Pengertian Dan Ruang Lingkup Filsafat Ilmu

Dipahami dalam arti luas yakni sebagai kemajuan progresif pengetahuan manusia atas alam usaha intelektual terhadap ilmu semula merupakan bagian penting filsafat. Kurang lebih seratus tahun yang lalu, fisika teoretis berkenaan dengan perdebatan fundamental mengenai alam fisik masih dilukisksn sebagai “filsafat alamiah”. Hal ini dimaksudkan untuk membedakannya dari dua bagian utama filsafat lainnya yaitu filsafat moral dan filsafat metafisik yang belakangan merupakan studi mengenai sifat dasar terdalam realist atau yang ada juga disebut ontologi. Tujuan studi filsafat adalah mengantarkan seseorang ke dalam dunia filsafat, sehingga minimal dia dapat mengetahui apakah filsafat, maksud dan tujuannya. Menurut Prof. Dr. Notonagoro, yang dikenal sebagai ilmuwan filsafat Indonesia dan ahli pikir filsafat pancasila, studi filsafat dimaksudkan untuk “pendidikan mental”. Pendidikan umum yang dimaksudkan adalah cara atau bentuk mentalitas filsafat yang memuat tujuan khusus dan tujuan umum. Adapun tujuan hususnya adalah menjadikan manusia yang berilmu. Sedangkan tujuan umumnya adalah menjadikan manusia yang susila. Filsafat akan mengajarkan kepada kita tentang kesadaran, kemauan, dan kemampuan manusia sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk individu, makhluk social, dan makhluk Tuhan untuk diaplikasikan dalam hidup.

Dalam pokok bahasan ini akan diuraikan mengenai: a.) pengertian filsafat, b.) objek filsafat, c.) ciri-ciri pemikiran filsafat, d.) cabang-cabang filsafat, e.) kedudukan ilmu, filsafat, dan agama, f.) kegunaan mempelajari filsafat, dan g.) metode-metode filsafat.

 

B. PEMBAHASAN

a). Pengertian filsafat

Kata filsafat berasal dari kata yunani filosofia, yang berasal darikata kerja filosofein yang berarti mencintai kebijaksanaan. Kata tersebut juga berasal dari kata yunani philosophis yang berasal dari kata kerja philein yang berarti mencintai, atau philia yang berarti cinta, dan Sophia yang berarti kearifan. Dari kata tersebut lahirlah kata inggris philosophy yang biasanya diterjemahkan sebagai “cinta kearifan”. Sedang ilmu yang dikemukakan oleh Mohammad Hatta adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya, maupun menurut kedudukannya tampak dari luar, maupun menurut hubungannya dari dalam.

Beberapa konsep mengenai filsafat ilmu:

1. Konsep al farabi

Filsafat adalah ilmu yang menyelidiki hakikat yang sebenarnya dari segala yang ada.

2. Konsep Cicero

Filsafat sebagai ibu dari semua seni (the mother of all the art).

3. Konsep jhon dewey

Filsafat sebagai suatu alat untuk membuat penyesuaian diantara yang lama dan yang baru dalam suatu kebudayaan.

Beberapa pendapat tentang filsafat ilmu, diantaranya:

Menurut A. Cornelius Benjamin filsafat ilmu merupakan cabang pengetahuan filsafat yang merupakan telaah sistematis mengenai ilmu, khususnya metode-metodenya, konsep-konsepnya dan praanggapan-praanggapan, serta letaknya dalam kerangka umum cabang-cabang pengetahuan intelektual.

Michael V. Berry berpendapat bahwa filsafat ilmu adalah penelaahan tentang logika interen dari teori-teori ilmiah dan hubungan-hubungan antara percobaan dan teori, yakni tentang metode ilmiah.

