Strategi Pemasaran Sekolah

Manajemen pemasaran merupakan kegiatan menganalisa,merencanakan, mengimplementasi, dan mengawasi segala kegiatan, guna memperoleh tingkat pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Pengggunaan istilah pemasaran pada saat ini sudah sangat berkembang di segala sektor. Demikian pula pengertian pemasaran sudah sangat luas dan halus. Pemasaran berarti mengenai bagaimanacara untuk memuaskan konsumen. Seperti diketahui bahwa lembaga pendidikan adalah sebagai kegiatan yang melayani konsumen, berupa siswa, mahasiswa, dan juga masyarakat umum.Lembaga pendidikan pada hakikatnya bertujuan memberi layanan.Layanan ini dapat dilihat dari berbagai bidang, mulai dari layanan dalam bentuk fisik bangunan, sampai layanan berbagai fasilitas dan guru yang bermutu. Jadi, pemasaran jasa pendidikan berarti kegiatan lembaga pendidikan memberi layanan atau menyampaikan jasa pendidikan kepada konsumen dengan cara yang memuaskan. Oleh karena itu dalam makalah ini, akan dibahas mengenai hal-hal yang berhubungan dalam pemasaran jasa pendidikan, yang meliputi strategi, pemasaran, konsep pemasaran dalam jasa pendidikan, dan strategi pemasaran.

 

  1. A.    Pengertian Pemasaran Sekolah

Pemasaran dalam bidang komersial dan industri menekankan pada kegiatan mengelola pertukaran sesuatu antara produsen dan konsumen. Pemasaran dalam dunia pendidikan kegiatannya lebih ditekankan pada hubungan sekolah dengan kliennya. Davies dan Ellison (1997) mengemukakan pemasaran dalam dunia pendidikan sebagai aktivitas sekolah untuk mengkomunikasikan dan mempromosikan tujuannya, nilai dan produk sekolah kepada siswa, orang tua, staf dan masyarakat luas. Melalui kegiatan promosi ini diharapkan para siswa, orang tua siswa dan masyarakat luas lebih mengetahui hakekat dan keunggulan sekolah sehingga mereka lebih mendukung terhadap pengembangan program sekolah secara keseluruhan. Bagaimanapun baiknya usaha sekolah dalam mengembangkan usaha sekolahnya kalau tanpa disertai dengan komunikasi yang baik terhadap pihak-pihak yang disebutkan di atas, maka pengembangan yang terjadi hanya diketahui oleh warga sekolah saja tanpa diketahui oleh pihak luar sekolah. Sementara sekolah yang berkembang dengan pesat mensyaratkan dukungan dari berbagai pihak. Sekolah yang unggul sangat membutuhkan pertisipasi masyarakat. Sekolah yang unggul membutuhkan pengakuan masyarakat sehingga lulusannya dapat diterima oleh pengguna di masyarakat Untuk itu semua perlu mengadakan komunikasi dengan masyarakat.

