Penerapan Teori X dan Y dalam Pengelolaan Pendidikan

Sikap kepemimpinan dalam suatu organisasi mempunyai faktor yang sangat penting dalam menentukan keberhasialan, karena keberhasilan suatu organisasi adalah cerminan dari pemimpinnya. Begitu juga pendidikan, dalam pengelolaan pendidikan perlu adanya pemimpin yang bisa mengelola suatu pendidikan sehingga keberhasilan dapat di capai. Untuk mencapai keberhasilan tersebut pemimpin harus bisa membuat individu-individu dalam organisasi yang dipimpinnya bisa berperilaku sesuai dengan yang diinginkan oleh pemimpin untuk mencapai tujuan organisasi, karena perilaku individu berbeda satu dengan yang lainnya. Perbedaan inilah yang memunculkan adanya perilaku yang bersifat positif dan negatif. Perilaku individu yang bersifat positif dan negative tersebut tentunya juga berhubungan dengan gaya kepemimpinan. 

DEFINISI TEORI X DAN Y

Teori x dan y  adalah teori yang menyatakan tentang perilaku seseorang. Teori ini dikemukakan oleh Douglas McGregor.

  • Teori X

Teori x menyatakan bahwa sebagian besar orang-orang ini lebih suka diperintah, dan tidak tertarik akan rasa tanggung jawab serta menginginkan keamanan atas segalanya. Teori ini juga menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pekerja memiliki ambisi yang kecil untuk mencapai tujuan perusahaan namun menginginkan balas jasa serta jaminan hidup yang tinggi. Dalam bekerja para pekerja harus terus diawasi, diancam serta diarahkan agar dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan perusahaan.

  • Teori Y

Teori y memiliki anggapan berbalik dengan teori x. Teori  ini menyatakan bahwa orang-orang pada hakekatnya tidak malas dan dapat dipercaya, tidak seperti yang diduga oleh teori x. Teori ini memiliki anggapan bahwa kerja adalah kodrat manusia seperti halnya kegiatan sehari-hari lainnya. Pekerja tidak perlu terlalu diawasi dan diancam secara ketat karena mereka memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan perusahaan. Pekerja memiliki kemampuan kreativitas, imajinasi, kepandaian serta memahami tanggung jawab dan prestasi atas pencapaian tujuan kerja. Pekerja juga tidak harus mengerahkan segala potensi diri yang dimiliki dalam bekerja.

DEFINISI PENGELOLAAN PENDIDIKAN

Kegiatan dalam sistem pendidikan nasional secara umum meliputi dua jenis yaitu pengelolaan pendidikan dan kegiatan pendidikan. Pengelolaan pendidikan berasal dari kata manajemen, sedangkan istilah manajemen sama artinya dengan administrasi ( Oteng Sutisna:1983). Pengelolaan pendidikan dapat diartikan sebagai proses perencanaan pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang melibatkan sumber daya yang dikelola untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien pada pendidikan. Terdapat beberapa fungsi dari pengelolaan itu sendiri, yaitu sebagai berikut:

Perencanaan                                    
Perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan, yaitu dengan merumuskan perencanaan penetapan pada tindakan apa yang harus dilakukan, apa sebab tindakan itu harus dikerjakan, dimana tindakan itu harus dikerjakan, kapan tindakan itu harus dikerjakan, siapa yang akan mengerjakan tindakan itu, dan bagaimana caranya melaksanakan tindakan tersebut.

Pengorganisasian
Oganisasi adalah dua orang atau lebih yang bekerjasama dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran specific atau sejumlah sasaran. Dalam sebuah organisasi membutuhkan seorang pemimpin, pekerjaan pemimpin meliputi beberapa kegiatan yaitu mengambil keputusan, mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara atasan dan bawahan, memberi semangat, inspirasi dan dorongan kepada bawahan agar mereka melaksanakan apa yang diperintahkan.

Pelaksanaan
Proses penggerakan orang-orang untuk melakukan kegiatan pencapaian tujuan sehingga terwujud efisiensi proses dan efektifitas hasil kerja.

Pengawasan
Pengawasan adalah usaha pemantauan kinerja agar kinerja tersebut terarah dan tidak melenceng dari aturan yang sudah ditetapkan. Pemantauan berfungsi sebagai media agar kinerja tersebut terarah dan tersampaikan secara tepat.

PENERAPAN TEORI X DAN Y DALAM PENGELOLAAN PENDIDIKAN

Kepala Sekolah terhadap guru kelas

Dalam lingkup sekolah tidak semua guru memiliki rasa tanggung jawab yang sama. Sebagian guru memiliki rasa tanggung jawab yang kurang, mereka hanya menginginkan balas jasa serta jaminan hidup yang tinggi, tetapi malas dalam bekerja serta tidak mempertanggungjawabkan pekerjaan yang diberikan kepadanya. Dengan perilaku tersebut seorang kepala sekolah harus bertindak tegas, guru yang memiliki perilaku seperti ini harus terus diawasi, diberi peringatan serta diarahkan agar dapat bekerja sesuai dengan ketentuan yang dibuat oleh pihak sekolah. Di samping itu, ada juga guru yang memiliki perilaku yang rajin dan dapat dipercaya. Mereka tidak perlu terlalu diawasi secara ketat karena mereka memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan pendidikan serta memiliki kreativitas, imajinasi, kepandaian dan bertanggung jawab atas pencapaian tujuan kerja.

Guru kelas terhadap siswa

Seorang guru harus memahami perilaku siswanya secara individu, karena setiap siswa memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda. Siswa yang pemalas dan tidak memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugasnya sebagai pelajar, harus diarahkan, diawasi, diberi motivasi, dan kalau perlu diancam agar mereka mau belajar. Sedangkan siswa yang dapat dipercaya, rajin, dan bertanggung jawab, mereka tidak perlu diawasi dan diancam secara ketat, cukup diberi motivasi dan dukungan agar tetap mau belajar.

 

PENUTUP

Setiap individu memiliki perilaku yang berbeda dalam menjalankan tugasnya. Oleh karena itu perlu adanya seorang pemimpin yang mampu memahami dan mengatur cara kerja mereka sehingga tujuan kerja bisa di capai sesuai dengan visi, misi dan tujuan pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA

Anatomi. 2010. Pengelolaan Pendidikan. Di download 03 Desember 2013 Pukul 13:47 WIB. Dari http://anatomiestreetsoldier.wordpress.com/2010/06/26/pengelolaan-pendidikan/

Zaenal. 2011. Pengertian Teori x dan y dari sisi kepemimpinan. Di download 03 Desember 2013 Pukul 13:58 WIB. Dari http://debardebur.blogspot.com/2011/05/pengertian-teori-x-dan-y-dari-sisi.html

 

_____________

*)Kusnul Khotimah, penulis adalah mahasiswa STKIP PGRI Pacitan program Studi Pendidikan Bahasa Inggris kelas C. Makalah disusun guna memenuhi sebagian tugas individu pada mata kuliah Manajemen Pendidikan tahun akademik 2013/2014 dengan dosen pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s