Sejarah Perkembangan Ilmu Pada Masa Modern

Masa modern merupakan identitas di dalam filsafat Modern. Pada masa modern rasionalisme semakin dipikirkan. Belum jelas dari kapan Abad Pertengahan berhenti. Namun, dapat dikatakan bahwa Abad Pertengahan itu berakhir pada abad 15 dan 16 sejak adanya krisis di zaman itu selama dua abad tersebut atau pada akhir masa Renaissance. Dikatakan masa renaissance karena pada waktu itu muncul gerakan renaissance.

Renaissance sendiri berarti kelahiran kembali, yang mengacu pada gerakan keagamaan dan kemasyarakatan yang bermula di Italia (pertengahan abad ke-14).Tujuan utamanya adalah merealisasikan kesempurnaan pandangan hidup Kristiani dengan mengaitkan filsafat yunani dengan ajaran agama Kristen dan juga dimaksudkan untuk mempesatukan kembali gereja yang terpecah-pecah.

Disamping itu, para humanis bermaksud meningkatkan suatu perkembangan yang harmonis dari keahlian-keahlian dan sifat-sifat alamiah manusia dengan mengupayakan kepustakaan yang baik mengikuti kultur klasik.

 Masa setelah Abad Pertengahan adalah masa Modern. Sekalipun, memang tidak jelas kapan berakhirnya Abad Pertengahan itu. Akan tetapi, ada hal-hal yang jelas menandai masa Modern ini, yaitu berkembang pesat berbagai kehidupan manusia Barat, khususnya dalam bidang kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan ekonomi. Usaha untuk menghidupkan kembali kebudayaan klasik Yunani-Romawi. Kebudayaan ini pulalah yang diresapi oleh suasana kristiani. Di bidang Filsafat, terdapat aliran yang terus mempertahankan masa Klasik.

Pada makalah ini saya akan sedikit banyak mengkaji beberapa indikator yakni tentang:

  1. Definisi/karakteristik pemikiran pada Masa Modern.
  2. Tokoh/filosof yang hidup pada Masa Modern.
  3. Pemikiran tokoh/filosof yang hidup pada Masa Modern.

 

A.   Definisi/karakteristik pemikiran pada Masa Modern.

              Pada masa modern ini pemikiran filosofis seperti dilahirkan kembali dimana sebelumnya dominasi gereja sangat dominan yang berakibat pada upaya mensinkronkan antara ajaran gereja dengan pemikiran filsafat. Kebangkitan kembali rasio mewarnai zaman modern dengan salah seorang pelopornya adalah Descartes, dia berjasa dalam merehabilitasi, mengotonomisasi kembali rasio yang sebelumnya hanya menjadi budak keimanan.

Diantara pemikir-pemikir zaman modern ada Descartes (1596-1650) yang berteorikan Rasionalisme, ajarannya punya pengaruh yang besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan.Dalam perkembangannya argumen Descartes (rasionalisme) mendapat tantangan keras dari para filosof penganut Empirisme seperti David Hume (1711-1776), John Locke (1632-1704). Mereka berpendapat bahwa pengetahuan hanya didapatkan dari pengalaman lewat pengamatan empiris. Pertentangan tersebut terus berlanjut sampai muncul Immanuel Kant (1724-1804) yang berhasil membuat sintesis antara rasionalisme dengan empirisme, Kant juga dianggap sebagai tokoh sentral dalam zaman modern dengan pernyataannya yang terkenal sapere aude yang artinya berani berfikir sendiri, pernyataan ini jelas makin mendorong upaya-upaya berfikir manusia tanpa perlu takut terhadap kekangan.

Dalam era filsafat modern ini yang berlanjut pada abad ke-20, muncullah berbagai aliran pemikiran, yaitu:

1.    Rasionalisme.

Latar belakang munculnya konsep pemikiran Rasionalisme ialah keinginan untuk membebaskan diri dari segala pemikiran tradisional (skolastik), yang pernah diterima, tetapi ternyata tidak mampu menangani hasil-hasil yang dihadapi. Descartes menginginkan cara baru dalam berpikir, maka diperlukan titik tolak pemikiran pasti yang ditemukan dalam keragu-raguan. segala sesuatu bisa disangsikan tapi subjek yang berfikir menguatkan kepada kepastian.

Pelopor dari alirannya adalah Rene Descartes (1596-1650).

