Strategi Pengelolaan Siswa Baru

Program pemerintah dalam upaya peningkatan mutu pendidikan secara Nasional di setiap satuan pendidikan, diarahkan pada upaya terselenggaranya layanan pendidikan kepada pihak yang berkepentingan atau masyarakat. Upaya yang terus menerus dilakukan dan berkesinambungan diharapkan dapat memberikan layanan pendidikan bermutu dan berkwalitas, yang dapat menjamin kemajuan pendidkan. Masalah pendidikan adalah masalah yang sangat penting dalam kehidupan manusia, baik kehidupan keluarga maupun berbangsa dan bernegara. Maju mundurnya suatu bangsa dipengaruhi oleh kondisi pendidikannya. Di Indonesia telah berusaha meningkatkan mutu pendidikan pada semua jeis dan jenjang pendidikannya. Akan tetapi usaha tersebut masih banyak mengalami kendala, terutama dalam upaya peningkatan mutu di sekolah.

Pada lembaga pendidikan, tanggung jawab dalam hal peningkatan mutu peserta didik bukan hanya merupakan tanggung jawab para pendidik saja, melainkan tanggung jawab semua unsure yang terlibat di dalam kegiatan pendidikan guna menyukseskan usaha bersama mencapai tujuan pendidikan. Pentingya pendidikan yang berkualitas semakin di dasari. Terciptanya kualitas manusia dan kualitas masyarakat yang maju dan mandiri hanya dapat diwujudkan jika pendidkan masyarakat berhasil di tingkatkan

 

PEMBAHASAN

Keberlangsungan sebuah Sekolah tergantung dari animo masyarakat terhadap sekolah tersebut. Apabila animo masyarakat tinggi dengan sendirinya masyarakat akan menyekolahkan di sekolah tersebut sehingga regenerasi sekolah berjalan baik dan terpenuhi kebutuhan kelas untuk terisi siswa baru. Tetapi apabila animo masyarakat rendah terhadap Sekolah tersebut maka dengan sendirinya rendah pula penyerapan siswa baru disekolah tersebut, karena tidak ada siswa yang mendaftar untuk menjadi siswa baru di sekolah yang bersangkutan. Bila suatu sekolah tidak mendapatkan murid baru atau penyerapan murid dibawah standar maka sekolah tersebut akan mati atau dicabut ijin operasional oleh pemerintah. Ini berarti akan mematikan potensi intelektual masyarakat, dan menimbulkan pengangguran yang tinggi dan hilangnya kesempatan berkembang pada Sekolah. Dalam Permendiknas RI Nomor 22 (2006: 20) disebutkan bahwa “Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan peserta didik untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan program kejuruannya”. Tujuan Pendidikan Menengah Kejuruan terdapat dalam UU Nomor 20/ 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional: “Pendidikan Menengah Kejuruan merupakan Pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk bekerja dalam bidang tertentu”. Selain itu juga disebutkan dalam PP Nomor 19/ 2005 tentang Standar

