Teknik-Teknik dalam Komunikasi Pendidikan

Komunikasi merupakan sarana untuk terjalinnya hubungan antar seseorang dengan orang lain, dengan adanya komunikasi maka terjadilah hubungan sosial, karena bahwa manusia itu adalah sebagai makhluk sosial, di antara yang dengan yang lainnya saling membutuhkan, sehingga terjadinya interaksi yang timbalk balik. Dalam hubungan seseorang dengan orang lain tentunya terjadinya proses komunikasi itu tentunya tidak terlepas dari tujuan yang menjadi topik atau pokok pembahasan, dan juga untuk tercapainya proses penyampaian informasi itu akan berhasil apabila ditunjang dengan alat atau media sebagai sarana penyaluran informasi atau berita.

Proses komunikasi akan efektif apabila komunikator melakukan perananya, sehingga terjadinya suatu proses komunikasi yang baik dan sesuai dengan harapan, di mana gagasangagasan atau ide dibahas dalam suatu musyawarah antara komunikator dengan komunikan, dan terjadi pemahaman tentang informasi atau segala sesuatu hal menjadi pokok dari pembahasan untuk mengarah pada kesepakatan dan kesatuan dalam pendapat. Selanjutnya bahwa dalam proses komunikasi terbagai dalam dua macam, yang meliputi komunikasi aktif dan komunikasi pasif.

Proses komunikasi akan berjalan dengan baik dan efektif jika ide, gagasan dan informasi dimiliki secara bersama-sama oleh manusia yang terlibat dalam perilaku komunikasi. Begitu juga dengan komunikasi instruksional. Materi pelajaran akan dicerna dengan baik, jika materi yang disampaikan dapat dimaknai sama oleh peserta didik sebagaimana yang dimaksudkan oleh pendidik.

Pendidikan Ilmu Komunikasi pada dasarnya bertolak dari asumsi adanya domain ilmu Komunikasi. Konsekuensinya, pendidikan awal dalam bidang ini adalah mempersoalkan keberadaan disiplin keilmuan Komunikasi. Seluruh bangunan epistemologisnya berdasarkan keyakinan bahwa Ilmu Komunikasi merupakan domain keilmuan. Biasanya upaya untuk menumbuhkan keyakinan ini merupakan beban tugas setiap pengajar Pengantar Ilmu Komunikasi, ibaratnya tugas sebagai penjaga gerbang garba Ilmu Komunikasi. Dari sinilah kemudian eksplorasi keilmuan dalam menghadapi obyek kajian akan berlanjutan.

 

  1. A.    PENGERTIAN KOMUNIKASI PENDIDIKAN

Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu. Proses belajar mengajar merupakan salah satu bentuk komunikasi yaitu komunikasi antara subyek didik dengan pendidik, antara mahasiswa dengan dosen, antara siswa dengan guru. Didalam proses tersebut terdapat pembentukan dan pengalihan  pengetahuan, keterampilan ataupun sikap dan nilai dari komunikator kepada komunikan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Dalam prosesnya komunikasi merupakan suatu proses sosial untuk mentranmisikan atau menyampaikan perasaan atau informasi baik yang berupa ide-ide dalam rangka mempengaruhi orang lain. Agar komunikasi berjalan efektif, komunikator hendaknya mampu mengatur aliran pemberitaan ketiga arah. Bagi setiap orang atau kelompok dalam organisasi hendaknya mungkin untuk berkomunikasi dengan orang lain atau kelompok lain.

Komunikasi itu terbagi menjadi 2 macam komunikasi, yaitu komunikasi aktif dan pasif. Komunikasi aktif merupakan suatu proses komunikasi yang berlangsung  dengan aktif antara komunikator dan komunikan, dimana antara keduanya sama-sama aktif berkomunikasi, sehingga terjadi timbal balik diantara keduanya. Sedangkan komunikasi pasif terjadi dimana komunikator menyampaikan informasi atau ide terhadap komunikan tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan respon dari proses komunikasi.

Dalam melaksanakan suatu program pendidikan aktifitas menyebarkan, menyampaikan gagasan  dan maksud-maksud ke seluruh organisasi sangat penting. Proses komunikasi dalam menyampaikan suatu tujuan lebih daripada sekedar menyalurkan gagasan secara lisan atau tertulis. Komunikasi lisan pada umumnya lebih mendatangkan hasil dan pengertian yang jelas daripada secara tertulis.

