Sejarah Perkembangan Ilmu Pada Masa Abad Pertengahan

Ilmu merupakan jendela dunia. Ilmu akan menuntun seseorang mempelajari tentang banyak hal, dari yang sederhana sampai yang rumit yang butuh waktu lama untuk mempelajarinya. Ilmu menjadi salah satu sumber utama manusia untuk menjawab segala pertanyaan yang ada pada diri mereka. Dengan ilmu maka segalanya bisa terkuak. Ilmu mencangkup tentang segala aspek kehidupan yang ada dunia ini. Dari mulai ilmu tentang alam, teknologi, kesehatan, lingkungan, dan manusia.

Dalam kesempatan kali ini kami akan membahas tentang ilmu yang berkembang pada masa abad pertengahan. Abad pertengahan merupakan kebangkitan religi di Eropa sejak bersatunya kembali daerah bekas kekuasaan Kekaisaran Romawi Barat. Pada masa ini agama berkembang dan memengaruhi hampir seluruh kegiatan yang dilakukan oleh umat manusia. Pada tahun 1517 mulai muncul monarkhi-monarkhi nasional, penjelajahan samudra, kebangkitan humanisme, serta Reformasi Protestan dengan dimulainya renaisans.

  1. Sejarah Abad Pertengahan

 

Awal berlangsungnya yaitu setelah runtuhnya Romawi pada tahun 400-an M. Pada masa pertengahan awal banyak orang yang beranggapan bahwa mereka masih berada di Kekaisaran Romawi. Pada zaman itu menjadi bangsa Romawi menjadi sesuatu yang membanggakan, bahkan ada orang-orang yang berasal bukan dari Kekaisaran Romawi yang menganggap diri mereka sebagai bangsa Romawi. Pada saat Kekaisaran Romawi berangsur melemah, banyak kaisar menyuruh orang-orang yang berasal dari Jermanik bertugas sebagai pasukan Romawi. Lama-kelamaan orang-orang ini masuk ke dalam wilayah Kekaisaran Romawi.

Ada beberapa suku di bawah ini yaitu suku Visigoth tinggal di Spanyol, suku Vandal berada di Afrika Utara, suku Ostrogoth di Italia, serta Franka yang berada di Perancis. Ada salah satu raja yang terkenal yaitu Arthur, dia berasal dari Inggris. Raja Arthur berusaha menghadang serangan dari bangsa Anglia, Saxon, dan Denmark (Viking), namun mereka pindah ke Kaisaran Romawi juga. Para penyerang ini kemudian bersama-sama berperang membantu bangsa Romawi menghalang serangan suku Hun di tahin 451 M

Kaisar Romawi Timur Justinianus pada tahun 533 M, telah menyingkirkan semua penyerbu-penyerbu kemudian membangun lagi Kekaisaran Romawi kembali seperti saat ia menjabat dahulu. Para tentaranya merebut Afrika Utara dari suku Vandal, Italia dari Ostrogoth lalu sebagian wilayah Spanyol dari Visigoth. Akan tetapi perluasan yang dilakukan oleh Romawi Timur cukup sampai disini.. ada peperangan yang bahkan semakin melemahkan Romawi Timur. Pada tahun 542 M, penykit pes melanda Konstantinopel bahkan hal ini meluas hingga ke bagian Eropa dan Afrika Utara serta memakan korban banyak.

Sekitar tahun 600 M, bangsa Lombard memanfaatkan kesempatan tersebut untuk masuk ke Italia, sedangkan bangsa Siav menuju ke daerah Eropa Timur. Namun pada masa itu banyak orang yang berusaha kembali untuk membangun Kekaisaran Romawi. Pada tahun itu juga Muslim berhasil menaklukkan Yerusalem, Suriah, serta Afrika Utara. Pada tahun 780 M, Charlemagne meniru Romawi. Dia berusaha menguasai daerah Prancis serta Jerman dan menyebut kerajaannya dengan nama Kekaisaran Romawi Suci. Tepatnya di daerah Timur, Rusia, bangsa Viking dan Slav bergabung untuk membangun sebuah kerajaan. Di Konstantinopel para Kaisar Romawi Timur beranggapan bahwa kerajaan mereka adalah Kekaisaran Romawi yang sesungguhnya.

Abad pertengahan dimulai kurang lebih pada 6 – 15 M, dimana pada saat itu merupakan suatu masa kemunduran dari peradaban bangsa Eropa. Hal ini yang dinamakan siklus peradaban. Ada masa jaya dan juga keruntuhannya, lantas kemudian maju kembali. Banyak orang yang menyebutkan bahwa abad pertengahan ini merupakan abad kegelapan yang erat dengan kultur
agraris yang kolot. Jika ditelaah lebih dalam sejarah Eropa yang cemerlang dahulu tercipta karena adanya perdagangan melalui jalur laut di daerah Asia Minor, akan tetapi saat kultur agraris menjadi sebuah acuan, Eropa pun berhenti.