2.    Empirisme.

      Karena adanya kemajuan ilmu pengetahuan dapat dirasakan manfaatnya, pandangan orang terhadap filsafat mulai merosot. Hal ini terjadi karena filsafat dianggap tidak berguna lagi bagi kehidupan. Pada sisi lain, ilmu pengetahuan sangat besar sekali manfaatnya bagi kehidupan. Kemudian ada anggapan bahwa pengetahuanlah yang bermanfat, pasti dan benar hanya diperoleh lewat indera (empiri), dan empirilah satu-satunya sumber pengetahuan. Pemikiran tersebut lahir dengan nama Empirisme.

      Sebagai tokohnya ialah Thomas Hobbes (1588-1679), John Locke (1932-1704), David Hume (1711-1776).

3.    Kritisisme.

Aliran ini muncul pada abad ke-18, suatu zaman dimana seorang ahli pikir yang cerdas mencoba menyelesaikan pertentangan antara Rasionalisme dan Empirisme. Zaman baru ini disebut zaman Pencerahan (aufklarung). Zaman pencerahan ini muncul dimana manusia lahir dalam keadaan belum dewasa (dalam pemikiran filsafatnya). Setelah itu, manusia telah bebas dari otoritas yang datangnya dari luar manusia, demi kemajuan peradaban manusia.

      Sebagai latar belakang dari aliran ini manusia melihat adanya kemajuan ilmu pengetahuan (ilmu pasti, biologi, filsafat dan sejarah) telah mencapai hasil yang sangat bagus. Di sisi lain, jalanny filsafat terasa tersendat-sendat. Untuk itu diperlukan upaya agar filsafat dapat berkembang dengan ilmu pengetahuan.

      Tokoh – tokohnya antara lain Isaac Newton (1642-1727), Immanuel Kant (1724-1804).

4.    Idealisme.

Idealisme adalah suatu ajaran/faham atau aliran yang menganggap bahwa realitas ini terdiri atas roh-roh (sukma) atau jiwa. ide-ide dan pikiran atau yang sejenis dengan itu.Aliran ini merupakan aliran yang sangat penting dalam perkembangan sejarah pikiran manusia. Mula-mula dalam filsafat Barat kita temui dalam bentuk ajaran yang murni dari Plato. yang menyatakan bahwa alam, cita-cita itu adalah yang merupakan kenyataan sebenarnya.

 Pelopor aliran ini ialah J.G. Fichte (1762-1814), F.W.J. Schelling (1775-1854), G.W.F. Hegel (1770-1831), Arthur Schopenhauer (1788-1860).

 

5.    Positivisme.

Positivisme ini lahir pada abad ke-19. Titik tolak pemikirannya ialah apa yang telah diketahui adalah sesuatu yang faktual dan yang positif, sehingga aliran yang menganut metafisika ditolaknya. Maksud positif adalah segala gejala dan segala yang tampak seperti apa adanya, sebatas pengalaman- pengalaman objektif saja. Jadi, setelah fakta diperoleh, fakta-fakta tersebut di olah dan di atur untuk dapat memberikan asumsi (proyeksi) pada masa depan.

Beberapa tokoh aliran ini ialah August Comte (1798-1857), John S. Mill (1806-1873), Herbert Spencer (1820-1903).

6.    Evolusionisme.

Aliran evolusionisme ini dipelopori oleh seorang Zoologi yang sangat berpengaruh hingga saat ini yaitu Charles Robert Darwin (1809-1882).

 

7.    Materialisme.

Penganut aliran ini antara lain Julien de La Mettrie (1709-1751), Ludwig Feueurbach (1804-1872), Karl Heinrich Marx (1818-1883).

8.    Neo-Kantianisme.

Setelah aliran Materialisme semakin merajalela, banyak filosof-filosof jerman yang tidak puas terhadap Materialisme, Positivisme dan Idealisme. Mereka menginginkan kembali pada filsafat kritis yangbebas dari spekulasi Idealisme dan terbebas dari dogmatis Positivisme dan Materialisme. Gerakan ini di sebut dengan nama Neo-Kantianisme. Tokoh aliran ini antara lain Wilhelm Windelband (1848-1915), Herman Cohen (1842-1918), Paul Natrop (1854-1924), Heinrich Reickhart (1863-1939).

