Aksiologi Pengetahuan Mistik

Filsafat berasal dari bahasa Yunani, philosophia, yang terdiri atas dua kata: philos (cinta) dan shopia (hikmah, kebijaksanaan, pengetahuan, keterampilan, pengalaman praktis, inteligensi). Jadi secara etimologi, filsafat berarti cinta kebijaksanaan atau kebenaran. Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen dan percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi dari sebuah permasalahan yang ada, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi filsafat, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa. Logika merupakan sebuah ilmu yang sama-sama dipelajari dalam matematika dan filsafat. Hal itu membuat filsafat menjadi sebuah ilmu yang pada sisi-sisi tertentu berciri eksak di samping nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi, keraguan, rasa penasaran dan ketertarikan.

Dalam filsafat itu sendiri kita perlu mengenal tentang pengetahuan mistik. Mistik adalah sebuah pengetahuan yang tidak rasional meskipun pada kenyataannya dapat menimbulkan objek yang empiris, dimana mistik ini didalam kehidupan masyarakat sangat melekat sekali terutama pada masyarakat yang masih primitif, yang kini juga banyak di anut oleh sebagian besar masyarakat modern.

Dikalangan masyarakat, mistik dijadikan media untuk menyelesaikan masalah karena didalam mistik itu sendiri ada muatan-muatan kekuatan (magis) yang ampuh untuk dijadikan jalan keluar. Kadang kala ketentraman jiwa tidak bisa hanya dicapai dengan materi saja, karena banyaknya problem yang dihadapi manusia, sehingga menyebabkan manusia mempunyai Qolbu yang tidak sehat, dengan jalan mistiklah manusia dapat menemukan ketentraman didalam hidupnya melalui pendekatan kepada Tuhan. Bagaimanapun mistik tidak lepas dari nilai karena pada kenyataannya mistik itu sendiri dapat digunakan dengan hal-hal yang menyimpang dari agama dan norma-norma sosial, untuk mengetahui mistik itu menyimpang atau tidak kita dapat membedakan mistik dalam magis putih dan hitam.

  1. Pengertian Mistik

Menurut asal katanya, kata mistik berasal dari bahasa Yunani mystikos yang artinya rahasia (geheim), serba rahasia (geheimzinning), tersembunyi (verborgen), gelap(donker), atau  terselubung dalam kekelaman (in het duister gehuld). Berdasarkan arti tersebut mistik sebagai sebuah paham yaitu paham mistik atau mistisisme, merupakan paham yang memberikan ajaran yang serba mistis (missal ajarannya berbentuk rahasia atau ajarannya serba rahasia, tersembunyi, gelap atau terselubung dalam kekelaman) sehingga hanya dikenal, diketahui atau dipahami oleh

orang-orang tertentu saja, terutama sekali bagi penganutnya. Mistik adalah pengetahuan yang tidak rasional, ini pengertian yang umum. Adapun pengertian mistik dikaitkan dengan agama ialah pengetahuan ajaran atau keyakinan tentang tuhan yang diperoleh melalui meditasi atau spiritual, bebas dari ketergantungan pada indera dan rasio (A.S. Hornby, A Leaner’s Dictionary of Current English, 1957 : 828).

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, mistik mempunyai arti:

a. Subsistem yang ada dihampir semua agama dan sistem religi untuk memenuhi hasrat manusia   mengalami dan merasakan emosi bersatu dengan Tuhan, tasawuf, suluk.

b. Hal gaib yang tidak terjangkau dengan akal manusia biasa.

 

2. Ajaran dan Sumber Mistik

A . Subyektif

Dalam ajaran subjektif Bersumber dari pribadi tokoh utamanya sehingga paham mistik itu tidak sama antara satu sama lain. meski tentang hal yang sama. Sehingga pembahasan dan pengalaman ajarannya tidak mungkin dikendalikan atau dikontrol dalam arti yang semestinya. Biasanya tokohnya sangat dimuliakan, diagungkan bahkan diberhalakan/dimitoskan, oleh penganutnya karena dianggap memiliki keistimewaan pribadi yang disebut kharisma.

