Penerapan Teori Z (Wiliam Ouchi) dalam Pengelolaan Pendidikan

Dunia pendidikan dewasa ini telah mengalami perkembangan yang signifikan dalam berbagai bidang. Khususnya dalam sistem pendidikan, sarana prasarana pendidikan, tenaga pendidik dan kependidikan. Dan hal ini tentunya membawa pengaruh positif terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Dengan perkembangan tersebut tentu akan menghasilkan peserta didik yang memiliki kualitas yang bagus. Dengan dihasilkannya peserta didik yang berkualitas tentu akan menghasilkan SDM yang berkualitas pula. Dalam perkembangan dunia pendidikan tentu di barengi dengan pengelolaan sistem pendidikan itu sendiri. Semakin baik pengelolaannya tentu semakin maksimal hasilnya.

Di era modern ini telah banyak teori yang di kembangkan untuk diterapkan dalam peneglolaan pendidikan. Dari sekian banyak teori tersebut dapat di ambil salah satu contoh yaitu Teori Z yang di perkenalkan pada dunia oleh William Ouchi.  Dalam hal ini akan di jabarkan sejarah singkat mengenai munculnya Teori Z yang di bawa oleh William Ouchi. Pada tahun 1970-1980 banyak terjadi kemunduran perusahaan perusahaan di Amerika karena adanya pesaing – pesaing bisnis yang berasal dari Jepang. Maka dengan kejadian tersebut, perusahaan di Amerika mulai melakukan penyelidikan tentang rahasia perusahaan Jepang. Bagaimana perusahaan negara adikuasa seperti Amerika dikalahkan oleh perusahaan Jepang. Dan semakin mencoloknya hal tersebut, bermunculanlah artikel artikel tentang keberhasilan perusahaan Jepang tersebut.

Dengan semakin gencarnya pemberitaan tentang perusahaan Jepang tersebut maka munculah suatu teori yang mendasari peristiwa tersebut. Teori Z yang pertama di kenalkan oleh William Ouchi. William Ouchi adalah seorang penyelidik dalam bidang pengurusan perniagaan, merupakan seorang professor di Amerika. Dalam bahasannnya, William mengatakan bahwa rasa aman atau “security” amat penting. Karyawan membutuhkan penghargaan berupa bekerja dengan bebas, promosi, dan dipekerjakan selamanya.  Teori ini muncul dari hasil observasi terhadap perbedaan perbedaan, antara bekerja di perusahaan Jepang dan di perusahaan Amerika Serikat. Dalam sistem manajemen Jepang, keamanan itu terjamin karena sebagian besar pekerja memiliki masa kerja seumur hidup (lifetime employment) di satu perusahaan. Organisasi gaya Jepang ini berkomitmen pada hubungan jangka panjang tersebut, dengan tinjauan kinerja secara reguler dan tegas, yang memberikan umpan-balik yang dituntut sebagian besar karyawan, agar bisa berfungsi efektif.

Di Jepang sendiri Teori Z dimulai dengan kisah sebuah perusahaan yang sedang sekarat. Kemudian seorang muda diangkat menjadi manager pabrik. Dan Ia langsung mengundang rapat semua pekerja. Dijelaskannya, bahwa perusahaan saingan mungkin akan menghancurkan bisnis pabrik ini. Dibahasnya sebuah studi, yang menunjukkan permintaan para konsumen. Dikemukakannya betapa perusahaan perlu memperoleh untung tertentu, agar dapat terus menampung para buruh yang ada dan mengadakan investasi baru. Para pekerja paham mendengarkan dengan seksama padahal sebelumnya, mereka tak pernah tahu menahu soal ini. Mereka cuma menjalankan perintah dan menyelesaikan pekerjaannya. Mereka tak merasa jadi bagian yang integral dengan sistem yang lebih besar. Mereka tak sadar alasan apa yang mengharuskan mereka bekerja lebih keras dan lebih efisien kecuali untuk kepentingan perusahaan, yang seakan lepas dari kepentingan pribadi. Kini mereka diajak berdiskusi. Mereka dipercaya. Perlahan-lahan, mereka mengembangkan sikap baru. Mereka mengatur sendiri efisiensi mereka. Itu tak berarti mereka yang harus ditegur dibiarkan saja. Bahkan mereka yang tak menunjukkan ikhtiar untuk maju, atau tak mampu bekerja lebih jauh, terpaksa dilepas. Disiplin tetap. Tapi Teori Z mengajarkan, bahwa keputusan diproses berdasarkan basis yang lebih luas, tak cuma di puncak yang sempit.