Nasional Pendidikan: “Pendidikan Menengah Kejuruan adalah pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan siswa untuk jenis pekerjaan tertentu”. Berubahnya paradigma tentang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari supply driven menjadi demand driven dan market driven, dari hanya sebagai penyedia tenaga kerja menjadi melatih tenaga kerja berdasarkan kebutuhan pemakai dan pasar kerja (Isdiantoro, 2007: 2). Dari adanya paradigma tersebut maka SMK dituntut berupaya menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada, supaya tidak terjadi lagi kekeliruan bahwa sebagian besar lulusan SMK begitu selesai studinya cenderung untuk berupaya mencari pekerjaan yang berperan sebagai buruh pabrik, pegawai dan sebagainya. Jarang para tamatan SMK yang mau dan mampu menciptakan serta mengembangkan lapangan pekerjaan sendiri menjadi seorang wirausaha. Penerimaan sekolah oleh masyarakat mempunyai pengertian sebagai proses penilaian secara komprehensif terhadap kelayakan dan kinerja lembaga atau suatu program pendidikan yang dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas public, alat egulasi diri (self regulation) dimana sekolah mengenal kekuatan dan kelemahannya. Maka hal ini memberikan makna dalam hasil sebagai suatu pengakuan, suatu Sekolah Menengah Kejuruan telah memenuhi standar kelayakan yang ditentukan. Proses pengembangan mutu sekolah dalam upaya meningkatkan mutu dan dalam penerimaan siswa baru harus dilaksanakan secara berkala dan terbuka dengan tujuan membantu dan memperdayakan lembaga pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan agar mampu mengembangkan sumber dayanya dalam mencapai tujuan pendidikan nasional serta dapat diterima oleh masyarakat sekitar. Dalam kaitannya dengan standar pendidikan, pengelolaan penerimaan siswa baru di sekolah menjadi salah satu bagian yang penting dalam upaya memperoleh informasi tentang kondisi nyata suatu sekolah berdasarkan standar minimal yang ditetapkan. Hal ini sesuai dengan UU Nomor 25 Tahun 2000, yang menyatakan bahwa untuk meningkatkan mutu pendidikan perlu dilaksanakan pengembangan sekolah secara adil dan merata baik untuk sekolah negeri maupun swasta (Anonim, 2005). Ada dua fokus dalam penilaian kualitas sekolah dalam proses penerimaan siswa baru di sekolah yang dilihat oleh masyarakat, yaitu pertama, kelayakan dapat dilihat dari berbagai sumberdaya, sarana dan prasarana yang dimiliki, dan kedua, kinerja dapat dilihat dari proses dan hasil pendidikan yang dicapai sekolah yang bersangkutan.

Dengan adanya komitmen yang tinggi dari berbagai pihak yaitu orang tua atau masyarakat, guru, kepala sekolah, siswa dan staf lainnya, serta pemerintah dalam pencapaian tujuan peningkatan mutu. Dalam pelaksanaan-nya strategi yang dapat dilakasanakan oleh sekolah antara lain meliputi evaluasi diri (self evaluation) untuk menganalisa kekuatan dan kelemahan sekolah. Dalam evaluasi tersebut sekolah bersama – sama orangtua dan masyarakat menentukan visi dan misi sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan atau merumuskan mutu yang diharapkan dan dilanjutkan dengan menyusun rencana program sekolah termasuk pembiayaan dengan mengacu kepada skala prioritas dan kebijakan nasional sesuai dengan kondisi sekolah dan sumber daya yang tersedia. Proses peneriamaaan siswa baru harus dilaksanakan secara berkala dan terbuka dengan tujuan membantu dan memperdayakan lembaga pendidikan.

Agar mampu mengembangkan sumber dayanya dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Proses pengelolaaan penerimaan dilakukan dengan melakukan pendekatan secara emosional dengan masyarakat dan selanjutnya dilakukan upaya promosi yang sesuai dengan keinginann masyarakat dan selalu mengikuti perkembangan perubahan. Banyaknya perubahan yang dialami dunia pendidikan dikerenakan mengikuti perkembangan dunia industri dan dunia usaha yang sangat berkembang pesat, maka penerimaan calon siswa yang berkualitas sangat perlu diperhatikan. Untuk dapat mengimplementasikan paradigma tersebut, maka sekolah seharusnya mewajibkan “Guru memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat guru, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional” (UU RI No. 14 tahun 2005: 8). Guru tersebut harus mampu melaksanakan tugas dan mengadopsi strategi baru dan cara pembelajaran yang baru agar tujuan dalam pembelajaran yang diberikan kepada peserta didiknya dapat tercapai. “Melalui pengetahuan dan ketrampilan wirausaha yang diberikan kepada peserta didik, guru harus dapat memberikan materi yang maksimal agar tujuan pembelajaran dapat dicapai” (Sugiyo, 2007).