Dari uraian di atas akan diperoleh suatu gambaran bahwa filsafat ilmu merupakan telaah kefilsafatan yang ingin menjawab pertanyaan mengenai hakikat ilmu, yang ditinjau dari segi ontologis, epistemelogis maupun aksiologisnya. Dengan kata lain filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemologi (filsafat pengetahuan) yang secara spesifik mengakaji hakikat ilmu.

b). Objek Filsafat

Ada dua objek filsafat yakni objek materi dan objek forma. Objek materi adalah hal atau bahan yang diselidiki (hal yang dijadikan sasaran penyelidikan). Sedangkan objek forma adalah sudut pandang (point of view), dari mana hal atau bahan tersebut dipandang. Bagaimana dengan objek materi dan objek formanya filsafat?

Objek materi filsafat adalah segala sesuatu yang ada dalam kenyataan, pikiran, dan kemungkinan. Sedangkan objek forma filsafat adalah menyeluruh secara umum artinya dalam hal tertentu dianggap benar selama tidak merugikan kedudukan filsafat sebagai ilmu.

Menurut Ir. Poedjawijatna, objek materi filsafat tersebut sama dengan objek materi dari ilmu seluruhnya namun yang menentukan perbedakan ilmu yang satu dengan yang lainnya adalah objek formanya sehingga kalau ilmu membatasi diri dan berhenti pada dan berdasarkan pengalaman sedangkan filsafat tidak membatasi diri, filsafat hendak mencari keterangan yang sedalam-dalamnya, inilah objek forma filsafat.

c). Ciri – ciri Pemikiran Filsafat

Menurut Clarence I. Lewis seorang ahli logika mengatakan bahwa filsafat itu     sesungguhnya suatu proses refleksi dari bekerjanya akal. Beberapa ciri yang dapat mencapai derajat pemikiran filsafat adalah sebagai berikut:

1. Pemikiran filsafat mempunyai kecenderungan sangat umum, dan tingkat keumumannya sangat tinggi.

2. Tidak faktual atau spekulatif, yang artinya filsafat membuat dugaan-dugaan yang masuk akal mengenai sesuatu dengan tidak berdasarkan pada bukti.

3. Bersangkutan dengan nilai, C. J. Ducase mengatakan bahwa filsafat merupakan usaha untuk mencari pengetahuan, berupa fakta-fakta, yang disebut penilaian.

4. Berkaitan dengan arti, para filosof harus dapat menciptakan kalimat-kalimat yang logis dan bahasa yang tepat (ilmiah) untuk menghindari kesalahan/sesat pikir (fallacy).

5. Implikatif, pemikiran filsafat yang dinamis, baik dan terpilih yang dapat menyuburkan intelektual.

 

d). Cabang – Cabang Filsafat

Filsafat dapat dikelompokkan menjadi empat bidang induk sebagai berikut:

1. Filsafat tentang pengetahuan, terdiri dari:

a. Epistemologi, membicarakan mengenai sumber-sumber, karakteristik, dan kebenaran pengetahuan.

b. Logika, bidang pengetahuan yang mempelajari segenap asas, aturan, dan tata cara penalaran yang betul (correct reasoning).

c. Kritik ilmu-ilmu.

2. Filsafat tentang keseluruhan kenyataan, terdiri dari:

a.  Metafisika umum (ontologi), memuat suatu bagian                                                    persoalan filsafat.

b. Metafisika khusus terdiri dari: teologi metafisik, antropologi, dan   kosmologi.

3. Filsafat tentang tindakan terdiri dari: etika dan estetika, yaitu satu cabang filsafat yang membicarakan tindakan manusia, dengan penekanan yang baik dan yang buruk.

4. Sejarah Filsafat, adalah laporan suatu peristiwa yang berkaitan dengan pemikiran filsafat.

 

e). Kedudukan Ilmu, Filsafat, dan Agama

Ilmu, filsafat, dan agama mempunyai hubungan yang terkait dan reflektif dengan manusia. Ilmu berdasarkan pada akal pikir lewat pengalaman dan filsafat mendasarkan pada otoritas akal murni secara bebas dalam penyelidikan terhadap kenyataan dan pengalaman terutama dikaitkan dengan kehidupan manusia. Sedangkan agama mendasarkan pada konsep-konsep tentang kehidupan dunia, terutama konsep-konsep tentang moral.

