Konsep Dasar Pengelolaan Biaya Pendidikan

Pendidikan merupakan hal utama yang harus dimiliki oleh setiap bangsa untuk mencapai kemajuan. Kualitas pendidikan masyarakat yang baik, tentunya akan memberikan efek positif bsgi kemajuan bangsa dan negaranya. Pendidikan memiliki banyak aspek yang harus dikelola secara baik dan benar. Diantaranya seperti Konsep Dasar Administrasi, Manajemen Kesiswaan, Manajemen membiayaan, Sarana Prasarana, dan lain-lain. Oleh karena itu perlu adanya manajemen yang baik dalam dunia pendidikan. Salah satu yang menjadi aspek utama dalam manajemen pendidikan ialah konsep dasar dalam mengelola pembiayaan pendidikan. Hal ini perlu mendapat kajian tersendiri mengingat hal tersebut merupakan komponen yang sangat penting dan paling menentukan keberhasilan setiap usaha pendidikan. Dana merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektivitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. Hal tersebut lebih terasa lagi dalam implementasi manajemen berbasis sekolah, yang menuntut kemampuan sekolah untuk merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi serta mempertanggungjawabkan pengelolaan dana secara transparan.

Manajemen pendidikan berbeda dengan manajemen perusahaan yang lebih berorientasi kepada profit atau laba. Manajemen pendidikan memiliki karakteristik tersendiri sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Oeh karena itu,  ditulisnya artikel ini ialah untuk menjelaskan bagaimana konsep pengelolaan pendidikan yang baik dan benar. Apabila pengelolaan biaya pendidikan sudah dilakukan dengan tepat tentu akan mempermudah kelangsungan proses pendidikan.

 

PENGERTIAN PENGELOLAAN BIAYA PENDIDIKAN

Pengelolaan berasal dari kata manajemen (administrasi). Manajemen berasal dari kata to manage yang berarti mengatur, mengurus atau mengelola. Banyak definisi yang telah dikemukakan oleh para ahli. Yang keseluruhannya mengarah pada pengertian bahwa manajemen merupakan sebuah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengawasan sumber daya untuk mencapai tujuan yang sudah di tetapkan.  Manajemen menurut Udaya (1995) memberikan rumusan bahwa manajemen yaitu: Proses untuk mencapai tujuan tujuan organisasi dengan melakukan kegiatan dari empat fungsi utama yaitu merencanakan (planning), mengorganisasi (organizing), memimpin (leading), dan mengendalikan (controlling). Dengan demikian, manajemen adalah sebuah kegiatan yang berkesinambungan. Manajemen pendidikan merupakan rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerja sama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara berencana dan sistematis yang diselenggarakan pada lingkungan tertentu, terutama dalam bentuk lembaga pendidikan yang bersifat formal.

Sedangkan pembiayaan dapat didefinisikan sebagai kemampuan interval sistem pendidikaan untuk mengelola dana pendidikan dengan efisien. Pembiayaan muncul sebagai input yang digunakan untuk setiap kegiatan pendidikan. Tidak hanya terkait dengan mengetahui ataupun menganalisa sumber dana, melainkan juga bagaimana cara penggunaan dana yang efektif dan efisien. Maka dapat didefinisikan bahwa manajemen pembiayaan pendidikan adalah segenap kegiatan yang berkenaan dengan penataan sumber, penggunaan, dan pertanggungjawaban dana pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan. Keungan dan pembiayaan merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektivitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. Dalam pengimplementasiannya sangatmenuntut kemampuan untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi serta mempertanggungjawabkan pengelolaan dana secara transparan kepada masyarakat dan pemerintah.

