Pengelolaan Tenaga Pendidik/Kependidikan

Dalam bidang pendidikan, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan adalah dua profesi yang saling berkaitan ,sekalipun lingkup keduanya berbeda. Tenaga pendidik dan kependidikan memegang peranan strategis dalam upaya pembentukan karakter bangsa serta peningkatan kualitas SDM (sumber daya manusia), mengingat di era globalisasi ini persaingan global semakin ketat dikarenakan oleh pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga menjadikan sumber daya manusia menjadi aspek yang penting. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan tantangan tersendiri bagi pendidik dan tenaga kependidikan. Mereka dituntut untuk dapat mengikuti laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga dibutuhkan suatu mekanisme pengelolaan bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan untuk mengembangkan kompetensi di bidang pendidikan demi peningkatan kualitas mutu pendidikan. Pengelolaan diatas mencakup sistem manajerial, pembinaan dan pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan. Pengelolaan ,pembinaan, dan pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan sendiri bertujuan untuk mensinergikan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan dalam upaya menciptakan tenaga-tenaga pendidik/kependidikan yang handal serta demi terselenggaranya sebuah pendidikan yang efektif dan efisien. Semua hal yang lebih terperinci mengenai rumusan masalah diatas akan dijelaskan pada bab pembahasan

  1. PEMBAHASAN
  1. Definisi tenaga pendidik dan kependidikan

Profesi pendidik dan tenaga kependidikan adalah dua profesi yang saling berkaitan dalam sebuah sistem pendidikan, sekalipun keduanya memiliki lingkup yang berbeda. Hal ini dapat dlihat dari pengertian tenaga pendidik dan kependidikan yang tertuang dalam pasal 39 UU No. 20 tahun 2003 ayat (1) dan (2) tentang Sisdiknas sebagai berikut :

  1. Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, penembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan.
  1. Tenaga pendidik merupakan tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.

Dari pengertian diatas dapat diketahui bahwa pendidik adalah tenaga professional yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, tutor, instruktur dan sebutan lainnya sesuai dengan kekhususannya serta secara langsung berpartisipasi dalam suatu kegiatan pembelajaran pada satuan pendidikan. Sementara tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan, walaupun secara tidak langsung terlibat dalam proses pendidikan. Orang yang berkualifikasi di dalam tenaga kependidikan adalah kepala sekolah, wakil-wakil/kepala urusan, staf tata usaha serta staf-staf yang lain. Dalam sistem pendidikan tenaga pendidik dan kependidikan memiliki fungsi dan tugas yang saling menunjang satu sama lain, sehingga dapat disebut bahwa kedua profesi ini memiliki hubungan symbiosis mutualisme karena masing tidak dapat berjalan sendiri-sendiri.

  1. Pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan
  1. Definisi pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan

Pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan merupakan proses pengelolaan sumber daya manusia yang potensial serta berperan dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Diantara tenaga pendidik dan kependidikan ini meliputi guru, dosen, kepala sekolah, rector, staf tata usaha dan staf-staf lainnya. Pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan adalah mekanisme pengelolaan yang harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan mulai dari tenaga pendidik dan kependidkan melalui proses perencanaan sumber daya manusia, perekrutan, seleksi, penempatan, pemberian kompensasi, penghargaan, pembinaan dan latihan/pengembangan, dan pemberhentian.Semua itu dilakukan untuk membentuk dan menghasilkan tenaga pendidik dan kependidikan yang berkualitas sesuai dengan bidangnya masing-masing. Suatu organisasi pendidikan seperti sekolah berhak memilih dan melakukan seleksi untuk menerima tenaga pendidik daan kependidikannya. Hal ini dimaksudkan agar sekolah bias lebih baik dan berkualitas sehinga siswa sebagai inputnya bisa berkualitas pula.

  1. Tujuan pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan

Tujuan pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan berbeda dengan sistem manajerial sumber daya manusia pada konteks bisnis. Di dunia pendidikan tujuan pengelolaan SDM lebih mengarah kepada pembangunan pendidikan yang bermutu, membentuk SDMyang hamdal, produktif, kreatif, berprestasi. Tujuan dari pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan adalah agar mereka memiliki kemampuan, motivasi, dan kretivitas untuk : 1)      Mewujudkan sistem sekolah yang mampu mengatasi kelemahan-kelemahannya sendiri 2)      Secara berkesinambungan menyesuaikan program pendidikan sekolah tehadap kebutuhan kehidupan peserta didik dan persaingan terhadap kehidupan masyarakat secara sehat dan dinamis. 3)      Menyediakan bentuk kepemimpinan yang mampu mewujudkan human organization yang pengertiannya lebih dari relationship pada setiap jenjang manajemen orgaanisasi pendidikan nasional. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan secara umum adalah : 1)      Memungkinkan lembaga pendidikan mendapatkan dan mempertahankan tenaga kerja yang handal, loyal, serta memiliki dedikasi yang timggi terhadap pendidikan. 2)      Meningkatkan dan memperbaiki kapasitas yang dimiliki oleh karyawan. 3)      Mengembangkan system kerja dengan kinerja tinggi. 4)      Menciptakan iklim kerja yang harmonis.