  1. B.     Sasaran Pemasaran Lembaga Pendidikan

Sasaran pemasaran lembaga pendidikan adalah calon peserta didik dan orang tua peserta didik, serta masyarakat luas pada umumnya (Maisyaroh, 2004:38). Masyarakat luas termasuk di dalamnya pengguna lulusan. Davies dan Ellison (1997) mengemukakan segmen pasar di sektor pendidikan meliputi pasar internal dan pasar eksternal. Pasar internal meliputi pengelola sekolah dan jajaran di atasnya, staf sekolah (guru dan tenaga kependidikan lainnya), pengawas, siswa yang sedang bersekolah orang tua siswa yang sedang bersekolah. Pasar eksternal meliputi calon siswa, calon orang tua siswa, alumni, calon staf, institusi pendidikan lainnya, masyarakat di sekitar sekolah, lembaga komersial dan industri, yayasan pendidikan, kantor standart dalam dunia pendidikan (di Indonesia seperti Badan Akreditasi Nasional dan Badan Akreditasi sekolah Dasar), Pusat Penataran Guru, kelompok-kelompok dan organisasi di tingkat nasional yang terkait dengan dunia pendidikan.
Penggalakan pasar internal dan eksternal perlu ditingkatkan. Awal kegiatan dimulai dari terwujudnya kualitas input, proses dan output lembaga pendidikan. Komponen input meliputi calon siswa, sarana, prasarana, tenaga guru, pegawai yang memenuhi standart kualitas tertentu, bukan ala kadarnya atau asal ada. Untuk mewujudkan itu tentunya harus ada seleksi yang cukup memadai sehingga diperoleh input yang memenuhi standart kriteria minimal, bukan di bawah standart minimal. Komponen proses meliputi proses penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran. Dalam hal ini apakah sekolah mengadakan pengelolaan pengajaran yang efektif, apakah sekolah menyelanggarakan pengelolaan sarana prasarana secara efektif, apakah sekolah menyelanggarakan pengelolaan hubungan lembaga pendidikan dan masyarakat secara sitematis, apakah sekolah menyelenggaran pengelolaan keuangan secara efisien, apakah sekolah menyelanggaraka pengelolaan personalia secara sistematis dan mantap. Selain pertanyaan tersebut dapat ditanyakan pula apakah para guru dapat membelajarkan siswa secara baik sesuai dengan kebutuhan siswa dan kebutuhan lapangan pemakai lulusan. Jawaban yang diharapkan dari semua jawaban tersebut tentunya diharapkan “ya” . Sehingga dapat dikatakan komponen proses berkualitas. Komponen output tampak pada lulusan sekolah. Output yang berkualitas diindikasikan pada lulusan yang dapat menyesuaikan diri dan di terima di masyarakat, di terima pada lapangan pekerjaan atau diterima pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Lulusan yang diterima tentunya lulusan yang memenuhi standart kriteria minimal yang ditentukan pengguna lulusan. Sesuai dengan norma-norma yang ada di masyarakat sesuai dengan tuntutan kriteria minimal jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kalau semua komponen input, proses dan output berkualitas maka internal lembaga pendidikan sudah baik. Kalau lembaga pendidikan baik, maka masyarakat akan memandang positif terhadap keberadaaan lembaga pendidikan. Selanjutnya kalau keberadaan lembaga pendidikan sudah baik maka perlu dilakukan peningkatan pengakuan segmen pasar eksternal melalui publikasi dan pemasaran lembaga pendidikan secara terencana, terstruktur, dan sistematis. Publikasi dan pemasaran yang baik akan membuka cakrawala wawasan masyarakat terhadap lembaga pendidikan. Harapannya masyarakat semakin mau meningkatkan partisipasi dalam menunjang sukses pelaksanaan pendidikan dan pemberdayaan lulusan lembaga pendidikan.

  1. C.    Pengertian Strategi

Strategi adalah suatu kesatuan rencana yang luas dan terintegrasi yang menghubungkan antara kekuatan internal organisasi dengan peluang dan ancaman lingkungan eksternalnya.Oleh karena itu strategi selalu berkaitan evaluasi dan pemilihan alternatif yang tersedia bagi suatu manajemen dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Ada dua variabel besar dalam strategi pemasaran, yaitu variabel yang dapat dikontrol dan variabel yang tidak dapat dikontrol ( Alex D.Triana 1985:19)

  1. Variabel yang tidak dapat dikontrol
    1. Keadaan persaingan

Keadaan persaingan adalah suatu kesulitan bagi seorang pengusaha untuk menduga kapan saingan baru akan muncul. Oleh sebab itu pengusaha harus selalu memperbaiki produk atau pelayanan usahanya.

  1. Perkembangan teknologi

Munculnya teknologi baru yang memperbaiki proses produksi baik dari segi efisiensi maupun dari segi model sulit diduga. Untuk mengatasi hal ini pengusaha harus mencoba menggunakan teknologi baru yang lebih cepat dari saingannya.

  1. Kebijakan politik dan ekonomi

Perubahan perubahan peraturan pemerintah dalam bidang ekonomi, ataupun perubahan perubahan politik dapat mempengaruhi jalannya kegiatan bisnis

  1. Sumber Daya Alam

Dalam beberapa hal sumber daya alam ini sulit diduga kapan berkurang atau ditemukan sumber-sumber baru.

 

  1. Variabel yang dapat dikontrol
    1. Market segmentation

Dalam kebijaksanaan pemasaran pengusaha harus menetapkan strategi arah sasaran dan pemasarannya.

