Jenis Pengetahuan dan Ukuran Kebenaran

Manusia mempunyai rasa ingin tahu dalam berbagia hal. Setiap orang mempunyai rasa ingin tahu yang berbeda-beda. Karena manusia juga dipengaruhi oleh faktor usia atupun peradaban dimana hal itu yang membuat rasa ingin tahu seseorang berbeda. Jika seseorang itu berada dalam peradaban yang modern, tentu mempunyai peradaban yang berbeda dengan orang yang peradabannya masih terbelakang. Jika usia seseorang masih anak-anak tentu rasa ingin tahunya berbeda dengan orang yang sudah dewasa.

Rasa ingin tahu didasari (ontologi), sedangkan didasari pada bagaimana dan mengapa peristiwa tersebut dapat terjadi (epistimologi), dan untuk apa peristiwa tersebut dipelajari (aksiologi). Landasan ontologi, epistimologi, dan aksiologi merupakan landasan pengetahuan. Ketiga landasan tersebut saling terkait dan tidak bisa dipisahkan. Ketiga landasan tersebut digunakan untuk mengetahui apa sebenarnya pengetahuan itu dan bagaimanakah yang disebut pengetahuan itu.

Pengetahuan sangat luas artinya jika kita ingin memahami apa itu pengetahuan. Sejak kecil kita sering mendengar istilah tersebut. Bahkan istilah pengetahuan dan ilmu seringkali disama artikan. Membicarakan pengetahuan tentu akan terfikir apakah pengetahuan itu benar atau apa yang menjadi acuan bahwa itu adalah sebuah pengetahuan yang benar. Untuk mengetahui pengetahuan diperlukan ukuran kebenaran sehingga kita dapat menyimpulkan bagaimana yang disebut pengetahuan itu.

HAKIKAT PENGETAHUAN DAN SUMBER PENGETAHUAN

Hakikat Pengetahuan

Rumusan pengetahuan menurut Plato yang menyatakan pengetahuan sebagai kepercayaan sejati yang dibenarkan (justified true belief). Ini berarti bahwa pengetahuan itu adalah keyakinan dalam mempercayai sesuatu dan terdapat bukti yang mendukung tentang adanya kebenaran itu. Pengetahuan merupakan usaha untuk mengetahui sesuatu. Menurut WHO (1992) pengetahuan diperoleh dari pengalaman, selain itu juga dari guru, orang tua, buku, dan media masa. Ini berarti pengetahuan diperoleh dari sesuatu yang pernah kita alami atau pengalaman. Sedangkan menurut Noto Atmodjo (2003), pengetahuan merupakan hasil dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Jadi kita merasakan apa yang terjadi di sekitar kita dengan menggunakan indera kita.

Menurut Drs. Sidi Gazalba pengetahuan adalah apa yang diketahui atau hasil pekerjaan tahu. Pekerjaan tahu tersebut adalah hasil dari kenal, sadar, insaf, mengerti dan pandai. Pengetahuan adalah semua milik atau isi pikiran. Dalam kamus filsafat dijelaskan bahwa pengetahuan adalah proses kehidupan yang diketahui manusia secara langsung dari kesadarannya sendiri.

Menurut Slamet Hariyanto secara etimologi pengetahuan berasal dari kata dalam bahasa Inggris yaitu knowledge. Dalam Encyclopedia of Philosophy dijelaskan bahwa difinisi pengetahuan adalah kepercayaan yang benar (knowledge is justified true belief). Sedangkan secara terminologi definisi pengetahuan ada beberapa definisi.

