Sejarah Perkembangan Ilmu pada Masa Modern

Zaman modern ini sebenarnya sudah terintis mulai dari abad 15 M. Tetapi, indikator yang nyata terlihat jelas pada abad 17 M dan berlangsung hingga abad 20 M. Hal ini ditandai dengan ditandai dengan adanya penemuan-penemuan dalam bidang ilmiah. Menurut Slamet Iman Sontoso, dalam buku yang disusun oleh Tim Dosen Filsafat Ilmu UGM (2001:79) ada tiga sumber pokok yang menyebabkan berkembangnya ilmu pengetahuan di Eropa dengan pesat, yaitu hubungan antara kerajaan Islam di Semenanjung Liberia dengan negara Perancis, terjadinya Perang Salib dari tahun 1100-1300, dan jatuhnya Istambul ke tangan Turki pada tahun 1453. Ilmuwan pada zaman ini membuat penemuan dalam bidang ilmiah. Eropa yang merupakan basis perkembangan ilmu melahirkan ilmuwan yang populer.

Zaman modern di tandai dengan berbagai penemuan dalam bidang ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman modern sesungguhnya sudah di rintis sejak zaman Renaissance. Masa modern itu sendiri dimulai setelah abad pertengahan. Kapan dan bagaimana abad pertengahan itu berakhir belum di ketahui dengan jelas. Tetapi pada masa ini perkembangan dalam berbagai spek kehidupan berkembang sangat pesat seperti halnya dalam bidang kebudayaan, bidang ekonomi, dan pendidikan.

 

2.1 Peralihan filsafat dari abad pertengahan ke masa modern

Abad pertengahan disebut masa kelam bagi pemikiran filsafat, kerena kebebasan berpikir manusia telah dipangkas dan didominasi oleh dogma gereja. Abad pertengahan menjadi titik balik bagi munculnya cahaya baru pemikiran filsafat, yang ditandai dengan gerakan Renaisanche yang kembali melahirkan budaya berfikir ilmiah. Renaisance ini lah yang menjadi cikal-bakal bagi munculnya pemikiran filsafat modern. Pemikiran filsafat modern yang berpikir secara imiah membuahkan hasil yaitu ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir. Perkembangan masa modern juga memberikan kharakteristik negatif pada kepercayaan terhadap dogma gereja dan menimbulkan masyarakat menjadi masyarakat yang anti agama.

Simbol dari peralihan antara abad pertengahan menuju abat modern yaitu dengan terbuktinya teori Copernikus, yang juga diperkuat dengan penumuan oleh Galileo dan Keppler. Hal ini semakin menyudutkan posisi gereja yang telah salah memberikan doktrin mati, bahwa bumi itu pusat tata surya, sementara pada masa modern dapat dibuktikan bahwa mataharilah yang merupakan pusat tata surya. Perubahan yang sangat mendasar dari abad pertengahan ke abad modern yaitu terlihat pada pemikiran para filsuf dan ilmuan modern yang berpikir mengandalkan rasio, mereka bebas mengungkapkan argumen-argumen tanpa adanya batasan dari otoritas gereja, sehingga filsafat dapat berkembang luas.

Era modern ditandai dengan munculnya ilmu – ilmu praktis, dengan ditemukannya alat-alat produksi berbasis mesin, juga listrik dan mesin uap. Bahkan, ilmu teoritis-spekulatif hampir lumpuh dan tergantikan oleh ilmu-ilmu praktis yang manfaatannya dapat dirasakan secara langsung oleh manusia. Pentingnya ilmu praktis ini terkait dengan kebutuhan logistik akan perang yang berlangsung pada waktu itu. Perbedaan pada masa modern dengan masa pertengahan memang sangat berbeda hal ini terlihat pada teori yang di gunakan teori yang berkembang dan di gunakan pada masa modern ialah teori argumen terbuka yang dapat menerima kritik dari orang lain, efaluasi, verifikasi, modifikasi ataupun falsifikasi sedangkan pada abad pertengahan menerapkan teori yang berupa dogma-dogma yang kaku dan tidak dapat diubah sebagaimana yang diajarkan oleh gereja pada abad pertengahan.

