Implementasi Teori Belajar Kerja Otak dalam Pembelajaran

Otak merupakan anugerah dari yang Maha Kuasa yang terdiri dari otak kiri dan otak kanan.Setiap otak manusia berkembang secara unik dan berbeda. Setiap bagian otak mempunyai fungsi dan cara kerja yang berbeda-beda. Keseimbangan otak kiri dan kanan berpengaruh pada kualitas pemikiran atau kecerdasan seseorang. Karena jika hanya otak kiri saja yang berkembang baik, tanpa diikuti perkembangan otak kanan, maka seseorang akan kurang memahami sesuatu karena konsentrasinya.

 

TEORI KERJA OTAK

Bagian-bagian otak yaitu belahan otak kanan, belahan otak kiri, dan belahan otak tengah. Belahan-belahan tersebut mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Pada belahan otak kiri manusia dirancang untuk memproses bagian-bagian (secara berurutan), bagian otak kanan memproses keseluruhan (secara acak) dan pada bagian otak tengah merupakan penyumbang sekitar 20% dari seluruh volume otak, bertanggungjawab atas tidur, emosi, atensi, pengaturan bagian tubuh, hormon, seksualitas, penciuman, dan produksi kimiawi otak.

Kedua bagian otak terlibat dalam hampir setiap aktivitas. Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada salah satu belahan dapat mempengaruhi perkembangan yang terjadi pada saat yang sama di bagian paling jauh di bagian otak yang lain. (Jerry Levy, Ph.D., (1983, 1985) : University of Chicago).

Disaat otak kiri bekerja menghafal rumus, berpikir kritis, dan otak kanan tidak bisa bekerja, maka otak kanan akan mengganggu kerja otak kiri. Otak kanan akan bekerja saat ada music klasik, gambar-gambar yang menarik, dan sebagainya. Intinya seorang guru harus mampu memberikan pengajaran yang menyeimbangkan kerja otak.

Sedangkan otak depan merupakan sumber rasio yang terdiri dari pusat-pusat yang memahami apa yang diamati. Amygda adalah tempat menyimpan memori emosi yang mempunyai peran penting dalam emosional. Amyda memungkinkan adanya respon sebelum berfikir. Sebaiknya dalam memberikan pelajaran diawali dengan pemanasan otak, agar individu mempersiapkan otaknya sehingga tercapai hasil belajar yang optimal.

Singkatnya semua belahan otak digunakan semua pada hampir setiap waktu dan tidak dapat dihentikan dalah satunya sama sekali. Otak bekerja begitu banyak di luar kesadaran manusia.

Anak didik sebagai salah satu individu dalam pembelajaran dan merupakan suatu pribadi yang berbeda satu sama lain. Pribadi yang berbeda itu lahir dari kebiasaan belajar yang berbeda. Sesungguhnya, anak belajar dimana saja dan kapan saja, tidak hanya disekolah tapi juga dirumah atau keluarga, lingkungan bermain, lingkungan masyarakat.

Kebiasaan yang diberikan kepada anak akan membentuk kepribadiannya sejak dini. Untuk membentuk kepribadian anak, langkah pertama adalah membuat dia merasa diterima semua orang sehingga dia mampu menerima dirinya sendiri. Perhatian kepadanya juga penting dan diperlukan sejak dia belum mampu berbicara sekalipun. Anak harus sering diberikan pertanyaan-pertanyaan yang memancing tumbuhnya kepribadian dan kenyamanan diri, dimulai dari anak yang baru bisa berbicara.

Sama halnya dalam pembelajaran di sekolah, jika seorang guru memiliki murid yang pendiam ataupun pemalu, guru bisa memancing berbicara anak didik agar dia mempunyai keberanian untuk berbicara. Guru juga harus mampu mengenali pribadi yang dimiliki anak didiknya. Sehingga guru dapat dengan mudah memahami dan mengerti anak didiknya. Dan ketika muridnya sudah mempunyai keberanian berbicara, guru harus mampu memahami dan mendengarkan apa yang dia bicarakan, agar sekaligus mampu mengontrol siswa, apakah yang dibicarakannya itu mampu membentuk kepribadian baik atau tidak. Jika dia salah, sebaiknya guru tidak memarahi atau mengucapakan kata-kata yang bisa membuat dia merasa rendah, bodoh, apalagi tidak berguna.