9.    Pragmatisme.

Pragmatisme berasal dari bahasa Yunani, kata pragma yang artinya guna. Maka Pragmatisme adalah suatu  aliran yang mengajarkan bahwa yang benar adalah apa saja yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan akibat – akibat yang bermanfaat secaraa praktis. Misalnya, berbagai pengalaman pribadi tentang kebenaran mistik, asalkan dapat membawa kepraktisan dan bermanfaat. Artinya, segala sesuatu dapat diterima asalkan bermanfaat bagi kehidupan. Tokoh dari aliran Pragmatisme ialah William James (1842-1910).

10.  Filsafat Hidup.

Aliran filsafat ini lahir akibat dari reaksi dengan adanya kemajuan IPTEK yang menyebabkan indusitrialisasi semakin pesat. Hal ini mempengaruhi pola pemikiran manusia. Peranan akal pikir hanya digunakan untuk menganalisis sampai menyusun suatu sintesis baru. Bahkan alam semesta atau manusia dianggap mesin, yang tersusun dari beberapa komponen dan bekerja sesuai dengan hukum – hukumnya. Tokoh dari aliran ini ialah Henry Bergson (1859-1941), John Dewey (1859-1952).

B.   Para Tokoh filosof modern dan pemikirannya.

Perkembangan ilmu pengetahuan pada jaman modern tak lepas dari peran serta filosof yang mencetuskannya, beberapa faham diatas tentu di dalangi oleh intervensi dari filosof yang bersangkutan.

Demikian ada beberapa filosof dari masa modern yang telah menemukan konsep pemikiran modern dari berbagai paham:

a)    Rene Descartes.

René Descartes lahir di La Haye, Perancis, 31 Maret 1596 – meninggal di Stockholm, Swedia, 11 Februari 1650 pada umur 53 tahun, juga dikenal sebagai Renatus Cartesius dalam literatur berbahasa Latin, merupakan seorang filosof dan matematikawan Perancis. Karyanya yang terpenting ialah Discours de la méthode (1637) dan Meditationes de prima Philosophia (1641).

Rene Descartes sering disebut sebagai bapak filsafat modern. Rene Descartes lahir di La Haye Touraine-Prancis dari sebuah keluarga borjuis. Ayah Descartes adalah ketua Parlemen Inggris dan memiliki tanah yang cukup luas ( borjuis ). Ketika ayah Descartes meninggal dan menerima warisan ayahnya, ia menjual tanah warisan itu, dan menginvestasikan uangnya dengan pendapatan enam atau tujuh ribu franc pertahun. Dia sekolah di Universitas Jesuit di La Fleche dari tahun 1604-1612, yang tampaknya telah memberikan dasar-dasar matematika modern. Pada tahun 1612, dia pergi ke paris, namun kehidupan sosial disana dia anggap membosankan, dan kemudian dia mengasingkan diri ke daerah terpencil di Prancis untuk menekuni Geometri, nama daerah terpencil itu Faubourg. Teman-temannya menemukan dia di tempat perasingan yang ia tinggali, maka untuk lebih menyembunyikan diri, ia memutuskan untuk mendaftarkan diri menjadi tentara Belanda (1617). Ketika Belanda dalam keadaan damai, dia tampak menikmati meditasinya tanpa gangguan selama dua tahun. Tetapi, meletusnya Perang Tiga Puluh Tahun mendorongnya untuk mendaftarkan diri sebagai tentara Bavaria (1619). Di Bavaria inilah selama musim dingin 1619-1690, dia mendapatkan pengalaman yang dituangkannya ke dalam buku Discours de la Methode (Russel, 2007:733). Descartes, kadang dipanggil “Penemu Filsafat Modern” dan “Bapak Matematika Modern”, adalah salah satu pemikir paling penting dan berpengaruh dalam sejarah barat modern. Dia menginspirasi generasi filosof kontemporer dan setelahnya, membawa mereka untuk membentuk apa yang sekarang kita kenal sebagai rasionalisme kontinental, sebuah posisi filosofikal pada Eropa abad ke-17 dan 18.

Pemikirannya membuat sebuah revolusi falsafi di Eropa karena pendapatnya yang revolusioner bahwa semuanya tidak ada yang pasti, kecuali kenyataan bahwa seseorang bisa berpikir (Rasionalisme).

