Hakikat, Definisi, Ruang Lingkup Belajar Dan Pembelajaran

Proses pendidikan,kegiatan belajar dan pembelajaran merupakan suatu usaha yang amat strategis untuk mencapai tujuan yang di harapkan.Pergaulan yang bersifat mendidik itu terjadi melalui interaksi aktif antara siswa sebagai peserta didik dan guru sebagai pendidik.Kegiatan belajar di lakukan oleh siswa,dan melalui kegiatan itu akan ada perubahan perilakunya,sementara kegiatan pembelajaran di lakukan oleh guru untuk memfasilitasi proses belajar,kedua peranan itu tidak akan terlepas dari situasi saling mempengaruhi dalam pola hubungan antara dua subjek,meskipun di sini guru lebih berperan sebagai pengelola atau”director of learning.”

 

Kegiatan belajar merupakan masalah yang amat kompleks,dan melibatkan keseluruhan aspek psiko-fisik dan aspek neuro-fisiologis.Pada tahap baru mengenal substansi yang di pelajari ,baik yang menyangkut aspek pembelajaran kognitif,afektif maupun psikomotor ,bagi siswa “materi” pembelajaran itu menjadi sesuatu yang asing pada mulanya.Namun,setelah guru berusaha untuk memusatkan dan menangkap perhatian siswa pada peristiwa pembelajaran maka sesuatu yang asing itu menjadi berangsur-angsur berkurang.Siswa sangat peduli dengan apa yang di lakukan oleh gurunya.Oleh karena itu,guru harus mengupayakan semaksimal mungkin penataan lingkungan belajar dan perencanaan nmateri agar terjadi proses pembelajaran di dalam atau di luar kelas.Sebagai sebuah proses,belajar dan pembelajar menjadi faktor sentral dalam meraih tujuan pengajaran dan pendidikan di sekolah.

 

A.Pengertian Belajar dan Mengajar

 

1.Pengertian Belajar

 

Belajar dimaknai sebagai proses perubahan tingkah laku sebagai akibat adanya interaksi antara individu dengan lingkunganya.Tingkah laku itu mencakup aspek pengetahuan,keterampilan,dan sikap.Tingkah laku dapat di bagi menjadi dua kelompok ,yaitu yang dapat diamati dan yang tidak.Tingkah laku yang dapat di amati di sebut dengan behavioral perfomance,sedangkan yang tidak dapat di amati di sebut behavioral tendency.

 

2.Pengertian Mengajar

 

Mengajar merupakan suatu proses yang sangat kompleks.Guru berperan tidak hanya sekedar menyampaikan informasi kepada siswa tetapi harus berusaha agar siswa mau belajar.Karena mengajar sebagai upaya yang di sengaja,maka guru terlebih dahulu harus mempersiapkan bahan yang akan di sajikan kepada siswa.

 

Menurut Chauhan menjajar adalah upaya guru dalam memberi rangsangan,bimbingan,pengarahan,dan dorongan kepada siswa agar terjadi proses belajar.Jadi jelas di sini bahwa aktifitas pembelajaran yang paling menonjol adalah siswa.Guru cenderung berperan sebagai fasilitator dan motivator agar siswa mau untuk belajar(learn how to learn).Oleh karena itu,di samping guru harus menguasai materi pelajaranya guru juga di tuntut memiliki kesabaran dan kecintaan dalam mengelola pembelajaran ini akan menjadi kunci suksesnya proses belajar mengajar di sekolah.

 

B.Makna Peristiwa Belajar

 

Tujuan mengajar adalah agar terjadi proses belajar.Namun banyak guru yang beranggapan bahwa tidak sesuai dengan harapanya.Mengapa bisa terjadi?Penyebabnya adalah karena kegiatan pengajaran yang di lakukan oleh guru tidak mampu mendorong siswa untuk belajar.Oleh sebab itu,tugas utama guru adalah untuk menciptakan iklim atau atmosfir supaya proses belajar terjadi di kelas atau lapangan.Adapun ciri utama terjadinya proses belajar siswa dapat secara aktif ikut terlibat di dalam proses pembelajaran.

