Kekurangan Dan Kelebihan Teori Pemrosesan Informasi Dan Teori Kinerja Otak

  1. Pengertian Teori Pemrosesan Informasi

Belajar ialah suatu proses usaha yang di lakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

Tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu:

  1. Motifasi
  2. Pemahaman
  3. Pemerolehan
  4. Penyimpanan
  5. Ingatankembali
  6. Generalisasi
  7. Perlakuan
  8. Umpan Teori Pemrosesan Informasi

Informasi merupakan pengetahuan yang diperoleh dari pembelajaran, pengalaman atau instruksi. Teori pemrosesan informasi adalah teori yang beranggapan bahwa proses belajar meliputi kegiatan menerima, menyimpan dan mengungkapkan kembali informasi-informasi yang telah diterima oleh peserta didik sehingga hal tersebut mirip dengan apa yang terjadi pada komputer. Teori pemprosesan informasi beranggapan bahwa hanya sedikit informasi yang bisa diolah dalam memori kerja setiap saat. Terlalu banyak elemen bisa sangat membebani memori kerja sehingga menurunkan keefektifan pengolahan informasi. Urutan penerimaan informasi pada manusia adalah sebagai berikut: pertama, manusia menangkap informasi dari lingkungan melalui organ-organ sensorisnya yaitu: mata, telinga, hidung dan sebagainya. Tokoh teori pemrosesan informasi adalah Robert Milis Gagne.

Model  belajar  pemrosesan  informasi  ini  sering  pula  disebut  model  kognitif information processing, karena dalam proses belajar  ini  tersedia  tiga  taraf struktural sistem informasi, yaitu:

1. Sensory atau intake register:  informasi masuk ke system melalui sensory register, tetapi hanya disimpan untuk periode waktu terbatas.

2. Working memory: pengerjaan atau operasi informasi berlangsung di working memory, dan disini berlangsung berpikir yang sadar.

3. Long-term memory, yang secara potensial tidak terbatas kapasitas isinya sehingga mampu menampung seluruh informasi yang sudah dimiliki peserta didik.

 

  1. Analisis Kekurangan dan Kelebihan Teori Pemrosesan Informasi

Kelebihan teori pemrosesan informasi

  1. Dengan menerapkan teori pemprosesan informasi akan membantu meningkatkan keaktifan peserta didik dalam berfikir. Sehingga peserta didik akan didorong untuk berfikir di dalam kegiatan pembelajaran.
  2. Peserta didik akan berusaha untuk mengaitkan proses pembelajaran yang menarik dengan materi yang disampaikan.
  3. Guru dan pendidik di tuntut untuk kreatif dalam kegiatan pembelajaran. Guru dituntut dapat menyampaikan materi pembelajaran dengan metode belajar yang menyenangkan dan menarik sehingga peserta didik dapat menerima materi dengan baik, sehingga peserta didik akan mudah memahami dan mengingat materi yang disampaikan.

Kelemahan teori pemrosesan informasi

  1. Apabila guru tidak dapat menyampaikan materi secara kreatif dan menarik maka peserta didik tidak dapat menerima materi yang disampaikan dengan baik sehingga tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai. Selain itu apabila ada peserta didik yang tidak aktif dalam proses pembelajaran maka guru akan sulit dalam menyampaikan materi.

 

  1. Pengertian Teori Kinerja Otak (Neuroscience)

Teori kinerja otak (neuroscience) adalah pembelajaranyang diselaraskan dengan cara kerja otak yang didesain alamiah untuk belajar (apa saja yang baik bagi otak).

 

  1. Analisis Kekurangan dan Kelebihan Teori Kinerja Otak

Kelebihan Teori kinerja otak

  1. Memberikan suatu pemikiran baru tentang bagaimana otak manusia bekerja.
  2. Memperhatikan kerja alamiah otak peserta didik dalam proses pembelajaran.
  3. Menciptakan suasana pembelajaran dimana peserta didik dihormati dan didukung.
  4. Menghindari terjadinya pemforsiran terhadap kerja otak.
  5. Dapat menggunakan berbagai model-model pembelajaran dalam mengaplikasikan teori ini.

Kekurangan Teori Kinerja Otak

  1. Tenaga kependidikan di Indonesia belum sepenuhnya mengetahui teori kinerja otak.
  2. Memerlukan waktu yang lama untuk memahamibagaimana otak kita bekerja.
  3. Memerlukan biaya yang tidak sedikit dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang baik bagi otak.
  4. Memerlukan fasilitas yang memadai dalam mendukung praktek pembelajarant teori ini.

 

 

____________

Disusun Oleh

Annisa Fitria Wulandari

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s