Menurut Prof. Nasroen, S.H., mengemukakan bahwa filsafat yang sejati haruslah berdasarkan pada agama. Apabila filsafat tidak berdasar pada agama maka filsafat tersebut tidak akan memuat kebenaran objektif karena yang memberikan penerangan dan putusan adalah akal pikiran.

f. Beberapa Kegunaan Mempelajari Filsafat

a).   Akan menambah ilmu pengetahuan dan cakrawala pengetahuan.

b).   Dasar semua tindakan adalah ide karena ide yang akan membawa manusian ke arah suatu kemampuan untuk merentang kesadarannya dalam segala tindakan.

c).   Ilmu filsafatlah yang dapat diharapkan mampu memberikan manusia suatu integrasi dalam membantu mendekatkan manusia pada nilai-nilai kehidupan.

 

g. Metode – Metode Filsafat

Dalam bidang filsafat terdapat beberapa metode. Metode berasal dari kata meta-hodos, artinya menuju, melalui cara, jalan. Metode sering diartikan sebagai jalan berpikir dalam bidang keilmuwan. Metode dalam bidang filsafat adalah sebagai berikut.

a.       Metode kritis, yaitu dengan menganalisis istilah dan pendapat, dengan mengajukan pertanyaan secara terus menerus sampai hakikat yang ditanyakan.

b.       Metode intuitif, yaitu dengan melakukan introspeksi intuitif, dengan memakai simbol-simbol.

c.       Metode analisis abstraksi, yaitu dengan jalan memisah-misahkan atau menganalisis di dalam angan-angan hingga sampai pada hakikat.

 

 

C. PENUTUP

Filsafat itu bersifat universal (umum), yaitu segala sesuatu yang ada [realita] sedangkan obyek material ilmu [pengetahuan ilmiah] itu bersifat khusus dan empiris. Artinya, ilmu hanya terfokus pada disiplin bidang masing-masing secra kaku dan terkotak-kotak, sedangkan kajian filsafat tidak terkotak-kotak dalam disiplin tertentu

Filsafat itu bersifat non fragmentaris, karena mencari pengertian dari segala sesuatu yang ada itu secara luas, mendalam dan mendasar. Sedangkan ilmu bersifat fragmentaris, spesifik dan intensif.

Dari sinilah lahir ilmu-ilmu pengetahuan yang selanjutnya berkembang menjadi lebih terspesialisasi dalam bentuk yang lebih kecil dan sekaligus semakin aplikatif dan terasa manfaatnya. Filsafat sebagai induk dari segala ilmu membangun kerangka berfikir dengan meletakkan tiga dasar utama, yaitu ontologi, epistimologi dan axiologi. Maka Filsafat Ilmu merupakan bagian dari epistimologi (filsafat ilmu pengetahuan yang secara spesifik mengkaji hakekat ilmu (pengetahuan ilmiah).

DAFTAR PUSTAKA

Achmadi Asmoro. 2007. Filsafat Umum. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada

R. Ravertz Jerome. 2004. Filsafat Ilmu (Sejarah dan Ruang Lingkup Bahasan).  (Terjemahan Saut Pasaribu). Oxford: University Press. [Buku asli diterbitkan tahun 1982]

A. Mustofa, Filsafat Islam, 2004, Bandung: Pustaka Setia

Jujun Suriasumantri, Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer, 2005, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Yusuf Qardhawi, Al-Qur’an Berbicara tentang Akal dan Ilmu Pengetahuan, 1998, Jakarta: IKAPI

 

*) Eka Suci Murdianingsih, adalah mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Kelas A. Makalah disusun guna memenuhi sebagian tugas individu dalam mata kuliah Filsafat Ilmu Tahun Akademik 2012/2013 dengan dosen pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s