Kekurangan dan KelebihanTeori Pemrosesan Informasi dan Kinerja Otak

Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa. Siswa adalah penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses kegiatan belajar. Sehingga proses belajar terjadi berkat siswa mempelajari sesuatu yang ada di lingkungan sekitar. Sebagaimana di ketahui bahwa belajar merupakan hal yang penting dalam bidang pendidikan. Tentu saja dalam proses belajar terdapat teori – teori yang memunculkan adanya belajar. Dan seiring bertambahnya waktu, pengembangan teori – teori belajar sebagai temuan untuk mengembangkan pemikiran belajar terus dikembangkan. Dan teori pemrosesan informasi adalah salah satu hasil pengembangan tersebut.

Teori pemrosesan informasi ini didasari oleh asumsi bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Dalam pembelajaran terjadi proses informasi untuk diolah, sehingga menghasilkan bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi internal dan kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran.

Berbagai pemahaman tentang belajar telah benyak dikemukakan. Paparan ini menyajikan pemahaman tentang belajar dari sudut pandang teori pemrosesan informasi. Proses belajar menurut teori ini meliputi kegiatan menerima, menyimpan dan mengungkapkan kembali informasi-informasi yang telah diterima.

Namun di samping semua itu, proses pembelajaran sangat terkait dengan kinerja otak. Tanpa otak segala kegiatan tidak akan pernah terjadi dalam kehidupan manusia maupun kegiatan pemrosesan informasi, karena otak adalah salah satu organ vital manusia. Kemudian untuk mengetahui pentingnya kinerja otak dalam pemrosesan informasi adalah dengan mempertimbangkan gaya pembelajaran.

Ada banyak gaya pembelajaran yang tersedia saat ini. Semuanya memiliki perbedaan dari hal proses input, filter kognitif, pemrosesan, dan gaya respon. Seluruh pemikiran tentang gaya pembelajaran menjadi tidak relevan ketika mempertimbangkan tentang seberapa banyak perbedaan yang berkembang dalam otak.

Setiap otak manusia berkembang secara unik. Bahkan otak dari orang kembar identik pun berbeda. Hal yang menakjubkan adalah bahwa manusia secara virtual memiliki DNA yang sama dalam kurang lebih 99.5% bagian tubuh kita. Tetapi, angka 0.5% yang unik membuat perbedaan.

 

 

Konsep DasarTeori Pemrosesan Informasi

 

Pengetahuan yang diproses dan dimaknai dalam memori kerja disimpan pada memori panjang dalam bentuk skema-skema teratur secara tersusun. Tahapan pemahaman dalam pemrosesan informasi dalam memori kerja berfokus pada bagaimana pengatahuan baru yang diperbaharui.

Urutan dari penerimaan informasi dalam diri manusia dijelaskan sebagai berikut:

  • Manusia menangkap informasi dari lingkungan melalui organ-organ sensorisnya yaitu: mata, telinga, hidung dan sebagainya.
  • Beberapa informasi disaring pada tingkat sensoris.
  • Sisanya dimasukkan dalam ingatan jangka pendek. Ingatan jangka pendek mempunyai kapasitas pemeliharaan informasi yang terbatas sehingga kandungannya harus diproses secara sedemikian rupa, karena jika tidak akan lenyap dengan cepat.

Bila diproses, informasi dari ingatan jangka pendek dapat ditransfer dalam ingatan jangka panjang. Ingatan jangka panjang merukan hal penting dalam proses belajar. Karena ingatan jangka panjang merupakan tempat penyimpanan informasi yang faktual (disebut pengetahuan deklaratif) dan informasi bagaimana cara mengerjakan sesuatu.

Tingkat pemrosesan stimulus informasi diproses dalam berbagai tingkat kedalaman secara bersamaan bergantung kepada karakternya. Semakin dalam suatu informasi diolah, maka informasi tersebut akan semakin lama diingat.

