Konsep Dasar Komunikasi Pendidikan

Dalam kehidupan sehari – hari manusia tidak bisa dijauhkan dari komunikasi. Karena komunikasi merupakan hal terpenting sebagai alat interaksi manusia. Dengan komunikasi banyak hal yang bisa terselesaikan atau terbantu sebagai jembatan untuk mencari jalan keluar dari suatu masalah. Begitu juga di dalam dunia Pendidikan komunikasi sangat diperlukan sebagai alat untuk mempermudah proses dalam dunia Pendidikan, sehingga tujuan dari apa yang telah direncanakan sebelumnya tercapai.

 

  1. Pengertian Komunikasi

Kata “Komunikasi” berasal dari bahasa Latin, “Communis”, yang berarti membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Akar katanya “Communis”  adalah “ Communico” yang artinya berbagi (Stuart,1983, dalam Vardiansyah, 2004 : 3). Dalam literatur lain disebutkan komunikasi juga berasal dari kata “Communication” atau “communicare” yang berarti ” membuat sama” (to make common) . Istilah “communis” adalah istilah yang paling sering di sebut sebagai asal usul kata komunikasi, yang merupakan akar dari kata kata Latin yang mirip.  Komuniksi menyarankan bahwa suatu pikiran, suatu makna, atau suatu pesan di anut secara sama.

Pawito dan C Sardjono (1994 : 12) mencoba mendefinisikan komunikasi sebagai suatu proses dengan mana suatu pesan dipindahkan atau dioperkan (lewat suatu saluran) dari suatu sumber kepada penerima dengan maksud mengubah perilaku, perubahan dalam pengetahuan, sikap dan atau perilaku overt lainnya. Sekurang-kurangnya didapati empat unsur utama dalam model komunikasi yaitu sumber (the source), pesan (the message), saluran (the channel) dan penerima (the receiver).

Wilbur Schramm menyatakan komunikasi sebagai suatu proses berbagi (sharing process). Schramm menguraikan bahwa “Komunikasi berasal dari kata-kata (bahasa) Latin communis yang berarti umum (common) (commonnes) dengan seseorang. Yaitu kita berusaha berbagai informasi, ide atau sikap. Seperti dalam uraian ini, misalnya saya sedang berusaha berkomunikasi dengan para pembaca untuk menyampaikan ide bahwa hakikat sebuah komunikasi sebenarnya adalah usaha membuat penerima atau pemberi komunikasi memiliki pengertian (pemahaman) yang sama terhadap pesan tertentu” (Suprapto, 2006 : 2-3). atau bersama. Apabila kita berkomunikasi, sebenarnya kita sedang berusaha menumbuhkan suatu kebersamaan.

Definisi komunikasi menurut Schramm tampak lebih cenderung mengarah pada sejauhmana keefektifan proses berbagi antarpelaku komunikasi. Schramm melihat sebuah komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang berhasil melahirkan kebersamaan (commonness), kesepahaman antara sumber (source)dengan penerima (audience)- nya. Menurutnya, sebuah komunikasi akan benar-benar efektif apabila audiencemenerima pesan, pengertian dan lain-lain persis sama seperti apa yang dikehendaki oleh penyampai.

Pakar komunikasi lain, Joseph A Devito mengemukakan komunikasi sebagai transaksi. Transaksi yang dimaksudkannya bahwa komunikasi merupakan suatu proses dimana komponen-komponennya saling terkait dan bahwa para komunikatornya beraksi dan bereaksi sebagai suatu kesatuan dan keseluruhan. Dalam setiap proses transaksi, setiap elemen berkaitan secara integral dengan elemen lain (Suprapto, 2006 : 5).

Sebagai proses, kata Smith, komunikasi sekaligus bersifat khas dan umum, sempit dan luas dalam ruang lingkupnya. Dirinya menguraikan :“Komunikasi antarmanusia merupakan suatu rangkaian proses yang halus dan sederhana. Selalu dipenuhi dengan berbagai unsur-sinyal, sandi, arti tak peduli bagaimana sederhananya sebuah pesan atau kegiatan itu. Komunikasi antarmanusia juga merupakan rangkaian proses yang beraneka ragam. Ia dapat menggunakan beratus-ratus alat yang berbeda, baik kata maupun isyarat ataupun kartu berlubang baik berupa percakapan pribadi maupun melalui media massa  dengan audience di seluruh dunia…ketika manusia berinteraksi saat itulah mereka berkomunikasi…saat orang mengawasi orang lain, mereka melakukan melalui komunikasi” (Blake dan Haroldsen, 2003 : 2-3).

