Kelebihan dan Kekurangan Teori Kognitif dan Konstruktivistik

Kelebihan:

  1. Melatih siswa untuk melakukan sebuah tugas dengan cara yang sama memampukan konsistensi.
  2. Mengarahkan guru untuk mengenal struktur kognitif siswa secara individu sehingga dapat lebih mengembangkan kemampuan siswa.
  3. Menjelaskan tingkat perkembangan kognitif manusia mulai bayi hingga dewasa sehingga memudahkan untuk memilih pelajaran yang tepat bagi anak di usia tertentu.
  4. Teori ini cocok untuk mempelajari materi pelajaran yang lebih rumit yang membutuhkan pemahaman dan untuk berkreasi menciptakan sesuatu bentuk atau ide baru.

 

Kelemahan:

  1. Siswa mempelajari sebuah cara menyelesaikan sebuah tugas, tapi ia mungkin tidak mencari cara terbaik, atau disesuaikan dengan siswatersebut atau situasinya. Misalnya login ke internet pada satu komputer mungkin tidak sama seperti login pada komputer lain.
  2. Dianggap lebih dekat kepada psikologi belajar daripada teori belajar, sehingga aplikasinya dalam proses belajar menjadi tidak mudah.
  3. Susah di praktekkan secara murni sebab seringkali kita tidak mungkin memahami teori kognitif tersebut menjadi bagian-bagian yang jelas batasannya. Sering juga pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki siswa itu sudah terlalu kompleks untuk identifikasi secara tuntas, apabila hanya dengan satu atau dua pretest.

 

TEORI KONSTRUKTIVISTIK

Kelebihan:

  1. Siswa mampu menafsirkan realita-realita, menjadi mampu dengan lebih baik menghadapi situasi kehidupan nyata. Jika seorang siswa bisa menyelesaikan masalah, mereka mungkin menggunakan pengetahuan yang mereka punyai dengan lebih baik sebuah situasi baru.
  2. Berfikir dalam proses membina pengetahuan baru, siswa berfikir untuk menyelesaikan masalah dan membuat keputusan.
  3. Siswa terlibat secara langsung dalam membina pengetahuan baru, mereka akan lebih paham dan boleh mengaplikasikannya dalam semua situasi.
  4. Siswa terlibat langsung secara aktif, mereka akan ingat lebih lama semua situasi atau konsep. Melalui pendekatan ini siswa membina sendiri kepahaman mereka. Justru mereka lebih yakin menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam situasi baru.
  5. Kemahiran sosial diperoleh apabila berinteraksi dengan rekan dan guru dalam membina pengetahuan baru.
  6. Mereka terlibat secara terus, paham, ingat, yakin dan berinteraksi dengan sehat, maka mereka akan merasa belajar dalam membina pengetahuan baru.

 

Kelemahan:

  1. Dalam proses belajar dimana peran guru sebagai pendidik sepertinya kurang begitu mendukung
  2. Perlu latihan adaptasi terlebih dahulu untuk dapat belajar mandiri dalam mengkonstruksi atau membina pengetahuannya.
  3. Ketidaksediaan siswa untuk merancang strategi berfikir dan menilai sendiri teori pengajaran berdasarkan pengalaman sendiri.
  4. Situasi dan kondisi setiap sekolah tidak sama, karena tidak semua sekolah memiliki sarana dan prasaran yang dapat membantu keaktifan dan kreativitas siswa.

 

___________

NAMA: FAISHAL IQOMATUL HAQ

KELAS: PBI I/II/A

NIM: 1388203012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s