 

Keuangan dan pembiayaaan sangat menentukan ketercapaian tujuan pendidikan yang memerlukan sejumlah investasi dari anggaran pemerintah dan dana masyarakat. Investasi tersebut harus dikelola secara efektif dan efisien serta diarahkan langsung terhadap pencapaian tujuan. Hal ini merupakan kegiatan manajemen keuangan yang mengatur penerimaan, pengalokasian, dan pertanggungjawaban keuangan untuk menunjang pelaksanaan program pengajaran. Beberapa kegiatan yang ada dalam pengelolaan biaya pendidikan mencakup tiga hal, yakni: Perencanaan biaya pendidikan, Pelaksanaan pengelolaan biaya pendidikan, dan evaluasi pengelolaan biaya pendidikan.

 

Sekolah merupakan sistem yang terdiri atas serangkaian komponen yang saling terkait, dan membutuhkan masukan dari lingkungan untuk melakukan proses transformasi serta mengeluarkan hasil. Kebutuhan terhadap masukan dan pengeluaran sudahmenjadi hal yang tidak dapat dipisahkan lagi. Haltersebut disebabkan karena adanya ketergantungan antara sekolah dengan masyarakat serta lingkungannya. Masukan terhadaop sistem sekolah mencakup perangkat lunak, keras, danmanusia yang selaras dengan perkembangan lingkungan. Hal inilah yang akan memberikan konsekuensi dalam proses transformasi sistem sesuai denan tuntutan lingkungan terhadap keluaran.

 

PERENCANAAN BIAYA PENDIDIKAN

Manajemen keuangan meliputi perencanaan finansial. Jones (1985) mengemukakan financial planning is called budgeting merupakan kegiatan mengkoordinasikan semua sumber dana yang tersedia untuk mencapai sasaran yang diinginkan secara sistematis tanpa terjadi efek samping yang merugikan banyak pihak. Dalam manajemen keuangan perencanaan merupakan kegiatan untuk merencanakan sumber dana untuk menunjang kegiatan pendidikan serta tercapainya tujuan pendidikan. Hal tersebut dilakukan guna menghimpun seluruh sumber daya yang diarahkan untuk mencapai suatu tujuan yang berhubungan dengan anggaran atau budget, sebagai sebuah penjabaran suatu rencana ke dalam bentuk danan untuk setiap komponen kegiatan pedidikan. Dalam hal ini Gordon mengemukakan perencanaan penyusunan anggaran pendidikan dalam dua pendekatan yang umum digunakan, yaitu pendekatan tradisional dan Planning Programming Budgeting System (PPBS)

The Traditional Approach Stages: (1) As certain teacher needs in increase of supplies, book, etc; (2) Determine the merits of teacher budget requests on the basis of preceived need; (3) Estimate thecost categories of need, e.g. instuction supplies, books, etc. PBBS Stages: Asseses educational needs: (2) Define educational objectives and criteria and methods to be used in evaluating the objectives; (3) Determine programs and cost-estimate the resource needed to carry out programs; (5) Organize the budget arround program areas and objectives.

Penganggaran dibagi menjadi dua jenis, yaitu prakiraan pendapatan dan pengeluaran. Prakiraan dan penyajian pendapatan harus dapat dipertanggungjawabkan sehingga bisa untuk direalisasikan. Terkait denganpenyusunan anggaran, Lipham (1985) mengemukakan tiga cara pandang, diantaranya (1) comparative Approach; penganggaran yang dilakukan dengan membandingkan besarnya penerimaan dan pengeluaran untuk setiap mata anggaran untuk setiap tahun; (2) The Planning Programming Budgeting Evaluation System (PPBES); Pengangguran yang berorientasi pada rencana dan sasaran program secara khusus dan umum. Pendekatan analisis dana pelaksanaan, serta penilaian PPBES didasarkan atas zero-based budgeting; (3) functional approach; penganggaran dalam bentuk gabungan antara unsur PPBES dengan comparative approach.