Sedangkan, Larry A Samovar, Richard E Porter dan Nemi C Janin dalam bukunya Understanding Intercultural Communication mendefinisikan “Communication is defined as a two way on going, berhaviour affecting process in which one person (a source) intentionally encodes and transmits a message throught a channel to an intended audience (receiver) in order to induce a particular attitude or behaviour” (Purwasito, 2003 : 198).

 

  1. Komponen Dasar Komunikasi

 

Dalam suatu komunikasi pengirim berita baru dapat melaksanakan tugasnya apabila ada suatu yang disampaikan, ada ide yang muncul dari sumber yang baik datang dari pemikiran sendiri atau dari orang lain, misalnya omongan orang lain, surat kabar, radio dan sebagainya. Demikian pula dengan penerima berita atau komunikan, setelah menerima berita atau pesan tertentu pada dirinya maka akan terjadi sesuatu. Dengan adanya dua aspek tersebut maka komunikasi  mempunyai komponen- komponen sebagai berikut :

  • Sumber (Source) atau Sumber Berita

Adalah tempat yang menunjuk pada asal diperolehnya sesuatu gagasan atau ide. Sumber ini harus jelas, lengkap, dan mudah dipahami.

  • Pengirim Berita

Pengirim pesan atau ide disebut sebagai komunikator atau coder. Berita yang disampaikan dapat bertambah tidak jelas disebabkan oleh pengirim berita. Oleh karena itu bagian pengirinm berita dituntut suatu persyaratan bahasa yang harus baik.

  • Berita atau Pesan atau Isyarat (Message)

Berita yang disampaikan biasanya berbentuk symbol- symbol yang mengandung arti. Pesan tersebut bisa berupa:

Gerak : Lambaian tangan, anggukan kepala, kerlingan mata dan sebagainya.

Suara : Dentuman meriam, klakson, dering, bahasa dan sebagainya.

Benda : Tanda, tulisan, bendera putih, sabuk hitam, dan sebagainya.

  • Media atau Sarana Penyampaian Berita

Yaitu benda yang digunakan untuk menyampaikan berita misalnya, surat kabar(untuk berita tertulis),bahasa bermakna, televisi(berita gambar dan suara), seorang penyanyi dan sebagainya.

  • Penerima Berita (Komunikan)

Yaitu orang yang di beri berita atau orang yang menjadi sasaran untuk dipengaruhi oleh pengirim berita. Dalam teori kom komunikasi antara pengirim berita dengan penerima berita harus ada kepentingan bersama, ada saling pengertian dan saling ketergantungan.

  • Tujuan Komunikasi

Tujuan pengiriman pesan adalah perubahan dalam bentuk memahami respon dari pokok bahasan yang telah di sampaikan.

 

  1.  Prinsip Komunikasi

 

Untuk dapat memahami hakikat suatu komunikasi perlu diketahui prinsip dari komunikasi tersebut. Menurut Seiler (1988), ada empat prinsip dasar dalam kominikasi yaitu : suatu proses, suatui sistemik, interaksi dan transaksi, dimaksudkan atau tidak dimaksudkan. Masing-masing dasri prinsip ini akan dijelaskan berikut ini :

 

1. Komunikasi adalah Suatu Proses

Komunikasi adalah suatu proses karena merupakan suatu seri kehidupan yang terus-menerus, yang tidak mempunyai permulaan atau akhir dan selalu berubah-ubah. Komunikasi juga bukanlah suatu barang yang dapat ditangkap dengan tangan untuk diteliti. Komunikasi menurut Seiler (1988) lebih merupakan cuaca yang terjadi dari bermacam-macam variabel yang kompleks dan terus berubah. Kadang-kadang cuaca hangat, matahari bersinar, pada waktu yang lain cuaca dingin, berawan dan lembab. Keadaan cuaca mereflesikan satu variasi saling berhubungan yang kompleks yang tidak ada pernah duplikatnya.

