Aplikasi Teori Z dalam Pengelolaan Pendidikan

Teori Z dicetuskan / diciptakan oleh William Ouchi. Teori ini sudah banyak diimplementasikan / dijalankan pada banyak perusahaan di Amerika Serikat dan Jepang. Teori Z adalah lebih menekankan pada peran dan posisi pegawai atau karyawan dalam perusahaan yang dapat membuat para pekerja menjadi nyaman, betah, senang dan merasa menjadi bagian penting dalam perusahaan. Dengan demikian maka karyawan akan bekerja dengan lebih efektif dan efisien dalam melakukan pekerjaannya.

Cara kerja dan keberhasilan teori Z ,memiliki peluang untuk menunjang keberhasilan proses pengajaran di lingkungan akademik. Oleh karena itu penulis termotivasi untuk mengaplikasikan teori Z pada pengelolaan pendidikan.

2.1Pengertian Teori Z

Teori Z adalah sebuah pendekatan pengurusanberdasarkan kombinasi dari Amerika dan Jepun. Falsafah pengurusan yang dipersetujui.Teori Z lebih menekankan pada peranan danposisi pegawai atau pengurus dalam perusahaanyang dapat membuat para pekerja menjadi  aman dan boleh memberi pendapat  merasa dirinya bernilai. Teori Z telah membangun kesetiaan pekerjakepada organisasi melalui “mindset “ pekerjaan.

Bermula pada tahun 1970-1980 banyak industri di Amerika kehilangan pasaran karana ada kemunculan pesaingan dari pengusaha Jepun. Timbul tanda tanya oleh pihak Amerika. Teori Z pertama kali dicetuskan oleh William Ouchi pada tahun 1981, William mengatakan bahawa rasa aman atau “security” amat penting .Teori Z muncul dari hasil pemantauan terhadap perbezaan-perbezaan antara bekerja di perusahaan Jepun dan di perusahaan Amerika. Di Jepun sendiri Teori Z bermula dengan sebuah kisah perusahaan yang sedang merudum, kemudian ada seorang pengurus muda manaikkan syarikat dengan merapatkan hubungan pekerja dan majikan.

Teori Z merupakan pendekatan pengurusan yang menggabungkan falsafah pengurusan budaya Jepang dan budaya Amerika.Teori Z juga menekankan perkembanganhubungan kepercayaan (trust relationship) antarapemimpin dan yang pekerja.Teori Z melihat pengambilan keputusan kolektifdan rasa tanggung jawab kelompok memberikan dorongan sosial yang diperlukan bagi tercapainyahasil yang diperlukan.tanggung jawab diberikan secara perorangan atauindividual dan mengakui prestasi individu. Kerana tanggung jawab bersifat individu maka pekerja bebas bekerja menggunakan keterampilan yang dimilikinya.

Pekerja seumur hidup, agar terjadinya perasaan aman dan taat terhadap organisasi. Pengambilan keputusan dilakukan dengan cara bersama atau secara terbuka. Walaupun akan memakan waktu yang lebih lama namun tingat keberhasilan pengimplementasian hasil keputusan yang didapati akan lebih tinggi karena mendapat sokongan dari majority pekerja. Promosi dilakukan perlahan-lahan dari bawah, dan proses evaluasi prestasi dan promosi dilakukan dengan hari-hati agar tidak menimbulkan masalah dengan para pekerja.

2.2 Aplikasi Teori Z dalam Pengelolaan Pendidikan

Teori Z merupakan teori yang mengacu pada pemberian motivasi berdasarkan pada menejemen dan organisasi. Sehingga teori ini dapat diaplikasikan dalam dunia pendidikan khususnya dalam hal pengelolaan pendidikan.Teori ini menerapkan system kombinasi. Sistem inilah yang dapat digunakan dalam pengelolaan pendidikan karena meminimalisir timbulnya kendala-kendala yang menghambat proses pendidikan.

Ada tiga aspek vital dalam pendidikan yaitu pengajar, peserta didik dan fasilitas. Ketiganya saling mempengaruhi dalam menciptakan keberhasilan dunia pendidikan. Penggunaan fasilitas akan loptimal jika ada kerjasama antara pihak pengajar dan peserta didik. Dalam hal ini diperlukan kesadaran manajemen organisasi yang tinggi. Dimana pengajar memposisikan diri sebagai motivator yang me,berikan semangat kepada peserta didik agar memiliki kemauan untuk menggali potensi individu. Pengajar memberikan apresiasi terhadap  bakat peserta didik yang dinilai dapat memberikan konstribusi baru bagi kemajuan akademik. Sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk berinovasi sesuai dengan minat mereka tanpa ada paksaan.Dalam proses ini pengajar perlu mengadakan evaluasi pada setiap tindakan peserta didik. Hal ini bertujuan untuk mengontrol kegiatan peserta didik agar tidak menyimpang dari tujuan awal diadakannya kebebasan berinovasi.

2.1 Evaluasi

Untuk mengantisipasi kesalahan diperlukan evaluasi dari pihak yang terlibat. Evaluasi tidak hanya dilakukan oleh pengajar akademik saja. Peserta didik juga perlu mengadakan evaluasi agar terbentuk kerjasama yang baik. Pengumpulan teori teori pembanding berupa literatur yang berasal dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan seperti jurnal  dan buku buku referensi sangat diperlukan untuk menambah wawasan yang menunjang kegiatan aksi nyata.

 

3.1Kesimpulan

Penerapan teori Z dalam pengelolaan pendidikan merupakan salah satu bentuk aplikasi dari teori Z yang dicetuskan oleh William Ouchi. Aplikasi ini didasarkan pada pemberian motivasi yang terdapat pada teori Z yang dinilai dapat diaplikasikan dalam pengelolaan pendidikan berkelanjutan dengan harapan keberhasilan teori Z dapat menunjang keberhasilan pendidikan.

3.2Saran

Kami mengharapkan agar aplikasi teori Z dalam pengelolaan pendidikan ini dilakukan analisis ulang untuk meminimalisir kesalahan pengimplementasian dan kekurangan dari teori Z itu sendiri.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Hani Handoko 1996,Manajemen.Edisi 2,BPFE,Yogyakarta

Sukanto Reksohadiprojo 1986,Organisasi perusahaan Teori Struktur dan Perilaku.BPFE.Yogyakarta

Wahab,Payab2013, Teori Z oleh William Ouchi http://slideshare.net2013/4/17. Diakses pada 19 Januari pukul 13.00 WIB

 

___________

Nama :Fiki Nurhidayah

Kelas: PBI B/V

Nim:11.88203.053

STKIP PGRI PACITAN

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s