 

  1. B.     MANFAAT KOMUNIKASI PENDIDIKAN

Komunikasi instruksional lebih merupakan sebagai bagian kecil dari komunikasi pendidikan. Ia merupakan proses komunikasi yang dipola dan dirancang secara khusus dengan tujuan untuk mengubah prilaku sasaran atau komunikan ke arah yang lebih baik. Komunikasi pendidikan merupakan komunikasi yang sudah merambah atau menyentuh dunia pendidikan dengan segala aspeknya; dengan kata lain: komunikasi dalam bidang pendidikan. Sasaran atau komunikan di sini maksudnya adalah sekelompok orang, biasanya bersifat homogen, meskipun terkadang juga sedikit heterogen, baik kelompok yang lebih bersifat formal ataupun yang nonformal. Siswa, mahasiswa, peserta pelatihan, peserta penataran, peserta seminar, anggota kelompok tani di desa, anggota kelompok kegiatan arisan di RT/RW ataupun desa, dan juga anggota kelompok pada suatu komunitas tertentu yang tersebar di masyarakat, juga anak-anak kita di rumah, adalah contoh-contoh yang termasuk ke dalam sasaran atau komunikan.

Tujuannya yang ingin dicapai adalah mengubah perilaku sasaran, maka berbagai pendekatan teoretis ataupun praktis tentang perubahan perilaku, yang di dunia komunikasi dan pendidikan dikenal dengan teori belajar, diperkenalkan juga dalam pengkajian materi ini. Gunanya antara lain untuk memudahkan para komunikator, termasuk komunikator pendidikan seperti guru dan pendidik di berbagai tingkatan, instruktur pelatihan, widyaiswara, penyuluh lapangan, mahasiswa komunikasi, mahasiswa pendidikan, dan para praktisi komunikasi lainnya yang akan mengadakan kegiatan komunikasi di lapangan dalam mengenali situasi dan kondisi medan kegiatan yang bersangkutan, termasuk di dalamnya masalah kelompok sasaran yang menjadi subjek komunikasinya. Dengan pengetahuan ini diharapkan kegiatan komunikasi instruksional akan lebih efektif.

Seluruh kegiatan manusia di manapun berada, selalu tersentuh dengan komunikasi, begitu juga dalam dunia pendidikan. Pendidikan tidak dapat berjalan tanpaadanya komunikasi. Dengan kata lain tidak ada perilaku pendidikan yang tidak dilahirkan oleh komunikasi, karena dalam proses belajar mengajar terjadi interaksi antara pendidik dan peserta didik, antara peserta didik dengan peserta didik dan antara pendidik dengan peserta didik. Sudah disebutkan bahwa tidak mungkin mendidik manusia tanpa komunikasi, atau memberi pelajaran tanpa berbicara, jadi proses pendidikan pasti tak terlepas dari komunikasi. Inilah yang dimaksud dengan komunikasi memiliki fungsi sebagai pendidikan, sebagaimana dikatakan oleh Effendy (1984: 31) “komunikasi berfungsi sebgai information, education dan reaction”. Bila dilihat pengertian komunikasi menurut Berelson dalam Effendy (1988:14), adalah “Penyampaian informasi, ide, emosi, keterampilan dan lain-lain melalui penggunaan simbol kata, gambar, angka, grafik dan lain-lain. Untuk itu maka komunikator harus mempunyai kemampuan agar pesannya itu dapat dimengerti, diterima dan bahkan dilakukan oleh komunikan .

Tujuan komunikasi secara umum:

  1. Menetapkan dan menyebarkan maksud daripada suatu usaha
  2. Mengembangkan rencana-rencana untuk mencapai tujuan
  3. Mengorganisasikan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya seperti efektif dan efisien.
  4. Memilih, mengembangkan, menilai anggota
  5. Memimpin, mengarahkan, memotivasi dan menciptakan suatu iklim kerja dimana setiap orang mau memberikan kontribusi

 

  1. C.    TEKNIK-TEKNIK KOMUNIKASI PENDIDIKAN

Menurut Uchyana (1984) teknik komunikasi terdiri atas :

  1. 1.      Komunikasi informatif

Suatu pesan yang disampaikan pada seseorang atau  sejumlah orang tentang hal-hal baru yang diketahuinya.

  1. 2.      Komunikasi persuasif

Proses mempengaruhi sikap, pandangan atau perilaku seseorang dalam bentuk kegiatan membujuk, mengajak sehingga ia melakukan dengan kesadaran hati.

  1. 3.      Komunikasi instruktif

Komunikasi yang engandung ancaman, sangsi dan lain-lain yang bersifat paksaan, sehingga orang-orang yang dijadikan sasarna melakukan sesuatu secara terpaksa, karena takut akibatnya.

Pendidik memiliki tanggung jawab penuh atas pengelolaan proses belajar mengajar. Adapun yang menjadi fokus sasarannya adalah unsur-unsur dari proses belajar-mengajar dan menjadikan seefektif mungkin dan seoptimal mungkin unsurunsur tersebut. Agar keadaan ini dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan, maka ada dua kegiatan pokok yang harus dilaksanakan oleh para guru, yaitu :

  1. Mempersiapkan diri dan unsur-unsur lainnya yang akan dilibatkan dalam proses belajar-mengajar.
  2. Mengoperasikan hal-hal yang sudah dipersiapkan dengan memperhatikan variasi dan pengembangan seperlunya, utamanya perhatian terhadap metode pembelajaran.