 

2.2 Aliran filsafat modern dan Tokohnya.

1. idealisme

Idealisme adalah suatu ajaran/faham atau aliran yang menganggap bahwa realitas ini terdiri atas roh-roh (sukma) atau jiwa. ide-ide dan pikiran atau yang sejenis dengan Itu. Aliran ini merupakan aliran yang sangat penting dalam perkembangan sejarah pikiran manusia. Mula-mula dalam filsafat Barat kita temui dalam bentuk ajaran yang murni dari Plato. yang menyatakan bahwa alam, cita-cita itu adalah yang merupakan kenyataan sebenarnya. Adapun alam nyata yang menempati ruang ini hanyalah berupa bayangan saja dari alam idea itu. Aristoteles memberikan sifat kerohanian dengan ajarannya yang menggambarkan alam ide sebagai sesuatu tenaga (entelechie) yang berada dalam benda-benda dan menjalankan pengaruhnya dari benda itu. Sebenarnya dapat dikatakan sepanjang masa tidak pernah faham idealisme hilang sarna sekali. Di masa abad pertengahan malahan satu-satunya pendapat yang disepakati oleh semua ahli pikir adalah dasar idealisme ini.

Pada jaman Aufklarung ulama-ulama filsafat yang mengakui aliran serba dua seperti Descartes dan Spinoza yang mengenal dua pokok yang bersifat kerohanian dan kebendaan maupun keduanya mengakui bahwa unsur kerohanian lebih penting daripada kebendaan.

v  Tokoh tokoh pada periode Idealisme :

1. Plato (477 -347 Sb.M)

2. B. Spinoza (1632 -1677)

3. Liebniz (1685 -1753)

4. Berkeley (1685 -1753)

5. Immanuel Kant (1724 -1881)

6. J. Fichte (1762 -1814)

7. F. Schelling (1755 -1854)

8. G. Hegel (1770 -1831)

 

2. Materialisme

Materialisme merupakan faham atau aliran yang menganggap bahwa dunia ini tidak ada selain materi atau nature (alam) dan dunia fisik adalah satu. Pada abad ke-19 pertengahan, aliran Materialisme tumbuh subur di Barat. Faktir yang menyebabkannya adalah bahwa orang merasa dengan faham Materialisme mempunyai harapan-harapan yang besar atas hasil-hasil ilmu pengetahuan alam. Selain itu, faham Materialisme ini praktis tidak memerlukan dali dalil yang muluk-muluk dan abstrak, juga teorinya jelas berpegang pada kenyataan kenyataan yang jelas dan mudah dimengerti. Kemajuan aliran ini mendapat tantangan yang keras dan hebat dari kaum agama dimana-mana. Hal ini disebabkan bahwa faham Materialisme ini pada abad ke-19 tidak mengakui adanya Tuhan (atheis) yang sudah diyakini mengatur budi masyarakat.

v  Tokoh tokoh pada periode Materialisme :

1. Anaximenes ( 585 -528)

2. Anaximandros ( 610 -545 SM)

3. Thales ( 625 -545 SM)

4. Demokritos (kl.460 -545 SM)

5. Thomas Hobbes ( 1588 -1679)

6. Lamettrie (1709 -1715)

7. Feuerbach (1804 -1877)

8. H. Spencer (1820 -1903)

9. Karl Marx (1818 -1883)

 

3. Dualisme

Dualisme adalah ajaran atau aliran atau faham yang memandang alam ini terdiri atas dua macam hakekat yaitu hakekat materi dan hakekat rohani. Kedua macam hakekat itu masing-masing bebas berdiri sendiri, sama azazi dan abadi. Perhubungan antara keduanya itu menciptakan kehidupan dalam alam Contoh yang paling jelas tentang adanya kerja sama kedua hakekat ini adalah terdapat dalam diri manusia.

v  Tokoh tokoh pada periode Dualisme

1. Plato (427 -347 Sb.H)

2. Aristoteles (384 -322 Sb.H)

3. Descartes (1596 -1650)

4. Fechner (1802 -1887)

5. Arnold Gealinex

6 .Leukippos

7. Anaxagoras

8. Hc. Daugall

9. A. Schopenhauer (1788 -1860)

 

 

 

3. Empirisme

Empirisme berasal dari kata Yunani yaitu “empiris” yang berarti pengalaman inderawi. Oleh karena itu empirisme dinisbatkan kepada faham yang memilih pengalaman sebagai sumber utama pengenalanan dan yang dimaksudkan dengannya adalah baik pengalaman lahiriah yang menyangkut dunia maupun pengalaman batiniah yang menyangkut pribadi manusia.

