Strategi Menjadikan Pembelajaran Bahasa Inggris Agar Menyenangkan

Bahasa Inggris adalah alat untuk berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan. Bahasa Ingris sebagai bahasa Internasional adalah sesuatu yang penting dan menjajikan di masa depan. Dengan cara-cara pembelajaran yang menyenangkan, demokratis, memancing kreatifitas, mendorong berpikir kritis, mendorong kerja sama, mengembangkan sikap saling menghargai, menumbuhkan rasa percaya diri, menjunjung norma-norma dan etika, maka proses pembelajaran itu akan mengembangkan potensi diri anak didik untuk mencapai kualitas manusia yang unggul.

Dengan demikian pembelajaran selain memacu anak didik untuk menguasai ilmu dan kompetensi sesuai dengan mata pelajarannya, juga mengembangkan life skill-nya, seperti kesadaran diri sebagai hamba Tuhan, makhluk sosial dan makhluk lingkungan, kesadaran akan potensi diri dan dorongan untuk mengembangkannya, kecakapan menggali informasi, kecakapan mengolah informasi dan mengambil keputusan dengan cerdas, kecakapan memecahkan masalah, kecapakan komunikasi, kecakapan bekerja sama, kecakapan akademik dan kecakapkan vokasional. Guru sebenarnya dapat secara kreatif berupaya menemukan strategi atau teknik pembelajaran baru, mengujicobakan, dan mengevaluasinya dalam langkah-langkah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Dari teknik-teknik yang diujicobakan itu tentu ada yang dinilai lebih menarik, lebih menyenangkan, lebih efektif dsb. Maka teknik -teknik itu akan menambah ragam kegiatan pembelajaran di kelas sehingga pembelajaran tidak monoton.

 

PEMBAHASAN

Dalam pembelajaran Bahasa Inggris, kegiatan pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi tiga fase atau tahap, yaitu mendapatkan materi belajar, melakukan kegiatan pembelajaran di kelas, dan melakukan assessment atau evaluasi.

 

  1. 1.         Mendapatkan Materi Belajar.

 

Tujuan utama pembelajaran Bahasa Inggris adalah kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris baik secara lisan ( listening dan speaking) maupun tertulis ( reading dan writing.). Untuk itu pembelajaran difokuskan pada aktifitas komunikasi untuk mengembangkan kemampuan ini. Untuk aktifitas itu. diperlukan materi, misalnya text tulis dari aneka sumber dan teks lisan misalnya kaset rekaman, CD dan VCD. Teknik memperoleh materi itu antara lain sebagai berikut.

 

Merekam dari radio, televisi atau sumber lain.

 

Pembelajaran listening dapat dikatakan masih sangat diabaikan dalam pengajaran Bahasa Inggris. Padahal kompetensi mendengarkan (listening) merupakan kompetensi bahasa yang sangat peniting. Pierce (1988) menyatakan bahwa kecakapan bahasa lisan, yaitu mendengarkan dan berbicara, diangap sebagai kecakapan bahasa yang paling penting dalam komunikasi langsung. Salah satu kendala yang menyebabkan pembelajaran listening agak diabaikan adalah tidak tersedianya laboratorium bahasa di sebagian besar sekolah dan kurang tersedianya materi untuk pembelajaran listening.

Seperti yang dinyatakan oleh Ur (1996: 109) ada masalah-masalah yang sering muncul seperti ketidaktersediaan laboratorium bahasa, keterbatasan materi autentik, dan kecakapan presentasi guru termasuk kecakapan bahasanya Tentang tidak tersedianya laboratorium bahasa sebenarnya dapat diatasi dengan mengadakan pembelajaran listening di ruang kelas. Setting pembelajaran listening di kelas ini bahkan mempunyai keunggulan, karena dapat dipadukan dengan kegiatan speaking secara bebas. Sedangkan kurang tersedianya bahan menyimak dapat diatasi dengan merekam siaran dari radio dan televisi. Perekaman dilakukan oleh guru, dan dapat pula melibatkan / menugaskan kepada siswa. Contoh Materi Listening yang merupakan hasil rekaman siaran dari VOA (Voice of America) tentang “Environmental Report”.