  1. Pengetahuan adalah apa yang diketahui atau hasil pekerjaan tahu. Pekerjaan tahu tersebut adalah hasil dari kenal, sadar, insaf, mengerti dan pandai. Pengetahuan itu adalah semua milik atau isi pikiran. Dengan demikian pengetahuan merupakan hasil proses dari usaha manusia untuk tahu.
  2. Pengetahuan adalah proses kehidupan yang diketahui manusia secara langsung dari kesadarannya sendiri. Dalam hal ini yang mengetahui (subjek) memiliki yang diketahui (objek) di dalam dirinya sendiri sedemikian aktif sehingga yang mengetahui itu menyusun yang diketahui pada dirinya sendiri dalam kesatuan aktif. Pengetahuan adalah segenap apa yang kita ketahui tentang suatu objek tertentu, termasuk didalamnya ilmu, seni dan agama. Pengetahuan ini merupakan khasanah kekayaan mental yang secara langsung dan tak langsung memperkaya kehidupan kita.

Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa pengetahuan adalah sesuatu yang didapat manusia dari rasa ingin tahu dan dibuktikan dengan kebenaran yang ada. Pengetahuan membuat orang menjadi tahu, bahkan terkadang kita yang mengalaminya sendiri.

Dalam pengetahuan terdapat dua aspek yang berbeda, antara lain:

  1. Hal-hal yang diperoleh. Pengetahuan seperti ini mencakup tradisi, keterampilan, informasi, pemikiran-pemikiran, dan akidah-akidah yang diyakini oleh seseorang dan diaplikasikan dalam semua kondisi dan dimensi penting kehidupan.
  2. Realitas yang terus berubah. Sangat mungkin pengetahuan itu diasumsikan sebagai suatu realitas yang senantiasa berubah.

Sumber pengetahuan

  1. Intuisi

Intuisi merupakan salah satu sumber pengetahuan yang didapatkan tanpa melalui proses penalaran tertentu. Menurut Henry Bergson intuisi adalah hasil dari evolusi pemahaman yang tertinggi. Intuisi adalah suatu pengetahuan yang langsung, yang mutlak dan bukan pengetahuan yang nisbi. Intuisi mengatasi sifat lahiriyah pengetahuan simbolis, yang pada dasarnya bersifat analisis, menyeluruh, mutlak, dan tanpa dibantu oleh penggambaran secara simbolis. Karena itu, intuisi adalah sarana untuk mengetahui secara langsung dan seketika. Intuisi bersifat personal dan tidak bisa diramalkan. Sebagai dasar untuk menyusun pengetahuan secara teratur, intuisi tidak dapat diandalkan. Pengetahuan intuisi dapat dipergunakan sebagai hipotesa bagi analisis selanjutnya dalam menentukan benar tidaknya pernyataan yang dikemukakan. Kegiatan intuisi dan analisis bisa bekerja saling membantu dalam menemukan kebenaran.

  1. Empiris

Kata ini berasal dari kata Yunani empirikos yang artinya pengalaman. Manusia memperoleh pengetahuan melalui pengalamannya. Pengetahuan manusia itu dapat diperoleh melalui pengalaman yang konkret melalui pancaindra manusia. Sumber pengetahuan adalah pengamatan. Pengamatan memberikan dua hal, yakni kesan-kesan (impressions) dan pengertian-pengertian atau ide-ide (ideas). Yang dimaksud kesan-kesan adalah pengamatan langsung yang diterima dari pengalaman, seperti merasakan tangan terbakar. Yang dimaksud dengan ide adalah gambaran tentang pengamatan yang samar-samar yang dihasilkan dengan merenungkan kembali atau terefleksikan dalam kesan-kesan yang diterima dari pengalaman. Akal tidak berfungsi banyak, kalaupun ada, itu pun sebatas ide yang kabur.

  1. Rasional

Pengetahuan rasional atau pengetahuan yang bersumber dari akal. Pengetahuan di tangkap menggunakan akal. Dimana manusia akan memproses pengetahuan yang di dapat dari penggunaan indera dengan akalnya.

  1. Wahyu

Wahyu juga merupakan salah satu sumber pengetahuan, yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia. Pengetahuan semacam ini hanya disalurkan lewat makhluk-makhluk pilihan-Nya. Agama, merupakan sumber pengetahuan yang bukan saja mengenai kehidupan sekarang yang terjangkau pengalaman/empiri, tetapi juga mencakup masalah-masalah seperti latar belakang penciptaan manusia, tentang kehidupan kemudian di akhirat nanti, dan sebagainya.