 

1)      CARA KERJA OTAK

 

Otak terletak dalam batok kepala dan melanjut menjadi saraf tulang belakang (medulla spinalis). Berat otak kurang lebih 1400 gram atau kira – kira 2% dari berat badan. Tidak ada hubungan langsung antara berat otak dan besarnya kepala dengan tingkat kecerdasan.  Otak bertambah besar, namun tetap berada dalam tengkorak sehingga semakin dalam lekukan pertanda semakin banyak informasi yang disimpan, dan semakin cerdaslah pemiliknya.

Secara antomis, bongkahan otak dapat dibagi menjadi otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum), dan batang otak (brain stem). Pembelajaran sangat berhubungan dengan otak besar, sedangkan otak kecil lebih bertanggung jawab dalam proses koordinasi dan keseimbangan, dan batang otak mengatur denyut jantung serta proses pernafasan yang sangat penting bagi kehidupan. Dalam rangka mengkaji sistem pendidikan, otak besar akan lebih banyak dieksplorasi. Di dasar lekukan ada sekumpulan serat yang menghubungkan kedua belahan otak yang disebut dengan corpus callosum.Apabila otak dibelah secara vertikal, akan terlihat otak bagian luar (cortex cerebrib) yang berwarna abu-abu dan otak bagian dalam yang berwarna putih.

Cortex cerebri mempunyai tiga fugsi yaitu: 1) sensorik yang berfungsi untuk menerima masukan; 2) asosiasi yang bertugas mengolah masukan, dan 3) motorik yang bertugas mereaksi masukan dengan gerakan tubuh. (snell, 1996)

Masukan informasi dari luar ditangkap melalui panca indra baik pengelihatan, pendengaran, penciuman, peradaban, maupun pengecapan.Contohnya apabila telinga menerima masukan suaramaka akan dibawa oleh saraf pendengaran kepusatnya di cortex bagian samping. Selanjutnya masukan dikirim kedaerah asosiasi untuk dicocokan makna katanya. Akhirnya dikirim kepusat bicara di cortex depan untuk kemudian diperintahkan  lidah dan telinga dan tangan agar bertindak sebagai reaksinya. Semua proses tersebut disimpan digudang memori dalam cortex untuk sewaktu-waktu dapat dipanggil kembali. Kejadian puluhan tahun yang lalu  yang diturunkan dari generasi ke generasi. Hal inilah yang kemmudian membentuk insting dan reaksi tak terduga dari manusia jika berhadapan dengan hal yang dahulu pernah dihadapi oleh nenek moyangnya. (Goleman, 1997).

Otak menyimpan informasi dengan menggunakan asosiasi. Apabila ada penguatan informasi lama dan penambahan informasi baru maka sel-sel otak segera berkembang membentuk hubungan-hubungan baru. Semakin banyak jalinan saraf terbentuk, semakin lama dan kuat informasi itu disimpan.

Otak bekerja dengan menggunakan prinsip alur (sirkuit) dan tidak kerja sendiri. Fungsi dapat terpenuhi karena semua bagian otak bekerja dalam sebuah sirkuit canggih. Setiap bagian otak menyumbang kelebihannya masing-masing dalam sirkuit ini. Misalnya, fungsi spiritual dapat terjadi karena seluruh bagian otak memberikan sumbangsih dalam sebuah “sirkuit spiritual” yang dapat melahirkan perasaan mistis atau perasaan tertentu yang berkaitan dengan rasa damai dan nyaman. Sirkuit otak bekerja dengan mengikuti prinsip-prinsip dibawah ini, yang berkembang dalam rentang waktu panjang kehidupan manusia ;

  1. Prinsip resiprokal
  2. Hubungan bersifat divergen
  3. Susunan serial atau paralel atau keduanya
  4. Fungsi-fungsi spesifik

 

2)      KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TEORI KERJA OTAK

 