 

Special English Environment Report

This is Dan Bursby with the special English environment report. Thirteen komodo dragons have been born at the national zoo in Washington. This is the first time the endangered reptile has been born outside Indonesia. The komodo dragon gets its name from an Indonesian island of Komodo. The dragon is the world’s largest lizard. The young komodo dragons were only 14 cm. long at birth. They weighed only about 100 grams. But they will grow to be more than 3 meters long. They will weigh up to 130 kilograms. The dragons eat animals as large as pigs and deer. They use long, sharp claws to seize the animals. And they have been known to attack human. In 1988 only about 5000 dragons remained in Indonesia.

Farmers killed them Because they ate their chicken. Hunters killed them. And they died because development destroyed the places where they lived. Indonesia offered two Komodo dragons to the National zoo during former president Reagon’s visit to Indonesia in 1986. The lizards arrived in Washington two years later. They were the first Komodo dragons in a zoo in a Western. Durin g the next three years zoo researchers provided a home for the dragons that was just like their natural home in Indonesia. Zoo workers built a mud bank for the dragons. They kept the temperature hot in winter and very hot in summer. They fed rats, chickens and rabbits to the dragons. In December zoo scientists observed that the dragons were mating. In January researchers found 26 eggs buried in the mud. The young dragon began escaping from their eggs in September. By one month later 13 eggs had hatched. This is the largest number ever recorded of baby komodo dragons born at one time. A national zoo spokesman says the young dragons are doing well. One is being shown to the public. He says that the zoo official plans to send some of the komodo dragons to other zoos when the babies are big enough. They also planned to send the national zoo’s female dragons to zoo in Sinsinate Ohio. They hope she will mate with the zoo’s male komodo dragon so more baby dragons will be born. (Asmawatie rosyidah, Widyaiswara madya, BDK Surabaya ) 21 Today’s environment report was writ ten by Shally Gallis. This is Dan Bursby.

 

 

Langkah Kegiatan menggunakan materi di atas dapat di rancang sebagai berikut :

  1. A.    Pre listening

1. Menunjukkan gambar. Guru menunjukkan gambar komodo.

2. Guru bertanya seperti:

a. What do you know about the komodo dragon?

b. How is the temperature in the island of Komodo?

c. Do you think the komodo dragon can live in a sub -tropical region like USA and Europe?

  1. B.     Listening

1. Siswa mendengarkan pertama untuk mendapatkan gambaran umum isi teks.

2. Siswa mendengarkan potongan (bagian) pertama dari teks. This is Dan Bursbey with the special English environment report.

 

The young komodo dragons were only 14 cm. long at birth. They weighed only about 100 grams. But they will grow to be more than 3 meters long. They will weigh up to 130 kilograms. The dragons eat animals as large as pigs and deer. They use long, sharp claws to seize the animals. And they have been known to attack human. In 1988 only about 5000 dragons remained in Indonesia. Farmers killed them because they ate their chick en. Hunters killed them. And they died because development destroyed the places where they lived.

3. Siswa menjawab pertanyaan yang sudah diberikan sebelumnya atau disiapkkan dalam work sheets /lembar kerja

a. what baby animals were reported to have been born?

b. What was the size o the animal at birth?

c. How long can they be when grown up?

d. What large animals do they eat?

e. Why did farmers kill many of the komodo dragons?

4. Sambil mendengarkan bagian pertama sekali lagi siswa mengecek jawaban mereka.

5. Secara bergiliran siswa diminta membaca keras jawabannya diikuti dengan pembahasan bersama apakah jawaban itu salah atau benar.