JENIS-JENIS PENGETAHUAN

Menurut Buhanuddin Salam pengetahuan yang dimiliki manusia ada empat, yaitu:

  1. Pengetahuan biasa, yakni pengetahuan yang dalam filsafat dikatakan dengan istilah common sense, dan sering diartikan dengan good sense, karena seseorang memiliki sesuatu dimana ia menerima secara baik. Common sense diperoleh dari pengalaman sehari-hari seperti air dapat dipakai untuk menyiram bunga, makanan dapat memuaskan rasa lapar, musim kemarau akan mengeringkan sawah, dan sebagainya.
  2. Pengetahuan ilmu, yaitu ilmu sebagai terjemahan dari science. Ilmu dapat merupakan suatu metode berpikir secara objektif untuk menggambarkan dan memberi makna terhadap dunia faktual. Pengetahuan yang diperoleh dengan ilmu, diperolehnya melalui observasi, eksperimen, klasifikasi. Seperti bumi berputar pada porosnya, air termasuk unsur penting dalam organ tubuh manusia, dan lain sebagainya.
  3. Pengetahuan filsafat, yaitu pengetahuan yang diperoleh dari pemikiran yang bersifat kontemplatif dan spekulatif. Pengetahuan filsafat lebih menekankan pada universalitas dan kedalaman kajian tentang sesuatu. Kalau ilmu hanya pada satu bidang pengetahuan yang sempit dan rigid, filsafat membahas hal yang lebih luas dan mendalam. Seperti apa hakikat manusia, hakikat tuhan, mengapa diciptakan manusia, dst. Itu merupakan pemikiran filsafat.
  4. Pengetahuan agama, yaitu pengetahuan yang hanya diperoleh dari Tuhan lewat para utusan-Nya. Pengetahuan agama bersifat mutlak dan wajib diyakini oleh para pemeluk agama dan mengandung beberapa hal pokok yaitu ajaran tentang cara berhubungan dengan Tuhan. Selain itu, iman kepada Hari Akhir merupakan ajaran pokok agama dan sekaligus merupakan ajaran yang membuat manusia optimis akan masa depannya.

UKURAN KEBENARAN

Setiap manusia pasti mencari kebenaran dalam berbagaia hal. Kebenaran itu banyak dan bermacam-macam. Untuk mencari kebenaran itu diperlukan usaha agar kita dapat menemukan kebenaran itu. Manusia terkadanag sudah menganggap dirinya berada dalam daerah yang paling benar. Mereka merasa apa yang diyakininya sekarang adalah yang paling benar. Namun apa sebenarnya kebenaran itu?

Menurut Jujun Suriasumantri (1987: 76), kebenaran adalah suatu sifat dari kepercayaan dan diturunkan dari kalimat yang menyatakan kepercayaan tersebut. Jadi kebenaran itu bisa disebut kepercayaan seseorang pada suatu hal.

Teori Kebenaran

Menurut Michael Williams terdapat lima teori kebenaran, yaitu:

  1. Koherensi adalah ada kesesuaian atau keharmonisan dengan sesuatu yang memiliki hirarki lebih tinggi, hal ini dapat berupa skema, sistem, atau nilai.
  2. Kebenaran Korespondensi adalah berfikir benar korespondensi adalah berfikir tentang terbuktinya sesuatu itu relevan dengan sesuatu yang lain. Korespondensi relevan dibuktikan adanya kejadian sejalan atau berlawanan arah antara fakta dengan fakta yang diharapkan (positifisme), antara fakta dengan belief yang diyakini, yang sifatnya spesifik.
  3. Kebenaran Performatif adalah ketika pemikiran manusia menyatukan segalanya dalam tampilan aktual dan menyatukan apapun yang ada dibaliknya, baik yang praktis, yang teoritik, maupun yang filosofik.
  4. Kebenaran Pragmatik adalah yang benar adalah yang konkret, yang individual, dan yang spesifik, kebenaran merupakan korespondensi atau kegunaan praktis antara ide dengan fakta.
  5. Kebenaran Proposisi adalah sesuatu kebenaran dapat diperoleh karena proposisi benar. Artinya bila sesuai dengan persyaratan formal suatu proposisi atau suatu pernyataan yang berisi banyak konsep kompleks.