 

Anggapan adanya keistimewaan ini dapat disebabkan oleh:

 

1. Pernah melakukan kegiatan yang istimewa.

2. Pernah mengatasi kesulitan, penderitaan, bencana atau bahaya yang mengancam

dirinya apalagi masyarakat umum.

3. Masih keturunan atau ada hubungan darah, bekas murid atau kawan dengan atau

dari orang yang memiliki kharisma.

4. Pernah meramalkan dengan tepat suatu kejadian besar atau penting.

 

  1. Abstrak dan Spekulatif

 

Materinya serba abstrak artinya tidak konkrit, misal tentang Tuhan (paham mistik ketuhanan), tentang keruhanian atau kejiwaan, alam di balik alam dunia dan lainlain (paham mistik non keagamaan). Sumber ajaran mistik yang abstrak tidak bisa diketahui oleh indera penglihatan manusia.

  1. Ontologi Pengetahuan Mistik

 

1. Hakikat Pengetahuan Mistik

Di dalam Islam, yang termasuk pengetahuan mistik adalah pengetahuan yang di peroleh melalui jalan tasawuf atau pengetahuan mistik yang memang tidak di peroleh melalui indera atau jalan rasio. Pengetahuan mistik juga disebut pengetahuan yang supra-rasional tetapi kadang-kadang memiliki bukti empiris. Pengetahuan mistik juga sering disebut dengan pengetahuan metafisika yang artinya cabang filsafat yang membicarakan ‘hal-hal yang berada di belakang gejalagejala yang nyata. Metafisika itu sendiri berasal dari kata ‘meta’ dan ‘fisika’. Meta berarti ‘sesudah’,’selain’,atau ‘di balik’. Fisika yang berarti ‘nyata’, atau ‘alam fisik’. Dengan kata lain bisa disebut juga ‘sesudah,’di balik yang nyata’. Berdasarkan arti tersebut mistik sebagai sebuah paham yaitu paham mistik atau mistisisme, merupakan paham yang memberikan ajaran yang serba mistis (misal ajarannya berbentuk rahasia atau ajarannya serba rahasia, tersembunyi, gelap atau terselubung dalam kekelaman) sehingga hanya dikenal, diketahui atau dipahami oleh orang-orang tertentu saja, terutama bagi penganutnya.

 

  1. Struktur Pengetahuan mistik

 

Dilihat dari segi sifatnya, mistik dibagi menjadi dua bagian, yaitu mistik biasa dan mistik magis. Mistik biasa dalah mistik tanpa kekuatan tertentu. Dalam Islam mistik yang ini adalah tasawuf. Mistik magis adalah mistik yang mengandung kekuatan tertentu dan biasanya untuk mencapai tujuan tertentu. Mistik magis ini dapat dibagi menjadi dua yaitu mistik magis putih dan mistik magis hitam.

 

a. Magis Putih, selalu dekat hubungannya dengan Tuhan, sehingga dukungan Tuhan yang menjadi penentu. Mistik magis putih bila dicontohkan dalam Islam seperti

mukjizat, karamah, ilmu hikmah.

b. Magis Hitam, erat hubungannya dengan kekuatan setan dan roh jahat.

Menurut Ibnu Khaldun penganut magis hitam memiliki kekuatan di atas rata-rata, kekuatan mereka yang menjadikan mereka mampu melihat hal-hal ghaib dengan dukungan setan dan roh jahat. Contohnya seperti santet dan sejenisnya yang menginduk ke sihir.

 

  1. Epistimologi Pengetahuan Mistik

 

  1. Objek Pengetahuan Mistik

 

Objek pengetahuan mistik ialah objek yang abstrak supra rasional, seperti alam gaib termasuk Tuhan, malaikat, surga, neraka, jin dan lain-lain. Termasuk objek yang hanya dapat diketahui melalui pengetahuan mistik ialah objek-objek yang tidak dapat dipahami oleh rasio, yaitu objek-objek supra natural (supra rasional), seperti kebal, debus, pelet, penggunaan jin, santet dan lain-lain. Mistik tidak bisa di lihat langsung oleh manusia tapi keberadaannya tergantung pada orang yang mempercayainya.

