Gaya Belajar

Pendidikan adalah suatu kegiatan yang komplek dan menuntut penanganan untuk meningkatkan kualitasnya, baik yang berupa menyeluruh maupun pada beberapa komponen tertentu karena dalam kegiatan pembelajaran terdiri dari berbagai variable pokok yang saling berkaitan yaitu kurikulum, guru, pembelajaran, dan peserta. Dimana semua komponen ini bertujuan untuk kepentingan peserta didik. Berdasarkan hal tersebut pendidik harus mampu menggunakan model pembelajaran agar peserta didik dapat melakukan kegiatan belajar. Hal ini dilatar belakangi bahwa beberapa peserta didik bukan hanya sebagai objek tetapi juga merupakan subjek dalam pembelajaran. Peserta didik harus disiapkan sejak dini agar ia mampu untuk bersosialisasi dengan lingkungannya dan gerakan baru sehingga berbagai jenis pembelajaran dapat digunakan oleh pendidik untuk meningkatkan kualitas belajar dan mengajar, seperti cara guru mengajar dan cara peserta didik belajar.

guru merupakan suatu profesi yang sangat unik. Selain harus memiliki jiwa pengabdian yang tinggi ia juga memiliki tanggung jawab yang besar pada masa depan peserta didik. Oleh karena itu, guru harus selalu belajar, baik untuk ilmu pengetahuan dan keterampilan pembelajaran, maupun belajar memahami aspek psikologis kemanusiaan. Seorang guru juga harus mampu memahami bagaimana cara peserta didiknya belajar. Jika seorang guru telah mampu menguasai teknik yang dapat meningkatan semangat keaktifan anak didiknya dalam belajar, maka dunia pendidikan akan semakin efektif dan professional.

 

GAYA BELAJAR

Ketika kita bertanggung jawab atas hidup kita, maka kita akan mulai mengupayakan agar segalanya terlaksana. Dari sekian banyak upaya yang harus dilakukan satu diantaranya adalah belajar. Namun, terkadang kita salah mengartikan belajar. Belajar bukan berarti datang ke sekolah, duduk manis sambil mendengarkan penjelasan dari guru tetapi belajar memiliki arti yang luas. Untuk memahami makna belajar yang sebenarnya, maka kita harus mengetahui bahwa belajar dibedakan menjadi dua hal yaitu belajar aktif dan pasif. Berikut ini adalah tabel tentang belajar aktif dan pasif:

v  Belajar apa saja dari setiap situasi.

v  Menggunakan apa yang telah dipelajari agar memiliki keuntungan di masa mendatang.

v  Mengupayakan agar segalanya dapat terlaksana.

v  Bersabar pada kehidupan.

v  Tidak melihat adanya ptensi belajar.

v  Mengabaikan kesempatan untuk berkembang dan suatu pengalaman belajar.

v  Membiarkan segalanya terjadi dengan apa adanya.

v  Menarik diri dari kehidupan.

 

 

PENGERTIAN GAYA BELAJAR

gaya belajar adalah variasi cara yang di,iliki seseorang untuk mengakumulasi serta mengasimilasi informasi. Pada dasarnya, gaya belajar kita adalah metode yang terbaik untuk memungkinkan kita dalam menggunakan dan mengumpulkan pengetahuan secara spesifik. Kebanyakan ahli setuju bahwa ada tiga macam gaya belajar. Setiap individu memungkinkan untuk memiliki satu macam gaya belajar atau dapat memiliki kombinasi dari gaya belajar yang berbeda. Gaya belajar dalah kunci untuk mengembangkan kinerja dalam pekerjaan,di sekolah dan dalam situasi-situasi antar pribadi. Ketika kita menyadari bagaimana diri kita dan orang lain menyerap dan mengolah informasi, kita dapat menjadikan belajar dan berkomunikasi lebih mudah dengan gaya sendiri. Ada dua kategori utama tentang bagaimana cara kita belajar yaitu:

v  Modalisme adalah bagaimana kita menyerap informasi dengan mudah.

v  Dominasi otak adalah cara dan bagaimana kita mengatur dan mengolah informasi.

 

JENIS-JENIS GAYA BELAJAR

Secara umum, gaya belajar dapat dikelompokkan berdasarkan kemudahan dalam menyerap informasi (perceptual modality), cara memproses informasi (information processing), dan karakteristik dasar kepribadian (personality pattern). Pengelompokkan berdasarkan perceptual modality didasarkan pada reaksi individu trhadap lingkungan fisik dan cara individu menyerap data secara lebih efisien. Pengelompokkan berdasarkan information processing didasarkan pada cara individu merasa, memikirkan, memecahkan masalah, dan mengingat informasi. Sedangkan pada pengelopokkan berdasarkan personality pattern didasarkan pada perhatian, emosi, dan nilai-nilai yang dimiliki individu. DePorter dan Hernacki (1999) mengemukakan bahwa ada tiga jenis gaya belajar berdasarkan modalitas yang digunakan individu dalam memproses informasi (perceptual modality). Ketiga gaya belajar tersebut adalah gaya belajar visual (belajar dengan cara melihat), auditorial (belajar dengan cara mendengar), dan kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja, dan menyentuh). Setiap individu menggunakan semua indera dalam menyerap informasi. Tetapi, individu mempunyai kecendrungan lebih kuat pada salah satu gaya belajar. Sebagian individu mudah menangkap informasi dalam bentuk visuasl, sebagian menyukai informasi dalam bentuk verbal dan sebagian lagi lebh nyaman dengan cara aktif dan interaktif. Berikut ini jenis-jenis gaya belajar yang dikemukakan oleh deporter dan hernacki (1999):