  1. Aktivitas pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan

1)   Perencanaan   Perencanaan pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan adalah pengembangan,strategi dan penyusuna  tenaga pendidik dan kependidikan yang komprehensif guna memenuhi kebutuhan organisasi di masa depan. Perencanaan SDM merupakan langkah awal dari pelaksanaan fungsi pengelolaan SDM. Merujuk pada teori perencanaan SDM, maka ada beberapa metode yang dipakai dalam merencanakan SDM, dian taranya adalah : a)      Metode tradisional : metode ini memperhatikan jumlah tenaga kerja serta jenis dan tingkat ktrampilan dalam organisasi. b)      Metode perencanaan terintegrasi : perencanaan berpusat pada visi statejik. Visi tersebut dijadikan standar pencapaian.   2)   Pengadaan tenaga pendidik dan kependidikan Pengadaan/rekruitmen pengadaan adalah suatu proses kegiatan mengusahakan calon pedidik yang tepat sesuai dengan persyaratan yang telah ada ditetapkan dalam klasifikasi jabatan. Berikut ini adalah langkah-langkah  dalam proses pengadaan sebagai kelanjutan perencanaan tenaga kependidikan: a)      Menyebarluaskan pengumuman tentang kebutuhan tenaga kependidikan dalam berbagai jenis dan kualifikasi sebagaimana proses perencanaan yang telah ditetapkan b)      Membuka pendaftaran bagi pelamar atau sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang ditetapkan baik persyaratan-persyaratan administratif maupun persyaratan akademis c)      Menyelenggarakan pengujian berdasarkan standar seleksi dan dengan menggunakan teknik-teknik seleksi atau cara-cara tertentu yang dibutuhkan. Standar seleksi menyangkut umur, kesehatan fisik, pendidikan, pengalaman, tujuan-tujuan, perangai, pengetahuan umm, ketrampilan komunikasi, motivasi, minat, sikap, kesehatan mental,dsb.   3)   Pengelolaan kinerja   Pengelolaan kinerja adalah suatu proses yang berlangsung secara terus menerus dengan fungsi-fungsi manajerial kinerja. Pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan meliputi : a)      Fungsi kinerja yang esensial yang diharapkan oleh tenaga pendidik dan kependidikan. b)      Seberapa besar kontribusi pekerjaan pendidik dan kependidikan. c)      Bagaimana tenaga pendidik dan dinas bekerja sama untuk mempertahankan, memperbaiki,maupun mengembangkan kinerja yang sekarang. d)     Bagaimana prestasi kerja yang akan diukur. e)      Mengenali berbagai hambatan kerja dan menemukan penyelesaiannya.   Pengelolaan kinerja menjadi bagian yang penting dalam sebuah sistem pendidikan, kulitas dari pendidikan tersebut akan ditentukan dari bagaimana kualitas kinerja tenaga pendidik dan kependidikan yang berperan langsung dalam proses pembelajaran. Berikut ini adalah beberapa kriteria pengelolaan kinerja yang baik ; 1)            Relevance 2)            Sensitivity 3)            Reliability 4)            Acceptability 5)            practicability

  1. Strategi pembinaan dan pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan

Secara umum pengembangan dan pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan  dapat didefinisikan  sebagai suatu proses merekayasa perilaku kerja tenaga pendidik/kependidikan sedemikian rupa dengan maksud dan tujuan untuk mengoptimalkan kinerja tenaga pendidik/kependidikan. Berikut ini adalah strategi pengembangan dan pembinaan tenaga pendidik/kependidikan.

  1. Strategi pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan

Pembinanaan dapat diartikan sebagai upaya yang dilakukan oleh lembaga/institusi untuk mempertahankan para pegawai agar tetap berada dilingkungan organisasi dan mengupayakan kedinamisan ketrampilan, pengetahuan serta untuk mempertahankan mutu kerja.untuk melaksanakan pembinaan lembaga/institusi dapat menyelenggarakan program-program seperti seminar, lokakarya, simposium serta menerapkan sistem pembinaan seperti : 1)      Sistem karier 2)      Sistem prestasi kerja 3)      Sistem kenaikan pangkat Namun pembinaan juga dapat dilakukan secara mandiri dengan cara kursus, membaca artikel, membaca buku, serta menggunakan internet sebagai media untuk menambah wawasan.