Yaitu informasi yang mempunyai imaji visual yang kuat atau banyak berasosiasi dengan pengetahuan ynag telah ada akan diproses secara lebih dalam. Demikian juga informasi yang sedang diamati akan lebih dalam diproses dari pada stimuli atau kejadian lain di luar pengamatan. Dengan kata lain, manusia akan lebih mengingat hal-hal yang mempunyai arti bagi dirinya atau hal-hal yamg menjadi perhatiannya karena hal-hal tersebut diproses secara lebih mendalam dari pada stimuli yang tidak mempunyai arti atau tidak menjadi perhatiannya.

  • Contoh : ketika seseorang mengalami kepahitan dalam hubungan asmara

 

Pengulangan memegang peranan penting dalam pendekatan model. Penyimpanan juga dianggap penting dalam pendekatan model tingkat pemrosesan. Namun hanya mengulang-ulang saja tidak cukup untuk mengingat. Untuk memperoleh tingkatan yang lebih dalam, aktivitas pengulangan haruslah bersifat elaboratif. Dalam hal ini, pengulangan harus merupakan sebuah proses pemberian makna dari informasi yang masuk.

 

 

 

 

 

 

Implikasi teori pemrosesan informasi terhadap kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut:

  • Model pemrosesan informasi dari belajar dan ingatan memiliki signifikasi yang besar bagi perencanaan dan desain pembelajaran dalam proses pemndidikan. Belajar dimulai dengan pemasukan stimulasi dari reseptor dan diakhiri dengan umpan balik yang mengikuti performance pembelajar.
  • Secara keseluruhan stimulasi yang diberikan kepada pembelajar selama pembelajaran berfungsi memotivasi yang terjadi pada pembelajaran. Kejadian  eksternal yang disebut pembelajaran bisa mendukung proses internal dengan mengaktifkan mental yang mempengaruhi perhatian dan persepsi seklektif.

 

Konsep DasarTeori Kinerja Otak

 

Proses pembelajaran sangat terkait dengan kerja otak, yaitu otak kanan maupun otak kiri. Cara yang sangat baik untuk menghargai keunikan otak dan perbedaannya adalah dengan mempertimbangkan gaya pembelajaran. Ada banyak gaya pembelajaran yang tersedia saat ini. Masing-masing memiliki poin-poin yang kuat. Semuanya memiliki perbedaan dari hal proses input, filter kognitif, pemrosesan, dan gaya respon.

Setiap otak manusia berkembang secara unik. Salah satu sasaran dari lingkungan pembelajaran yang berbasis kemampuan otak adalah untuk mengenali fakta ini dan memperhitungkannya. Hal dapat melakukan ini dengan cara:

 

v  Menghormati dan mendukung perbedaan yang ada diantara para pembelajar.

 

v  Memperhatikan karakteristik gaya pembelajaran.

Empat kategori berikut ini mencakup pandangan realistik dan global terhadap gaya pembelajaran yang digunakan pada rancangan pembalajaran apapun :

 

  • Konteks

Keadaan yang melingkupi pembelajaran memberikan petunjuk-petunjuk yang penting tentang apa yang akan terjadi selama pembelajaran.

  • Input

Para pembelajar menuntut adanya sensori input untuk terjadinya pembelajaran apapun. Input ini bisa berupa visual, audio, kenestetik, penciuman, dan perasa.

  • Pemrosesan

Tahap dimana para pembelajar memanipulasi data yang dikumpulkan melalui indra, baik yang didapat dari lingkungan yang bersifat global maupun analitis,konkret maupun abstrak, serta multi-tugas maupun tugas-tunggal.

  • Respons

Saat peserta didik mulai memproses informasi, perhatian secara intuitif didasarkan pada sejumlah faktor, seperti waktu, penilaian risiko, poin referensi internal atau eksternal, dan kekhasan personal

Selain memperhatikan empat kategori pembelajaran di atas, juga bias dilihat dari hal-hal ini, yaitu:

  • Tergantung pada lingkungan

Pembelajaran disampaikan di dalam alam seperti kunjungan lapangan, eksperimen, dan situasi-situasi nyata.