Pemikiran Descartesyang penting adalah diktum kesangsian.Dalam bahasa Latin kalimat ini adalah: cogito ergo sum sedangkan dalam bahasa Perancis adalah: Je pense donc je suis. Arti dari keduanya adalah:

“Aku berpikir maka aku ada”. (Ing: I think, therefore I am).

b)    Thomas Hobbes.

Thomas Hobbes (1588-1679) dilahirkan di Malmesbury, sebuah kota kecil yang berjarak 25 kilometer dari London, Inggris. Ia dilahirkan pada tanggal 15 April 1588. Ketika Hobbes dilahirkan, armada Spanyol sedang menyerbu Inggris. Ayah Hobbes adalah seorang pendeta di Westport, bagian dari Malmesbury. Ayahnya bermasalah dengan pihak gereja sehingga melarikan diri dari kota tersebut dan meninggalkan Hobbes untuk diasuh oleh pamannya.

Pada tahun 1603-1608, Hobbes belajar di Magdalen Hall, Oxford pada usia 14 tahun. Menurut kesaksian pribadi Hobbes, ia tidak menyukai pelajaran fisika dan logika Aristoteles. Ia lebih suka membaca mengenai eksplorasi terhadap penemuan tanah-tanah baru serta mempelajari peta-peta bumi dan bintang-bintang. Karena itulah, astronomi adalah bidang sains yang mendapat perhatian dari Hobbes, dan terus digeluti oleh Hobbes. Kemudian pada masa kemudian, Hobbes juga menyesali karena ia tidak mempelajari matematika saat menempuh pendidikan di Oxford.

Hobbes sendiri ialah filosof yang beraliran empirisme. Pandangannya yang terkenal adalah konsep manusia dari sudut pandang empirisme-materialisme, serta pandangan tentang hubungan manusia dengan sistem negara.

Hobbes memiliki pengaruh terhadap seluruh bidang kajian moral di Inggris serta filsafat politik, khususnya melalui bukunya yang amat terkenal “Leviathan”. Hobbes tidak hanya terkenal di Inggris tetapi juga di Eropa Daratan. Selain dikenal sebagai filosof, Hobbes juga terkenal sebagai ahli matematika dan sarjana klasik. Ia pernah menjadi guru matematika Charles II serta menerbitkan terjemahan Illiad dan Odyssey karya Homeros.

c)    John Locke.

John Locke dilahirkan pada tanggal 28 Agustus 1632 di Wrington, Somerset. Keluarganya berasal dari kelas menengah dan ayahnya memiliki beberapa rumah dan tanah di sekitar Pensford, sebuah kota kecil di bagian selatan Bristol. Selain bekerja sebagai pemilik tanah, ayah Locke bekerja juga sebagai pengacara dan melakukan tugas-tugas administratif di pemerintahan lokal.

Pada tahun 1647, Locke belajar di Sekolah Westminster, yang pada waktu itu merupakan sekolah terkenal di Inggris. Pendidikan di sana berpusat pada pelajaran bahasa-bahasa kuno, yaitu pertama-tama bahasa Latin, kemudian bahasa Yunani, dan juga bahasa Ibrani. Setelah itu, pada tahun 1652, Locke mendapat beasiswa untuk menempuh pendidikan di Sekolah Gereja Kristus (Christ Church), Oxford, dan tinggal di sana sejak bulan Mei 1652.

Locke adalah seorang filosof Inggris yang menjadi salah satu tokoh utama dari pendekatan empirisme. Selain itu, di dalam bidang filsafat politik, Locke juga dikenal sebagai filosof negara liberal. Bersama dengan rekannya, Isaac Newton, Locke dipandang sebagai salah satu figur terpenting di era Pencerahan. Selain itu, Locke menandai lahirnya era Modern dan juga era pasca-Descartes (post-Cartesian), karena pendekatan Descartes tidak lagi menjadi satu-satunya pendekatan yang dominan di dalam pendekatan filsafat waktu itu. Kemudian Locke juga menekankan pentingnya pendekatan empiris dan juga pentingnya eksperimen-eksperimen di dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

Tulisan-tulisan Locke tidak hanya berhubungan dengan filsafat, tetapi juga tentang pendidikan, ekonomi, teologi, dan medis. Karya-karya Locke yang terpenting adalah “Esai tentang Pemahaman Manusia” (Essay Concerning Human Understanding), Tulisan-Tulisan tentang Toleransi” (Letters of Toleration), dan “Dua Tulisan tentang Pemerintahan” (Two Treatises of Government).

d)    David Hume.