6. Siswa mendengarkan potongan kedua dari materi teks lisan.

Indonesia offered two Komodo dragons to the National zoo during former president Reagan’s visit to Indonesia in 1986. The lizards arrived in Washington two years later. They were the first Komodo dragons in a zoo in a Western. During the next three years zoo researchers provided a home for the dragons that was just like their natural home in Indonesia. Zoo workers built a mud bank for the dragons. They kept the temperature hot in winter and very hot in summer. They fed rats, chickens and rabbits to the dragons. In December zoo scientists observed that the dragons were mating. In January researchers found 26 eggs buried in the mud. The young dragon began escaping from their eggs from their eggs in September. By one month later 13 eggs had hatched. This is the largest number ever recorded of baby komodo dragons born at one time. A national zoo spokesman says the young dragons are doing well. One is being shown to the public. He says that the zoo official plans to send some of the komodo dragons to other zoos when the babies are big enough. They also planned to send the national zoo’s female dragons to zoo in Sinsinate Ohio. They hope she will mate with the zoo’s male komodo dragon so more baby dragons will be born. Today’s environment report was written by Sh ally Gallis. This is Dan Bursby.

7. Siswa menjawab true-false questions.

a. Former President Reagan took the two komodo dragons back to USA with him.

b. The first komodo dragons in a western country were in the national zoo of Washington.

c. The temperature in Washington is hot in winter and very hot in summer.

d. The komodo dragons buried their eggs in the mud.

e. 26 eggs were found in mud in January after the komodo dragons were mating in December.

8. Siswa mencek jawabannya sambil mendengarkan ba gian kedua sekali lagi.

9. Kelas membahas dan menentukan jawaban yang benar.

10. Siswa mendengarkan seluruh teks sekali lagi untuk pemantapan.

 

  1. C.    Post listening

1. Percakapan berpasangan. Tiap pasangan siswa diminta mengadakan percakapan tentang satwa yang dilindungi. Debate. Siswa dibagi menjadi empat kelompok. Tiap kelompok memberikan argumentasi bagaimana melestarikan satwa yang sudah langka.

Keunggulan teknik ini antara lain.:

  • Besifat autentik, yakni diambil dari kehidupan nyata, yaitu dari siaran radio yang sebenarnya, bukan hanya sekedar karangan.
  • menghubungkan materi belajar dengan kehidupan nyata

 

 

 

 

Mengumpulkan Lagu Bahasa Inggris

 

Siswa secara berkolaborasi (bekerja sama) dalam kelompok kecil (2-3) orang untuk mendapatkan lagu-lagu bahasa Inggris. Masing-masing 10 kelompok menyiapkan teks lagu itu dan memperbanyaknya untuk teman-temannya sekelas. Kelompok itu kemudian menyajikan (menyanyikan) lagunya lalu diikuti seluruh kelas. Selanjutnya guru memandu aktifitas kelasmisalnya dengan kegiatan berbicara yang dikaitkan dengan isi lagu itu.

Keunggulan teknik ini antara lain :

  • Disenangi oleh siswa, sehingga menciptakan joyful learning;
  • Menghubungkan aktifitas kelas dengan kehidupan nyata siswa, sebab dalam kehidupannya siswa sering mendengar lagu-lagu itu;
  • Merupakan authentic assessment, sebab siswa yang bersangkutan, siswa lain dan guru dapat melihat kemajuan kemampuannya.

Tentang menghubungkan aktifitas kelas dengan kehidupan nyata siswa Johnson (2002:43) menyatakan “connecting learning to one’s life makes studies come alive, and this connection is what CTL is primarily about.”

 

Mengalihbahasakan lagu

 

Guru dapat mendorong kreatifitas siswa untuk mengubah lagu –lagu berbahasa Indonesia atau berbahasa daerah yang sedang populer ke dalam bahasa Inggris. Teknik pembelajaran ini juga terbukti dapat menyenangkan bagi siswa.

