Kekurangan dan Kelebihan Teori Pemrosesan Informasi dan Kinerja Otak

Teori pemrosesan informasi dan kinerja otak ini didasari oleh asumsi bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan daan bagaimana otak kita merespon informasi yang kita dapat tersebut.Dalam pembelajaran informasi diproses lalu diolah sehingga menghasilkan hasil belajar.

Dalam pemrosesan informasi terjadi interaksi antara kondisi internal dan eksternal individu. Kondisi internal adalah keadaan dan proses kognitif individu itu sendiri dalam mencapai hasil belajar. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi proses belajar individu. Selain itu otak merupakan organ utama yang memiliki peran penting dalam merespon informasi yang kita peroleh, baik menerima maupun menerima informasi.

 

PEMBAHASAN

 

  1. Konsep Dasar Teori Pemrosesan Informasi dan Kinerja Otak

 

Informasi merupakan pengetahuaan yang kita peroleh dalam suatu pembelajaran. Informasi melalui rangsangan yanag dihasilkan dari kelima alat indera kita, setelah itu informasi tersebut diproses dan diolah didalam otak. Kinerja otak dalam mengolah maupun merespon informasi setiap individu pada dasarnya sama, hanaya saja tergantung pada kemampuan masing-masing individu itu sendiri.

Tahapan penerimaan informasi manusia adalah sebagai berikut: Manusia menangkap informasi disekitarnya melalui organ sensorisnya, misalnya: mata, telinga, hidung dan sebagainya. Informasi tersebuit lalu disaring dan dimasukkan kedalam memori jangka pendek. Ingatan jangka pendek memiliki kapasitan pemeliharaan informasi yang terbatas sehingga memerlukan pengulangan dan pelatihan. Jika tidak maka akan hilang dengan cepat. Kemudian informasi jangka pendek tersebut ditransfer kedalam memori jangka panjang. Memori jangka panjang merupakan tempat penyimpanan informasi yang faktual.

Tingkat pemrosesan stimulus informasi diproses dalam berbagai tingkat kedalaman secara bersamaan bergantung kepada karakternya. Semakin dalam suatu informasi diolah, maka informasi tersebut akan semakin lama diingat. Sebagai contoh, informasi yang mempunyai imaji visual yang kuat atau banyak berasosiasi dengan pengetahuan yang telah ada akan diproses secara lebih dalam. Demikian juga informasi yang sedang diamati akan lebih dalam diproses dari pada stimuli atau kejadian lain di luar pengamatan. Dengan kata lain, manusia akan lebih mengingat hal-hal yang mempunyai arti bagi dirinya atau hal-hal yamg menjadi perhatiannya.

 

PENUTUP

 

  1. Kesimpulan

Informasi merupakan hal penting yang kita peroleh dalam suatu pemelajaran, sedangkan otak merupakan organ penting dalam merespon informasi yang diperoleh. Penerimaan informasi tersebut dibagi dalam dua tahapan yaitu melalui memori jangka pendek yang kapasitasnya sangat terbatas dan melalui memori jangka panjang yang kapasitasnya sangat luas untuk menampung informasi yang kita terima dalam jangka panjang.

___________

Disusun Oleh:

Dian Purnamasari

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s