Salah satu cara berfikir, berkaitan dengan pengelolaan dana di sekolah, adalah kreatif dan dinamis selaras dengan kebutuhan perkembangan yang terjadi di masyarakat dan lingkungan.hal tersebut juga dikenal dengan manajemen strategis, yang menyangkut orientasi ke masa depan, berhubungan dengan unit-unit kegiatan yang kompleks. Perhatianterhadap manajemen puncak, pengaruh jangka panjang, dan alokasi sember-sumber daya. Dengan berfikir stategik, maka akan  banyak cara alternatif yang bisa digunakan untuk pemecahan masalah pengelolaan biaya. Rowe (1990) mengungkapkan ada tiga langkah utama pendekatan strategis dalam konteks manajemen, diantaranya (1) strategic planning sebagai dokumen formal, (2) strategic management sebagai upaya untuk mengelola proses perubahan, dan (3) strategic thinking sebagai kerangka dasar untuk merumuskan tujuan dan hasil yang dicapai secara berkesinambungan.

Manajemen strategis berfungsi mengarahkan operasi internal organsasi berupa alokasi sumber daya manusia, saranafisik dan keuangan, untuk mewujudkan interaksi optimal dengan lingkungan sekitarnya. Strategi sekolah dalam menggali dana pendidikan secara administratif sangat tepat karena berkaitan denganbagaimana seorang kepala sekolah melakukan upaya-upaya pengelolaan sumber daya dan sumber dana  yang terdapat di dalam lingkungan sekolah.  Strategi tersebut dapat direalisasikan melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan berikut ini :

  1. Melakukan analisis internal dan eksternal terhadap berbagai potensi sumber dana.
  2. Mengidentifikasi, mengelompokkan dan memperkirakan sumber-sumber dana yang dapat digali dan dikembangkan.
  3. Menetapkan sumber-sumber dana melalui:
    1. Musyawarah dengan orangtua siswa baru, pada awal tahun ajaran,
    2. Musyawarah dengan para guru untuk mengembangkan koperasi sekolah,
    3. Menggalang partisipasi masyarakat melalui dewan sekolah
    4. Menyelenggarakan kegiatan olahraga dan kesenian peserta didik untuk mengumpulkan dana dengan memanfaatkan fasilitas sekolah.

 

Perencanaan biaya pendidikan merupakan kegiatan mengidentifikasi tujuan, menentukan prioritas, menjalankan tujuan ke dalam penampilan operasional yang dapat diukur, menganalisis alternatif pencapaian tujuan dengan analisis cost-efectiveness, dan membuat rekomendasi alternatif pendekatan untuk mencapai sasaran. Selanjutnya dilakukan persiapan anggaran, yaitu menyesuaikan kegiatan dengan mekanisme anggaran yang berlaku, bentuknya, distribusi, dan sasaran program pengajaran perlu dirumuskan dengan  jelas. Melakukann inventarisasi kelengkapan peralatan dan bahan-bahan yang telah tersedia.

 

Dalam pembiayaan sekolah, lebih utama pembiayaan difokuskan pada dana langsung, dan tak langsung, sumber-sumber dana pendidikan, kriteria keputusan, kriteria kesejahteraaan sosial maksimum, kriteria keputusan, dan beberapa masalah dalam analisis keuangan atau biaya. Analisis terhadap dana langsung, bisa dilakukan dengan mengidentifikasi di antaranya:

 

  1. Perbelanjaan untuk penyelenggaraan pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.
  2. Rata-rata anggaran penidikan untuk tiap peserta didik
  3. Biaya sarana-sarana pendukung seperti ransportasi, buku, dan lain sebagainya.

 

Adapun pengklasifikasian dana pendidikan mencakup (1) Dana langsung dan tidak langsung, (2) Dana masyarakat dan dana pribadi. Dana langsung merupakan dana yang digunakan untuk operasional sekolah serta langsung dikeluarkan untuk kepentingan pelaksanaan proses belajar mengajar. Dana pembangunan terdiri :

 

  1. Dana pembangunan, merupakan dana yang digunakan untuk pembeliaan tanah bangunan ruangan kelas, perpustakaan, lapangan olahraga, konstruksi bangunan, sertaa penggantian dan perbaikan. Dalam menghitung besarnya dana pembangunan maka digunakan konsep capital cost per student place. Dana pembangunan ini dibedakan menjadi tiga, yaitu untuk siswa di sekolah, asrama siswa, dan tempat tinggal guru.

