Transparansi Pembiayaan Pendidikan

Materi ini membahas tentang konsep ekonomi dan pembiayaan pendidikan, khususnya keterkaiatan pendidikan dengan ekonomi secara makro yang mengandung implikasi terhadap kebijakan dalam pembiayaan pendidikan. Dalam hubungan ini pendidikan di pandang sebagai alat vital dalam memajukan dan membuat suatu bangsa menjadi moderen, mempunyai ketangguahan dalam menghadapi permasalahan kehidupannya. Pendidikan merupakan faktor yang dapat menentukan kwalitas hidup atau meningkatkan standar hidup suatu bangsa juga merupakan tujuan utama ekonomi melalui pemenuhan kebutuahan barang dan jasa dalam mencapai kepuasan hidup. (R.L. John,E.Morphet K.A., 1985).

Secara umum, konsep biaya itu mulai berlaku dalam produksi barang atau jasa, dimana biaya erat kaitannya dengan transaksi ekonomi yang dilakukan oleh produsen, penjualan, pembelian atau konsumen dalam bentuk uang atau monoter. Marshall dan J, Hallk, 1985, menyatakan bahw terdapat perbedaan antara biaya yang sebenarnya yang berhubungan dengan usaha atau pengorbanan yang di perlukan untuk meproduksi barang dan jasa dengan biaya yang terdiri dari pengeluaran untuk membayar para pemilaik factor produksi.

 

  1. KONSEP PEMBIAYAAN PENDIDIKAN
    1. KONSEP DASAR EKONOMI

1.1.    KARAKTERISTIK ILMU EKONOMI

Beberapa karakteristik ilmu ekonomi antara lain sebagai berikut:

  • Pertama, ilmu ekonomi menanyakan barang apa (what) barang apa yang akan di prodoksi, bagaimana (how) barang dan jasa itu diprodoksi, dan untuk siapa (for whom) barang dan jasa itu di prodoksi.
  • Kedua, ilmu ekonomi menganalisais setiap gerakan dan perubahan yang terjadi dalam keseluruhan ekonomi; seperti kecenderungan dalam harga, hasil produksi, pengangguran dan perdagangan did ala dan di luar negeri.
  • Ketiga, ilmu ekonomi mempelajari perdagangan di antara berbagai Negara. Ilmu ini membantu menjelaskan mengapa Negara- Negara mengekspor komoditi tertentu dan mengimpor ang lain.
  • Keempat, ilmu ekonomi merupakan ilmu mengenai pilihan, yaitu bagaimana orang memilih dalam menggunakan berbagai sumber daya yang relative terbatas atau langka (scarcity), seperti tenaga kerja, mesin dan perlatan, uang untuk memprodoksi atau menghasilakan berbagai komoditas (makan, pakaian, perumahan, dan dan penyalurannya(distribusi)) kepada berbagai kelompok masyarakat yang memakai atau mengkonsumsinya.
  • Kelima, ilmu ekonomi merupakan suatu studi tentang uang, perbankan, modal dan kekayaan.
  • Keenam, ilmuekonomi merupakan suatu displin yang berkenaan dengan efisiensi.
  • Ketuju, ilmu ekonomi dapat di pandang sebagai studi tentang produksi dan distribusi semua sumber –sumber yang langka.
  1.  KONSEPDASAR PENDIDIKAN.

2.1.   KARAKTERISTIK ILMU EKONOMI

Menurut ahli pendidikan yang terkenal dengan bukuya Beknopte Theoretische    Pa Pedagogik, bernama M.J. Langefeld, seorang penganut aliran fenomenologi dari Belanda, ilmu pendidikan di pandang sebagainilmu teoretis dan ilmu praktis mempelajari proses pembentukan kepribadian manusia yang dirancangkan secara sistematis dalam proses interaksi antara pendidikan dengan peserta didik, baik di dalam maupun di luar sekoalah.

Ilmu pendidikan mempelajari proses pembentukan kepribadian manusia dengan kegiatan belajar yang dirancang secara sadar dan sistematik dalam interaksi antara pendidikan dengan peserta didik. Menurut Rochman Natawijaya (1995), kepribadian adalah kondisi dinamis yang merupakan keterpaduan antara pola piker, pola sikap, dan pola tindakan individu.