Tapi di sini yang akan lebih di bahas adalah penerapan teori Z di bidang pendidikan. Dimana sifat-sifat teori tersebut di butuhkan untuk mengembangkan konsep peneglolaan pendidikan agar ke depannya dapat semakin berkembang dan mengasilkan konsep pendidikan yang berkualitas. Selain membahas tentang penerapan teori Z dalam dunia pendidikan juga untuk memenuhi tugas Manajemen Pendidikan yang di ampu oleh Bapak Afid Burhanuddin, M.Pd.

 

PEMBAHASAN

Sebagaimana yang telah di bahas mengenai pengertian teori Z, bahwa seorang pegawai harus memperoleh rasa aman dan memperoleh masa kerja jangka panjang. Dan hal ini perlu di terpakan dalam sistem pendidikan. Dengan adanya teori Z dalam sistem pendidikan maka akan menghasilkan suatu sistem yang terorganisir. Dengan adanya jaminan rasa aman maka tenaga pendidik dan tenaga kependidikan akan bekerja secara maksimal. Sebab dengan adanya jaminan rasa aman maka tidak ada keragu-raguan dalam bekerja. Mereka akan dapat memaksimalkan potensi diri mereka. Mereka akan bisa mengembangkan atau memunculkan inovasi baru dalam dunia pendidikan. Sehingga tidak akan muncul rasa takut akan berbuat kesalahan yang fatal dalam pekerjaan mereka.

Teori Z dapat di jabarkan sebagai berikut, mereka yang bekerja di bawah naungan manajemen berkonsep tersebut pasti memiliki jaminan jangka panjang pekerjaan tetap, mereka dalam pengambilan keputusan dengan cara konsensus, evaluasi dan promosi lambat prosedur, dan tanggung jawab individu dalam konteks kelompok. Teori Z lebih menekankan pada peran dan posisi pegawai atau karyawan dalam perusahaan dan khusus disini adalah manajemen pendidikan yang dapat membuat para tenaga pendidik atau kependidikan  menjadi nyaman, betah, senang dan merasa menjadi bagian penting dalam organisasi pendidikan. Dengan demikian maka tenaga pendidik dan kependidikan akan bekerja dengan lebih efektif dan efisien dalam melakukan pekerjaannya. Dengan adanya jaminan keamanan mereka akan fokus dalam bekerja. Selain itu dengan jaminan kerja jangka panjang tentu mereka akan selalu bersemangat dalam bekerja. Mereka tidak akan terbebani dengan acaman pemecatan yang berujung terhadap tertekannya mereka dalam bekerja. Tentu ini akan mengganggu kinerja mereka. Mereka bekerja secara all out sehingga tidak ada tekanan dalam pikiran mereka. Mereka juga dilibatkan dalam musyawarah atau pengambilan keputusan sehingga mereka akan merasa bahwa mereka adalah bagian dari organisasi dan tidak akan merasa di abaikan oleh anggota lain yang mana memiliki jabatan lebih tinggi.