Pada abad ke – 6 M dan seterusnya agama Kristen telah berkembang pesat. Banyak pendeta dan gereja telah memegang peranan yang penting, sehingga para umatnya menjadi patuh, baik dalam keyakinan, gaya hidup serta cara mencari nafkah. Tenyunya pada masa itu ekonomi didominasi oleh agraris. Pada masa tersebut memang dibenarkan bahwa tindakan gereja sangat membelenggu kehidupan manusia. Para ahli fikir saat itu tidak mendapat kesempatan dan kebebasan untuk berfikir. Jika terdapat pemikiran-pemikiran yang bertentangan dengan ajaran gereja maka akan mendapat hukuman yang berat. Maka dari itu perkembangan ilmu tentang pengetahuan menjadi terhambat.

 

  1. Karakteristik Pada Masa Abad Pertengahan

 

Karakteristik pemikiran pada abad pertengahan telah mencapai kejayaannya sehingga mampu melahirkan peradaban Yunani serta menjadikan sebuah titik tolak peradaban manusia di seluruh dunia. Filsafat Yunani telah meluas serta memengaruhi beberapa bangsa yaitu Romawi. Hal ini disebabkan dikarenakan Romawi adalah sebuah kerajaan besar di daratan Eropa pada saat itu. Bangsa Romawi yang semula beragama Kristen lalu terpengaruh dan terbawa oleh filsafat adalah suatu formulasi baru yaitu agama berintregasi dengan filsafat, kemudian muncul filsafat Eropa yang tak lain penjelmaan dari filsafat Yunani.

Secara garis besar filsafat abad pertengahan dapat dibagi menjadi dua periode yaitu, periode Scholastic Islam dan periode Scholastic Kristen. Para Scholastic Islamlah yang pertama memperkenalkan filsafatnya Aristoteles. Antara lain adalah Ibnu Rusyd, ia mengenalkan kepada orang-orang barat yang belum mengenal filsafat dari Aristoteles. Ini adalah beberapa ahli fikir Islam diantaranya, Al – Kindi, Al – Farabi, Ibnu Sina, Al – Gazali, Ibnu Rusyd, dan lain-lain. Beliau-beliau tersebut yang telah memberikan sumbangan sangat besar bagi para filsuf Eropa yang menganggap bahwa filsafat Aristoteles, Plato, dan Al – Qur’an adalah benar. Tapi pada kenyatannya bangsa Eropa tidak mengakui atas peranan ahli fikir Islam yang telah mengantarkan kemajuan bangsa barat.

Kemudian masa Scholastic Kristen. Dalam masa ini dapat dibagi menjadi menjadi tiga periode yaitu, masa Scholastic awal, masa Scholastic keemasan, dan masa Scholastic terakhir.

  1. Masa Scholastic Awal (Abad 9 – 12 M), masa ini merupakan kebangkitan pemikiran dari kungkungan gerejawan yang telah membatasi untuk berfilsafat, karena menurutnya dengan berfilsafat dapat membahayakan agama Kristen khususnya bagi para gerejawan. Yang ditonjolkan dalam masa ini yaitu hubungan antara agama dan filsafat. Ini disebabkan karena kedua hal ini tidak bisa dipisahkan, sebab dengan adanya dua hal ini manusia akan memperoleh pengetahuan dengan lebih luas. Dalam masa ini juga berdiri banyak sekolah yang menerapkan study duniawi yang meliputi, tata bahasa, retorika, dialektika, ilmu hitung, ilmu ukur, ilmu perbintangan serta musik.
  2. Masa Scholastik Keemasan (1200 – 1300 M). Pada masa ini Scholastik mengalami masa-masa kejayaan. Ada juga yang menyebut dengan masa yang berbunga dan bertumbuh kembang. Hal ini disebabkan karena banyak Universitas dan ordo-ordo yang menyelenggarakan pendidikan ilmu pengetahuan. Pada masa ini juga ada seorang filosof yaitu Agustinus yang telah menolak ajaran Aristoteles karena sudah dicemari oleh ahli fikir Islam. Oleh sebab itu Abertus Magnus dan Thomas telah dengan sengaja menghilangkann unsur-unsur ataupun selipan dari Ibnu Rusyd. Usahanya berhasil sehingga kemudian menerbitkan buku dengan judul Summa Theologie yang merupakan bukti kemenangan ajaran Aristoteles diselaraskan dengan Kristen.
  3. Masa Scholastika Akhir (1300 – 1450 M)/ masa ini ditandai dengan kemalasan untuk berfikir filsafat. Nicolous Cusanus (1401 – 1404) merupakan tokoh yang terkenal pada masa ini. Menurutnya terdapat tiga cara untuk mrngenal yaitu, lewat indera, lewat akal, serta lewat intuisi. Dengan indera manusia mendapat pengetahuan tentang benda-benda yang berjasad (sifatnya tidak sempurna). Dengan akal manusia bisa mendapatkan suatu bentuk yang abstrak yang bisa ditangkap indera. Dan dalam intuisi manusia mampu mempersatukan apa yang oleh akal tidak dapat dipersatukan serta diharapkan mampu sampai pada kenyataan, yaitu Tuhan.