 

 

Contoh lagu yang telah dialihbahasakan ke dalam Bahasa Inggris :

 

Song 1

 

Cucak Rowo

 

I tried and tried to throw at a mangosteen.

At a mangosteen I threw, a mango what I got.

I tried and tried to propose to a virgin.

To a virgin I proposed, a widow what I got.

 

How is it, How is it, how is it?

An old man married a virgin.

The virgin is crying in the night

because she is afraid of his bird.

 

His bird is cucak rowo

Cucak rowo with a long tail

The tail which is full of feathers

When it is shaken you know how it feels.

 

 

 

 

 

Song 2

 

Indonesia the Legacy

 

Indonesia is my homeland

Long lasting and prosperous legacy

Indonesia since long time ago then

Has been praised by folk of the country

 

Over there the place where I was born

Being lulled and brought up by Mother

The place for shelter in the old age

Till the end I close my eyes.

 

Pengamatan Lingkungan

 

Dalam kelompok kecil siswa diberi tugas melakukan pengamatan atau survey lingkungan, baik lingkungan alam atau lingkungan sosial. Untuk 11 lingkungan alam siswa dapat mengamati keadaan hutan, jenis binatang atau tumbuhan yang hidup di tempat tertentu dsb. Untuk lingkungan sosial misalnya siswa dapat mencari informasi tentang jenis profesi yang ada di desa tertentu. Kemudian siswa menulis hasil pengamatannya itu itu dalam betuk laporan sederhana. Kemudian guru dapat m emandu kegiatan lanjutan dari tugas ini dengan aktifitas kelas, misalnya presentasi dan diskusi.

Keunggulan teknik ini yaitu antara lain:

– menghubungkan dengan kehidupan nyata;

– mengembangkan kompetensi menggali informasi;

– berfungsi sebagai authentic assessment.

 

Mencari bahan dari koran dan sumber lain

 

Siswa mencari bahan yang berupa teks tulis yang berkaitan dengan topik tertentu dari koran, majalah, encyclopedi, internet dsb. Siswa mengerjakannya dengan kerja kelompok untuk melatih kerja sama.

Keunggulan dari teknik ini yaitu:

  • Mengembangkan life skill berupa kecakapan menggali informasi
  • Menghubungkan dengan kehidupan nyata,
  • Berfungsi sebagai self assessment, sebab siswa melihat kemajuan kemampuan dirinya.

 

  1. 2.         Masalah kegiatan pembelajaran

 

Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam dalam merancang skenario pembelajaran ini yaitu:

    • Aktifitas tidak didominasi oleh guru, sebaliknya siswa yang harus lebih banyak melakukuan aktifitas (student -centered learning activities);
    • Aktifitas menarik dan menyenangkan bagi siswa (joyful learning).
    • Akktifitas mengembangkan kompetensi komunikasi baik lesan maupun tul
    • Diantara aktifitas pembelajaran yang terbukti bersifat aktif, menyenangkan siswa dan efektif sebagai berikut.

 

Percakapan Berpasangan

 

Percakapan ini dilakukan berpasangan dalam kelompok dua -dua.

Setiap siswa melakukan percakapan dengan teman sebangkunya. Kegiatan ini cocok untuk dirangkai dengan pembelajaran reading dan pembelajaran listening, yaitu dirancang sebagai post reading activities dan post listening activities. Menurut Ur (1996: 105-106) sangat penting untuk melakukan kegiatan mendengarkan yang juga melibatkan berbicara Sementara itu Peck (1988: 187-188) menyatakan bahwa kegiatan post listening ini adalah sangat penting sebab hal ini juga melatih kecakapan bahasa produktif siswa. Walau sepintas kegiatan ini terkesan tidak terkendali, aktifitas ini sebenarnya bersifat efektif dan efisien, sebab semua siswa melakukan aktifitas.