Selain bekal kemampuan ketrampilan yang didapatkan sekolah harus dapat menyampaikan kepada para calon siswa baru agar mereka kelak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar yang nantinya akan digerakkan menuju kemandirian dengan berwiraswasta Kalau pada saat krisis moneter bangsa Indonesia, sebagai insan manusia tidak mempunyai bekal jiwa wirausaha tentu akan mudah cepat putus asa dan keadaan akan semakin parah karena banyaknya orang yang

ingin punya uang tapi dengan jalan pintas. Dalam keadaan yang demikian maka kalau kita tidak punya keyakinan dan optimis dalam menjalani kehidupan, maka kita tidak dapat bertahan dan akan terpuruk menjadi pengangguran. Seorang tokoh mengatakan bahwa “untuk menjadi orang yang optimis perlu menambah modal hidup yang kita miliki, yaitu modal yang kasat mata (tangible) seperti harta, uang dan modal yang tidak kelihatan (intangible) seperti bakat yang kita miliki, kompetensi, dan kualitas kita sebagai manusia dalam arti yang luas” (Ubaedy, 2009: 55). Dengan demikian apabila kita selalu optimis dalam keadaan apapun maka kita tidak akan panik dan tidak akan mudah putus asa bila menghadapi kesulitan.

Dalam buku Kewirausahaan Buchori Alma mengatakan bahwa: Semakin maju suatu negara semakin banyak orang terdidik, dan banyak pula orang menganggur, maka semakin dirasakan pentingnya dunia wirausaha. Beliau juga melihat banyaknya manfaat wirausaha, sebab wirausaha merupakan potensi pembangunan yang mempunyai dua darmabakti terhadap pembangunan bangsa, yaitu : 1) sebagai pengusaha (mengatasi kesulitan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat), 2) sebagai pejuang bangsa dalam bidang Ekonomi (meningkatkan ketahanan nasional, mengurangi ketergantungan pada bangsa asing) (Alma, 2008: 2).

Dalam penyusunan kepanitiaan penerimaan siswa baru keterlibatan siswa menjadi hal yang sangat penting karena lewat mereka kagiatan penerimaan siswa baru ini cukup berhasil dengan direkomendasikannya calon siswa baru oleh siswa itu sendiri. Dengan pendekatan terus menerus dan dilakukan upaya meningkatkan yang berubah menjadi kerjasama dengan masyarakat dan dengan dunia Pendidikan akan menghasilkan kelangsungan proses belajar mengajar dengan baik. Dengan melakukan strategi yang tepat dan cepat diharapkan dapat bersaing dengan sekolah lain dalam hal persainagn mendapatkan calon siswa baru disamping juga untuk dapat melakukan seleksi terhadap calon siswa baru yang berkualitas sehingga nama baik sekolah dapat terjaga di mata masyarakat. Penyusunan strategi diantaranya adalah dengan pembentukan panitia penerimaan siswa baru yang didalamnya terdapat komponen siswa, melkukan promosi yang tepat pada masyarakat dan para calaon siswa baru dengan berbagai media cetak maupun elektronik, melakukan penjaringan calon siswa baru dengan menyisir daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh angutan umum, serta menjring siswa hasil proses seleksi yang dilakukan oleh sekolah negeri. Dengan membuka lebih awal pendaftaran dan menutupnya lebih akhir diharapkan dapat memberikan kesempatan dan keleluasaan pada calon siswa baru untuk dapat memilih di sekolah ini.

Penelitian ini secara umum bertujuan mendeskripsikan proses penerimaan siswa baru.

Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendalami;

  1. Perencanaan Penerimaan Siswa Baru.
  2. Proses persiapan Penerimaan Siswa Baru.
  3. Proses pelaksanaan penerimaan siswa baru.

Fokus penelitian menekankan bagaimana pengelolaan penerimaan siswa baru yang berbasis sistem manajemen mutu, Jenis penelitian ini kualitatif, dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Pendekatan fenomenologi bermaksud mengetahui kedalaman pengelolaan penerimaan siswa baru yang didasarkan pada SMM ISO sebagai setting siswa baru. Dan Berapa jumlah calon siswa yang akan di terima di suatu sekolah sangat tergantung pada jumlah kelas dan fasilitas tempat duduk yang tersedia, artinya , jumlah yang akan di terima menyesuaikan dengan jumlah fasilitas yang ada. Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam pengelolaan peneriamaan siswa baru yaitu masalah kepanitiaaan, persyaratan calon siswa, pendaftaran, tes, seleksi, pegumuman hasil seleksi dan orientasi.

Adapun Suharsimi Arikunto mendiskripsiakan secara detail langkah-langkah penerimaan siswa baru.