Sebagai suatu teori pembelajaran berbasis kemampuan otak (Neuroscience), tentu saja memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan-kelebihannya adalah sebagai berikut:

  • Memberikan suatu pemikiran baru tentang bagaimana otak manusia bekerja.
  • Memperhatikan kerja alamiah otak si pebelajar dalam proses pembelajaran.
  • Menciptakan iklim pembelajaran dimana pebelajar dihormati dan didukung.
  • Menghindari terjadinya pemforsiran terhadap kerja otak.
  • Dapat menggunakan berbagai model-model pembelajaran dalam mengaplikasikan teori ini. Dianjurkan untuk memvariasikan model-modelpembelajaran tersebut, supaya potensi pebelajar dapat dibangunkan.

 

Dan kelemahan-kelemahannya adalah sebagai berikut:

  • Tenaga kependidikan di Indonesia belum sepenuhnya mengetahui tentang teori ini (masih baru).
  • Memerlukan waktu yang tidak sedikit untuk dapat memahami (mempelajari)bagaimana otak kita bekerja.
  • Memerlukan biaya yang tidak sedikit dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang baik bagi otak.
  • Memerlukan fasilitas yang memadai dalam mendukung praktek pembelajarant teori ini.

 

IMPLEMENTASI DALAM PROSES PEMBELAJARAN

 

Belajar merupakan interaksi antara keadaan internal dan proses kognitif siswa dengan stimulus dari lingkungan. Untuk dikatakan berhasilnya proses pembelajaran, maka cara kerja otak tersebut menghasilkan hasil belajar. Hasil belajar tersebut terdiri dari:

  1. Informasi verbal: kapabilitas untuk mengungkapkan pengetahuan dalam bentuk bahasa, baik lisan atau tertulis.
  2. Keterampilan intelektual: kecakapan yang berfungsi untuk berhubunga dengan lingkungan hidup.
  3. Strategi kognitif: Kemampuan menyalurkan dan mengarahkan akivitas kognitifnya sendiri.
  4. Keterampilan motorik: kemampuan melakukan serangkaian gerak jasmani.
  5. Sikap: kemampuan menerima atau menolak obyek berdasakan penilaian terhadap obyek tesebut.

 

Penerapan lainnya adalah dengan cara kita sebagai manusia harus meningkatkan atau memaksimalkan kinerja otak untuk mengasah otak atau dengan meningkatkan konsetrasi otak. Semakin sering di asah, otak kita akan cenderung lebih tangkap dalam meneria informasi. Dengan begitu akan memudahkan kita menerima segala proses pembelajaran jika otak kita siap untuk menerima pemikiran dari luar dan juga untuk mamancarkan pemikiran kepada otak orang lain.

 

 

PENUTUP

            Dalam teori ini menunjukan bahwa betapa pentingnya peran kerja otak bagi proses pembelajarn kita. Maka jangan biarkan kerja otak menjadi lengah sehingga tanpa sadar terdapat kekosongan. Tidak benar jika otak semakin dipenuhi dengan pengetahuan akan overload dan merusak syaraf-syaraf otak, sebaliknya jika semakin dilatih maka akan sangat baik untuk kerja otak.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Budiningsih, Asri. 2004. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

 

Dr. Dimyati, Drs. Mudjiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Asdi Mahasatya.

 

Zaini, Hisyam & Munthe, Bermawy. 2004. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: Center for Teaching Staff Development.

 

http://www.ruslani.com/otak-manusia.html

 

Damasio, Antonio. 2009. Memahami Kerja Otak. Yogyakarta: PT. BACA!

 

______________

*) Penulis adalah mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris kelas A. Makalah disusun guna memenuhi sebagian tugas kelompok pada mata kuliah Belajar dan Pembelajaran tahun akademik 2013/2014 dengan dosen pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd

 

Anggota Kelompok:

  1. Depi Krispia Nopitasari          (1388203005)
  2. Eka Lusiana                            (1388203010)
  3. Intan Rahma Dyanti               (1388203015)
  4. Muti’atul Haniah                     (1388203020)
  5. Riky Frendy Carnando           (1388203025)
  6. Yahabibi                                  (1388203035)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s