Keunggulan teknik pembelajaran ini a. l. sebagai berikut:

– semua siswa terlibat dalam aktifitas;

– menarik dan menyenangkan;

– mengembangkan kompetensi komunidasi lisan;

– meningkatkan hubungan interpersonal;

– memotifasi siswa untuk berani berbicara dalam bahasa Inggris;

– dapat dilakukan di kelas maupun di lab bahasa.

Kelemahan teknik ini adalah bahwa pada tahap awal siswa tidak mudah untuk diajak berbicara dalam bahasa Inggris. Banyak yang bersikap menunggu. Namun hal ini dapat diatasi dengan memberikan teks percakapan terlebih dahulu. Pada tahap awal siswa tinggal membaca dan menghafalkan teks percakapan itu, selanjutnyan mereka mengubah percakapan itu sesuai dengan keadaan atau pengalaman mereka.

 

Debate

 

Dalam pelaksanaan teknik debate ini siswa dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pro dan kelompok kontra. Dua kelompok ini beradu pendapat tentang suatu masalah. Setelah satu kelompok menyampaikan idenya tentang suatu masalah, kelompok yang lain menyampaikan ide yang berbeda dengan mengemukakan alasan-alasannya. Teknik ini cocok untuk dira ngkai dengan pembelajaran reading dan pembelajaran listening sebagai kegiatan follow up.

Keunggulan teknik ini yaitu:

  • Mengembangkan kemampuan menyampaikan pendapat dan kritik;

mengembangkan rasa percaya diri untuk berbicara di depan forum;

  • Merupakan self assessment bagi siswa, sebab siswa melihat kemajuan kemampuannya sendiri.

Sedang kelemahannya yaitu aktifitas ini biasanya didominasi oleh siswa yang punya kemampuan bicara. Kelemahan ini dapat dikurangi dengan memberikan skor yang lebih besar bagi yang b erbicara pertama daripada yang berbicara kedua kalinya, sehingga dengan demikian kelompok berusaha memberikan peluang berbiara kepada anggota yang belum berbicara.

 

 

 

 

 

Presentasi

 

Dengan teknik ini siswa dalam kelompok kecil menyajikan hasil kerjanya di depan kelas secara lisan yang didukung dengan media tulis, gambar atau media yang lain.

Contoh presentasi antara lain :

  • menyampaikan materi yang diperoleh dari koran, internet, ensiklopedi atau sumber lain;
  • Laporan hasil pemgamatan, survey atau interview;
  • presentasi / menyanyikan lagu;
  • presentasi / menyanyikan lagu yang dialihbahasakan ke bahasa Inggris.

Keunggulan teknik ini yaitu

  • mengembangkan kecakapan akademis
  • mengembangkan kecakapan menggali informasi
  • mengembangkan kecakapan komunikasi publik
  • mengembangkan rasa percaya diri
  • mengembangkan kecakapan bekerja sama
  • mengembangkan potensi diri siswa dalam kesenian.

 

  1. 3.         Melakukan Assessment

 

Fase ketiga dalam kegiatan belajar -mengajar adalah melakukan assessment untuk mendapatkan masukan tentang kemajuan belajar siswa. Johnson (2002:165) menyatakan bahwa authentic assessment menantang siswa untuk mengaplikasikan informasi dan kompetensi akdemik yang telah diperolehnya dalam situasi nyata untuk tujuan yang signifikan. Contoh aplikasi Bahasa Inggris untuk tujuan yang signifikan misalnya menjadi MC, menulis laporan hasil pengamatan, melakukan percakapan nyata, melakukan diskusi dsb. Walaupun dikatakan fase ketiga, sebenarnuya aktifitas ini dapat

terjalin dengan tahapan-tahapan yang lain. Kegiatan-kegiatan dan hasil kerja siswa dalam mencari materi dan dalam pembelajaran di kelas dapat sekaligus merupakan masukan tentang kemajuan kemampuannya, namun dapat dirancang dan dilakukan assessment secara khusus. Pada bagian ini akan dipaparkan dua jenis assessment yang terbukti menyenangkan bagi siswa .