 

  1. Cara Memperoleh Pengetahuan Mistik

 

Pengetahuan mistik itu tidak diperoleh melalui indera dan tindakan juga dengan menggunakan akal rasional. Pengetahuan mistik diperoleh melalui rasa, ada pula yang mengatakan melalui intuisi. Dalam agama samawi, salah satunya agama islam, cara untuk mendapatkan itu harus dengan cara membersihkan jasmani dan rohani terlebih dahulu. Agar unsur rohani bersih maka harus menghilangkan nafsu jasmani, diantara nafsu jasmani yang paling dominan adalah nafsu kelamin dan nafsu perut. Karena keduanya inilah yang akan menyebabkan banyak orang memasuki siksa tuhan di akhirat. Pada umumnya cara untuk memperoleh pengetahuan mistik adalah latihan yang disebut juga riyadhah. Dari sinilah manusia memperoleh pencerahan yang dalam tradisi tasawuf disebut dengan istilah ma’rifah. Begitu pula dengan pengetahuan mistik yang di luar regional agama seperti pelet dan santet, cara untuk mendapatkannya adalah latihan batin.

 

 

  1. Ukuran Kebenaran Pengetahuan Mistik

 

Sebagi manusia yang selalu mencari kebenaran dalam berbagai hal terutama keinginan manusia untuk mengetahui kebenaran dari ilmu mistik. Kebenaran mistik dapat diukur dengan berbagai macam ukuran. Bila pengetahuan itu berasal dari Tuhan. Tatkala Tuhan mengatakan dalam Al-Qur’an bahwa surga dan neraka itu ada, maka teks itulah yang menjadi bukti bahwa pernyataan itu benar. Ada kalanya ukuran kebenaran pengetahuan mistik itu kepercayaan. Kita percaya bahwa jin dapat disuruh oleh kita untuk melakukan pekerjaan, kepercayaan itulah yang menjadi kekuatannya. Ada kalanya kebenaran suatu teori dalam pengetahuan mistik diukur dengan bukti empiris.

Dalam hal ini bukti empiris itulah ukuran kebenarannya. Kebal adalah sejenis pengetahuan mistik. Kebenarannya dapat diukur dengan kenyataan empiris misalnya seseorang memperlihatkan di hadapan orang banyak bahwa ia tidak mempan di tusuk jarum. Satu-satunya tanda pengetahuan disebut pengetahuan yang bersifat mistik ialah tidak dapat menjelaskan hubungan sebab akibat yang ada di dalam sesuatu kejadian mistik. Dalam contoh kebal tersebut, kita tidak dapat menjelaskan secara rasional mengapa jarum tidak mampu menembus kulit orang kebal. Dalam ilmu mistik kebenaran itu dating dari keyakinan manusia itu sendiri karena apa yang mereka percayai itu bisa juga terjadi. Apabila manusia tidak mempercayai hal misti maka hal yang mereka percayai tidak terjadi.

 

3.      Aksiologi Pengetahuan Mistik

a.      Kegunaan Pengetahuan Mistik

Pengetahuan mistik itu amat subjektif, yang paling tahu penggunaannya ialah pemiliknya. Kita bisa bertanya kepada pengamal tasawuf, para pengamal ahli hikmah, atau kepada dukun mereka gunakan untuk apa pengetahuannya itu. Secara kasar kita dapat memperkuat keimanan, mistik-magis-putih digunakan untuk kebaikan, sedangkan mistik-magis-hitam digunakan untuk tujuan jahat.