  1. Gaya belajar visual

Individu yang memiliki kecenderungan gaya belajar visual lebih senang melihat apa yang sedang dipelajari. Gambar/visualisasi akan membantu mereka yang memiliki gaya belajar visual untuk lebih memahami ide atau informasi daripada apabila ide atau informasi itu disajikan dalam bentuk penjelasan. Apabila seseorang menjelaskan sesuatu kepada orang yang memiliki kecenderungan gaya belajar visual, mereka akan menciptakan gambaran mental tentang apa yang dijelaskan oleh orang tersebut.

Ciri-ciri gaya belajar visual:

  • Bicara agak cepat.
  • Mementingkan penampilan dalam berpakaian/prestasi.
  • Tidak mudah terganggu oleh keributan
  • Lebih dapat mengingat dari apa yang dilihat daripada apa yang didengar.
  • Lebih suka membaca dari pada dibacakan.
  • Pembaca cepat dan tekun.
  • Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata.
  • Lebih suka melakukan daemonstrasi daripada pidato.
  • Lebih menyukai music daripada seni.
  • Mempunyai masalah intuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis dan seringkali meminta bantuan orang lain untuk mengulanginya.

Strategi yang dapat mempermudah proses belajar anak visual:

Ä  Menggunakan materi-materi visual seperti, gambar, diagram dan peta.

Ä  Menggunakan warna untuk menandai hal-hal penting.

Ä  Mengajak anak untuk membaca buku-buku yang berilustrasi.

Ä  Mengunakan multimedia (computer, video, dll).

Ä  Mengajak anak untuk mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.

 

  1. Gaya belajar auditorial

Sedangkan, individu yang cenderung memiliki gaya belajar auditorial kemungkinan akan belajar lebih baik dengan cara mendengarkan. Mereka menikmati saat-saat mendengarkan apa yang disampaikan orang lain.

Ciri-ciri gaya belajar auditorial:

  • Ketika bekerja suka berbicara kepada diri sendiri.
  • Berpenampilan rapi.
  • Mudah terganggu oleh keributan.
  • Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada apa yang ia lihat.
  • Senang membaca dengan keras dan mendengarkan.
  • Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
  • Biasanya seorang pembaca yang fasih.
  • Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya.
  • Lebih suka gurauan lisan daripada komik.
  • Mempunyai masalah dengan pekerjaan yang melibatkan visual.
  • Bicara dalam irama dan terpola.
  • Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara.

Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori:

Ä  Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam lingkungan keluarga.

Ä  Motivasi anak untuk menbaca materi dengan keras.

Ä  Gunakan musik untuk mengajarkan anak.

Ä  Diskusikan ide dengan anak secara verbal.

Ä  Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan motivasi dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.

 

  1. Gaya belajar kinestetik

Individu yang memiliki kecenderungan gaya belajar kinestetik akan belajar lebih baik apabila terlibat secara fisik dalam kegiatan langsung. Mereka akan belajar sangat baik apabila mereka dilibatkan seecara fisik dalam pembelajaran. Mereka akan berhasil dalam pembelajaran jika mereka mendapat kesempatan untuk memanipulasi media untuk mempelajari informasi.

Ciri-ciri gaya belajar kinestetik:

  • Berbicara perlahan.
  • Berpenampilan rapi.
  • Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan.
  • Belajar melalui memanipulasi dan praktek langsung.
  • Menghafal dengan cara berjalan dan melihat.
  • Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca.
  • Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita.
  • Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca.
  • Menyukai permainan yang menyibukkan.
  • Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu.
  • Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka.
  • Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi.

Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik:

Ä  Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.

Ä  Ajak anak untuk belajar sambil sambil mengekplorasi lingkungannya (menggunakan objek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).

Ä  Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.

Ä  Gunakan warna terang untuk menandai hal-hal penting dalam bacaan.

Ä  Izinkan anak belajar sambil mendengarkan musik.

 

Penutup

            Model pembelajaran memiliki arti yang sama dengan pendekatan, strategi atau metode pembelajaran. Saat ini telah banyak dikembangkan berbagai macam model pembelajaran, dari yang sederhana sampai model yang komplek dan rumit karena memerlukan banyak alat bantu dalam penerapannya. Model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan khas oleh guru. Dengan kata lain model pembelajaran merupakan bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik belajar. Diantara berbagai gaya belajar ialah sebagai berikut:

  1. Auditory
  2. Visual
  3. Kinestetik

Langkah-langkah yang harus ditempuh oleh pengajar dalam membantu peserta didik untuk mengembangkan kegiatan pembelajaran:

v  Membantu peserta didik dalam menyusun kelompok belajar.

v  Membantu peserta didik dalam mendiagnosis kebutuhan pelajar.

v  Mambantu peserta didik dalam menyusun tujuan belajar.

v  Membantu peserta didik dalam merancang pengalaman belajar.

 

_______________

*)Latif Roby Ningsih, penulis adalah mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris kelas B. Makalah ini disusun guna memenuhi sebagian tugas individu pada mata kuliah Belajar dan Pembelajaran tahun akademik 2013/2014 dengan dosen pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s