Metode Pembelajaran Menyenangkan: “Letter in the Bottle’

Ada sebuah materi dalam pelajaran bahasa Inggris, yaitu tentang pemahaman teks. Materi ini bisa ditemukan baik dalam jenjang pendidikan SMP mauun SMA. Dalam hal ini, siswa diharapkan mampu membedakan jenis-jenis teks, mendefinisikannya, mengetahui ciri-cirinya, menganalisanya, bahkan membuatnya sendiri. Sayangnya, perkembangan teknologi informasi, terutama adanya internet membuat siswa menjadi malas untuk kreatif saat diberi tugas membuat teks secara mandiri. Mereka akan memilih membuka internet, men-download sebuah teks sesuai yang mereka inginkan, lalu mencetaknya atau ditulis dan diakui sebagai karya pribadi. Menyiasati jenis tindak kecurangan ini, ada sebuah teknik pembelajaran yang bisa dicoba untuk membuat siswa lebih aktif, kreatif dan mandiri. Untuk membuatnya tidak membosankan dan menghemat waktu karena merupakan aktivitas kelas, jenis teknk ini dilakukan secara berkelompok. Sebagai contoh, misalnya guru sedang mengajarkan jenis teks naratif. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok. Untuk menjaga keefektifan kinerja, masing-masing kelompok terdiri dari 3-4 orang siswa, dengan tingkatan penguasaan vocabulary dan pola kalimat yang berbeda.
  2. Sebelum memulai, guru menerangkan rambu-rambu pengerjaan teks. Misalnya setiap teks terdiri dari lima paragraf, yang memuat alur yang tepat, yaitu pengenalan tokoh, permasalahan dimulai, puncak masalah, ketegangan menurun, dan penyelesaian masalah. Guru bisa juga memberi batasan, misalnya tiap paragraf memuat sedikitnya lima kalimat.
  3. Setelah para siswa sudah duduk bersama anggota timnya masing-masing, guru membagikan atau para siswa mengambil sendiri botol plastik bekas minuman yang didalamnya terdapat kertas yang berisi petunjuk rinci cara membuat paragraf narasi dan juga sejumlah vocabulary yang harus digunakan dalam narasi sebagai kata bantu. Masing-masing ‘surat dalam botol’ memiliki vocabulary yang berbeda, sehingga setiap tim harus membuat cerita narasi yang berbeda.
  4. Setelah mendapat dan memahami instruksi pengerjaan, para siswa harus mampu membuat sebuah cerita narasi yang berbeda dari yang pernah mereka tahu berdasarkan kosakata yang telah diterima. Setiap anggota tim harus menyumbangkan kalimat untuk tugas mereka. Guru bisa menerima pertanyaan sehubungan dengan teknik pengerjaan.
  5. Diakhir aktivitas, setiap kelompok harus menyerahkan hasil karya mereka kepada guru untuk dinilai.

Catatan: untuk menerapkan teknik ini dalam membuat teks ilmiah seperti teks recount, exposition, dan lainnya, guru menambahkan tema, misalnya global warming, pada ‘surat dalam botol’ untuk mempermudah para siswa menulis teks.

___________

Nama : Dhenok Dwi Anugrahwati

NIM : 11.88203.046

PBI-B-Tugas Artikel 2 Manajemen Pendidikan

STKIP PGRI PACITAN

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s