Gaya Belajar

Tuhan menciptakan manusia yang berbeda-beda, misalnya: otak, wajah, tubuh, dan lain-lain. Terutama pada otak manusia,terdapat banyak cara berfikir yang berbeda-beda. Khususnya dikalangan pelajar; banyak pelajar yang sulit menerima atau nengerti sebuah materi yang diberikan oleh seorang guru. Dan ada sebagian pelajar yang mudah menerima atau mengerti materi yang diberikan oleh gurunya. Hal itu terjadi, karena seorang guru belum mampu mengerti gaya belajar apa yang harus dia terapkan agar peserta didiknya mampu memahami materi yang dia sampaikan. Karena setiap peserta didik memiliki masing-masing gaya belajar yang berbeda. Jadi guru harus mampu nmengikuti gaya belajar mereka, agar mereka mampu menerima materi yang disampaikan secara maksimal.

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A. Pengertian

Gaya belajar atau learning style adalah suatu karakteristik kognitif, afektif dan perilaku psikomotoris, sebagai indikator yang bertindak yang relatif stabil untuk pebelajar merasa saling berhubungan dan bereaksi terhadap lingkungan belajar.

Menurut Fleming dan Mills (1992), gaya belajar merupakan kecenderungan siswa untuk mengadaptasi strategi tertentu dalam belajarnya sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk mendapatkan satu pendekatan belajar yang sesuai dengan tuntutan belajar di kelas/sekolah maupun tuntutan dari mata pelajaran.

Drummond (1998:186) mendefinisikan gaya belajar sebagai, “an individual’s preferred mode and desired conditions of learning.” Maksudnya, gaya belajar dianggap sebagai cara belajar atau kondisi belajar yang disukai oleh pembelajar.

Willing (1988) mendefinisikan gaya belajar sebagai kebiasaan belajar yang disenangi oleh pembelajar. Keefe (1979) memandang gaya belajar sebagai cara seseorang dalam menerima, berinteraksi, dan memandang lingkungannya. Dunn dan Griggs (1988) memandang gaya belajar sebagai karakter biologis bawaan.

Sedangkan Bobbi Deporter dan Mike Hernacki (2010:112) mengemukakan bahwa gaya belajar adalah kombinasi bagai mana anda menyerap, dan kemudian mengatur serta mengelola informasi.

 

 

       B. Macam-Macam Gaya Belajar

 

            1. Visual (belajar dengan cara melihat)

Bagi siswa yang bergaya belajar visual, yang memegang peranan penting adalah mata / penglihatan ( visual ), dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis. Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video. Di dalam kelas, anak visual lebih suka mencatat sampai detil-detilnya untuk mendapatkan informasi.

 

2. Auditorial (belajar dengan cara mendengar)

Siswa yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu maka guru sebaiknya harus memperhatikan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan. Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori mendengarkannya. Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.

 

3. Kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)

Yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat. Siswa yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan.

 

BAB III

PENUTUP

 

A. Kesimpulan

Jadi kesimpulan dari pembahasan gaya belajar di atas adalah sebuah karakter belajar yang dimiliki para siswa untuk menangkap dengan mudah dalam menerima sebuah materi dari guru. Dan terdapat tiga macam gaya belajar yaitu visual (gaya belajar dengan melihat), auditorial (belajar dengan cara mendengar), kionestik (belajar dengan cara bergerak, bekerja, dan menyentuh). Sebagai seorang guru harus mampu menguasai gaya belajar tersebut, agar siswa dapat menggunakan gaya belajar mereka masing-masing dalam proses pembelajaran dan mampu menerima materi yang disampaikan dengan maksimal.

 

____________

Ricy Frendy Carnando, penulis adalah mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris kelas A. Makalah disusun guna memenuhi sebagian tugas individu pada mata kuliah Manajemen Pendidikan tahun akademik 2013/2014 dengan dosen pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s