  • Tidak Tergantung Lingkungan

Pembelajar gaya ini dapat menemukan makna dalam konteks-konteks “artifisial”. Mereka cukup mampu balajar dengan komputer, buku bacaan, video, tape dan buku-buku lainnya.

  • Fleksibel dengan Lingkungan

Pembelajar gaya ini dapat belajar dengan baik dalam berbagai kondisi lingkungan. Hal ini meliputi kondisi dan situasi.

  • Lingkungan yang Terstruktur

Pembelajar gaya ini lebih memilih lingkungan yang lebih terstuktur. Mereka membutuhkan kepastian dan struktur yang lebih besar. Menekankan pada peraturan, kenyamanan dan otoritas.

  • Independen

Pembelajar gaya ini lebih memilih belajar sendiri.

  • Dependen

Pembelajar gaya ini lebih memilih membantu yang lain belajar dan bisa belajar sendiri dengan baik.

  • Digerakkan oleh Hubungan

Pembelajar gaya ini merasa perlu menyukai penyampai pelajarannya. Yang menyampaikan informasi lebih penting daripada apa yang disampaikan.

  • Digerakkan oleh Muatan

Pembelajar gaya ini lebih memilih konten yang bernilai. Apa yang disampaikan lebih penting daripadasiapa yang menyampaikannya.

 

v  Lebih mengaktifkan otak

Inteligensi sebagian besar adalah kemampuan menyatukan informasi yang acak untuk menginformasikan proses berfikir, menyelesaikan masalah, dan analisis.

 

v  Musik dan Pembelajaran

Peneliti Frances rauscher, Ph. D., berpendapat bahwa pola-pola penyalaan neural pada dasarnya adalah sama pada apresiasi music dan berfikir abstrak.

Contoh: Para siswa yang mendengarkan musik klasik selama sepuluh menit (sonata Mozart dengan dua piano pada D Mayor) menunjukkan skor nilai ujian dalam berfikir spasial dan abstrak. Meskipun pada otak hanya bersifat sementara (5-15 menit) hasilnya dapat digandakan dengan menambahkan reaktivasinya kapan saja.

 

v  Sekolah sebagai komunitas pembelajar

Menciptakan sebuah lingkungan yang berbasis kemampuan otak bagi pembelajar, berarti itu saatnya mencari dukungan dari komunitas yang lebih besar, sekolah. Dukungan dalam tingkat yang lebih luar akan membentuk fondasi bagi kesuksesan jangka panjang di tingkat yang lebih kecil

Dari komunitas pembelajaran yang lebih besar untuk mencapai sasaran-sasaran berikut ini:

  • Menghargai Nilai

Pastikan bahwa semua orang merasa bahwa mereka adalah anggota komunitas yang mempunyai kontribusi. Jika tidak, maka mereka akan cenderung terpancing untuk mengganggu system tersebut, dan atau merasa tidak layak atau depresi.

 

  • Semua Orang Merasa Dipedulikan

Pastikan bahwa tak seorang pun yang merasa jatuh ke jurang. Semua orang harus menjadi bagian dari kelompok pertemanan, bagian dari komite, atau terlibat dalam suatu cara tertentu bersama dengan kru pendukung.

  • Kebebasan Berekspresi

Pastikan bahwa setiap orang memiliki suara kreatif dalam komunitas.

 

ANALISIS KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

 

Teori Pemrosesan Informasi

 

Kelebihan:

  • Membantu meningkatkan keaktifan siswa untuk berfikir dalam kegiatan pembelajaran.
  • Siswa akan berusaha mengaitkan suatu kejadian atau proses pembelajaran yang menarik dengan materi yang disampaikan
  • Guru mampu menyajikan materi pembelajaran dengan menggunakan alat bantu dan metode penyampaian yang dapat menarik.
  • Siswa akan mudah mengingat dan memahami materi yang di sampaikan.    

