Kekurangan Dan Kelebihan Teori Pemrosesan Informasi Dan Teori Kinerja Otak

Di dalam teori pemrosesan informasi dan teori kinerja otak banyak sekali kekurangan dan kelebihan di dalamnya. Teori pemrosesan informasi itu sendiri di dalamnya terjadi adanya sebuah interaksi, baik dalam kondisi internal maupun dalam kondisi eksternal. Dalam kondisi internal bisa di pengaruhi dari dalam keadaan individu, sedangkan yang eksternal bisa di pengaruhi dari lingkungan setiap individu. Informasi itu sendiri adalah sebuah pengetahuan yang di dapat dari interaksi ataupun kegiatan belajar mengajar.

Teori pemrosesan informasi ini beranggapan bahwa anak-anak mempunyai kemampuan yang sangat terbatas ,maka harus di berikan informasi yang baik karena anak-anak pada dasarnya memiliki pengetahuan yang minim di banding orang dewasa.

Teori kinerja otak adalah sebuah teori yang beranggapan dimana terdapat otak kiri yang bersifat logika dan otak kanan yang bersifat kreatifitas individu. Teori yang mengedepankan tata cara agar otak kanan kiri seimbang.

Di antara kedua teori ini banyak hal yang menjadi kelebihan ataupun kekurangan pada masing-masing teori. Pada dasarnya semua teori yang digunakan sangat baik,tergantung bagaimana kita memberikan teori tersebut dan bagaimana siswa mampu menerima teori tersebut.

 

BAB II

ISI DAN PENGERTIAN

Teori pemrosesan informasi adalah teori yang menjelaskan pemrosesan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali pengetahuan dari otak. Teori pemrosesan informasi berkaitan dengan bagaimana cara agar penerimaan informasi dapat berlangsung secara baik melalui telinga, mata, hidung dan sebagainya. Beberapa informasi di saring melalui tingkat sensoris yang kemudian sisanya di masukkan ke dalam memori jangka pendek. Memori jangka pendek mempunyai kapasitas pemeliharaan informasi yang sangat terbatas, sehingga perlu di lakukan pelatihan ataupun pengulangan, jika tidak maka akan lenyap dengan seketika.

Memori jangka pendek sangat jauh berbeda memori jangka panjang, memori jangka panjang sangat penting bagi pelajar dalam proses kegiatan pembelajaran. Karena di memori jangka panjang dapat menyimpan ingatan untuk bagaimana cara melakukan sesuatu. Informasi yang tidak terproses secara baik, akan menimbulkan efek yang tidak baik juga.

Pembelajaran berbasis kemampuan otak (neuroscience) adalah pembelajaran yang diselaraskan dengan cara otak yang didesain alamiah untuk belajar (apa saja yang baik bagi otak). Teori kinerja otak sangat di pengaruhi oleh daya pikir dan daya kerja otak dalam setiap individu. Maka setelah kita mempelajari teori ini, diharapkan untuk dapat diterapkan proses pembelajaran.

 

 

ANALISIS KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

  1. Kelebihan

Teori pemrosesan informasi

  • Membantu meningkatkan keaktifan siswa dalam kegiatan belajar.
  • Membuat siswa lebih menarik dan perhatian dalam penyampaian informasi.
  • Membantu guru lebih kreatif dalam menyampaikan materi.

Teori kinerja otak

  • Membantu siswa mendapatkan apa yang di inginkan/tujuan sesuai dengan kemampuan otaknya.
  • Guru sebagai pengubah keberhasilan siswa.
  • Memberikan suatu pemikiran baru tentang bagaimana otak manusia bekerja.

 

  1. Kelemahan

Teori pemrosesan informasi

  • Guru yang kurang kreatif akan membuat kegiatan belajar mengajar akan menjadi bosan.
  • Apabila ada siswa yang mempunyai daya pikir kurang aktif, maka akan terjadi tidak singkron antara pendidik dan peserta didik.

Teori kinerja otak

  • Minimnya fasilitas.
  • Kurangnya pengetahuan di lingkungan masyarakat tentang teori kinerja otak.
  • Tenaga kependidikan di indonesia belum sepenuhnya mengetahui tentang teori ini (masih baru).

 

 

PENUTUP

  1. Teori pemrosesan informasi adalah teori yang menjelaskan pemrosesan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali pengetahuan dari otak.
  2. Pembelajaran berbasis kemampuan otak (neuroscience) adalah pembelajaran yang diselaraskan dengan cara otak yang didesain alamiah untuk belajar (apa saja yang baik bagi otak).
  3. Teori kinerja otak adalah sebuah teori yang beranggapan dimana terdapat otak kiri yang bersifat logika dan otak kanan yang bersifat kreatifitas individu.
  4. Pada proses penyimpanan ada tiga simpanan utama yang erat kaitannya dengan tiga kerangka waktu yang berbeda, yaitu memori jangka pendek, memori jangka menengah, dan memori jangka panjang.
  5. Di antara kedua teori ini banyak hal yang menjadi kelebihan ataupun kekurangan pada masing-masing teori.

 

DAFTAR PUSTAKA

http://satuduniadalamilmu.blogspot.com/2011/12/teori-pembelajaran-pemrosesan-informasi.htm

Budiningsih, Asih. 2005. Belajar danPembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

Putra, Yovan. 2008. Memori dan Pembelajaran Efektif. Bandung: Yrama Widya

http://kuliah-e-learning.blogspot.com/2011/05/teori-belajar-neuroscience.html

 

___________

Disusun Oleh:

Memori Oktavia Mustika Sari : penulis adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pacitan program studi Pendidikan Bahasa Inggris kelas A. Maka disusun guna memenuhi sebagian tugas individu pada mata kuliah Belajar dan Pembelajaran Tahun Akademik 2013/2014 dengan dosen pengampu Afid Burhanudin M.Pd.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s