 

Percakapan berdua

 

Siswa melakukan percakapan dalam program pairing di lab bahasa. Secara terus menerus siswa berbicara bebas atau dengan topik yang diberikan. Guru memonitor dan mererekam percakapan siswa secara bergantian. Siswa akan merasa senang dan antusias pada waktu rekaman itu diputar kembali pada menjelang akhir pertemuan.

 

English Contest

 

English contest (lomba Bahasa Inggris) dapat dilakukan antar kelas dalam satu sekolah atau antar sekolah dalam satu kota. Kecakapan Bahasa Inggris yang dilonbakan dapat meliputi speech (pidato), debate (adu pendapat), story telling, English quiz, poetry reading (baca puisi) dsb. Kegiatan ini terbukti menggairahkan semangat siswa dan memacu prestasi mereka.


BAB IV

PENUTUP

  1. A.      Kesimpulan

 Untuk menghadapi perubahan zaman yang semakin menuntut sumber daya manusia yang lebih berkompetensi dalam segala segi kehidupan dan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negara kita yang sementara ini masih tergolong kurang memuaskan, guru sebagai ujung tombak pelaksanaan pendidikan perlu merancang dan melaksanakan model –model pembelajaran yang bervariasi. Dengan model pembelajaran yang bervariasi ini diharapkan lebih menggairahkan bagi siswa, tidak membosankan dan dapat mengatasi masalah siswa yang hanya cocok dengan tipe atau jenis pembelajaran tertentu. Diantara teknik -teknik pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa dan efektif yaitu aktifitas-aktifitas pembelajaran berupa merekam bahan dari radio, televisi atau sumber lain, mengumpulkan dan menyajikan lagu Bahasa Inggris, mengalihbahasakan lagu ke dalam Bahasa Inggris, mengamati dan menulis laporan tentang lingkungan, mencari bahan dari koran dan sumber lain, percakapan berpasangan, debate, dan presentasi.

 

  1. SARAN

 

Pada bagian akhir dari makalah ini di sampaikan beberapa saran yang terutama ditujukan kepada teman-teman mahasiswa, yaitu:

  1. Sebagai pelaksana terdepan dalam kegiatan pendidikan, guru hendaknya berupaya merancang teknik -teknik pembelajaran dan menguji – cobakan di kelas, dan lebih baik lagi kalau dirancang dalam bentuk penelitian, baik penelitian tindakan kelas (classroom action research) atau experimental research. Dengan teknik-teknik yang diuji cobakan, diharapkan akan ditemukan model pembelajaran yang menyenangkan siswa dan efektif.
  2. Hendaknya guru mempublikasikan hasil temuannya dalam bentuk karya tulis atau artikel sehingga dapat di”nikmati” oleh rekan guru yang lain. Dan terakhir, hendaknya para guru bekerjasama, berkumpul dalam suatu wadah seperti MGMP, dan bertukar pikiran dan pengalalaman untuk mencapai keberhasilan yang lebih baik dalam merancang, melaksanakan dan mengevaluasi dalam tugas pendidikannya.

 

 

_________________

*) Dwi Puspitasari, adalah mahasiswi STKIP PGRI Pacitan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris kelas C. Makalah disusun guna memenuhi sebagian tugas individu pada mata kuliah Manajemen Pendidikan tahun akademik 2013/2014 dengan dosen pengampu Afid Burhanudin, M. Pd.

One thought on “Strategi Menjadikan Pembelajaran Bahasa Inggris Agar Menyenangkan”

  1. Worn first by Pierce Brosnan in Goldeneye in 1995 (Omegya Seamaster 2541:
    80). Saving with tthe style is a rare arrangement and
    this is the most excellent place where you ccan get that.

    When screws are used at links, the durability of the watches
    increase evben more.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s