untuk diterapkan.

Seperti yang telah kita baca diatas bahwa di dalam sebuah teori belajar pasti terdapat kelebihan dan kekurangan masing-masing, karena tidak ada sebuah teori yang sempurna. Diharapkan kepada para pendidik untuk paham terhadap teori-teori belajar dan kondisi peserta didiknya, supaya mereka mampu memilih dan menentukan teori belajar yang tepat untuk peserta didiknya. Pemahaman terhadap hal tersebut sebelum menggunakannya akan sangat berpengaruh dalam kesuksesan di dalam proses belajar dan pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Wiji suwarno. 2006. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jogjakarta: Ar-ruzz Media.

Heri Rahyubi. 2012. Teori-teori Belajar dan Aplikasi Pembelajaran Motorik. Bandung: Referens.

____________

*) Satria Anpan Sejati, penulis adalah mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris kelas A. Makalah disusun guna memenuhi sebagian tugas individu pada mata kuliah Belajar dan Pembelajaran tahun akademik 2013/2014 dengan dosen pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s