Pengelolaan Siswa Berprestasi

Era globalisasi yang ditandai dengan tuntutan kualitas dari berbagai dimensi, menuntut semua pihak dalam berbagai bidang, sektor dan lintas sektor untuk senantiasa berupaya untuk meningkatkan kompetensinya. Hal tersebut menunjukkan bahwa pentingnya upaya peningkatan kualitas pendidikan baik secara kuantitatif maupun kualitatif yang harus dilakukan secara terus menerus sehingga pendidikan dapat digunakan sebagai wahana untuk membangun watak dan budaya bangsa. Kualitas pendidikan banyak dikaitkan dengan hasil belajar siswa. Prestasi belajar merupakan hasil usaha seseorang dalam menempuh suatu proses, yang dalam kehidupan persekolahan diwujudkan dalam suatu nilai yang disebut dengan prestasi belajar. Menurut Mas’ud Dahar dalam Djamarah (1994 : 21) bahwa prestasi adalah apa yang telah dapat diciptakan, hasil pekerjaan, hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja.

UUD 1945 mengamanatkan mengenai pentingnya pendidikan bagi seluruh warga negara seperti tertuang di dalam Pasal 28B Ayat (1) bahwa setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapatkan pendidikan dan mendapatkan manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnyademi kesejahteraan umat manusia, dan Pasal 31 Ayat (1) bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Pendidikan merupakan proses sistematis untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia secara holistik, yang memungkinkan ketiga dimensi kemanusiaan paling elementer yaitu:

  1. Afektif yang tercermin pada kualitas keimanan, ketakwaan, akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur serta kepribadian unggul, dankompetensi estetis;
  2. Kognitif yang tercermin pada kapasitas pikir dan daya intelektualitas untuk menggali dan mengembangkan serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi; dan
  3. Psikomotorik yang tercermin pada kemampuan mengembangkan keterampilan teknis, kecakapan praktis, dan kompetensi kinestetis dapat berkembang secara optimal.

Dengan demikian, pendidikan seyogianya menjadi wahana strategis bagi upaya mengembangkan segenap potensi individu, sehingga cita-cita membangun manusia Indonesia seutuhnya dapat tercapai. Pendidikan merupakan modal dasar pembangunan yang akan menentukan arah perkembangan dan kemajuan suatu bangsadan negara. Keberhasilan pendidikan tergantung pada banyak faktor, namun yang terpenting di antara faktor-faktor tersebut adalah sumber daya pontensial guru yang sarat nilai moral dalam melakukan transformasi ilmu pengetahuan kepada murid-muridnya.

Tinggi rendahnya prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh faktor-faktor yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi antara yang satu dengan yang lainnya. Cukup banyaknya dan beragamnya faktor-faktor yang menentukan keberhasilan siswa dalam memperoleh prestasi belajarnya baik secara internal maupun ekternal. Faktor internal itu meliputi intelegensi siswa, minat dan kemauan siswa, motivasi siswa, kebiasaan belajar siswa, kondisi mental dan fisik siswa dan sebagainya. Faktor ekternal meliputi metode guru mengajar, suasana kerjasama antara guru dan kepala sekolah, sosial ekonomi keluarga, iklim sekolah, sarana-prasarana dan sebagainya.

Guru merupakan unsur utama dalam keseluruhan proses pendidikan khususnya di tingkat insitusional dan instruksional. Guru dimaksud harus memiliki kualifikasi akademiksekurang-kurangnya S-1/D-4 dan bersertifikasi pendidik. Jika seorang guru telah memiliki keduanya, statusnya diakui oleh Negara sebagai guru profesional. Pada sisi lain, baik UU No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Tanpa guru, pendidikan hanya akan menjadi slogan muluk karena segala bentuk kebijakan dan program pada akhirnya akan ditentukan oleh kinerja pihak yang berada di garis terdepan yaitu guru. Seorang guru dituntut memiliki kualitas ketika menyajikan bahan pengajaran kepada subjek didik. Kualitas seorang guru itu dapat diukur dari moralitas, bijaksana, sabar dan menguasai bahan pelajaran ketika beradaptasi dengan subjek didik. Sejumlah faktor tersebutmembuat dirinya mampu menghadapi masalah-masalah sulit, konstruktif, dan tidak destruktif. Guru sangat mempunyai peran penting untuk mencerdaskan anak bangsa dan memajukan pendidikan. Untuk menjawab perkembangan globalisasi dunia yang menuntut kualitas dengan melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kualitas dan kompetitif.