  1. Marketing mix

Marketing mix mencampur kegiatan-kegiatan marketing, agar dicari kombinasi maksimal sehingga  mendatangkan hasil yang paling memuaskan.

  1. Marketing Budget

Strategi penetapan jumlah dana untuk kegiatan marketing yang sangat mempengaruhi keberhasilan pemasaran.

  1. Timing

Para pengusaha harus bisa menjaga waktu, kapan dia harus mulai melancarkan pemasaran barang-barangnya, atau kapan sebuah toko harus dibuka.

 

  1. D.    Konsep Strategi Pemasaran

Secara umum strategi pemasaran jasa pendidikan diterapkan dalam konteks lembaga pendidikan secara keseluruhan, tidak hanya membutuhkan emasaran eksternal, tapi juga pemasaran internal untuk memotivasi dosen/guru atau karyawan administrasi dan pemasaran interaktif untuk menciptakan keahlian penyedia jasa.

  1. Produk Jasa ( The Service Product)

Produk jasa menurut Kotler (2000: 428) merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digujknakan atau dikonsumsi pasar sebaagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan.

Jadi, pada dasarnya produk adalah sekumpulan nilai kepuasan yang kompleks. Nilai sebuah produk ditetapkan oleh pembeli berdasarkan manfaat yang akan mereka terima dari produk tersebut.

  1. Tarif Jasa ( Price)

Keputusan penentuan tarif dari sebuah produk jasa harus memperhatikan beberapa hal.Hal yang paling utama adalah bahwa keputusan penentuan tarif harus sesuai dengan strategi pemasaran secara keseluruhan.Perubahan berbagai tarif di berbagai pasar juga hrus dipertimbangkan. Tarif spesifik yang akan ditetapkan akan bergantung pada tipe pelangganyang menjadi tujuan pasar jasa tersebut. Nilai jasa ditentukan oleh manfaat dari jasa tersebut.

Secara singkat, prinsip-prinsip penetapan harga seperti yang diusulkan oleh Kotler (1996) dikutip dari Zeithlam dan Bitner (2000: 436) adalah sebagai berikut:

a)        Perusahaan harus mempertimbangkan sejumlah faktor dalam menetapkan harga, mencakup: pemilihan tujuan penetapan harga, menentukan tingkat permintaan, prakiraan biaya, menganalisis harga yang ditetapkan dan produk yang ditawarkan pesaing, pemilihan metode penetapan harga, serta menentukan harga akhir.

b)        Perusahaan tidak harus selalu berupaya mencari profit maksimum melalui penetapan harga maksimum, tetapi dapat pula dicapai dengan cara memaksimumkan penerimaan sekarang, memaksimumkan penguasaan pasar atau kemungkinan lainnya.

c)        Para pemasar hendaknya memahami responsif permintaan terhadap perubahan harga.

d)       Berbagai jenis biaya harus dipertimbangkan dalam menetapkan harga, termasuk didalamnya adalah biaya langsung dan tidak langsung, biaya tetap dan biaya variabel, serta biaya-biaya lainnya.

e)        Harga-harga para pesaing akan mempengaruhi tingkat permintaan jasa yang ditawarkan sehingga harga pesaing harus dipertimbangkan dalam proses penetaan harga.

f)         .Berbagai cara atau variasi penetapan harga yang ada mencakup markup, sasran perolehan,nilai yang dapat diterima, faktor psikologis dan harga lainnya.

g)        Setelah menetapkan struktur harga, perusahaan menyesuaikan harganya dengan menggunakan harga psikologis, diskon harga, harga promosi, serta harga bauran produk.

  1. Tempat/Lokasi Pelayanan (Place/Service Location)

Lokasi pelayanan jasa yang digunakan dalam memasok jasa kepada pelanggan yang dituju merupakan keputusan kunci. Keputusan mengenai lokasi pelayanan yang akan digunakan melibatkan pertimbangan bagaimana penyerahan jasa kepada pelanggan dan di mana itu akan berlangsung. Tempat juga penting sebagai lingkungan di mana dan bagaimana jasa akan diserahkan, sebagai bagian dari nilai dan manfaat dari jasa.