  1. Menentukan panitia.
  2. Mnentukan syarat-syarat panitia.
  3. Mengadakan pengumuman, menyiapkan soal-soal tes untuk seleksi dan menyiapkan tempatnya.
  4. Melaksanakan penyaringan melalui tes tertulis Maupin lisan.
  5. Mengadakan pengumuman penerimaan.
  6. Mendaftar kembali siswa yang diterima.
  7. Melaporkan hasil pekerjaan kepada kepala sekolah.

Pedoman-pedoman atau peraturan yang berhubungan dengan penerimaan siswa baru antara lain :

  1. Masalah waktu meliputi :

a.       Kapan pendaftaran siswa baru di mulai dan di akhiri.

b.      Kapan tes selesai di laksanakan.

c.       Kapan hasil tes di umumkan.

  1. Masalah persyaratan meliputi :

a.       Besarnya uang pendaftaran.

b.      Nilai rata-rata rapot yang bias di terima.

c.       STTB/Ijazah yang di sahkan oleh yang berwenang.

d.      Pas foto (selain penentuan jumlah juga penentuan ukuran).

  1. Proses penerimaan siswa baru meliputi ;

a.       Ujian tes lisan maupun tertulis.

b.      Penelusuran bakat dan kemampuan siswa.

c.       Berdasarkan hasil UN (ujian akhir sekoalh).

  1. MOS (masa orientasi siswa) meliputi :

a.       Perkenalan dengan guru dan staf sekolah.

b.      Perkenalan dengan siswa lama dan pengurus OSIS.

c.       Penjelasan tentang tat tertib sekolah.

d.      Mengenal dan meninjau fasilitas-fasilitas sekolah.

Adpun fungsi dari orientasi peserta didik adalah

Bagi peserta didik sebagai wahana untuk menyatakan dirinya dalam konteks keseluruan lingkungan sosialnya, bagi personalia sekolah dan tenaga kependidikan dengan mengetahui siapa peserta didik barunya akan dapat di jadikan sebagai titik tolak dalam memberikan layanan yang mereka butuhkan. Bagi peserta didik senior, akan mengetahui lebih dalam mengenai peserta didik penerusnya di sekolah tersebut.

 

 

SIMPULAN

 

Dengan memperhatikan uraian penelitian, hasil temuan penelitian dan pembahasan mengenai proses pengelolaan penerimaan siswa baru dalam upaya menjaga kesinambungan proses belajar mengajar dengan terpenuhinya jumlah siswa sesuai kebutuhan kelas yang ada melalui pemberdayaan siswa, maka dengan demikian dapat disimpulkan sebagai berikut. Desain pengelolaaan peneriamaan siswa baru mempunyai komponen antara lain pendekatan melalui siswa, pendekatan dengan masyarakat, pendekatana dengan dunia usaha dan industri. Strategi pengelolaan penerimaan siswa baru mempunyai komponen antara lain pembentukan panitia PSB, promosi dan sosialisasi, penjaringan siswa, membuka lebih awal pendaftaran siswa baru dan menutup lebih akhir.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Nazir. (2005). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.

Nur Hidayat, 2008. Manajemen Pendidikan Inklusif: Tinjauan Khusus Pada Sistem Penerimaan Siswa Baru Manajemen Pengajaran Kelas Inklusif dan Model Pendidikan Studi Khusus di SD Negeri Percobaan 1 Kota Malang. Tesis. Tidak diterbitkan. UNM.

Pidarta, Made. 1995. Peranan Kepala Sekolah Pada Pendidikan Dasar. Jakarta: PT Grasindo.

Sagala, Dr. Syaiful, M.Pd. 2006. Manajemen Berbasis Sekolah dan Masyarakat. Jakarta: Nimas Multima.

Setiyawati Novita, 2010. Manajemen Kesiswaan di Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (Studi Khusus di SMP Negeri 1 Pamekasan. Tesis. Tidak diterbitkan. UNM. 2010 dari http://re-searchengines.com/0607syunu.htm.

 

_________

Nama  : Nita Migianingsih

NIM    : 11.88203.064

Prodi   : PBI/V/B

STKIP PGRI Pacitan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s