 

DEFINISI PRESTASI BELAJAR

            Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan.Slameto (1995 : 2) bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

Belajar dapat diartikan sebagai kegiatan psikofisik menuju perkembangan pribadi seutuhnya. Seperti yang dinyatakan oleh Pidarta(2000 : 197), bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku yang relative permanen sebagai hasil dari pengalaman, bukan hasil perkembangan, pengaruh obat atau kecelakaan, serta biasamelaksanakannya pada pengetahuan lain serta mampu mengkomunikasikannya kepada orang lain.Secara sederhana dari pengertian belajar sebagaimana yang dikemukakan oleh pendapat di atas, dapat diambil suatu pemahaman tentang hakekat dari aktivitas belajar adalah suatu perubahan yang terjadidalam diri individu.

Kebiasaan belajar sangat perlu dibangun dan dikembangkan dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa. Implikasi dalam dunia pendidikan dalam upaya mengembangkan kebiasaan belajar siswa dapat dilakukan dengan memberikan tugastugas rumah yang mana akan membiasakan siswa untuk selalu belajar sesuai dengan jadwal baik dirumah maupun disekolah, membuat lingkungan yang kondusip untuk mengarahkan pemikiran siswa pada suasana kompetitif agar selalu meningkatkan diri dengan menjaga kesehatan, stamina, jasmani, rohani, keadaan emosional, sosial, disiplin, berkelompok, dan kepribadian yang berahlak mulia. Kebiasaan belajar juga dapat diciptakan dengan selalu menjaga keaktifan siswa baik dalam berkarya, berdialog baik dengan guru dan siswa, memberikan kesempatan untuk mempunyai prestasi dalam bidang akademik dan non akademik untuk mendukung siswa dalam mengekpresikan diri dan kemampuannya.

Nurkencana(1986 : 62) mengemukakan bahwa prestasibelajaradalah hasil yang telah dicapai atau diperoleh anak berupa nilai mata pelajaran. Ditambahkan bahwa prestasi belajar merupakan hasil yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar. Setelah menelusuri uraian di atas, maka dapat dipahami bahwa prestasi belajar adalah hasil atau taraf kemampuan yang telah dicapai siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar dalam waktu tertentu baik berupa perubahan tingkah laku, keterampilan dan pengetahuan dan kemudian akan diukur dan dinilai yang kemudian diwujudkan dalam angka atau pernyataan.

 

PENGELOLAAN SISWA BERPRESTASI

 

Seseorang yang berprestasi senantiasa akan merasa bahagia, senang dan bangga. Sekalipun banyak pendapat mengenai prestasi beserta ukuran–ukuran yang dipakainya, namun yang tidak bisa kita pungkiri adalah keinginan setiap orang untuk menjadi manusia berprestasi merupakan suatu keinginan yang mutlak dan niscaya adanya. Mengukur prestasi siswa hanya dengan melihat keberhasilannya meraih nilai bagus dalam berbagai mata pelajaran yang diikuti merupakan suatu penilaian yang hanya ditunjukkan pada aspek kognififnya, padahal dalam dunia pendidikan ada aspek-aspek lain yang tidak boleh dilupakan, aspek-aspek itu antara lain menyangkut aspek kognitif siswa, aspek afektif, aspek behavioral, serta aspek spiritual. Keempat aspek ini harus senantiasa mendapatkan perhatian yang seimbang guna mendapatkan pemahaman yang menandai apa yang disebut prestasi.

Untuk mengetahui prestasi pada aspek afektif dan aspek behavioral anda harus benar-benar paham bagaimana prasaan siswa. Mempelajari segala sesuatu dengan tujuan untuk mengetahui segala sesuatu itu, maka pelajaran itu hanya berhenti di taraf kognitif belaka. Pelajaran itu tidak bisa mempengaruhi siswa anda, apalagi mengubah keadaan yang terjadi disekitarnya. Demikian, sungguh ironis jika anda tetap mengukur prestasi seseorang hanya dari masalah-masalah yang bersangkutan dengan aspek kognitif, tanpa memperdulikan aspe-aspek lain seperti aspek afektif,behavioral, dan spiritual. Untuk mencetak siswa-siswi yang memiliki prestasi membanggakan, baik secara kognitif, afektif, behavioral, dan spiritual, maka hal utama yang perlu anda ketahui adalah adanya kesadaran anda untuk memahami secara mendalam prihal prestasi itu sendiri sebagaimana yang sudah diuraikan dari awal.