Dalam kamus Webster’s New World Dictionary (1962) pendidikan di rumuskan sebagai proses pengembangan dan latihan yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan kepribadian, terutama yang dilakukan oleh individu atau organisasi belajar.

  1. KOMPONEN- KOMPONEN ILMU PENDIDIKAN

Bertolak dari landasan filosofis, psikologis, dan social budaya dan nilai- nialai yang menjadi acuan, ilmu pendidikan yang membentuk batang tubuh ilmu bergantung pada komponen- komponen sebagai berikut:

  1. Kurikulum

Kurikulum merupakan komponen ilmu pendidikan yang berkenaan dengan tujuan dan bahasa acuan interaksi, baik yang bersifat exsplisit maupun implicit/ tersembunyi.

  1. Belajar

Belajar merupakan komponen ilmu pendidikan yang berkenaan dengan proses pelaksanaan interaksi ditinjau dari sudut peserta didik.

  1. Mendidik dan mengajar

Mendidik dan mengajar merupakan komponen ilmu pendidikan yangberkaitan dengan proses pelaksanaan interaksi di tinjau dari sudut pendidikan.

  1. Lingkungan pendidik

Lingkungsn pendidiksn berkenaan dengan situasi dimana interaksi belajar mengajar berlangsung

  1. KONSEP PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA (PSDM)

Sumber daya manusia terdiri dari dimensi kualitatif, tenaga kerja, prestasi tenaga kerja yang memasuki dunia keraj dalam jumlah waktu belajar adalah dimensi kualitatif dari SDM, sedangkan dimensi kuantitatif mencangkup berbagai potensi yang terkandung terhadapada manusia, antaralain pikiran,  pngetahuan, sikap, dan keterampilan yang memberi pengaruh terhadap kpasitas kemampun manusia untuk melaksanakan pekerjapekerjaan yang produktif.

Prinsip-prinsip strategi PSDM sebagai berikut:

1 .  Pembatasan dan peluasan Pendidikan harus diciptakan bersama.

2.   Pengembangan dan pendayagunaan IPTEK .

3.   Reformasi dibidang Pendidikan di Negara ini.

4.   Di Negara yang sudah maju perlu di lakuakan inofasi di tiap bidang sehingga strategi PSDM lebih terfokus pada peningkatan mutu pendidikan tinggi

5.   Berdasarkan hasil analisis kondisi ketenagakerjaan secara lengkap yang mencangkup:

  1. Kebutuhan tenaga kerja.
  2. System pendidikan formal dan nonformal
  3. Struktur tenaga kerja dan penggunaan tenaga kerja terdidik yang berkualitas.

Inventarisasi kebutuhan tenaga kerja dalam jangka pendek berdasarkan pada estimasi  kebutuhan tenaga kerja dalam perspektif jangka panjang.

  1. KONSEP DASAR EKONOMI PENDIDIKAN

Infestasi SDM diperkuat oleh beberapa hasil penelitian yang telah membuktikan pentingya pendidikan dalam menjunjung pertumbuhan ekonomi. Pendekatan didalam analaisis hubungan antar pendidikan dan pertumbuhan ekonomi menggunakan beberapa model, baik yang langsung maupun tidak langsung menghubungkan indikator pendidikan dan indikator ekonomi, seperti model fungsi produksi, analisis kost-benavit, kost-effektiveness.

  1. ANALISIS MANFAAT BIAYA
    1. Konsep biaya pendidikan

Biaya dalam pendidikan langsung dan biaya tidak langsung. Biaya langsung terdiri dari biaya-biaya yang dikeluarkan untuk keperluan pelaksanaan pengajaran dan kegiatan belajar siswa berupa pembelian alat-alat pelajaran, sarana belajar, biaya transportasi dan lain-lain. Sedangkan biaya langsung berupa keuntungan yang hilang dalam bentuk biaya kesempatan yang hilang yang dikorbankan oleh siswa selama belajar. Anggaran biaya pendidikan terdiri dari dua sisi yang berkaitan satu sama lain yaitu sisi anggaran penerimaan dan anggaran pengeluaran untuk mencapai anggaran pendidikan. Anggaran penerimaan adalah pendapatan yang diperoleh setiap tahun oleh sekolah dari berbagai sumber resmi dan diterima secara teratur. Sedangkan anggaran pengeluaran adalah jumlah uang yang dibelanjakan setiap tahun untuk kepentingan pelaksanaan pendidikan di sekolah.