Seorang yang beraliran Empirisme biasanya berpendirian bahwa pengetahuan didapat melalui penampungan yang secara pasip menerima hasil-hasil penginderaan tersebut. Ini berarti semua pengetahuan betapapun rumitnya dapat dilacak kembali dan apa yang tidak dapat bukanlah ilmu pengetahuan. Empirisme radikal berpendirian bahwa semua pengetahuan dapat dilacak sampai kepada pengalaman inderawi dan apa yang tidak dapat dilacak bukan pengetahuan. Lebih lanjut penganut Empirisme mengatakan bahwa pengalaman tidak lain akibat suatu objek yang merangsang alat-alat inderawi, kemudian di dalam otal dipahami dan akibat dari rangsangan tersebut dibentuklah tanggapan-tanggapan mengenai objek yang telah merangsang alat-alat inderawi tersebut.

v  Tokoh tokoh pada periode Empirisme :

1. Francis Bacon (1210 -1292)

2. Thomas Hobbes ( 1588 -1679)

3. John Locke ( 1632 -1704)

4. George Berkeley ( 1665 -1753)

5. David Hume ( 1711 -1776)

6. Roger Bacon ( 1214 -1294)

 

4. Rasionalisme

Rasionalisme adalah merupakan faham atau aliran atau ajaran yang

berdasarkan ratio, ide-ide yang masuk akal.Selain itu, tidak ada sumber kebenaran yang hakiki. Zaman Rasionalisme berlangsung dari pertengahan abad ke XVII sampai akhir abad ke XVIII. Pada zaman ini hal yang khas bagi ilmu pengetahuan adalah penggunaan yang eksklusif daya akal budi (ratio) untuk menemukan kebenaran.

v  Tokoh tokoh pada periode Rasionalisme

1. Rene Descartes (1596 -1650)

2. Nicholas Malerbranche (1638 -1775)

3. B. De Spinoza (1632 -1677 M)

4. G.W.Leibniz (1946-1716)

5. Christian Wolff (1679 -1754)

6. Blaise Pascal (1623 -1662 M)

 

5. Fenomenalisme

Fenomenalisme adalah aliran atau faham yang menganggap bahwa Fenomenalisme (gejala) adalah sumber pengetahuan dan kebenaran. Seorang Fenomenalisme suka melihat gejala. Dia berbeda dengan seorang ahli ilmu positif yang mengumpulkan data, mencari korelasi dan fungsi, serta membuat hukum-hukum dan teori. Fenomenalisme bergerak di bidang yang pasti.

v  Tokoh tokoh pada periode Fenomenalisme

1. Edmund Husserl (1859 -1938)

2. Max Scheler (1874 -1928)

3. Hartman (1882 -1950)

4. Martin Heidegger (1889 -1976)

5. Maurice Merleau-Ponty (1908 -1961)

6. Jean Paul Sartre (1905 -1980)

7. Soren Kierkegaard (1813 -1855)

 

6. Intusionalisme

Intusionalisme adalah suatu aliran atau faham yang menganggap bahwa intuisi (naluri/perasaan) adalah sumber pengetahuan dan kebenaran.

v  Tokoh tokoh pada periode Intusionalisme :

1. Plotinos (205 -270)

2. Henri Bergson (1859 -1994)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1 Kesimpulan

Filsafat modern lahir melalui proses panjang yang berkesinambungan, dimulai dengan munculnya abad Renaissance. Istilah ini diambil dari bahasa Perancis yang berarti kelahiran kembali. Karena itu, disebut juga dengan zaman pencerahan (Aufklarung). Pencerahan kembali mengandung arti “munculnya kesadaran baru manusia” terhadap dirinya (yang selama ini dikungkung oleh gereja). Manusia menyadari bahwa dialah yang menjadi pusat dunianya bukan lagi sebagai obyek dunianya.Perkembangan ilmu juga mengalami pralihan yaitu dari masa pertengahan ke masa modern yang di tandai dengan beberapa bukti outentik dari para penemu. Sistem, aliran, teori juga mengalami perubahan yang awalnya pada masa pertengahan mereka menggnakan teori yang kaku dan pada masa modern mereka menggunakan teori yang lebih bebas dengan mengubah cara pikir mereka dan pada masa modern cara berpikir lebih mau mendengarkan kritik dari orang lain.

 

3.2 Saran

Perkembangan ilmu pada masa pertengahan menuju masa modern memang membuktikan bahwa pada masa modern perkembangan ilmu lebih pesat dan cara pemikiran serta kehidupan jauh berbeda lebih baik di masa modern. Sehingga, seharusnya kita sebagai mansia harus selalu mempelajari sejarah serta harus mampu mengembangkan lebih dalam akan keilmuan dan para tokoh yang berperan di dalamnya. Kita tidak perlu mengurangi dengan apa yang telah ada cukup kita menambah dan menjadikan keilmuan itu lebih pesat berkembang.
 

DAFTAR PUSTAKA

Mustansyir, Rizal dan Misnal Munir, Filsafat Ilmu,cet. IIYogyakarta : Pustaka Pelajar Offset, 2002

__________

*)Trianica Indra Ardina, penulis adalah mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris kelas A. Makalah disusun guna

memenuhi sebagian tugas individu pada mata kuliah Manajemen Pendidikan tahun akademik 2013/2014 dengan dosen pengampu Afid

Burhanuddin, M.Pd.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s