 

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI SISWA

Faktor-Faktor yang mempengaruhi Prestasi Belajar

Kenyataan menunjukkan bahwa prestasi belajar seseorang tidaklah sama, tetapi sangat pariatif/ berbeda.  Perbedaan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, yang secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua; (1) Faktor dari dalam diri seseoarang (intrinsic) dan (2) Faktor dari luar seseorang (Extrinsic).

Beberapa Faktor dari dalam (Intrinsic)

1. Inteligensi

Winkel (1986 : 153) memberi batasan tentang pengertian inteligensi dengan mengatakan, ineteligensi adalah kemampuan untuk bertindak dengan mendapatkan  suatu tujuan untuk berfikir secara rasional, dan untuk berhubungan dengan lingkungan disekitarnya secara memuaskan.

Dari pengertian ini dapat dikatkan bahwa faktor inteligensi menjadi  penting dalam proses belajar seseorang guna mencapai prestasi belajarnya.

2. Motivasi

Winkel (1986) menyatakan motivasi adalah motor penggerak yang mengaktifkan siswa untuk melibatkan diri. Hal ini sejalan dengan Sardiman (2003) yeng menyatakan bahwa motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin keberlangsungan dari kegiatan belajar dan memberi arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.

adi jelaslah bahwa motivasi mempunyai peranan penting dalam mencapai prestasi belajar, sehingga perlu upaya untuk menghidupkan motivasi dari seseorang.

 

 

3. Sikap

Sarwono (1988:20) mendefinisikan sikap adalah kecenderungan atau kesediaan seseorang untuk bertingkah laku tertentu kalau ia menghadapi suatu rangsangan tertentu.

Seseorang memiliki sikap tertentu terhadap berbagai hal secara baik positif maupun negatif. Sikap positif menjadi pilihan untuk dikembangkan/ditanamkan kepada seseorang sehingga dapat bersikap positip terhadap rangsangan yang diterima yang pada gilirannya akan mengoptimalkan prestasi belajar yang optimal.

4. Minat

Minat sangat besar pengaruhnya terhadap prestasi belajar siswa. Pendapat ini didukung oleh pernyataan beberapa pakar yang mengatakan bahwa: ‘minat adalah kecenderungan yang tepat untuk memperhatikan dan memegang beberapa kegiatan yang diamati siswa diperhatikan terus menerus disertai dengan rasa senang dan diperoleh suatu kepuasan’ (Cony Semiawan, 1990:123). Juga menurut Winkel (1986:151) bahwa minat adalah kecenderungan yang menetapkan untuk rasa tertarik pada bidang-bidang tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang-bidang itu.

Seseorang yang didorong oleh minat dan merasa senang dalam belajar dapat memperoleh prestasi belajar yang optimal. Oleh karena itu yang dapat diupayakan agar siswa dapat berprestasi dengan baik perlu dibangkitkan minat belajarnya.

 

5. Bakat

Bakat menurut Tabrina Rusyan (1989:42), adalah kapasitas seseorang atau potensi hipotesis untuk dapat melakukan suatu tugas dimana sebelumnya sedikit mengalami latihan atau sama sekali tidak memperoleh latihan lebih dahulu.

Jadi bakat merupakan potensi dan kecakapan pada suatu lapangan pekerjaan. Apabila kapasitas mendapat latihan yang memadai maka potensi akan berkembang menjadi kecakapan yang nyata.

6. Konsentrasi

Konsentrasi adalah pemusatan pemikiran dengan segala kekuatan perhatian yang ada pada suatu situasi. Pemusatan pikiran ini dapat dikembangkan melalui latihan.

 

Beberapa Faktor dari Luar (Extrinsic)

1. Faktor Keluarga

Faktor keluarga turut mempengaruhi perkembangan prestasi belajar siswa. Pendidikan yang pertama dan utama yang diperoleh ada dalam keluarga. Jadi keluarga merupakan salah satu sumber bagi anak untuk belajar. Kalau pelajaran yang diperoleh anak dari rumah tidak baik, kemungkinan diluar lingkungan keluarga anak menjadi nakal dan begitu juga sebaliknya.