Komunikasi jiga melibatkan suatu variasi saling berhubungan yang kompleks yang tidak pernah ada duplikat dalam cara yang persis sama yaitu : saling berhubugan diantara orang, lingkungan, keterampilan, sikap, status, pengalaman, dan perasaan, semuanya menentukan komunikasi yang terjadi pada suatu waktu tertentu. Misalnya : cobalah anda ingat hubungan yang baru terjadi dengan seseorang akhir-akhir ini. Bagaimana terjadinya hubungan itu ? Apakah secara kebetulan atau sengaja dipertemukan olek teman atau anda sendiri yang merencanakannya. Tidak ada dua hubungan yang terjadi dalam cara yang persis sama atau tidak ada komunikasi yang terjadi pengantara terjadinya hubungan itu yang persis sama. Beberapa hubungan hangat dan adakalanya dingin sama halnya dengan cuaca.

Bila dilihat sepintas lalu suatu komunikasi mungkin tidak berarti, tetapi bila dipandang sebagai suatu proses, maka kepentingannya sangat besar. Misalnya : suatu komunikasi yang hanya terdiri dari satu perkataan akan dapat memperlihatkan suatu perubahan. Perubahan itu mungkin terjadi secara langsung atau tidak langsung, berarti atau tidak berarti, tetapi semuany aitu terjadi sebagai hasil proses komunikasi. Contoh : seorsng pengawas sedang memperhatikan karyawannya mengerjakan sesuatu pekerjaan. Tiba-tiba pengwa tersebut mengucapkan kata salah, maka karyawan yang sedang bekerja tersebut menghentikan pekerjaanya dan mungkin bertanya dimana letak kesalahannya. Atau kalau karyawan tersebut tahu di mana letak kesalahannya dia dapat langsung memperbaiki pekerjaannya pada saat diawasi tersebut.

Jadi, komunikasi tersebut di samping berubah-ubah juga dapat menimbulkan perubahan.

 

2. Komunikasi adalah Sistem

Komunikasi terdiri dari beberapa komponen dan masing-masing komponen tersebut mempunyai tugasnya masing-masing. Tugas dari masing komonen itu berhubungan satu sama lain untuk menghasilkan suatu komunikasi. Misalnya pengirim mempunyai peranan untuk menentukan apa informasi atau arti apa yang akan dikomunikasikan. Setelah tahu apa arti atau informasi apa yang akan dikirimkan, informasi tersebut perlu diubah ke dalam kode atau sandi-sandi tertentu sesuai dengan aturannya sehingga berupa suatu pesan.

Jadi komponen pesan ada kaitannya dengan komponen pengirim. Bila pengirim tidak benar menyandikan arti yang akan dikirim maka terjadilah pesan tersebut kurang tepat. Kurang tepatnya pesan yang dikirimkan akan mempengaruhi komponen penerima dalam menginterpretasikan isi pesan sehingga si penerima mungkin juga akan salah dalam menginterpretasikannya. Kaitan komponen pesan dengan saluran misalnya bila pesan disampaikan dengan lisan maka gelombang suara adalah sebagai saluran dan ini juga akan berkaitan dengan si penerima dalam mengikuti pesan yang harus menggunakan pendengarannya dalam menerima pesan tersebut. Begitulah, antara satu komponen dengan komponen yang lain saling berkaitan dan bila terdapat gangguan pada satu komponen akan berpengaruh pada proses komunikasi secara keseluruhan.

 

3. Komunikasi Bersifat Interaksi dan Transaksi

Yang dimaksud dengan istilah interaksi adalah saling bertukar komunikasi. Dalam kehidupan sehari-hari komunikasi yang telah dilakukan tidak seteratur itu prosesnya. Banyak dalam percakapan tatap muka yang terlibat dalam proses pengiriman pesan simultan tidak terpisah. Dalam keadaan demikian komunikasi tersebut bersifat transaksi. Sambil menyandikan pesan kita juga menginterpretasikan pesan yang diterima. Misalnya dalam situasi pengajaran di kelas antara guru dan murud seringkali memperlihatkan komunikasi interaksi ini. Sambil guru menyampaikan informasi kepada murid atau sedang menjelaskan pengajran, murid juga menyampaikan pesan kepada guru dalam bermacam-macam bentuk. Jadi komunikasi yang terjadi antara manusia dapat berupa interaksi dan transaksi.