 

  1. Tokoh-Tokoh Pada Abad Pertengahan

 

  1. Agustinus (354 – 430)

Santo Agustinus yang dilahirkan dari pasangan Monika dengan Patricius tanggal 13 November 354 di Afrika Utara. Semenjak kecil sudah dididik agama oleh Monika yang saleh, tetapi karena pengaruh lingkungan keluarga yang masih kafir, keimanan yang sudah mulai terbentuk tidak bertahan lama. Pada saat ia berumur 18 tahun Agustinus mengambil langkah yang mengagetkan. Bukannya dia semakin dekat dengan Tuhan dan bertobat tetapi ia malah meninggalkan imannya lalu memeluk jalan Manikeisme yang sesat.hal ini semakin membuat ibunya khawatir. Di luar perkawinan yang sah dia hidup dengan seorang wanita selama 12 tahun hingga melahirkan seorang anak yang bernama Deodatus. Permasalahan tersebut menimbulkan konflik dalam keluarga antara Agustinus dengan Monika. Untuk menghindarkan konflik tersebut ia lari meninggalkan kampung halamannya untuk memperdalam ilmunya di Universitas Carthago dengan bantuan tetangganya yang kaya. Pada tahun 383 ia pergi ke Romakemudian ke Milano, yang merupakan tempat tinggal Uskup Ambrosius. Pada tahun 386 SM ia mendapat karier yang bagus di kantor gubernur provinsi, banyak teman, tetapi menjalani hidup yang penuh dosa. Tahun 387 berkat bimbingan dari St Ambrosius dan doa dari ibunya, ia dibabtis pada tahun 387. Kisah tentang pertobatannya banyak diungkapkan dalam buku confenssion. Tahun 391 ia ditahbiskan menjadi imam sebagai pembantu dari Uskup kota tersebut. Menurut Richard Price dalam buku Tokoh Pemikir Kristen Agustinus, dalam kata pengantarnya berani menegaskan bahwa Agustinus adalah teolog di Barat yang terbesar dari antara para Baapak Gereja Abad Pertengahan dan dihormati oleh para reformis protestan.

 

  1. Martin Luther

Lahir di Eisleben, Kekaisaran Romawi Suci pada tanggal 10 November 1483. Adalah seorang pastur Jerman dan ahli teologi Kristen dan pendiri Gereja Lutheran, Gereja Protestan, pecahan dari Katolik Roma. Dia merupakan seorang tokoh terkemuka bagi Reformasi. Ajaran-ajarannya tidak hanya mengilhami gerakan reformasi, namun juga memengaruhi doktrin, dan budaya Lutheran serta tradisi Protestan. Seruan Luther kepada gereja agar kembali kepada ajaran-ajaran Alkitab telah melahirkan tradisi baru dalam agama Kristen. Gerakan pembaruannya mengakibatkan perubahan radikal juga di lingkungan Gereja Katolik Roma dalam bentuk Reformasi Katolik. Sumbangan-sumbangan Luther terhadap peradaban Barat jauh melampaui kehidupan Gereja Kristen. Terjemahan Alkitabnya telah ikut mengembangkan versi standar bahasa Jerman dan menambahkan sejumlah prinsip dalam seni penerjemahan. Nyanyian rohani yang diciptakannya mengilhami perkembangan nyanyian jemaat dalam Gereja Kristen. Pernikahannnya pada tanggal 13 Juni 1525 dengan Katharina von Bora menimbulakn suatu gerakan pernikahan pendeta di kalangan banyak tradisi Kristen.