 

     Kelemahan:

  • Jika seorang guru tidak bisa menyampaikan meteri pembelajaran dengan metode dan alat bantu yang dapat menarik, proses pembelajaran akan terasa membosankan. Sehingga tidak akan menarik perhatian siswa yang mengakibatkan tidak tercapainya tujuan pembelajaran.
  • Apabila menghadapi peserta didik yang benar-benar tidak mampu diajak untuk aktif berfikir maka akan terjadi ketidak singkronan antara pendidik dan peserta didik sehingga tujuan pembelajaran tidak akan tercapai

 

 

Teori Kerja Otak (Neuroscience)

 

Kelebihan:

  • Mendukung siswa mencapai apa yang diinginkan sesuai pada kemampuan kerja otaknya.
  • Guru sebagai penggubah keberhasilan siswa.
  • Keadaan lingkungan sekitar kondusif.

     Kekurangan:

  • Sebagian besar pendidikan di Indonesia lebih menekankan pada aspek kognitif atau intelektualnya saja dan yang berkembang hanya otak belahan kiri.
  • Siswa pemikirannya konvensional (fikiran yang berasaskan pendapat-pendapat lama yang telah kukuh dan diterima sebelum ini).
  • Guru kurang membantu siswa (apabila guru kurang memahami teori belajar yang berbeda pada masing-masing siswa) menemukan keinginan belajar, dan kurang mendukung siswa mencapai apa yang diinginkan.
  • Keadaan lingkungan kurang kondusif.

 

 

PENUTUP

 

Teori pemprosesan informasi menyatakan bahwa hanya sedikit informasi yang dapat diolah dalam memori kerja setiap saat. Terlalu banyak elemen bisa sangat membebani memori kerja sehingga menurunkan keefektifan pengolahan informasi. Jika penerima diharuskan membagi perhatian mereka diantara, dan mengintegrasikan secara mental dua atau lebih sumber-sumber informasi yang berkaitan misalnya, teks dan diagram, proses ini mungkin menempatkan suatu ketegangan yang tidak perlu pada memori kerja yang terbatas dan menghambat pemerolehan informasi.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

1)      Buku yang ditulis oleh satu orang

Budiningsih, Asih. 2005. Belajar danPembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

2)      Buku yang ditulis oleh satu orang

Putra, Yovan. 2008. Memori dan Pembelajaran Efektif. Bandung: Yrama Widya

3)      Buku yang ditulis oleh satu orang

Asri Budingsih. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: FIP UNY

4)      Artikeldi internet,tetapi materi tidakditerbitkandalam jurnal

5)      Agus Wedi. 2011. Diakses dari http://aguswedi.blogspot.com/2011/11/makalah-tugas-teori-sibernetik/, pada tanggal 1 Maret 2012

6)      Artikeldi internet,tetapi materi tidakditerbitkandalam jurnal

Arjuna. 2011. Diakses dari http://arjunabelajar.wordpress.com/2011/12/01/teori-pemrosesan-informasi-sibenrnetik/

7)      Artikeldi internet,tetapi materi tidakditerbitkandalam jurnal

I Gede Wawan Sudhata. 2012. Diakses dari http://www.undiksha.ac.id/e-learning/ staff/images/img_info/4/12-548.pdf, pada tanggal 1 Maret 2012

8)      Artikeldi internet,tetapi materi tidakditerbitkandalam jurnal

Zulkifli. 2011, diakses dari http://blogzulkifli.wordpress.com/2011/06/08/teori-pemrosesan-informasi/

9)      Artikeldi internet,tetapi materi tidakditerbitkandalam jurnal

Kompas. 2010, diakses dari, http://edukasi.kompasiana.com/2010/10/17/teori-otak-dan-implikasinya-dalam-pembelajaran/

10)  Buku yang ditulis oleh satu orang

W. Gunawan, Adi. Born to be a Genius. (2005). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

 

 

_____________

 

*) Rival Yanuar Rahma,penulisadalahmahasiswaSTKIPPGRIPacitanProgramStudiPendidikanBahasaInggriskelasB.Makalahdisusunguna memenuhi sebagian tugas individu pada mata kuliah Belajar Pembelajarantahun akademik 2013/2014 dengan dosen pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s