Hakikat, Definisi, Ruang Lingkup Belajar Dan Pebelajaran

Istilah belajar sebenamya telah lama dan banyak dikenal. Bahkan pada era sekarang ini, hampir semua orang mengenal istilah belajar. Namun apa sebenamya belajar itu, rasanya masing-masing orang mempunyai tangkapan yang tidak sama. Sejak manusia ada, sebenamya ia telah melaksanan aktivitas belajar. Oleh sebab itu, kiranya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa aktivitas itu telah ada sejak adanya manusia. Oleh karena manusia adalah makhluk belajar, maka sebenamya di dalam dirinya terdapat potensi untuk diajar.

Pada masa sekarang ini, belajar menjadi sesuatu yang tak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia. Hampir di sepanjang waktunya, manusia banyak melaksanakan “ritual-ritual” belajar. Apa sebenamya belajar itu, banyak ahli yang memberikan batasan. Belajar mempunyai sejumlah ciri yang tidak dapat dibedakan dengan kegiatan-kegiatan lain yang bukan belajar. Oleh karena itu, tidak semua kegiatan yang meskipun mirip belajar dapat disebut dengan belajar.

Dalam proses pengajaran, unsur proses belajar memegang peranan yang penting / vital. Mengajar adalah proses membimbing kegiatan belajar, dan kegiatan mengajar hanya bermaksan bila terjadi kegiatan belajar siswa. Oleh karena itu, adalah penting sekali bagi setiap guru memahami sebaik-baiknya tentang proses belajar siswa, agar ia dapat memberikan pembelajaran dan menyediakan lingkungan belajar yang tepat dan serasi bagi siswa.

 

HAKIKAT BELAJAR PEMBELAJARAN

Proses belajar pada hakekatnya juga merupakan kegiatan mental yang tidak dapat dilihat. Artinya, proses perubahan yang terjadi dalam diri seseorang yang belajar tidak dapat disaksikan. Manusia hanya mungkin dapat menyaksikan dari adanya gejala-gejala perubahan perilaku yang tampak.Oleh karena itu, George R. Knight (1982: 82) menganjurkan lebih banyak kebebasan untuk berekspresi bagi peserta didik dan lingkungan yang lebih terbuka sehingga peserta didik dapat mengerahkan energinya dengan cara yang efektif.Lebih lanjut, peserta didik harus dianggap sebagai makhluk yang dinamis, sehingga harus diberi kesempatan untuk menentukan harapan dan tujuan mereka dan guru (pendidik) lebih berperan sebagai penasehat, penunjuk jalan, dan rekan seperjalanan. Guru bukanlah satu-satunya orang yang paling tahu. Oleh karena itu, pembelajaran harus berpusat pada peserta didik (child centered), tidak tergantung pada text book atau metode pengajaran tekstual.

 

DEFINISI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

Mengenai pengertian belajar juga banyak para ahli memberikan definisi diantaranya:

  1. Skiner        : Suatu proses adaptasi yang berlangsung secara progesif.
  2. Hintsman   : Dalam bukunya The Psycology of Learning ad Memory berpendapat bahwa belajar adalah salah satu perubahan yang terjadi dalam diri organism, manusia atau hewan, disebabkan oleh pengetahuan yang dapat mempengaruhi tingkah laku.
  3. Witting      : Belajar adalah perubahan yang relative menetap yang terjadi dalam segala macam/keseluruhan tingkah laku keseluruhan tingkah laku suatu organism sebagai hasil pengalaman.

Berikut ini adalah definisi pembelajaran menurut beberapa para ahli:

  1. Slavin        : Pembelajaran didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku individu yang disebabkan oleh pengaalaman.
  2. Woolfolk   : Pemelajaran berlaku apabila sesuatu pengalaman secara relatifnya menghasilkan perubahan kekal dalam penggetahuan dan tingkah laku.
  3. Kimble      : Pmbelajaran merupakan perubahan ekal secara relatif dalam keupayaan kelakuan akibat latihan diperkukuh.

 

RUANG LINGKUP BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

Ada beberapa ruang lingkup pada sistem belajar dan pembelajaran:

  1. Tujuan Pembelajaran dan Hasil Belajar Siswa

Para pakar teori belajar pada umumnya membedakan dua macam pengetahuan, yakni pengetahuan deklaratif dan pengetahuan procedural. Pengetahuan deklaratif adalah pengetahuan tentang sesuatu, sedangkan pengetahuan procedural adalah pengetahuan tentang bagaimana melakukan sesuatu (Kardi dan Nur 2000:4). Suatu contoh pengetahuan deklaratif misalnya konsep tekanan, yakni hasil bagi antara gaya (F) dan luas bidang benda yang dikenai gaya (A). jadi dapat ditulis secara matematis  p . pengetahuan procedural yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif di atas adalah bagaimana memperoleh rumus atau persamaan tentang konsep tekanan tersebut.

 

  1. Sintaks atau Pola Keseluruhan dan Alur Kegiatan Pembelajaran

Pada model pembelajaran langsung terdapat lima fase yang sangat penting. Guru mengawali pelajaran dengan pnjelasan tentang tujuan dan latar belakang pembelajaran, serta mempersiapkan siswa untuk menerima penjelasan guru.

Pengajaran langsung mmenurut Kardi (1997:3), dapat berbenuk ceramah, demontrasi, pelatihan atau praktik, dan kerja kelompok.

 

  1. Lingkungan Belajar dan System Pengelolaan

Agar efektif pengajaran langsung mensyaratkan tiap detail keterampilan atai isi didefinisikan secara seksama dan demonstrasi serta jadwal pelatihan direncanakan dan dilakukan secara seksama (Kardi dan Nur 2000: 8). Menurut Kardi dan Nur (2000:8-9), meskipun tujuan pembelajaran dapat direncanakan bersama oleh guru dan siswa, model ini terutama berpusat pada guru.

 

  1. Penelitian Tentang Keefektifan Guru

Landasan penelitian dari nodel pengajaran langsung dan berbagai komponennya, berasal dari bermacam-macam bidang. Penelitian stalling dan Kaskowitz dalam Arends, (2001:267) menunjukkan pentingnya waktu yang dialokasikan pada tugas (time on task). Stalling dan kolegannya ingin mengungkapkan, manakah diantara program-program itu yang dapat berfungsi baik dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Banyak hal yang dapat diungkapkan pada penelitian itu, namun ada dua hal yang sangat menonjol, yaitu alokasi waktu dan penggunaan tugas (kegiatan) yang menggunakan model pembelajaran langsung lebih berhasil dan memperoleh tingkat keterlibatan yang tinggi daripada mereka yang menggunakan metode-metode informal dan berpusat pada siswa.

 

PENUTUP

Semua proses yang terjadi pada sistem belajar dan pembelajaran kita adalah sangat berkaitan dan memiliki porsi yang berbeda-beda. Sehingga perlu dibutuhkannya suatu hakikat, definisi, dan ruang lingkup di dalam proses tersebut, bagaimana hasil yang didapat itu tergantung dari sudah benarkah suatu proses dan tentunya kepribadian setiap individu.

 

DAFTAR PUSTAKA

Sutikno, Dr. M. Sutiikno.2013.Belajar dan Pembelajaran.Lombok:Holistica

Budiningsih, Asri. 2004. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

http://www.docstoc.com/docs/102466180/Pengertian-belajar-dan-pembelajaran

 

*) Intan Rahma Dyanti , Penulis adalah mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris kelas A. Makalah disusun guna memenuhi sebagian tugas individu pada mata kuliah Belajar dan Pembelajaran tahun akademik 2013/2014 dengan dosen pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd

.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s