 

  1. Anselmus

Merupakan Uskup Agung Canterbury, yang lahir pada tahun 1033, di Aosta, Italia dan meninggal pada tanggal 21 April 1109 pada usia 75 tahun, dia dimakamkan di Canterbury Cathedral. Ia menolak keinginan ayahnya agar ia meniti karier di bidang politik dan mengembara keliling Eropa untuk beberapa tahun lamanya. Seperti anak-anak muda lainnya yang cerdas dan bergejolak, ia bergabung ke biara Bec, Normandia, di bawah asuhan seorang guru yang hebat, Lanfranc, Anselmus memulai karier yang patut dicatat. Dia adalah salah seorang ahli Kristen yang mencoba memasukkan logika dalam pelayanan iman. Meskipun Anselmus mengetahui Alkitab dengan baik, tetapi ia juga ingin menguji kekuatan logika manusia dalam upayanya membuktikan doktrinnya. Namun, selalu imanlah yang menjadi dasar semua itu. Dalam karyanya Proslogium, yang pada awalnya berjudul Iman Mencari Pengertian (Fides Quaerens Intellectum). Anselmus berpegang pada motto yang juga dipegang Agustinus, “ Saya percaya agar dapat mengerti “. Yang ia maksudkan dengan pernyataan itu adalah bahwa tanpa wahyu, tidak ada kebenaran karena itu mereka yang mencari kebenaran harus beriman dahulu pada wahyu tersebut. Ia mengemukakan argumentasi ontologi untuk percaya kepada Allah. Singkatnya, ia menyatakan bahwa rasio manusia membutuhkan ide mengenai suatu Pribadi yang sempurna (Allah), oleh karena itu Pribadi tersebut harus ada. ide ini telah menawan hati banyak filsuf dan teolog sepanjang masa.

 

  1. Plotinus (204 -270)

Plotinus adalah filosof pertama yang mengajukan teori penciptaan alam semesta. Ia mengajukan teori emanasi yang terkenal itu. Teori itu merupakan jawaban terhadap pertanyaan Thales kira-kira delapan abad sebelumnya. Plotinus lahir pada tahun 204 di Mesir, di sebuah daerah yang bernama Lycopolis. Pada tahun 232 ia pergi ke Alexandria untuk belajar filsafat, pada seorang guru bernama Animonius Saccas selama kuraang lebih 11 tahun. Idea keilmuan tidak begitu maju pada Plotinus. Ia beranggapan bahwa sains letaknya lebih rendah dari metafisika, metafisika lebih rendah dari keimanan, serta surga lebih berarti dari pada bumi, sebab surga itu tempat peristirahatan jiwa yang mulia. Menurutnya jiwa adalah sumber kekuatan, alam semesta berada di dalam jiwa dunia. Jiwa tidak dapat dibagi secara kuantitatif, karena jiwa merupakan unit-unit yang juga tidak dapat di bagi. Karena jiwa setiap orang adalah satu.

 

  1. Kesimpulan

Ilmu merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena ilmu mencangkup segala aspek kehidupan manusia. Dari zaman ke zaman ilmu selalu mengalami perkembangan. Pada abad pertengahan para ahli fikir saat itu tidak mendapat kesempatan dan kebebasan untuk berfikir. Jika terdapat pemikiran-pemikiran yang bertentangan dengan ajaran gereja maka akan mendapat hukuman yang berat. Maka dari itu perkembangan ilmu tentang pengetahuan menjadi terhambat.

Tokoh-tokoh yang ada pada abad pertengahan diantaranya adalah Agustinus, Martin Luther, Anselmus, dan Plotinus. Semua yang telah mereka sumbangkan yaitu berupa pemikiran-pemikiran memiliki dampak hingga di kehidupan manusia saat ini walaupun perkembangan ilmu zaman modern telah berkembang dengan pesatnya.

 

  1. Daftar Pustaka

 

Burhanuddin, A. (2013, September). Dipetik April Selasa, 2014, dari Sejarah Perkembangan Ilmu Pada Masa Abad Pertengahan.

http://irwan-cahyadi.blogspot.com. 2012, Juni. Dipetik April Selasa, 2014, dari “ Tokoh-Tokoh Filsafat Abad Pertengahan”.

http://www.wikipedia.org. 2014, Februari. Dipetik April Selasa, 2014, dari “ Perkembangan Ilmu pada Zaman Pertengahan”.

http://www.wikibooks.org. 2013. Dipetik April Selasa, 2014, dari “Abad Pertengahan/Sejarah/Awal”.

http://www.kompasiana.com. 2014. Dipetik April Selasa, 2014, dari “ Rangka Badan Peradaban Barat Abad Pertengahan”.

 

_____________

*) Meta Endaryuni Saraswati, penulis adalah mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris kelas A. Makalah disusun guna memenuhi sebagian tugas individu pada mata kuliah Filsafat Ilmu tahun akademik 2013/2014 dengan dosen pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s