Kelebihan Dan Kekurangan Teori Kognitif Dan Teori Konstruktivistik

TEORI KOGNITIF

Teori kognitif merupakan teori yang lebih mementingkan proses belajar bukan hasil belajar. Teori ini menekankan bahwa perilaku seseorang ditentukan oleh presepsi serta pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan belajarannya. Ada lima gagasan pokok yang menlanasi revolusi kognitif ini seperti yang dinyatakan oleh Steven Pinker (2002), yaitu:

  1. Dunia mental (pikiran) dapat dibumikan pada dunia fisis melalui konsep-konsep tentang informasi, komputasi dan umpan balik
  2. Pikiran tidak mungkin seperti papan tulis kosong karena papan tulis kosong tidak dapat berbuat apa-apa
  3. Suatu rentang yang tidak terbatas menyangkut perilaku dapat dibangkitkan oleh program-program gabungan tertentu di dalam pikiran
  4. Mekanisme mental universal dapat menjadi dasar timbulnya berbagai macam variasi tindakan lintas budaya
  5. Pikiran adalah suatu sistem kompleks yang tersusun dari bagian-bagian yang saling berinteraksi.

Landasan selanjutnya dari teori belajar berbasis kognitif adalah teori skema, teori inisangat erat hubungannya dan saling melengkapi dengan teori pengolahan informasi.

Dengan penjelasan sebuah informasi yang diterima oleh pembelajar akan disimpan oleh pembelajar dan selanjutnya memori tersebut akan masuk ke dalam memori jangka pendek maupun jangka panjang.

Teori-Teori Belajar Berbasis Kognitif

  1. Teori Kognitif Gestalt

Gagasan pokok dari teori Gestalt yaitu pengelompokan (grouping). Pentingnya grouping dijelaskan melalui hukum Gestlat:

  • Proximity, kedekatan
  • Symmetry, simetri atau kesamaan
  • Good continuation, kesinambungan
  1. Teori Belajar Medan Kognitif dari Kurt Lewin

Kurt Lewin mengembangkan teori belajar medan kognitif (cognitif field) engan menaruh perhatian kepada kepribadian dan psikologi sosial. Lewin memandang bahwa setiap individu berada dalam suatu medan kekuatan yang bersifat psikologis yang disebut ruang hidup (life space). Life space meliputi manifestasi lingkungan dimana siswa bereaksi.

  1. Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget

Menurut Piaget, perkembangan teori kognitif merupakan proses genetik, yaitu suatu proses yang diasarkan atas mekanisme biologis perkembangan sistem saraf. Setiap anak mengembangkan kemampuan berpikirnya menurut tahapan yang teratur.

  1. Teori Discovery Learning dari Jerome S. Burner

Menurut Burner tujuan pokok dari penididikan adalah bahwa guru harus memandu para siswanya sehingga mereka dapat membangun basis pengetahuannya sendiri dan bukan karena diajari melalui memorisasi hafalan (rote memorization).

  1. Teori Belajar dari Robert M. Gagne

Teori Robert gagne tentang pembelajaran terdiri dari tiga prinsip, yaitu syarat-syarat pembelajaran (conditions of learning), sembilan peristiwa pembelajaran (nine events of intruction), dan taksonomi hasil belajar (taxonomy of learning outcomes).

  1. Teori Belajar Bermakna dari david P. Ausubel

Menyatakan bahwa dunia luar akan memberikan makna terhadap pembelajaran. Ausubel lebih berfokus kepada metode pembelajaran verbal dalam berbicara, membaca dan menulis.

ANALISIS KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TEORI KOGNITIF

  1. Kelebihan
  2. Siswa mendapatkan bimbingan dari guru pada saat belajar.
  3. Pembelajaraan berpusat pada otak.
  4. Siswa belajar sesuai dengan tahap perkembangannya.

 

  1. Kekurangan
  2. Kemampuan fungsi kognisi dari setiap siswa dianggap sama.
  3. Siswa tidak dapat menemukan gaya belajarnya sendiri.
  4. Kuantitas kognisi lebih ditekankan daripada kualitas.

 

TEORI KONSTRUKTIVISTIK

Kontruktivisme atau kontruktivistik adalah sebuah filosofi pembelajaran yang dilandasi premis bahwa dengan merefleksikan pengalaman, kita membangun, mengkonstruksi pengetahuan pemahaman kita tentang dunia tempat kita hidup.

  1. Teori Konstruktivistik Piaget

Teori ini menekankan teori belajar konstruktivistik adalah sebagai berikut:

  • Pertama, peran aktif siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan secara bermakna
  • Kedua, pentingnya membuat kaitan anatara gagasan dalam pengkonstruksian secara bermakna
  • Ketiga, mengaitkan antara gagasan dengan informasi baru yang diterima.

 

  1. Teori Konstruktivistik Sosial dari Vygotsky

Vygotsky menyatakan teori pembelajarannya sebagai pembelajaran kognisi sosial (social cognition). Pembelajaran kognisi sosial meyakini bahwa kebudayaan merupakan penentu utama bagi pengembangan individu. Manusia merupakan satu-satunya spesies yang memiliki kebudayaan hasil rekayasa sendiri, dan setiap anak manusia berkembang dalam konteks kebudayaannya sendiri. Termasuk budaya dari lingkungan keluarganya, di mana ia berkembang.

ANALISIS KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TEORI KONSTRUKTIVISTIK

  1. Kelebihan
  2. Pembelajar selalu aktif dan dapat menemukan cara belajar yang sesuai dengan dirinya.
  3. Menghasilkan individu atau anak yang memiliki kemampuan berpikir untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi.
  4. Memperkuat perolehan pengetahuan yang baru bagi pembelajar.

 

  1. Kekurangan
  2. Campur tangan guru hanya sedikit.
  3. Siswa hanya mendapatkan konsep-konsep dasar dari materi pembelajaran sehingga mereka harus mampu untuk mengembangkannya sendiri.
  4. Pemberian teori dianggap kurang penting.

 

DAFTAR PUSTAKA

Suyono & Hariyanto. (2012). Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

 

___________

Disusun Oleh:

Siska Rahmawati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s