Pendidikan informal dan formal memerlukan kerjasama antara orang tua dengan sekolah anaknya, yaitu dengan memperhatikan pengalaman-pengalamannya dan menghargai usaha-usahanya. Orang tua juga harus menunjukkan kerjasamanya dalam cara anak belajar di rumah. Pendidikan berlangsung seumur hidup berlangsung dan dilaksanakan dalam lingkungan rumah tangga, sekolah dan masyarakat. Karena itu pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah.

2. Faktor Sekolah

Faktor ini menyangkut proses pembelajaran yang diterima seseorang dengan bantuan guru. Metode pembelajaran yang diberikan sekolah sangat menentukan bagaimana anak dapat belajar mandiri dengan baik. Guru yang baik adalah guru yang menguasai kelas  memiliki kemampuan dan menggunakan metode Pembelajaran yang tepat, yaitu kemampuan  membelajarkan dan kemampuan memilih alat bantu pemelajaran yang sesuai serta kemampuan menciptakan situasi dan kondisi belajar.

Dengan metode pembelajaran  yang baik dan tepat akan dapat menarik minat siswa, perhatian siswa akan tertuju pada bahan pelajaran, sehingga diharapkan siswa akan dapat mencapai prestasi belajar.

3. Faktor Masyarakat

Masyarakat merupakan lingkungan pendidikan ketiga sesudah keluarga dan sekolah, yang mempengaruhi anak dalam mencapai prestasi belajar yang baik. Anak haruslah dapat berinteraksi dengan masyarakat sekitarnya, karena dari pengalaman yang dialami siswa dimasyarat banyak diperoleh ilmu yang berguna bagi anak didik.

Hal ini didukung pendapat Glesser (1987 : 5 ) yang mengatakan,  manusia normal adalah seorang manusia yang berfungsi secara efektif, yang sampai pada taraf tertentu merasa bahagia dan  menunjukkan prestasi dibidang yang dianggapnya perlu, ia harus pula dapat bertingkah laku dengan mempertimbangkan norma dan batasan yang ada dilingkungan setempat ia tinggal dan hidup.

PENUTUP

KESIMPULAN

Prestasi belajar dapat dikatakan sebagai ukuran kemampuan yang didapat, dicapai atau ditampilkan seseorang sebagai bukti dari usaha yang dilakukannya dalam belajar.  Oleh karena itu dapat dikatakan juga bahwa yang disebut dengan prestasi adalah kemampuan yang diperoleh dengan nilai yang tinggi. Sedangkan nilai yang sedang bahkan rendah belumlah disebut sebagai  prestasi, walaupun sebenarnya tingkatan sedang atau rendah/kurang adalah gambaran dari kemampuan atau prestasi yang dicapai seseorang. Karena kemampuan seseorang jalas tidak ada yang sama tentunya prestasinya pun juga tidak sama.

Tinggi rendahnya prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh faktor-faktor yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi antara yang satu dengan yang lainnya. Cukup banyaknya dan beragamnya faktor-faktor yang menentukan keberhasilan siswa dalam memperoleh prestasi belajarnya baik secara internal maupun ekternal. Faktor internal itu meliputi intelegensi siswa, minat dan kemauan siswa, motivasi siswa, kebiasaan belajar siswa, kondisi mental dan fisik siswa dan sebagainya. Faktor ekternal meliputi metode guru mengajar, suasana kerjasama antara guru dan kepala sekolah, sosial ekonomi keluarga, iklim sekolah, sarana-prasarana dan sebagainya.

 

SARAN

Bertitik tolak dari penulisan makalah ini, penulis merasa perlu memberikan beberapa saran sebagai berikut:

  1. Perlu adanya keseriusan dan kesungguhan para pendidik maupun para orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.
  2. Hendaknya masing-masing pendidik maupun orang tua menyadari akan tugas dan tanggung jawabnya dalam usaha meningkatkan kecerdasan anak-anaknya.
  3. Dengan makalah ini, semoga memberikan warna baru bagi pelaku-pelaku pendidik, orang tua maupun para siswa untuk menggunakan kemampuan diri dalam meningkatkan prestasi mereka.

Penulisan makalah ini tidak luput dari kesalahan dan kekeliruan, oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun demi menyempurnakan makalah ini sangatlah diharapkan

 

 

REFERENSI

http://edukasi.kompasiana.com/2013/05/22/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-prestasi-belajar-558299.html

https://afidburhanuddin.wordpress.com/2013/12/09/pengelolaan-siswa-berprestasi/

 

 

___________

Oleh:

Gayung Febri Pratama

STKIP PGRI Pacitan

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s