  1. Promosi (Promotion)

Promosi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu program pemasaran. Betapapun berkualitasnya suatu produk, bila konsumen belum pernah mendengarnya dan tidak yakin bahwa produk tersebut akan berguna bagi mereka, maka mereka tidak akan pernah membelinya.

Tujuan utama dari promosi adalah menginformasikan, mempengaruhi, membujuk serta mengingatkan pelanggan sasran tentang perusahaan dan bauran pemasarannya.

  1.  Orang/Partisipan ( People)

Orang (people) adalah semua pelaku yang memainkan peranan dalam penyajian jasa sehingga dapat mempengaruhi persepsi pembeli. Elemen-elemen dari people adalah pegawai perusahaan, konsumen, dan konsumen lain dalam lingkungan jasa. Semua sikap dan tindakan karyawan, bahkan cara berpakaian karyawan dan penempilan karyawan mempunyai pengaruh terhadap persepsi konsumen atau keberhasilan penyampaian jasa (service encounter).

  1. Sarana Fisik (Physical Evidence)

Sarana fisik merupakan suatu hal yang secara nyata turut memepengaruhi keputusan konsumen untuk membeli dan menggunakan produk jasa yang ditawarkan. Unsur-unsur yang termasuk di dalam sarana fisik antara lain lingkungan fisik, dalam hal ini bangunan fisik, peralatan, perlengkapan, logo, warna, dan barang-barang lainnya yang disatukan dengan service yang diberikan seperti tiket, sampul, label, dan lain sebagainya.

  1. Proses (Process)

Proses adalah semua prosedur aktual, mekanisme, dan aliran aktivitas yang digunakan untuk menyampaikan jasa. Proses dalam jasa merupakan faktor utama dalam bauran pemasarn jasa seperti pelanggan jasa akan sering merasakan sistem penyerahan jasa sebagai bagian dari jasa itu sendiri. Selain itu keputusan dalam manajemen operasi adalah sangat penting untuk suksesnya pemasaran jasa.


 

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Pemasaran berasal dari bahasa inggris yaitu marketing. Pengertian pemasaran menurut beberapa pendapat adalah sebagai berikut:

  1. Maynard dan Beckman dalam bukunya Principles of Marketing menyatakan “Marketing embraces all business activities involved in the flow of goods and services from physical production to consumption”. Yang artinya marketing berarti segala usaha yang meliputi penyaluran barang dan jasa dari sektor produksi ke sektor konsumsi.
  2. Paul D. Converse dan Fred M. jones (1958) dalam “introduction to marketing” mengemukakan bahwa dunia business itu dibagi dua, yaitu production and marketing. Production diartikan sebagai “has to do with moving these goods in the hand of consumers”. Produksi diartikan sebagai pekerjaan menciptakan barang, sedangkan marketing ialah pekerjaan memindahkan barang-barang ke tangan konsumen.

Strategi adalah suatu kesatuan rencana yang luas dan terintegrasi yang menghubungkan antara kekuatan internal organisasi dengan peluang dan ancaman lingkungan eksternalnya.

  1. Dua variabel dalam strategi yaitu:
    1. Variabel yang tidak dapat dikontrol yang meliputi: keadaan persaingan, perkembangan teknologi, kebijakan politik dan ekonomi, dan sumber daya alam.
    2. Variabel yang dapat dikontrol yang meliputi: Market segmentation, marketing mix, marketing budget, dan timing.
  2. Konsep Strategi Pemasaran:
    1. Produk Jasa
    2. Tarif Jasa
    3. Tempat/lokasi
    4. Promosi
    5. Orang/Partisipan
    6. Suasana Fisik
    7. Proses

 

 

DAFTAR PUSTAKA

http://iftitaarika.wordpress.com/2011/01/30/pemasaran-lembaga-pendidikan/

http://gurukreatif.wordpress.com/2007/12/05/langkah-mudah-mempromosikan-sekolah-anda/

Alma, Buchari,Pemasaran Stratejik jasa pendidikan,Bandung: Alfabeta, 2003

Nasution, M.N, Manajemen Jasa terpadu, Bogor: Ghalia Indonesia, 2004

 

____________

Disusun Oleh :

Widariyati

11.88203.

PBI B STKIP PGRI PACITAN

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s