Taksonomi Pembelajaran

Pendidikan dapat di pandang sebagai suatu usaha mengubah tingkah laku siswa dengan menggunakan beberapa mata pelajaran. Bila kita uraikan tingkah laku dan mata pelajaran, kita membuat suatu tujuan pendidikan . Sebagai contoh: siswa akan dapat mengingat kembali tokoh-tokoh sejarah Islam.

Taksonomi berarti pengelompokan suatu hal yang berdasarkan hierarki (tingkatan) tertentu.Dan taksonomi yang lebih tinggi bersifat lebih umum dan taksonomi rendah bersifat lebih spesefik. Taksonomi dalam pendidikan dibuat untuk mengklasifikasi tujuan dari pendidikan.

Untuk mencapai tujuan tertentu maka dilakukan kegiatan pembelajaran guna menghasilkan perubahan tingkah laku siswa ataupun mahasiswa. Dan tanpa adanya tujuan pembelajaran yang jelas, maka pembelajaran akan menjadi tak terarah dan menjadi tidak efektif. Pemahaman terhadap tujuan taksonomi atau hasil belajar akan menjadi sangat penting bagi seorang guru (pendidik). Guru akan lebih jelas dan tegas untuk menentukan Apakah tujuan pembelajaran lebih bersifat kognitif, dan mengacu kepada tingkat intelektual tertentu atau lebih bersifat efektif atau psikomotor.

Adapun tujuan pembelajaran yaitu:

  1. Preferensi nilai guru yaitu cara pandang dan keyakinan guru mengenai apa yang harus diajarkan serta bagaimana cara membelajarkannya;
  2. Menganalisis taksonomi perilaku; guru dapat menentukan dan menitikberatkan bentuk dan jenis pembelajaran yang akan dikembangkan.

TUJUAN PENDIDIKAN DIBAGI KE DALAM TIGA DOMAIN, YAITU:

 

  1. Cognitive Domain (Ranah Kognitif),

 

Berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir. Bloom membagi domain kognisi ke dalam 6 tingkatan. Domain ini terdiri dari dua bagian:

a.     Pengetahuan (Knowledge)

b.    Pemahaman (Comprehension)

c.    Aplikasi (Application)

d.   Analisis (Analysis)

e.    Sintesis (Synthesis)

f.    Evaluasi (Evaluation)

 

2.   Affective Domain (Ranah Afektif)

Berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri. Pembagian domain ini disusun Bloom bersama dengan David Krathwol.

a.  Penerimaan (Receiving/Attending)  

b. Tanggapan (Responding)

c.  Penghargaan (Valuing)

d. Pengorganisasian (Organization)

e.  Karakterisasi Berdasarkan Nilai-nilai (Characterization by a Value or Value Complex)

3.   Psychomotor Domain (Ranah Psikomotor)

 

Berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik, berenang, dan mengoperasikan mesin. Rincian dalam domain ini tidak dibuat oleh Bloom, tapi oleh ahli lain berdasarkan domain yang dibuat Bloom.

a. Meniru

b. Menggunakan

c. Ketepatan

d. Merangkaikan

e. Naturalisasi

 

Taksonomi dapat diibaratkan seandainya kita mau pergi ke suatu tempat maka sudah ada ancang-ancang jalan mana yang tepat untuk kita lalui. Karena banyak berbagai jalan maka jalan yang paling tepat (mudah, cepat sampai, jalannya tidak rusak) itu yang akan kita tempuh. Begitu pula dalam penyampaian pembelajaran jalan yang paling tepatlah yang harus kita tempuh.

 

KESIMPULAN

Taksonomi merupakan pengelompokan suatu media atau teknologi yang berhubungan dengan pendidikan. Dalam tujuan pendidikan dibagi menjadi beberapa domain : kognitif,efektif dan psikomotor. Dan menjelaskan mulai dari tingkah laku sederhana sampai tingkah laku yang kompleks. Dalam hal ini maka sangat diperlukan adanya taksonomi pembelajaran guna mengetahui cara pemikiran,tingkah laku ataupun karakter yang dimiliki siswa.

 

 

Oleh: Wenry Tryariningsih Aryani

STKIP PGRI Pacitan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s