Konsep Dasar Pengelolaan Sarana Prasarana Sekolah

Sejatinya pelaksanaan pendidikan nasional harus menjamin perkembangan dan peningkatan mutu pendidikan di tengah perubahan global agar SDM di Indonesia mampu bersaing di segala aspek persaingan global atau dunia. Perlu adanya pendidikan atau pelatihan untuk mencapai sebuah tujuan yang diinginkan itu menjadi sebuah kewajiban dan tentunya bukan hal yang tabu lagi untuk kita. Dan untuk menjamin terwujudnya hal tersebut diperlukan adanya sarana dan prasarana yang memadai. Sarana dan prasarana yang memadai tersebut tentunya harus memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan dalam standarnya.

Pengadaan perlengkapan (prasarana) pendidikan disekolah biasanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan  sesuai  dengn perkembangan sekolah, menggantikan barang-barang yang rusak, hilang, dihapuskan atau diganti(upgrade). Pengadaan perlengkapan pendidikan disekolah sebaiknya direncanakan dengan hati-hati. Selain itu diperlukan perencanaan yang mantang untuk melakukan semua itu. Perlengkapan pendidikan didefinisikan sebagai suatu proses memikirkan dan menetapkan program pengadaan fasilitas sekolah, baik yang berbentuk sarana maupun prasarana pendidikan dimasa yang akan datang.

 

  1. A.     PEMBAHASAN
  2. 1.     Pengelolaan Sarana Pendidikan

Sarana pendidikan adalah suatu alat untuk menunjang atau mensupport terselanggaranya proses pendidikan. Menurut mahasiswa STKIP PGRI Pacitan yang pernah membuat karya tulis dengan judul yang sama (Ocki Sakti Nugraha) “Salah satu aspek yang mendapat perhatian utama dari setiap administrator pendidikan adalah mengenai sarana dan prasarana pendidikan”. Jadi sarana pendidikan juga bisa dikatakan sebagai bagian terpenting dari terselenggaranya proses pendidikan.

Pada umumnya sarana pendidikan mencakup semua peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang dalam proses pendidikan, Selain itu sarana yang depergunakan  harus sesuai dengan proses pembelajarannya, antara lain; gedung, ruang belajar atau kelas, alat-alat atau media pendidikan, meja, kursi dan sebagainya.

Pengelolaan sarana pendidikan harus dilakukan setiap lembaga pendidikan karena pengelolaan sangat dibutuhkan untuk menjamin keawetan maupun ketahanan dari suatu sarana tersebut. Mengingat suatu sarana tidak mungkin digunakan dalam jangka waktu yang pendek, karena proses pendidikan sediri tidak hanya dilakukan dalam jangka waktu yang pendek, artinya setiap tahun pasti ada tahapannya atau dengan cara terus menerus. Secara umum pengelolaan sarana pendidikan meliputi:

 

  1. Perencanaan
  2. Pengadaan
  3. Inventarisasi
  4. Penyimpanan
  5. Penataan
  6. Penggunaan
  7. Perawatan

Semua dari bagian pengelolaan diatas tidak ada yang tidak penting, Mulai dari perencanaan sampai perawatan sebaiknya dilakukan semua dalam pengelolaan sarana pendidikan. Itu dimaksudkan agar terciptanya keharmonisan dalam terselanggaranya proses pendidikan, karena dengan sarana yang memadai dan menunjang akan mempermudah untuk pelaksanakan suatu proses pendidikan dan terwujudnya visi/misi dalam suatu jenjang pendidikan.

Untuk menjamin terwujudnya hal tersebut diperlukan adanya sarana dan prasarana yang memadai. Sarana dan prasarana yang memadai tersebut harus memenuhi ketentuan minimum yang ditetapkan dalam standar sarana dan prasarana.Standar sarana dan prasarana ini untuk lingkup pendidikan formal, jenis pendidikan umum, jenjang pendidikan dasar dan menengah yaitu: Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA). Standar sarana dan prasarana ini mencakup:

  1. Kriteria minimum sarana yang terdiri dari perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, teknologi informasi dan komunikasi, serta perlengkapan lain yang wajib dimiliki oleh setiap sekolah/madrasah,
  2. Kriteria minimum prasarana yang terdiri dari lahan, bangunan, ruang-ruang, dan instalasi daya dan jasa yang wajib dimiliki oleh setiap sekolah/madrasah.

 

  1. 2.     Menanggapi Kemajuan Teknologi Terhadap Sarana Pendidikan

Pesatnya kemajuan teknologi sampai saat ini memang tidak bisa dipungkiri lagi. Semua dan apapun itu sudah pasti mengalami pengaruh dari perkembangan teknologi. Oleh karena itu untuk menanggapi kejadian ini diperlukan pemikiran yang positif.

Pada  masalah ini khususnya dalam bidang sarana pendidikan, kemajuan teknologi tentunya bisa dimanfaatkan. Seperti yang kita ketahui, dalam bidang pendidikan, sebuah sarana itu harus menyesuaikan jenis pembelajaranya. Sebagai contoh            model pendidikan yang saat ini digunakan, keefektifan lebih akan didapatkan jika media pembelajaran yang digunakan juga mendukung. Misalnya komputer, LCD proyektor, dsb, para peserta didik akan lebih memahami materi karena mendapatkan dukungan dari gambar(visual) atau suara(audio). Para peserta didik juga akan lebih mudah berimajinasi jika mendapatkan dukungan dari gambar atau suara.