 

  1. Mengukur biaya pendidikan

Konsep biaya pendidikan sifatnya lebih kompleks dari keuntungan. Karena komponen biaya terdiri dari lembaga jenis dan sifatnya. Oleh karena itu biaya pendidikan akan terdiri dari biaya langsung dan tidak langsung atau biaya kesempatan. Biaya pendidikan merupakan dasar empiris untuk memberikan gambaran karakteristik keuangan sekolah.

Di dalam menentukan biaya satuan terdapat dua pendekatan yaitu pendekatan makro dan mikro. Pendekatan makro mendasarkan perhitungan pada keseluruhan jumlah pengeluaran pendidikan yang diterima dari berbagai sumber dana kemudian dibagi jumlah murid. Pendekatan mikro mendasarkan perhitungan biaya berdasarkan alokasi pengeluaran per komponen pendidikan yang digunakan oleh murid.

  1. Pendekatan makro

Karakteristik pendidikan yang mempengaruhi biaya antara lain:

  1. Skala gaji guru dan jam terbang mengajar.
  2. Penataran dan latihan pra jabatan.
  3. Pengelompokan siswa dan di dalam kelas.
  4. Penggunaan metode dan bahan mengajar.
  5. System evaluasi, dan
  6. Supervisi pendidikan
  7. Pendidikan mikro

Satuan biaya ini merupakan fungsi dari besarnya pengeluaran sekolah serta banyaknya murid sekolah. Dengan demikian, suatu biaya ini dapat diketahui dengan membagi seluruh jumlah pengeluaran sekolah setiap tahun dengan jumlah murid sekolah pada tahun yang bersangkutan. Perhitungan satuan biaya pendidikan dapat menggunakan formula sebagai berikut.

 

Sb (s,t) = f [K (s,t) dan M (s,t)]

 

 

 

Keterangan:

Sb  = satua biaya per murid per tahun

K   = jumplah seluruh pengeluaran

M  = jumplah murid

s    = sekolah tertentu

t    = tahun pertahun

  1. Mengukur manfaat pendidikan

Ada empat kategori yang dapat di jadikan indikator dalam menentukan tingkat keberhasilan pendidikan yaitu :

  1. Dapat tidaknya seorang lulusan melanjutkan kependidikan yang lebih tinggi.
  2. Dapat tidaknya mendapat pekerjaan.
  3. Besarnya penghasilan ( gaji ) yang diterima.
  4. Sikap perilaku dalam konteks sosial, budaya, dan politik.
  5. PENGANGGARAN
    1. Konsep Penganggaran

Penganggaran merupkan kegiatan atau proses penyusunan anggaran. Penyusunan anggarn merupakan langkah- langkah positif untuk merealisasikan rencana yang telah disusun .

  1. Karakteristik dan Fungsi Anggaran
  2. Karakteristik anggaran

Anggaran pada dasarnya terdiri dari dua sisi, yaitu sisi penerimaan dan sisi pengeluaran

  1. Fungsi Anggaran

Manfaat anggaran di golongkan mejadi tiga jenis yaitu:

  • Sebagai alat penaksir
  • Sebagai alat otorisasi
  • Sebagai alat efisiensi
  1. Prinsip- prinsip dan Prosedur penyusunsn
  2. Adanya pembagian wewenang dn tanggung jawab yang jelas dalam sistem manajemen dan organisasi.
  3. Adanya sistem akutansi yang memadai dalam melaksanakan anggaran.
  4. Adanya penelitian dan analisa untuk menilai kinerja organisasi.
  5. Adanya dukungan dari pelaksana mulai dari tingkat atas sampai yang paling bawah.