Di kalangan sufi ( pengetahuan mistik biasa ) dapat menentramkan jiwa mereka, mereka bahkan menemukan kenikmatan luar biasa tatkala ‘ berjumpa’ dengan kekasihnya ( Tuhan ). Pengetahuan mereka sering dapat menyelesaikan masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh sains dan filsafat. Pemegang mistik magis putih menggunakan pengetahuannya untuk kebaikan. Jenis mistik lain seperti kekebalan, pelet, debus, dan lain-lain diperlukan atau berguna bagi seseorang sesuai dengan situasi dan kondisi tertentu, terlepas dari benar atau tidak penggunaannya. Kebal misalnya dapat digunakan dalam pertahanan diri, debus dapat digunakan sebagai pertahanan diri dan juga untuk pertunjukkan hiburan. Jenis ini dapat meningkatkan harga diri dan juga untuk pertunjukkan hiburan. Jenis ini dapat meningkatkan harga diri. Sementara mistik magis hitam, dikatakan hitam, antara penggunaannya untuk kejahatan. Untuk menilai apakah mistik magis itu hitam atau putih kita melihatnya pada segi ontologinya, epistemologinya dan aksiologinya.

 

 

 

b.      Cara Pengetahuan Mistik Menyelesaikan Masalah

Pengetahuan mistik menyelesaikan masalah tidak melalui proses inderawi dan tidak juga melalui proses rasio. Itu berlaku untuk mistik putih dan mistik hitam. Akan tapi meskipun demikian hampir seluruh kehidupan beragama didunia ini mengakui adanya kehidupan mistik sebagai kebutuhan

untuk menyelesaiakan masalah karena pada dasarnya permasalahan yang ada didunia ini secara mutlak dapat diselesaikan dengan sains maupun filsafat melainkan mistiklah salah satunya yang paling berperan, Itu berlaku untuk mistik putih dan mistik hitam. Mistik mempunyai beberapa macam-macam, dimana masing diantaranya mempunyai cara-cara yang berbeda dan nilai baik dan buruk dalam menyelesaikan masalah, tergantung dari mistik itu sendiri.

  1. Cara Kerja Mistik Magis Putih

Para ahli hikmah dengan metode kasyf telah menemukan bahwa didalam agama ada muatan-muatan praktis untuk digunakan dalam menyelesaikan masalah. Mereka menyadari bahwa kekuatan Tuhan baik yang ada dalam diri-Nya atau yang ada dalam firman-Nya dapat digunakan oleh manusia. Dengan memanfaatkan gambaran Tuhan yang Maha berkuasa dalam segala hal ayat-ayat itu digunakan untuk menggugah Tuhan memenuhi janji-Nya. Pada kondisi seperti itu ayat-ayat Al-Quran atau kitab samawi yang lain sering digunakan sebagai perantara manusia dengan Tuhan. Bahkan asma-asma Tuhan sering digunakan para ahli bidang ini untuk meminta sesuai dengan kebutuhan. Pengertian yang dapat diambil adalah bahwa do’a dan wirid yang dapat menjembatani manusia dengan kebutuhannya dan Tuhan yang memiliki apa yang dibutuhkan itu. Para ahli hikmah telah mengembangkan teknik membuat wirid dan do’a untuk keperluan seperti itu. Jika seseorang dapat atau sanggup mempraktikan wirid atau do’a sesuai dengan rumusan maka kekuatan ilahiyah (khadam atau malaikat) akan dimanfaatkan untuk mencapai tujuan yang dikehendaki.

  1. Cara Kerja Mistik Hitam

Cara kerja mistik hitam sebagaimana yang telah dikatakan oleh Ibnu khaldun yaitu seorang tukang sihir menggambarkan calon korbannya dalam bentuk tertentu, kemudian ia merencanakan calon korbannya mengadopsi baik dalam bentuk atribut maupun simbol-simbol. Lalu ia baca mantra bagi gambar yang diletakannya sebagai ganti orang yang dituju, secara kongkret dan simbolik. Selama mengulang-ulang kata-kata buruk itu, ia mengumpulkan air ludah dimulutnya lalu menyemburkan nya pada gambar itu. Lalu ia ikatkan buhul pada simbol menurut sasaran yang telah disiapkan tadi. Ia menganggap ikatan buhul itu memiliki kekuatan dan efektif dalam praktik sihir. Ia meminta jin kafir untuk berpartisipasi agar mantra itu lebih kuat. Gambar korban dan nama buruk itu memiliki roh jahat. Roh itu dari tukang sihir dengan tiupannya melekat pada air ludah yang disemburkannya ke luar. Ia memunculkan lebih banyak roh jahat. Akibatnya, segala sesuatu yang dituju tukang sihir tadi benar-benar terjadi.