  1. Strategi pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan

Pengembangan mempunyai jangkauan yang lebih luas dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan kompetensi yang dimiliki tenaga pendidik dan kependidikan. Pengembangan lebih dititik beratkan pada peningkatan kemampuan (ability) melalui jalur formal dengan jangka waktu yang panjang, pemberian kesempatan-kesempatan belajar yang didesain guna membantu pengembangan diri para tenaga pendidik dan kependidikan dimana pengembangan diarahkan untuk menyiapkan tenaga pendidik/kependidikan guna memegang tanggung jawab atas suatu jabatan atau pekerjaan di masa yang akan datang.berikut ini adalah strategi pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan. Strategi pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan meliputi proses dan langkah-langkah yang cukup kompleks meliputi: 1)      Analisis kinerja Analisis dilakukan dengan prosedur analisis kinerja yang dapat dimulai dengan melihat dan membandingkan antara kinerja rill tenaga pendidik/kependidikan dengan standar kinerja yang sudah ditetapkan, apakah sudah sesuai atau tidak dengan standar kinerja yang telah dipatok. Apabila terjadi ketidaksusuaian maka selanjutnya dilakukan proses investigasi terhadap masalah atau kendala-kendala yang mempengaruhi kinerja tenaga pendidik/kependidikan. Dan proses yang terakhir adalah problem solving yaitu bagaimana soluci untk memecahkan permasalahan atau kendala-kendala yang dihadapi.   2)      Analisis kebutuhan Analisis kebutuhan pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan didasarkan pada hasil analisis kinerja. Beberapa langkah yang perlu dilakukan yaitu : a)         Mengidentifikasi standar kinerja tenaga pendidik dan kependidikan. b)         Mengidentifikasi kinerja tenaga pendidik dan kependidikan. c)         Mengidentifikasi kebutuhan pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan.   3)         Analisis sumber daya Ada beberapa macam sumber daya yang diperlukan dalam pengembangan SDM tenaga pendidik/kependidikan, yaitu : a)      Sumber daya manusia Kajian mengenai SDM ini meliputi jumlah (jumlah tenaga pendidik/kependidikan serta pihak-pihak yang terkait didalamnya). b)      Biaya Pengembangan tenaga pendidik/kependidikan dipengaruhi oleh factor biaya. Betapapun idealnya tujuan pngembangan, jumlah biaya yang tersedia selalu menuntut para perencana penyesuaian yang perlu agar program-program  yang ditawarkan tetap terjangkau (fisibel dan realistis). Untuk itu semua hal yang terlibat dalam program pengembangan tersebut harus diperhitungkan , termasuk yang dibiayai secara langsung (direct cost) dan tidak langsung (indirect cost). c)      Fasilitas Selain biaya, fasilitas merupakan aspek yang turut berpengaruh dalam proses perencanaan dan pelaksanaan  pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan. Yang dimaksud dengan fasilitas adalah: 1)      Fasilitas belajar (perpustakaan, laboratorium, media, alat-alat praktek, buku-buku, dll). 2)      Fasilitas pendukung (sarana transportasi, alat-alat percetakan, dll). Semakin lengkap fasilitas yang dimiliki maka akan semakin mudah proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan.

  1. PENUTUP
  1. Kesimpulan

Pengelolaaan tenaga pendidik/kependidikan pada dasarnya bertujuan untuk menciptakan sistem sekolah yang terintegrasi, dimana pengelolaan dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan dengan tujuan untuk menciptakan pendidikan yang efektif dan efisien. Melalui mekanisme pengelolaan yang terintegrasi diharapkan tenaga pendidik dan kependidikan mampu bersinergi dalam mencapai tujuan pendidikan, dikarenakan kedua profesi ini merupakan kesatuan dalam system pendidikan yang keduanya memiliki fungsi dan tugas yang saling menunjang satu sama lain. Pengelolaan disini sudah mencakup sistem manajerial, pembinaan dan pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan. Pembinaan dan pengembangan memiliki maksud dan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan melalui berbagai program-program yang telah diselanggarakan oleh sekolah guna meningkatkan kompetensi tenaga pendidik/kependidikan. Hal ini mengingat bahwa tenaga pendidik/kependidikan memiliki peran strategis dalam upaya pembentukan karakter bangsa dan peningkatan kualitas SDM yang merupakan aspek penting dalam era globalisasi.     DAFTAR PUSTAKA   https://afidburhanuddin.wordpress.com/2014/01/11/engadaan-pengelolaan-perencanaan-dan-tenaga-pendidikkependidikan/Didownload pada tanggal 12 januari 2014 pukul 21:20 WIB Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, (2003). Jakarta http://widiirawan.blogspot.com/2012/04/manajemen-tenaga-pendidik-dan.html Didownload pada tanggal 19 januari 2014 pukul 17:23 WIB     _______________ *) Rizal purdiansyah, penulis adalah mahasiswa STKIP PGRI Pacitan program Studi Pendidikan Bahasa Inggris kelas C. Makalah disusun guna memenuhi sebagian tugas individu pada mata kuliah Manajemen Pendidikan tahun akademik 2013/2014 dengan dosen pengampu AfidBurhanuddin, M.Pd.

One thought on “Pengelolaan Tenaga Pendidik/Kependidikan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s