David Hume (lahir 26 April 1711 – meninggal 25 Agustus 1776 pada umur 65 tahun) adalah filosof Skotlandia, ekonom, dan sejarawan. Dia dimasukan sebagai salah satu figur paling penting dalam filosofi barat dan Pencerahan Skotlandia. Walaupun kebanyakan ketertarikan karya Hume berpusat pada tulisan filosofi, sebagai sejarawanlah dia mendapat pengakuan dan penghormatan. Karyanya The History of England merupakan karya dasar dari sejarah Inggris untuk 60 atau 70 tahun sampai Karya Macaulay.

Hume merupakan filosof besar pertama dari era modern yang membuat filosofi naturalistis. Filosofi ini sebagian mengandung penolakan atas prevalensi dalam konsepsi dari pikiran manusia merupakan miniatur dari kesadaran suci; sebuah pernyataan Edward Craig yang dimasukan dalam doktrin ‘Image of God’.Doktrin ini diasosiasikan dengan kepercayaan dalam kekuatan akal manusia dan penglihatan dalam realitas, dimana kekuatan yang berisi seritikasi Tuhan. Skeptisme Hume datang dari penolakannya atas ideal di dalam’.

Hume sangat dipengaruhi oleh empirisis John Locke dan George Berkeley, dan juga bermacam penulis berbahasa Perancis seperti Pierre Bayle, dan bermacam figur dalam landasan intelektual berbahasa Inggris seperti Isaac Newton, Samuel Clarke, Francis Hutcheson, Adam Smith, dan Joseph Butler.

BAB III

PENUTUP

       Seperti poin pertama di atas, bahwa masa modern ialah identitas dari filsafat modern yang tentunya juga memiliki peranan yang sangat penting dalam konsep pemikiran pada masa modern. Masa modern terjadi setelah adanya gerakan Renaissance, dimana gerakan ini juga yang berperan dalam konsep pemikiran modern. Konsep pemikiran yang mengacu pada gerakan keagamaan, hal ini bertujuan terciptanya proses kehidupan yang lebih baik dengan keagamaan sebagai landasannya.

       Prinsip keagamaan disini diupayakan tergabung dengan konsep pemikiran yang terbuka terhadap kebebasan, yang tak hanya patuh dan terbebani oleh gereja. Dalam prosesnya, hal ini di cetuskan oleh Rene Descartes. Descartes sangat berjasa dalam proses perkembangan ini. Kehidupan akan lebih baik bila unsur agama dan kebebasan dipersatukan dan menjadi sebuah pedoman, pemikiran pun tercipta secara rasional.

       Namun dalam perkembangannya, unsur kebebasan semakin diperhatikan lewat tentangan dari beberapa filosof lain yang kurang menyetujui konsep Descartes ini. Yang menurutnya pengetahuan ialah sesuatu yang nyata dan hanya bisa dibuktikan dengan pengamatan secara empiris (Locke & Hume). Setelahnya ada pertentangan-pertentangan lain yang menyebutkan bahwa dalam proses pembuktian ilmu pengetahuan tak hanya secara empirisme namun juga secara rasional, disini tak perlu lagi terkekang oleh gereja (Kant).

       Pada dasarnya konsep pemikiran pada masa modern ini didasarkan oleh dua hal tersebut yaitu pembuktian secara filsafatis/rasional dan juga empiris/nyata, yang tak hanya terpaut pada keagamaan sebagai segala sumber pemikiran. Mereka cenderung lebih berpikir kritis dan nyata dalam perkembangannya.

       Setelah ditemukannya konsep pemikiran yang demikian muncullah beberapa filosof yang memiliki pemikiran sendiri tentang proses kehidupan seperti Charles Darwin, Paul Natorp dll. Dan perkembangan ilmu pengetahuan ini pun tak hanya akan berhenti disini tetapi akan terus berkembang sejalan dengan arus perkembangan jaman.

 

Dartar Pustaka

Akhmadi, Asmoro. 2007. Filsafat Umum. Jakarta:PT. RajaGrafindo Persada.  http://id.wikipedia.org/wiki.

http://psychoexpo.blogspot.com/2010/05/kehendak-buta-filsafat-arthur.html.

 

____________

Disusun Oleh:

Eka Fatmasari

STKIP PGRI Pacitan

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s