Dari penjelasan-penjelasan di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa cara mistik menyelesaikan masalah tentunya dapat dilihat dari macam mistiknya. Jika mistik biasa prosesnya dilakukan melalui pendekatan terhadap Tuhan sebagaimana yang dilakukan oleh kalangan sufi untuk mendapatkan ketentraman didalam hidupnya, dan mistik magis didalam menyelesaikan masalah dengan menggunakan kekuatan rohaniah yang biasanya muncul dari kalangan orang suci, yang selalu mengolah spiritualnya. Dan akhirnya para tokoh tersebut dapat merumuskan berbagai formulasi kekuatan rohaniah yang terkandung dalam Al-Qur’an. Dengan selalu memuji Allah dalam suatu bahasa tertentu dan ia memiliki magis tertentu bila dipraktekkan. Kekuatan alampun akhirnya tunduk dibawah sinar ilahi melalui huruf-huruf dan nama indah-Nya. Dengan kalam ilahi inilah jiwa-jiwa ilahi dapat digunakan manusia untuk menyelesaikan masalahnya. Islam sebagai agama yang universal tentunya telah menggambarkan tentang mistik dalam menyelesaikan masalah.

Contoh pengetahuan mistik

  1.       Mukayafah

Mukasyafah adalah salah satu tangga menuju pengetahuan tentang dan dalam Tuhan, suatu pengetahuan hakikiyah. Mukasyafah adalah upaya penyingkapan hijab-hijab yang menutupi diri. Secara esensial penyingkapan adalah penghancuran tirai yang menutup objek dengan jalan rohani. Tabir dalam rohani terbagi kedalam dua jenis, yaitu tirai penutup ( hijab ar-rayni ) yang tidak mungkin disingkap dan kedua ( hijab i ghayni ) yang dapat dicampakan. Sistem pengetahuan mukasyafah berpijak pada asumsi bahwa Tuhan memancarkan pengetahuan Nya itu tidak dapat dipahami oleh indera ataupun rasio. Pengetahuan yang dipancarkan Nya itu hanya dapat dipahami oleh potensi spiritual kita. Indera dan akal rasional itu tidak hanya tidak mampu memahaminya, bahkan juga menjadi penghalang tatkala potensi spiritual kita berusaha menangkap pengetahuan itu. Pengetahuan mukasyafah terkait dengan situasi batin tertentu maka epistimologinya akan bersifat psikologis, yaitu mengusahakan agar potensi spiritual atau batin itu sanggup membuka diri dan menangkap pengetahuan Tuhan tersebut.

  1.       Ilmu Laduni

Ilmu laduni adalah ilmu bathiniyah yang bukan merupakan hasil pemikiran, ilmu laduni  adalah ilmu yang diterima langsung melalui ilham, iluminasi, atau inspirasi dari sisi Tuhan ( Ensiklopedi Islam, 3: 90 ) Adanya ilmu laduni dibenarkan oleh Al-quran seperti disebut dalam surat Al-Kahfi ayat 65. Dari ayat tersebut dapat diketahui bahwa ilmu laduni diberikan kepada Nabi, dalam hal ini Nabi Khidir. Namun sekalipun demikian ilmu laduni dapat juga dimiliki oleh seorang nabi dan Rasul dengan syarat orang itu.

Adapun kegunaan ilmu laduni ialah sebagai berikut:

a.       Agar dapat memahami ilmu dengan tepat

b.      Dapat mengetahui tingkatan ilmu seseorang

c.       Mengetahui karakter seseorang.