Atas dasar pemikiran tersebut, maka pada bagian ini pengelolaan proses belajar mengajar akan ditinjau dari dua pendekatan, yaitu pendekatan konsepual dan pendekatan operasional. Dua pendekatan ini sebenarnya saling berhubungan dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran secara optimal.

  1. a.      Pendekatan Konseptual

Pengelolaan kelas dalam proses belajar-mengajar dengan pendekatan konseptual adalah kegiatan pengelolaan yang berkaitan dengan penyususnan rancangan belajarmengajar (pembelajaran). Proses pembelajaran adalah kegiatan yang berlangsung di kelas dengan sasaran utamanya adalah pengoperasian tujuan-tujuan pembelajaran. Rancangan pembelajaran tersebut semestinya terdiri dari tiga aspek, yaitu tujuan pembelajaran (intrsuksional), Kegiatan belajar mengajar dan penilaian. Langkah pertama adalah rumusan tujuan instruksional dalam Tujuan khusus pembelajaran sebagai penjabaran dari rumusan tujuan umum pembelajaran. Langkah kedua adalah kegiatan belajar mengajar atau sering disebut dengan proses belajar mengajar. Langkah ini dilakuan dalam tiga tahap, yaitu pendahuluan, inti pembelajaran dan penutup. Rincian ini tentunya disesuaikan dengan durasi waktu yang ada dalam tiap pertemuan. Nana (1989:147-148) menyebutkan “secara umum ada tiga tahapan dalam strategi pembelajaran yaitu tahap pemula (prainstruksional), tahap penyampaian (instruksional) dan tahap penilaian dan tindak lanjut.” Gambaran dari ketiga tahapan tersebut adalah : Sumber : Nana (1989:148) Pada tahap pertama (prainstruksional) ada beberapa hal yang memerlukan rancangan. Tahap awal dari proses belajar mengajar, berfungsi mengarahkan siswa mengikut proses belajar mengajar yang sebenarnya. Rancangan pembelajaran pada tahap ini mengungkapkan kembali pengalaman, perilaku awal (entering behavior) dan kebutuhan siswa yang berhubungan dengan minat, bakat dan lingkungan di mana siswa itu berada. Tahap kedua (instruksional) adalah tahap inti dalam kegiatan belajar, berupa penyajian materi pelajaran yang diarahkan kepada pencapaian tujuan instruksional khusus secara optimal. Tahap kedua ini melputi: merumuskan tujuan instruksional khusus dengan memperhatikan kurikulum, kemampuan siswa. Kualitas rancangan tujuan instruksional khusus didasarkan pada minat, bakat, dan kebutuhan yang mendasar dari siswa yang berkaitan dengan dimana siswa itu berada. Di samping itu materi pelajaran, media, metode, sumber belajar dan waktu dirancang untuk mencapai tujuan pembelajaran. Agar rancangan komponen-komponen tersebut memiliki daya guna yang tinggi terhadap pencapaian tujuan, maka pilihan dan penetapan komponenkomponen tersebut disesuakan dengan karakteristik tujuan yang ingin dicapai. Tujuan pembelajaran merupakan titk sentral dalam menentukan komponen-komponen pembelajran lainnya yang akan dilibatkan dalam penyajian materi pembelajaran. Tahap ketiga (penilaian dan tindak lanjut) dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam kegiatan komunikasi instruksional. Kegiatan yang sering dilakukan pada tahap ini adalah menilai siswa melalui tes lisan, tulisan dan mungkin dirancang berdasarkan tujuan yang telah ditentukan. Bagi siswa yang belum memenuhi kriteria pencapaian tujuan yang telah ditetapkan hendaknya disiapkan rancangan khusus bagi mereka seta rancangan penilaian atau tugas-tugas tetentu yang berfungsi sebagai tes lisan ataupun tes tertulis.

  1. b.      Pendekatan Operasional

Tindak lanjut dari pendekatan konseptual dalam proses belajar mengajar adalah pengoperasin rancangan pembelajaran dalam bentuk kegiatan nyata di dalam kelas. Rancangan tersebut biasanya berisi hal-hal yang mendasar sebagai pedoman atau pegangan bagi para guru. Penerapannya dalam proses belajar memerlukan pengembangan baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Pengembangan ini diarahkan kepada seluruh komponen-komponen pembelajaran, sehingga proses belajar mengajar tidak berlangsung monoton dan membosankan.

 

Kesimpulan

Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu. Tujuan komunikasi secara umum: Menetapkan dan menyebarkan maksud daripada suatu usaha, Mengembangkan rencana-rencana untuk mencapai tujuan, Mengorganisasikan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya seperti efektif dan efisien, Memilih, mengembangkan, menilai anggota, Memimpin, mengarahkan, memotivasi dan menciptakan suatu iklim kerja dimana setiap orang mau memberikan kontribusi.

 

__________

Oleh: Yuliarti

Pendidikan Bahasa Inggris

SKIP PGRI Pacitan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s