 

  1. Dana rutin, merupakan dana yang digunakan dalam pembiayaan kegiatan operasional pendidikan selama satu tahun anggaran.  Digunakan untuk menunjang progrm belajar-mengajar, pembayaran gaji gurudan personil seekolah, administrasi kantor, pemeliharaan serta perawatan sarana prasarana sekolah. Konsep yang digunakan dalam menghtung dana rutin ialah menggunakan konsep unit cost.

 

Unit cost merupakan biaya yang digunakan atau dikeluarkan untuk memberi pelayanan kepada seorang siswa per tahun dalam suatu jenjang pendidikan. Menghitung unit cost menurut Fatah (200:26) adalahmembagi jumlah dana yang tersedia dalam program anggaran dengan jumlah kredit yang diambil siswa pertahun dari program tersebut. Biaya program pengajaran akan dipengaruhi oleh :

 

  1. Gaji guru dan tenaga administrasi
  2. Dana ruangan
  3. Dana perlengkapan dan alat
  4. Dana bahan pelajaran.

 

Sedangkan dana tidak langsung adalah dana yang berupa keuntungan yang hilang dalam bentuk kesempatan yang hilang yang dikorbankan oleh peserta didik selama mengikuti kegiatan belajar-mengajara. Dana tidak langsung adalah dana yang mencakup dana penunjang siswa untuk dapat hadir ke sekolah, diantaranya ialahbiaya hidup, transportasi, serta catatan resmi. Berdasarkan pengelolaannya dana jenis ini tidak perlu untuk dimasukkan ke dalam anggaran perencanaan sekolah.

 

Sedangkan dana masyarakat ialah dana yang dikeluarkan masyarakat untuk kepentingan pendidikan yang berupa uangs ekolah, uang buku, dan dana lainnya. Dana tidak langsung seperti pajak dan retribusi dana pribadi ialah dana langsung yang dikeluarkan dalam bentuk uang sekolah, uang kuliah, pembelian buku, dan dana hidup setiap siswa.

 

 

PELAKSANAAN PENGELOLAAN BIAYA PENDIDIKAN

 

            Mengelola pelaksaan anggaran ialah mempersiapkan pembukuan, melaksanakan pembelanjaan dan membuat transaksi, membuat perhitungan, mengawasi pelaksanaan sesuai dengan prosedur kerja yang berlaku, serta membuat laporan dan pertanggung jawaban keuangan. Dana yang diperolehdari berbagai sumber perlu digunakan untuk kepentingan sekola, khususnya kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efisien. Maka setiap perolehan dana, maupun pengeluarnnya harus didasarkan pada kebutuhan-kebutuhan yang telah disesuaikan dengan rencana anggaran pembiayaan sekolah (RAPBS). Sekolah sebagai suatulembaga pemdidikan dalam melaksanakan tugasnya menerima dana dari berbagai sumber. Dana tersebut perlu dikelola dengan sebaik-baiknya.

 

Dalam buku pedoman rencana, program dan penganggaran dikemukakan bahwa sumber dana pendidikan antara lain meliputi anggran rutin (DIK), anggaran pembangunan (DIP), dan penunjang pendidikn (DPP), dana BP3, donatur, dan lainya yaang dianggap sah oleh semua pihak terkait. Pendanaan pendidikn pada dasarnya bersumber dari pemerintah, orang tua, serta masyarakat. (Pasal 33 No. 2 Tahun 1989). Di samping itu, sejalan dengan semangat manajemen berbasis sekolah, maka sekolah dapat menggali dan mencari sumber-sumber dana dari pihak masyarakat, bbaik secara perorangan maupun lemabag, baik di dalam maupun luar negeri yang sejalan dengan semangat globalisasi.