 

4. Komunikasi Dapat Terjadi Disengaja Maupun Tidak Disengaja

Komunikasi yang disengaja terjadi apabila pesan yang mempunyai maksud tertentu dikirimkan kepada penerima yang dimaksudkan. Misalnya seorang pimpinan bermaksud mengadakan rapat dengan kepala-kepala bagiannya. Apabila pimpinan tersebut mengirimkan pesan yang berisi undangan rapat kepada kepala-kepala bagiannya, maka itu dinamakan komunikasi yang disengaja. Tetapi apabila pesan yang tidak sengaja dikirimkan atau tidak dimaksudkan untuk orang tertentu untuk menerimanya maka itu dinamakan komunikasi tidak disengaja. Misalnya sesearang memakai warna pakaian yang agak terang yang tidak mempunyai maksud untuk mengirimkan pesan tertentu, kadang-kadang diterima secara tidak sengaja sebagai pesan oleh orang lain, karena tanpa disadari orang lain melihat warna pakaian yang dipakainya.

Komunikasi yang ideal terjadi apabila seseorang bermaksud mengirim pesan tertentu terhadap orang lain yang ia inginkan untuk menerimanya. Tetapi itu belumlah merupakan jaminan bahwa pesan itu akan efektif, karena tergantung pada faktore orang lain yang juga ikut berpengaruh kepada proses komunikasi. Kadang-kadang ada juga pesan yang sengaja dikirimkan kepada orang yang dimaksudkan tetapi sengaja tidak diterima oleh orang itu. Misalnya orang tua yang sengaja berbicara kepada anaknya tetapi anaknya tidak mau mendengarnya.

Ada juga situasi komunikasi yang tidak sengaja tetapi diterima oleh orang lain dengan sengaja. Misalnya : dalam situasi kelas yang hening tiba – tiba seorang murid berdiri maju ke depan mengambil kapur untuk mengisap tinta penanya. Gerakan murid yang tidak sengaja sebagai pesan itu diterima murid-murid lainnya sebagai pesan karena tiba-tiba temannya yang lain memprhatikan geraknya yang menimbulkan bermacam-macam interpretasi bagi mereka. Dari bermacam-macam contoh di atas jelaslah, bahwa komunikasi itu dapat terjadi disengaja maupun tidak dengan sengaja.

 

  1.   Konsep Dasar Komunikasi Pendidikan atau Persekolahan

 

Dari pengertian komunikasi, komponen – komponen dasar dan prinsip komunikasi diatas. Dapat disimpulkan bahwa konsep dasar komunikasi pendidikan adalah suatu bentuk interaksi yang dalam ruang lingkup sekolah maupun hubungan dengan masyarakat bertujuan untuk pembicaraan yang berhubungan dengan masalah- masalah pendidikan. Dalam konsep dasar komunikasi pendidikan terdapat macam – macam komunikasi pendidikan, bentuk – bentuk hubungan sekolah dengan masyarakat, peranan media komunikasi dalam hubungan sekolah dengan  masyarakat yang sangat penting dan mempunyai perannya tersendiri.

 

  1. 1.      Macam – Macam Komunikasi Pendidikan

 

Dalam lingkungan pendidikan terdapat komunikasi yang dibedakan menjadi:

a)      Komunikasi Internal adalah yang terjadi didalam sekolah yakni

ü  Antara Kepala Sekolah dengan Guru

Disekolah guru membantu kepala sekolah dalam kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu komunikasi antara Kepala Sekolah dengan guru – guru harus dijalin dengan baik sehingga hubungan menjadi hubungan dinas dan akrab.

ü  Antara Kepala Sekolah dengan  Siswa

Komunikasi yang berlangsung antara Kepala Sekolah dan siswa dapat dilakukan dengan tertulis (pengumuman, edaran, teguran, sanksi dan lain sebagainya) maupun secara lisan ( pengumuman, teguran, dan peringatan)

ü  Antara Kepala Sekolah dengan Tata Usaha

Pegawai tata usaha mempunyai fungsi yang sama dengan guru tetapi tata usaha membantu siswa dalam bidang administrasi.

ü  Antara Guru dengan Guru

Hubungan antara guru dengan guru adalah hubungan yang menyangkut dengan hubungan kerja sama dalam melaksanakan tugas sekolah. Hubungan kedinasan dapat berupa pertemuan dalam rapat sekolah, bekerja sama dalam membimbing kelompok, menyelesaikan tugas kelompok dan sebagainya. Hubungan tidak formal antar guru adalah selain yang dimaksudkan untuk melancarkan pelaksanaan tugas bersama juga untuk mempererat kekeluargaan antara kawan yang satu dengan yang lain yang senasib sepenanggungan satu profesi sebagai guru.