3. Saefi

Dari segi terminologi saefi adalah nama ilmu yang terdiri dari rentetan bacaan menurut bilangan dan waktu tertentu yang disandarkan pada Allah. Dari segi substansi saefi adalah doa yang dibaca terus menerus atau berulang-ulang menurut bilangan dan waktu tertentu. Cara memperoleh pengetahuan saefi sangat beragam, umumnya diperoleh melalui puasa atau hanya dengan melakukan wirid saja dengan bilangan tertentu, atau tidak memakan makanan yang bernyawa dan tidak bersebadan. Umumnya saefi diperoleh dengan banyak dzikrullah dan menjauhi maksiat.

Ada beberapa macam jenis saefi yaitu

  • saefi dzulfaqar,
  • saefi mughni,
  • saefi umum,
  • saefi antazaman.
  1. Jang-Jawokan

Jang jawokan adalah semacam ucapan untuk tujuan magis tertentu. Isi kalimatnya mirip mantra dan biasanya disusun dalam bentuk syair. Bacaannya diajarkan oleh gurunya dari mulut ke telinga (secara lisan), syarat-syaratnya seperti puasa wedal, puasa tiga hari berturut-turut, puasa mutih, kadang tapa, dll. Jika telah dibekali dengan bacaan jangjawokan akan ada pantangan yang tidak boleh dilanggar. Pengetahuan ini tidak boleh diberikan kepada siapapun kecuali bila ia telah menyatakan ingin berguru. Jang-jawokan merupakan tradisi mistis yang berlaku di daerah tertentu. Sandaran yang dipakai bermacam-macam, kadang ke Allah kadang ke dewa atau jin.

  1. Kesimpulan

 

Pengetahuan mistik adalah pengetahuan yang tidak dapat di pahami rasio, maksudnya, hubungan sebab akibat yang terjadi tidak dapat di pahami rasio. Pengetahuan mistik juga disebut pengetahuan yang supra-rasional tetapi kadang-kadang memiliki bukti empiris. Pengetahuan mistik juga sering disebut dengan pengetahuan metafisika yang artinya cabang filsafat yang membicarakan hal-hal yang berada dibelakang gejala-gejala yang nyata. Dilihat dari segi sifatnya, mistik dibagi menjadi dua bagian, yaitu mistik biasa dan mistik magis. Di dalam makalah ini juga dijelaskan tentang epistimologi dari pengetahuan mistik itu sendiri yakni tentang objek pengetahuan mistik yang terdiri dari objek yang abstrak supra rasional, seperti alam gaib termasuk tuhan, malaikat, surga, neraka, jin, dll. Serta dijelaskan pula cara memperoleh pengetahuan mistik (aksiologi) yakni melalui indera dan tindakan juga dengan menggunakan akal rasional. Cara mistik menyelesaikan masalah tentunya dapat dilihat dari macam mistiknya. Jika mistik biasa prosesnya dilakukan melalui pendekatan terhadap Tuhan sebagaimana yang dilakukan oleh kalangan sufi untuk mendapatkan ketentraman didalam huidupnya, dan mistik magis didalam menyelesaikan masalah dengan cara menggunakan kekuatan rohaniah yang biasanya muncul dari kalangan orang suci

 

Daftar Pustaka:

Saputra, Ridwan . 2008. “ Pengetahuan Mistik” (online). http://ridwanalbantani.blogspot.com/2008/05/pengetahuan-mistik.html.

Susanto, A . Filsafat Ilmu , Suatu Kajian dalam Dimensi Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis, Jakarta, Bumi Aksara, 2011

Tafsir, Ahmad. 2010. Filsafat Ilmu Mengurai Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Pengetahuan. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya

______

Oleh:

  1. Atik Fajarwati
  2. Edi Purnomo
  3. Hanis Ro’fatul azizah
  4. Meta Endaryuni Saraswati
  5. Rosi Nurhayati
  6. Wahyu Prasetyo Lelono
  7. Nur Khabibah
  8. Retnawati

Disusun guna melengkapi tugas mata kuliah Filsafat Ilmu dengan dosen pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s