Teori Z menganggap, rasa aman (security) secara khusus punya arti penting. Kita  dapat membahas sedikit tentang teori ini dalam sistem manajemen Jepang, keamanan itu terjamin karena sebagian besar pekerja memiliki masa kerja seumur hidup (lifetime employment) di satu perusahaan. Organisasi gaya Jepang ini berkomitmen pada hubungan jangka panjang tersebut, dengan tinjauan kinerja secara reguler dan tegas, yang memberikan umpan-balik yang dituntut sebagian besar karyawan, agar bisa berfungsi efektif. Dengan sistem tersebut tentu akan sangat menarik bagi mereka yang bekerja dalam dunia pendidikan untuk bekerja dalam waktu yang lama. Teori Z juga menekankan perkembangan hubungan kepercayaan (trust relationship) antara pemimpin dan yang dipimpin. Penekanan itu didasarkan pada asumsi bahwa motivasi orang pertama-tama bersifat internal. Namun, perasaan-perasaan itu harus diperkuat oleh komitmen jelas terhadap karyawan dari pihak majikan/pimpinan. Dengan adanya hal tersebut akan terjalin hubungan yang harmonis antar pegawai. Tidak akan ada pegawai yang menaruh curiga kepada pegawai lain atau pemimpin yang menuduh bawahannya tanpa pertimbangan yang jelas.  Teori Z melihat pengambilan keputusan kolektif dan tanggung jawab kelompok memberikan dukungan sosial yang diperlukan bagi tercapainya kinerja puncak. Hal itu terjadi lewat penciptaan rasa aman, yang memungkinkan para karyawan membangkitkan ide-ide baru tanpa takut ditolak atau takut gagal. Dengan keputusan yang di ambil secara musyawarah tentu akan mencapai keputusan bersama dengan tidak mengesampingkan pendapat-pendapat orang lain. Apabila terjadi pengambilan keputusan sepihak tanpa melakukan musyawarah terlebih dahulu pasti akan menimbulkan perbedaan pendapat atau ketidak puasan pegawai lain yang berujung pada perpecahan organisasi atau manajemen yang ada. Dapat di ambil contoh, seorang guru yang mendapat dukungan penuh dari orang orang di sekitar tempat dia bekerja pasti akan merasa nyaman untuk melakukan pekerjaan sebagai pengajar di sekolah tersebut. Dengan kenyamanan itu seorang guru pasti akan memiliki keberanian untuk mengemukakan pendapat tentang metode pembelajaran yang lebih inovatif. Tapi juga di barengi dengan tanggung jawab dia sebagai seorang guru untuk memberikan hasil yang maksimal terhadap apa yang telah dia ciptakan. Kebebasan di sini bukan berarti kebebasan yang tak bertanggung jawab. Kebebasan di sini yaitu mereka bebas mengemukakan pendapat tapi tidak melupakan tanggung jawab yang telah di embannya sebagai seorang guru. Bebas bukan berari mereka akan bertindak semau mereka tapi dengan adanyakebebasan itu mereka akan dapat berpikir bahwa ada tanggung jawab yang lebih besar sedang menanti mereka.

Tapi dalam penggunaan teori Z tentu ada hal-hal yang menghambat atau kekurangan dari teori tersebut. Karena pada dasarnya munculnya suatu teori akan selalu diikuti oleh teori lain yang akan menyempurnakan teori sebelumnya. Kekuatan dari teori Z ini terletak pada upaya suatu organisasi pendidikan  untuk mengikat karyawan dengan loyalitas tanpa batas, sehingga mereka para pegawai  diharapkan mau bekerja dalam sikap yang penuh integritas untuk meningkatkan kinerja organisasi agar dapat bersaing dengan sekolah-sekolah lain yang memang saat ini telah di penuhi oleh persaingan dari berbagai bidang.
Sedangkan kelemahan teori ini apabila di terapkan dalam suatu manajemen pendidikan adalah saat kemampuan perusahaan menurun dalam komitmennya untuk tetap mempertahankan pegawai, apalagi saat ketidakpastian ekonomi merusak sektor financial yang meningkatkan keinginan pegawai untuk mencari atau berpindah tempat kerja untuk memeperoleh penghasilan yang lebih memadai dari sebelumnya. Selain itu teori ini membutuhkan banyak pengorbanan, karena sifatnya yang holistik dan kurang sederhana.