ü  Antara Guru dengan Tata Usaha

Komunikasi antar guru dan tata usaha hampir tidak ada yang bersifat formal, karena guru dan tata usaha berkedudukan sederajat tetapi berbeda dalam jenis tugas. Jenis komunikasi yang dijalin banyak hal yang tidak bersifat formal, seperti dalam bentuk pertemuan dan kunjungan. Dalam kedinasan komunikasi diarahka pada usaha kerja sama dalam mencapai tujuan bersama yaitu membina dan mengembangkan sekolah.

ü  Antara Siswa dengan Usaha

Ada beberapa urusan yang dapat diselesaikan oleh siswa pada pegawai tata usaha, misalnya surat-surat keterangan, pembayaran SPP, pengambilan buku presensi, buku kelas dn sebagainya.

ü  Komunikasi antar Siswa dengen Siswa

Komunikasi antara siswa dengan siswa merupakan komunikasi yang bersifat formal dan non formal. Formal  (tetapi bukan dinas) yaitu komunikasi yang terjadi dalam kelas dalam situasi belajar(dalam kerja kelompok atau diskusi) ,tetapi juga banyak yang bersifat non formal. Komunikasi antar siswa harus ditumbuhkan dengan baik agar bermanfaat untuk kepentingan suksesnya kegiatan belajar.

 

b)      Komunikasi Eksternal, yaitu komunikasi yang terjadi antara sekolah dengan masyarakat yakni orang tua atau wali siswa dan masyarakat pada umumnya.

Tujuan kerjasama sekolah dengan orang tua atau wali murid siswa adalah dengan dasar kesamaan tanggung jawab dan kesamaan tujuan.

 

  1. 2.      Bentuk – Bentuk Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

 

  1. Hubungan sekolah dengan orang tua siswa dan warga masyarakat dibagi menjadi 2 aspek, yakni:
    1. Secara Individual

v  Orang tua datang ke sekolah untuk berkonsultasi maupun pemecahan masalah anaknya.

v  Secara sukarela orang tua datang kesekolah menyampaikan saran – saran bahkan sumbangan untuk kemajuan sekolah.

  1. Secara organisasi melalui BPS

Organisani akan menjadi lebih efektif apabila sekolah mampu menggerakkan dan memanfaatkan potensi yang ada dikalangan orang tua, misal:

v  Para Dokter untuk membantu dalam seksi UKS bahkan untuk mendirikan poliklinik sekolah.

v  Para Insinyur untuk mendirikan saran – saran dalam pembangunan sekolah.

v  Para Tokoh Pendidikan dan anggota masyarakat lainnya dalam upaya peningkatan mutu.

v  Para Profesional, pejabat dan pengusaha lainnya yang juka akan dengan suka rela membantun sekolah demi kepentingan anak – anaknya.

v  Para Pejabat dalam bidang keamanan untuk peningkatan ketahanan sekolah .

v  Para Pemuka agama untuk peningkatan iman dan taqwa.

  1. Hubungan Sekolah dengan Alumni

Dari alumni – alumni sekolah maka akan mendapatkan saran atau masukan tentang kekurangan sekolah yang perlu dibenahi, upaya – upaya yang perlu dilakukan untuk perbaikan. Ataupun dengan mengundang alumni – alumni untuk menyampaikan keberhasilannya untuk memotivasi atau menularkan pengetahuannya untuk penyegaran dan tambahan wawsan, bukan hanya untuk siswa – siswi tetapi juga guru – guru dan warga sekolah lainnya.

  1. Hubungan dengan Dunia Usaha / Dunia Kerja

Bidang ini merupakan pengarahan guru bimbingan dan konseling. Yaitu dengan:

v  Mengundang tokoh yang berhasil untuk datang ke sekolah. Keberhasilan tokoh tersebut akan memotivasi semua pihak untuk berbuat yang serupa.

v  Mengirim anak peserta didik ke dunia usaha/dunia kerja untuk mendapakan pengalaman berharga.

  1. Hubungan dengan instansi lain
    1. Hubungan dengan sekolah lain.
    2. Hubungan dengan lembaga/ Badan- badan Pemerintahan Swasta.