 

Dana yang berasal dari SPP dan DPP pada umumnya digunakan untuk proses belajar mengajar, pengadaan sarana danprasarana, pemeliharaan saranadanprasarana, kesejahteraan pegawa, kegiatan belajar, penyelenggaraan ujian, pengiriman atau penulisan SKHU/Ijasah, perjalanan dinas supervisi, pengelolaan pelaksaan pendidikan, serta pendataan. Demi kemajuan sekolahnya, seorang kepala sekoah berwenang penuh untuk mengatur masalah pendanaaan pendidikan yang ada di sekolah dengan tetap memperhatikan seperangkat aturan yang sesuai dengan rincian pengeluaran.

 

 

EVALUASI PENGELOLAAN BIAYA PENDIDIKAN

 

            Evaluasi atau yang sering disebut evaluation involves auditing, merupakan pertanggungjawaban terhadap keuangan sekolah menyangkut seluruh pengeluaran dana sekolah yang berkaitan dengan apa yang telah dicapai sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Dalam implementasi manajemen berbasis sekolah setiap akhir tahun anggaran sekolah dituntut untuk mempertanggungjawabkan setiap dana yang dikeluarkan selama tahun anggaran. Pertanggungjawaban  ini dilakukan di dalam rapat dewan sekolah, yang diikuti komponen sekolah, komponen masyarakat dan pemerintah daerah.

 

Menurut Cormark (1970)auditing is verification. Auditing is determining that what is intended is what is being performed and, further that what is being performed is appropriate for the task. Auditing merupakan salah satu cara pembuktian dan penentuan apakah penganggaran dan pengelolaan yang dimaksud telah sesuai dengan pelakasanaan dan sesuai dengan tugas yang ditetapkan. Proses ini meliputi pertanggungjawaban penerimaan, penyimpanan, dan pembayaran atau penyerahan dana kepada pihak-pihak yang berhak menerimanya.

PENUTUP

 

Manajemen pengelolaan pembiayaan pendidikan adalah segenap kegiatan yang berkenaan dengan penataan sumber, penggunaan, dan pertanggungjawaban dana pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan. Keungan dan pembiayaan merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektivitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. Dapat disimpulakan bahwa pengelolaan biaya pendidikan haruslah melalui proses sebagai berikut, diantaranya perencanaan biaya pendidikan, pelaksanaan pengelolaan biaya pendidikan, dan evaluasi pengelolaan biaya pendidikan.

 

Untuk mencapai tujuan bersama, perlu diadakan kerjasama yang baik dalam pengelolaan pembiayaan pendidikan. Dengan tetap memperhatikan keterkaitan antar pihak-pihak yang terkait dalam terbentuknya pendidikan, pemerintah, sekolah, guru, siswa, masyarakat, dan orang tua. Dengan adanya pengelolaan pembiayaan pendidikan yang tepat sasaran, maka hal tersebut akan menentukan tingkat kemajuan dan keberhasilan tujuan pendidikan.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Mulyasa, Enco. 2002. Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: PT Remaja   Rosdakarya.

 

Wijaya, David.2009. Implikasi Manajemen Keuangan Sekolah Terhadap Kualitas Pendidikan. Jurnal Pendidikan Penabur – No.13/Tahun ke-8/Desember 200.

http://www.bpkpenabur.or.id/files/Hal.%2080-96%20Implikasi%20Manajemen%20Keuangan%20Sekolah.pdf. Didownload 6 Januari pukul 7:39 WIB.

Tilaar. 1992. Manajemen Pendidikan Nasional: Kajian Pendidikan Masa Depan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

 

 

____________

*) Madu Restu Agesty, penulis adalah mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris kelas A. Makalah disusun guna memenuhi sebagian tugas individu pada mata kuliah Manajemen Pendidikan tahun akademik 2013/2014 dengan dosen pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s