Descartes merumuskan pedoman penyelidikan supaya orang jangan tersesat dalam usahanya mencapai kebenaran sebagai berikut:

Pertama, janganlah sekali-kali mnerima sebagai kebenaran, jika tidak ternyata kebenarannya dengan terang benderang, haruslah kita membuang segala prasangka dan janganlah campurkan apapun juga yang tak nampak sejeas-jelasnya kepada kita, hinga tak ada dasar sedikitpun juga untuk sanksi.

Kedua, rincilah tiap kesulitan sesempurna-sempurnanya dan carilah jawaban secukupnya.

Ketiga, aturlah pikiran dan pengetahuan kita sedemikian rupa, sehingga kita mulai dari yamng paling rendah dan sederhana, kemudian meningkat dari sedikit, setapak demi setapak untuk mencapai pengetahauan yang lebih sukar dan lebih ruwet.

Keempat, buatlah pengumpulan fakta sebanyak-banyaknya dan selengkap-lengkapnya dan seumum-umumnya hingga menyeluruh, sampai kita tidak khawatir kalau-kalau ada yang kelewatan.

 

Tingkat Kebenaran

Menurut Afid Burhanuddin berdasarkan scope potensi subjek, maka susunan tingkatan kebenaran itu yaitu :

  1. Tingkatan kebenaran indera adalah tingkatan yang paling sederhana dan pertama yang dialami manusia.
  2. Tingkatan ilmiah, pengalaman-pengalaman yang didasarkan disamping melalui indra, diolah pula dengan rasio.
  3. Tingkat filosofis, rasio dan pikir murni, renungan yang mendalam mengolah kebenaran itu semakin tinggi nilainya.
  4. Tingkatan religius, kebenaran mutlak yang bersumber dari Tuhan yang Maha Esa dan dihayati oleh kepribadian dengan integritas dengan iman dan kepercayaan.

Semua orang pasti menganggap dirinya adalah benar. Kebenaran itu sangat banyak dan bermacam-macam. Tingkat kebenaran yang mendasar adalah kebenaran indera. Ini adalah yang pertama dialami manusia. Kemudian tingkat ilmiah dimana pengalaman-pengalaman yang diterima indera, diolah dengan rasio. Yaitu mengolah dengan kemampuan memahami, menyimpulkan, berpikir secara logis (masuk akal). Yang ketiga filosofis, rasio dan pikir murni, renungan yang mendalam mengolah kebenaran itu semakin tinggi nilainya. Jadi lebih memahami tentang pengetahuan secara mendalam. Untuk yang terakhir yaitu religius, kebenaran mutlak yang bersumber dari Tuhan yang Maha Esa dan dihayati oleh kepribadian dengan integritas dengan iman dan kepercayaan. Jadi kepercayaan kepada Tuhan bahwa Dia lah sumber kebenaran yang mutlak.

 

PERBEDAAN PENGETAHUAN DENGAN ILMU

Kedua istilah tersebut sering kali disamakan pengertiannya. Padahal keduanya mempunyai penjelasan dan ruang lingkup masing-masing. Hal ini sering kita jumpai dalam berbagai karangan yang membicarakan tentang ilmu pengetahuan. Namun jika kedua kata tersebut berdiri sendiri, akan tampak perbedaan antara keduanya.

Pengetahuan adalah apa yang diketahui oleh manusia atau hasil pekerjaan manusia dari tidak tahu menjadi tahu. Pengetahuan adalah milik atau isi pikiran manusia yang merupakan hasil dari proses usaha manusia untuk tahu. Dari proses itu manusia akan mendapat pengetahuan.