 

  1. Bentuk- Bentuk Desain Anggaran
    1. Anggaran butir per butir
    2. Anggaran program
    3. Anggaranberdasarkan hasil
    4. Sistem perencanaan penyusunsn program dan penganggaran
    5. Sistem Penyusunan RAPBS

Menurut Arnalot C. Hak dan Nichoss ada 6 konsep strategi:

  1. Suatu proses keputusan yang coherent dan menyatu diantara setiap komponen
  2. Menentukan dan meningkatkan tujuan lembaga
  3. Memilih jenis kemampuan
  4. Merespon dengn cepat semua peluang dan ancaman
  5. Membangun komitmen dari semua pihak
  6. Menentungkat tingkat konstribus dari setiap input pendidikan yang bemuatan biaya.

BAB III

KESIMPULAN

Transparasi Pembayan Pendidikan adalah Menurut ahli pendidikan yang terkenal dengan bukuya Beknopte Theoretische    Pa Pedagogik, bernama M.J. Langefeld, seorang penganut aliran fenomenologi dari Belanda, ilmu pendidikan di pandang sebagainilmu teoretis dan ilmu praktis mempelajari proses pembentukan kepribadian manusia yang dirancangkan secara sistematis dalam proses interaksi antara pendidikan dengan peserta didik, baik di dalam maupun di luar sekoalah.

Ilmu pendidikan mempelajari proses pembentukan kepribadian manusia dengan kegiatan belajar yang dirancang secara sadar dan sistematik dalam interaksi antara pendidikan dengan peserta didik. Menurut Rochman Natawijaya (1995), kepribadian adalah kondisi dinamis yang merupakan keterpaduan antara pola piker, pola sikap, dan pola tindakan individu.

Dalam kamus Webster’s New World Dictionary (1962) pendidikan di rumuskan sebagai proses pengembangan dan latihan yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan kepribadian, terutama yang dilakukan oleh individu atau organisasi belajar. Biaya dalam pendidikan langsung dan biaya tidak langsung. Biaya langsung terdiri dari biaya-biaya yang dikeluarkan untuk keperluan pelaksanaan pengajaran dan kegiatan belajar siswa berupa pembelian alat-alat pelajaran, sarana belajar, biaya transportasi dan lain-lain. Sedangkan biaya langsung berupa keuntungan yang hilang dalam bentuk biaya kesempatan yang hilang yang dikorbankan oleh siswa selama belajar. Anggaran biaya pendidikan terdiri dari dua sisi yang berkaitan satu sama lain yaitu sisi anggaran penerimaan dan anggaran pengeluaran untuk mencapai anggaran pendidikan. Anggaran penerimaan adalah pendapatan yang diperoleh setiap tahun oleh sekolah dari berbagai sumber resmi dan diterima secara teratur. Sedangkan anggaran pengeluaran adalah jumlah uang yang dibelanjakan setiap tahun untuk kepentingan pelaksanaan pendidikan di sekolah.

Konsep biaya pendidikan sifatnya lebih kompleks dari keuntungan. Karena komponen biaya terdiri dari lembaga jenis dan sifatnya. Oleh karena itu biaya pendidikan akan terdiri dari biaya langsung dan tidak langsung atau biaya kesempatan. Biaya pendidikan merupakan dasar empiris untuk memberikan gambaran karakteristik keuangan sekolah.

Di dalam menentukan biaya satuan terdapat dua pendekatan yaitu pendekatan makro dan mikro. Pendekatan makro mendasarkan perhitungan pada keseluruhan jumlah pengeluaran pendidikan yang diterima dari berbagai sumber dana kemudian dibagi jumlah murid. Pendekatan mikro mendasarkan perhitungan biaya berdasarkan alokasi pengeluaran per komponen pendidikan yang digunakan oleh murid.

 

DAFTAR PUSTAKA

Fatah, Danang. 2009. Ekonomi dan Pembiayaan Pendidikan. Bandung:Remaja Rosdakarya.

 

________

Disusun oleh:

Siti Rohani

STKIP PGRI Pacitan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s