Kekurangan Dan Kelebihan Teori Pemrosesan Informasi Dan Kinerja Otak

Untuk meningkatkan kemampuan pendidikan peserta didik, mereka harus memiliki pemahaman yang kuat sebagai peserta didik. Teori sekarang hanya membahas tentang teoritis saja, tidak disertai dengan praktek, sehingga siswa tidak mampu memahami permasalahan tersebut. Jadi teori pembelajaran harus disertai dengan praktek agar anak memperoleh pengetahuan dan ketrampilan, dapat mengeluarkan ide-ide, menghasilkan kreativitas yang inovatif sehingga memperoleh keuntungan tersendiri, dengan adanya pembelajaran yang disertai dengan praktek maka siswa dapat lebih memahami dengan mudah.

 

  • KEKURANGAN

 

  1. Sebuah konsekuensi bagi guru, untuk menyusun bahan pelajaran dalam bentuk yang sudah siap.
  2. Tidak setiap mata pelajaran dapat menggunakan metode ini.
  3. Penerapan behavioristik yang salah dalam suatu situasi pembelajaran juga mengakibatkan proses pembelajaran yang sangat tidak menyenangkan bagi siswa yaitu guru sebagai sentral, otoriter, komunikasi satu arah tanpa ada mediasi, guru melatih apa yang dan menentukan apa yang harus dipelajari murid.
  4. Murid berperan sebagai pendengar dalam proses pembelajaran dan menghafalkan apa yang didengar dan dipandang sebagai cara belajar yang efektif.
  5. Penggunaan hukuman yang sangat dihindari oleh para tokoh behavioristik justru dianggap metode yang paling efektif untuk menertibkan siswa.
  6. Murid dipandang pasif, perlu motivasi dari luar dan sangat dipengaruhi oleh penguatan yang diberikan guru.
  7. Murid hanya mendengarkan dengan tertib penjelasan guru dan meghafalkan apa yang didengar dan dipandang sebagai cara belajar yang efektif sehingga inisiatif siswa terhadap suatu permasalahan yang muncul secara temporer tidak bisa diselesaikan oleh siswa.
  8. Jika tidak didasari dengan adanya praktek, maka seorang pelajar kurang mampu mengeluarkan ide – ide atau pikiran yang dimilikinya. Itu menghambat kreatifitas dari pelajar tersebut.

 

  • KELEBIHAN

 

  1. Membiasakan guru untuk bersikap jeli dan peka pada situasi dan kondisi belajar.
  2. Metode behavioristik ini sangat cocok untuk memperoleh kemampuan yang mebutuhkan praktek dan pembiasaan yang mengandung unsur-unsur seperti: kecepatan, spontanitas, kelenturan, refleksi, daya tahan, dan sebagainya.
  3. Guru tidak banyak memberikan ceramah sehingga murid dibiasakan belajar mandiri. Jika menemukan kesulitan baru ditanyakan kepada guru yang bersangkutan dengan bentuk-bentuk penghargaan langsung berupa nilai poin atau diberi pujian, untuk membangkitkan semangat murid.
  4. Teori ini cocok diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominansi peran dewasa , suka mengulangi dan harus dibiasakan , suka meniru dan senang.
  5. Mampu membentuk suatu perilaku yang diinginkan mendapatkan penguatan positif dan perilaku yang kurang sesuai mendapat penghargaan negatif, yang didasari pada perilaku yang tampak.
  6. Dengan melalui pengulangan dan pelatihan yang kontinue dapat mengoptimalkan bakat dan kecerdasan siswa yang sudah terbentuk sebelumnya. Jika anak sudah mahir dalam satu bidang tertentu maka akan lebih dapat dikuatkan lagi dengan pembiasaan dan pengulangan yang kontinue tersebut dan lebih optimal.
  7. Mempermudah guru dalam memahami suatu permasalahan yang terjadi pada siswa, suatu contoh seorang murid yang sedang mengalami kesulitan dalam masalah pembelajaran, dan ia sudah meminta bantuan kepada teman yang lain tidak bisa juga, maka guru lah yang harus berusaha memecahkan masalah siswa tersebut dengan sebaik mungkin agar siswa dapat memahami ataupun mengerti , sehingga masalah itu mudah dipecahkan oleh seorang guru.
  8. Seorang pendidik merupakan fasilitator bagi peserta didik sehingga seorang pendidik bertugas mengatur jalannya suatu diskusi atau proses dalam pembelajaran.

 

KESIMPULAN

Jadi peserta didik agar dapat mencapai proses pengaktualisassian diri. Dapat dilakukan dengan cara seorang pelajar tidak berpatokan pada sumber belajar yang diberikan, tetapi peserta didik diberikan kebebasan untuk mampu berfikir kritis serta mengeluarkan ide – ide yang seluas – luasnya untuk mengembangkan media pembelajaran,sehingga dapat menghasilkan atau mencapai hasil yang memuaskan dan maksimal.

___________

Disusun Oleh:

Wenry Tryariningsih Aryani

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s