Dalam hal ini, maka dibutuhkan pembaharuan atau penggantian sarana pendidikan. Akan tetapi untuk melakukan hal tersebut dibutuhkan juga sebuah prinsip. Prinsip-prinsip yang dimaksud adalah:

  1. Prinsip pencapaian tujuan, yaitu bahwa sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus selalu dalam kondisi siap pakai bilamana akan di dayagunakan oleh personel sekolah dalam rangka pencapaian tujuan proses belajar mengajar.
  2. Prinsip efisiensi, yaitu bahwa pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah hars dilakukan melalui perencanaan yang seksama, sehingga dapat diadakan sarana dan prasarana pendidikan yang baik dengan harga yang murah. Dan pemakaiannya pun harus dengan hati-hati sehingga mengurangi pemborosan.
  3. Prinsip Administratif, yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana ndidikan di sekolah harus selalu memperhatikan undang-undang, peraturan, instruksi dan petunjuk teknis yang diberlakukan oleh yang berwenang.
  4. Prinsip kejelasan tanggung jawab, yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus di delegasikan kepada personel sekolah yang mampu bertanggungjawab. Apabila melibatkan banyak personel sekolah dalam manajemennya maka perlu adanya deskripsi tugas dan tanggung jawab yang jelas untuk setiap personel sekolah.
  5. Prinsip Kekohesifan, yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah itu harus direalisasikan dalam bentuk proses kerja yang sangat kompak.

 

  1. 3.     Tujuan dikelolanya sarana pendidikan

Secara umum, tujuan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan adalah memberikan pelayanan secara professional di bidang sarana dan prasarana pendidikan dalam rangka terselenggaranya proses pendidikan secara efektif dan efisien. Secara rinci, tujuannya adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengupayakan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan melalui sistem perencanaan dan pengadaan yang hati-hati dan seksama. Dengan perkataan ini, melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan diharapkan semua perlengkapan yang didapatkan oleh sekolah adalah sarana dan prasarana yang berkualitas tinggi, sesuai dengan kebutuhan sekolah, dan dengan dana yang efisien.
  2. Untuk mengupayakan pemakaian sarana dan prasarana secara tepat dan efisien.
  3. Untuk mengupayakan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah, sehingga keberadaannya selalu dalam kondisi siap pakai dalam setiap diperlukan oleh semua personel sekolah.

 

  1. B.     PENUTUP
  2. 1.     Kesimpulan

Pengelolaan sarana pendidikan pada dasarnya merupakan salah satu bidang kajian administrasi sekolah dan sekaligus menjadi tugas pokok administrator sekolah atau kepala sekolah. Pada dasarnya pengelolaan sarana pendidikan merupakan proses pendayagunaan semua sarana yang dimiliki oleh sekolah. Melalui proses tersebut diharapakan semua pendayagunaan sarana pendidikan di sekolah dapat secara efektif dan efisien. Secara etimologis(bahasa) sarana berati alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan misalnya: gedung, ruang belajar atau kelas, alat-alat atau media pendidikan, meja, kursi,ruang, buku, perpustakaan, laboratorium dan sebagainya. Dengan demikian dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa konsep dari pengelolaan sarana pendidikan adalah sebuah konsep untuk mencapai tujuan dalam pendidikan yang di dalamanya terdapat suatu konsep pengelolaan semua komponen yang secara langsung maupun tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan. Menurut keputusan menteri P&K No.079/1975, sarana pendidikan terdiri dari tiga kelompok besar yaitu: a) Bangunan dan perabot sekolah b) Alat pelajaran yang terdiri dari pembukuan, alat-alat peraga dan laboratorium c) Media pendidikan yang dapat dikelompokan menjadi audiovisual yang menggunakan alat penampil dan media yang tidak menggunakan alat penampil. Dengan demikian pengelolaan sarana pendidikan merupakan usaha untuk mengupayakan sarana dan alat peraga yang dibutuhkan pada proses pembelajaran demi lancarnya dan tercapainya tujuan pendidikan. Sebagai contoh sarana sekolah adalah gedung, ruangan, meja-kursi alat peraga dan lain-lain.

 

  1. 2.     Saran
    1. Hendaknya kepala sekolah sebagai administrator harus mengetahui langsung sarana apa saja yang ada disekolahan dan bagaimana keadaannya.
    2. Melakukan sisi pencatatan yang tepat sehingga mudah diketahui dan di kerjakan.
    3. Administrasi peralatan dan perlengkapan pengajaran harus senantiasa di tinjau dari segi pelayanan untuk turut memperlancar pelaksanaan program pengajaran

Kondisi-kondisi di atas akan terpenuhi jika mengikutsertakan semua guru dalam perencanaan seleksi, distribusi dan penggunaan serta pengawasan dari sarana pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA

 

http://afidbuhanuddin.wordpress.com/manajemenpendidikan/konsepdasarpengelolaansaranapendidikan.html/ Di download pada tanggal 6 desember 2013 pukul 21.24 WIB

Hani, Ami Amalia. 2013. “Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan”.http://amiamaliahanii.wordpress.com/2012/05/30/pengelolaan-sarana-dan-prasarana-pendidikan/ Di download pada tanggal 21 desember 2013 pukul 17.36 WIB

https://www.google.com/#q=dampak+kemajuan+teknologi+terhadap+sarana+pendidikan.pdf/ Di download pada tanggal 21 desember 2013 pukul 17.36 WIB

 

*) Tinton Adi Nugroho, penulis adalah mahasiswa STKIP PGRI Pacitan program Studi Pendidikan Bahasa Inggris kelas C. Makalah disusun guna memenuhi sebagian tugas individu pada mata kuliah Manajemen Pendidikan tahun akademik 2013/2014 dengan dosen pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s