 

  1. 3.      Peranan Media Komunikasi dalam Hubungan Sekolah dengan  Masyarakat

 

Ada beberapa media yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan masyarakat, yakni:

  1. Media Langsung

Yang tergolong media langsung adalah:

1) Rapat – rapat formal yang diselenggarakan sekolah dengan mengundang orang tua siswa dan tokoh – tokoh masyarakat. Dalam rapat ini disampaikan program sekolah dalam upaya peningkatan kegiatan dan mutu pendidikan.

2) Pekan Pendidikan

Pada saat ini sekolah menampilkan prestasi dan kreasi para siswa sebagai sarana promosi sekolah.

3) Hari Ulang Tahun Sekolah

Pada peringatan HUT sekolah ini, hubungan kerjasama antara sekolah demgan orang tua,                  alumni dan masyarakat juga dapat digalang melalui acara yang melibatkan semua pihak.

4) Karyawisata, widyawisata gerak jalan atau sepeda santai bersama dan lain – lain .

5) Kunjungan rumah (home visit) untuk mengetahui lebih jauh tentang situasi rumah a nak didik tertentu. Dengan demikian diharapkan bukan hanya guru sebagai orang tua kedua disekolah tetapi juga orang tua sebagai guru kedua dieumah.

b. Media Tidak Langsung

Yang dimaksud dengan media tidak langsung adalah media tanpa tatap muka. Sekolah mengadakan hubungan dengan masyarakat  melalui :

1)   Media cetak yang berupa buletin atau majalah sekolah, koran, brosur, leaflet, atau booklet.

2)   Media elektronika yaitu yang berupa telepon, siaran radio dan televisi, vidio kaset, slide, dan komputer.

Dengan demikian komunikasi antara sekolah dengan masyarakat tetep berlangsung meskipun tidak bertemu langsung atau tidak bertatap muka secara langsung. Media tidak langsung ini sangat bermanfaat keberlangsungan informasi yang ingin diketahui masyarakat ataupun yang ingin disampaikan oleh sekolah kepada masyarakat.

 

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Komunikasi adalah hal yang terpenting dalam kehidupan. Pentingnya komunikasi bagi manusia tidaklah dapat dipungkiri begitu juga halnya bagi suatu organisasi. Dengan adanya komunikasi yang baik suatu organisasi dapat berjalan dengan lancar dan berhasil dan begitu pula sebaliknya, kurangnya atau tidak adanya komunikasi organisasi dapat macet dan berantakan. Salah satunya yaitu dalam bidang pendidikan. Karena dalam dunia pendidikan komunikasi adalah alat utama yang digunakan untuk berinteraksi untuk menyampaikan tujuan atau maksud yang sebelumnya telah direncanakan. Komunikasi pendidikan meliputi hubungan yang interaksi atau hubungan yang terjadi antara semua orang yang berada dilingkungan pendidikan ( kepala sekolah, guru, staf TU,dan siswa )atau dengan orang yang masih mempunyai kaitan dengan dunia pendidikan (orang tua peserta didik, alumni, masyarakat).  Sebagai contoh betapa pentingnya komunikasi dalam ruang lingkup pendidikan adalah bila dalan suatu sekolah kepala sekolah tidak memberi informasi kepada guru-guru mengenai kapan sekolah dimulai sesudah libur semester dan apa bidang studi yang harus diajarkan oleh masing-masing guru, maka besar kemungkinannya guru tidak datang mengajar. Akibatnya, murid-murid tidak belajar. Hal ini menjadikan sekolah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Dari contoh itu kelihatan, bahwa dengan kelupaan memberi informasi saja sudah memberikan efek yang lebih besar bagi sekolah. Karena pentingnya komunikasi dalam organisasi maka perlu menjadi perhatian pengelola agar dapat membantu dalam pelaksanaan tugasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Copyright © 2013 Simpulilmu • All Rights Reserved

st301527.sitekno.com/…/dasar-komunikasi-dan-media…‎

 

Tobing, Ido. idotobing.blogspot.com/…/konsep-konsep-dasar-kom…‎

 

Aritkunto, Suharmi dan Yuliana, Lia. 2000. Manajemen Pendidikan

 

Disusun Oleh:

Nama: Tri Agustin Ningrum

NIM: 11.88203.075

Prodi/Kelas/SMT./Tingkat: PBI/B/V/III

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s