Pada dasarnya dunia pendidikan selalu memerlukan inovasi yang harus selalu di perbarui agar suatu saat dapat bersaing dengan kemajuan zaman. Dengan dunia pendidikan yang tidak kalah saing dengan kemajuan teknologi dan kemajuan zaman tentu akan menghasilakn peserta didik yang capable di bidangnya. Mereka tidak akan kalah kualitas dengan tenaga ahli dari negara lain.

 

PENUTUP

Teori Z sebagai teori yang awalnya adalah untuk membandingkan manajemen perusahaan Jepang dengan perusahaan Amerika Serikat yang pada masa itu sangat mengejutkan masyarakat umum karena perusahaan Amerika Serikat yang di kenal besar dan maju dapat kalah saing dengan perusahaan asia yaitu Jepang yang bila di lihat memiliki standar di bawah Amerika. Tapi pada kenyataannya perusahaan Jepang mampu bersaing. Dan ini di sebabkan oleh manajemen atau peneglolaan perusahaan Jepang. Teori Z menyatakan bahwa rasa aman (security) secara khusus punya arti penting, karyawan membutuhkan penghargaan berupa bekerja dengan bebas, promosi dan dipekerjakan selamanya dan teori ini pertama kali dicetuskan oleh William Ouchi (1981).

Dan dalam hal ini, teori Z di terapkan dalam manajemen pendidikan yang tentu memiliki struktur yang berbeda dengan perusahaan. Di sini terdapat tenaga pendidik, tenaga kependidikan serta semua pegawai yang mendukung tercapainya tujuan dari organisasi pendidikan tersebut. Teori Z lebih menekankan pada peran dan posisi pegawai atau karyawan dalam perusahaan dan khusus disini adalah manajemen pendidikan yang dapat membuat para tenaga pendidik atau kependidikan  menjadi nyaman, betah, senang dan merasa menjadi bagian penting dalam organisasi pendidikan. Dengan demikian maka tenaga pendidik dan kependidikan akan bekerja dengan lebih efektif dan efisien dalam melakukan pekerjaannya. Dengan adanya jaminan keamanan mereka akan fokus dalam bekerja. Selain itu dengan jaminan kerja jangka panjang tentu mereka akan selalu bersemangat dalam bekerja. Mereka tidak akan terbebani dengan acaman pemecatan yang berujung terhadap tertekannya mereka dalam bekerja. Tentu ini akan mengganggu kinerja mereka. Mereka bekerja secara all out sehingga tidak ada tekanan dalam pikiran mereka. Mereka juga dilibatkan dalam musyawarah atau pengambilan keputusan sehingga mereka akan merasa bahwa mereka adalah bagian dari organisasi dan tidak akan merasa di abaikan oleh anggota lain yang mana memiliki jabatan lebih tinggi.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Priatama, Iqbal. (2011) Teori Z Oleh: William Ouchi. from http://clix72.blogspot.com/2011/05/teori-z-oleh-william-ouchi.html

Arismunandar, Satrio. (2008) Teori X, Teori Y, dan Teori Z, Serta Penerapannya Di Perusahaan Media. from http://satrioarismunandar6.blogspot.com/2008/05/teori-x-teori-y-dan-teori-z-serta.html

 

_____________

*) Lusi Oktafiana Ardiyanti, penulis adalah mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris kelas C. Makalah disusun guna

memenuhi sebagian tugas individu pada mata kuliah Manajemen Pendidikan tahun akademik 2013/2014 dengan dosen pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd.

Advertisements

One thought on “Penerapan Teori Z (Wiliam Ouchi) dalam Pengelolaan Pendidikan”

  1. Pretty component of content. I just stumbled upon your blog and
    in accession capital to claim that I get actually loved account your weblog
    posts. Any way I’ll be subscribing in your augment and
    even I achievement you get right of entry to persistently quickly.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s