 

C.Teori Belajar

 

Belajar merupakan gejala yang wajar.Setiap insan manusia akan belajar.Namun,kondisi belajar dapat di atur dan di ubah guna mengembangkan bentuk tingkh laku atau meningkatkan kemampuan pada seseorang.Bagaimana proses belajar itu berlangsung?maka timbulah berbagai macam teori belajar.

 

1.Teori Belajar Asosiasi

 

S adalah situasi yang memberi stimulus(Rangsangan),sedangkan R adalah respon atas stimulus itu.Contoh anak berjalan karena di depanya ada mainan yang menarik perhatianya.Stimulus merupakan masukan (input) sedangkan respon merupakan hasil(output),dan respon inilah yang merupakan hasil belajar yang dapat di amati.

 

Hubungan S-R ini ternyata akan menjadi lebih kuat bila di sertai dengan penghargaan yang menyenangkan hatinya.Pakar yang terkenal dengan teori ini adalah Thorndike dan Skinner,yang telah membuktikan bahwa individu dspst merespons suatu stimulus yang di ikuti dengan penghargaan,maka hubunganya menjadi lebih kuat.Penghargaan ini ternyata menjadi unsur penguatnya.

 

2.Teori Belajar Gestalt

 

Menurut psikologi gestalt,belajar belajar itu terjadi apabila di peroleh pemahaman.Pemahaman merupakan proses untuk mengorganisasi kembali pengalaman yang muncul secara tiba-tiba.

 

Belajar melalui pemahaman inilah yang menjadi dasar teori gestalt.Teori ini lebih banyak menekankan pada aspek kognitif.Kemampuan kognitif inilah yang harus lebih dahulu di kembangkan pada anak didik dalam proses belajar.

 

D.Tujuan Belajar

 

Proses pembelajaran yang di laksanakan di sekolah tentunya memilik tujuan.Tujuan dalam pembelajaran tersebut mempunyai tingkatan mulai dari tujuan ideal sampai tujuan khusus yang konkrit dan dapat di ukur.Tujuan yang terukur ini harus di capai pada tingkat mikro kelas.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003,tentang Sistem Pendidikan Nasional telah menggariskan penjabaran tujuan ke dalam berbagai tingkatan,yaitu tujuan nasional,tujuan institusional(lembaga),tujuan kurikuler(bidang studi),dan tujuan pembelajaran(instruksional) umum dan khusus.

 

F.Proses Belajar

 

Bruner dalam proses belajar selalu terdapat fase informasi,fase transformasi,dan fase evaluasi.Masing-masing fase ini selalu saling mengisi,namun berapa lamanya tiap fase itu beraksi tidak selalu sama.

 

Fase informasi akan menambah pengetahuan yang telah siswa miliki,ada yang memperhalus gerakan dan ada juga yang meningkatkan skill-nya.Tapi jangan lupa bahwa ada pula informasi yang bertentangan dengan apa yang sudah dimiliki siswa.

 

Fase Transformasi informasi yang sudah dimdapat ini perlu dianalisis dan di ubah ke dalam bentuk yanglebih kompleks agar dapat di manfaatkan untuk hal-hal yang lebih besar lagi.Dalam fase ini bantuan guru di rasakan sangat banyak.

 

Fase Evaluasi Guru harus menilai sudah sampai di mana pengetahuan ,keterampilan,dan sikap yan di raih oleh siswa,sehingga informasi dan transformasi itu dapat digunakan untuk menyikapi persoalan lainya.

 

 

Jadi,dari ketiga fase ini harus di upayakan oleh guru agar proses belajar selalu berjalan dalam tahap-tahap pembelajaran agar dapat di raih sukses dalam pembelajaran siswa.Maksudnya,perubahan perilaku yang selaras dengan harapan tujuan pendidikan akan lebih mampu di raih dan menjadi perilaku yang melekat pada siswa.

 

__________

Disusun Oleh:

Iis Setyosari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s