Ilmu adalah pengetahuan yang telah disusun secara sistematis. Seseorang yang ingin berilmu perlu memiliki pengetahuan yang banyak dan memiliki pengetahuan di bidang akademik. Ilmu tidak didapat secara instan, namun perlu adanya usaha untuk mendapatkan ilmu itu. Untuk berpengetahuan kita hanya menggunakan indra kita. Namun seseorang yang ingin berilmu akan menangkap masalah, membuat hipotesa, mengadakan penelitian, membuat pembahasan secara kritis dan kemudian mendapat ilmu. Ilmu yang ditemukan sendiri,

Jadi perbedaannya adalah bahwa pengetahuan dapat kita dapat dengan usaha atau mengalaminya, sedangkan ilmu adalah pengetahuan yang telah disusun secara sistematis. Pada ilmu terdapat teori-teori yang mendukung. Semua ilmu adalah pengetahuan, namun tidak semua pengetahuan adalah ilmu.

 

KESIMPULAN

Manusia mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi terhadap berbagai macam hal. Dan manusia juga selalu ingin mencari kebenaran. Mereka juga menganggap apa yang diyakininya sekarang adalah yang paling benar. Rasa ingin tahu didasari (ontologi), sedangkan didasari pada bagaimana dan mengapa peristiwa tersebut dapat terjadi (epistimologi), dan untuk apa peristiwa tersebut dipelajari (aksiologi).

Pengetahuan adalah sesuatu yang didapat manusia dari rasa ingin tahu dan dibuktikan dengan kebenaran yang ada. Pengetahuan membuat orang menjadi tahu, bahkan terkadang kita yang mengalaminya sendiri. Dalam pengetahuan terdapat dua aspek yang berbeda, antara lain:hal-hal yang diperoleh, yaitu pengetahuan seperti ini mencakup tradisi, keterampilan, informasi, pemikiran-pemikiran, dan akidah-akidah yang diyakini oleh seseorang dan diaplikasikan dalam semua kondisi dan dimensi penting kehidupan. Realitas yang terus berubah. Sangat mungkin pengetahuan itu diasumsikan sebagai suatu realitas yang senantiasa berubah.

 

Ada beberapa sumber pengetahuan, yaitu :

  1. Pengetahuan biasa, yakni pengetahuan yang dalam filsafat dikatakan dengan istilah common sense, dan sering diartikan dengan good sense,
  2. Pengetahuan ilmu, yaitu ilmu sebagai terjemahan dari science.
  3. Pengetahuan filsafat, yaitu pengetahuan yang diperoleh dari pemikiran yang bersifat kontemplatif dan spekulatif.
  4. Pengetahuan agama, yaitu pengetahuan yang hanya diperoleh dari Tuhan lewat para utusan-Nya.

Menurut Michael Williams terdapat lima teori kebenaran, yaitu: koherensi, kebenaran korespondensi, kebenaran performatif, kebenaran pragmatik, kebenaran proposisi. Perbedaan ilmu dan pengetahuan adalah bahwa pengetahuan dapat kita dapat dengan usaha atau mengalaminya, sedangkan ilmu adalah pengetahuan yang telah disusun secara sistematis. Pada ilmu terdapat teori-teori yang mendukung. Semua ilmu adalah pengetahuan, namun tidak semua pengetahuan adalah ilmu.

 

DAFTAR PUSTAKA

Blogspot. 2013. Pengertian Pengetahuan Menurut Para Ahli”. 2 Mei.

Burhanuddin, Afid. “Ukuran Kebenaran”. Dalam   https://afidburhanuddin.wordpress.com. 2 Mei.

Hendriyanto, A. 2012. Filsafat Ilmu. Surakarta: Cakrawala Media.

Surajiyo. 2008. Filsafat Ilmu. Jakarta: Bumi Aksara.

http://www.wikipedia. 2013. “Pengetahuan”. 2 Mei.

 

______________

*) Arin Firtia Wati, penulis adalah mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Progam Studi Pendidikan Bahasa Inggris kelas A. Makalah disusun guna memenuhi sebagian tugas individu pada mata kuliah Filsafat Ilmu tahun akademik 2013/2014 dengan dosen pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s