Keterkaitan Pendidikan dan Pembangunan

Keunggulan suatu bangsa tidak lagi bertumpu pada kekayaan alam, melainkan pada keunggulan sumber daya manusia, yaitu tenaga terdidik yang mampu menjawab tantangan-tantangan yang sangat cepat. Kenyataan ini sudah lebih dari cukup untuk mendorong pakar dan praktisi pendidikan melakukan kajian sistematik untuk membenahi atau memperbaiki sistem pendidikan nasional. Agar lulusan sekolah mampu beradaptasi secara dinamis dengan perubahan dan tantangan itu, pemerintah melontarkan berbagai kebijakan tentang pendidikan yang memberikan ruang yang luas bagi sekolah dan masyarakatnya untuk menentukan program dan rencana pengembangan sendiri sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.Pendidikan juga sangat berpengaruh dalam pembangunan, baik itu dalam pembangunan sumber daya manusia, ekonomi, sosial, dan bahkan masih lebih banyak lagi peranan pendidikan dalam pembangunan masyarakat, bangsa, dan Negara.

 

  1. Esensi Pendidikan dan Pembangunan Serta Titik Temunya

Menurut paham umum, pembangunan diasosiasikan denga pembangunan ekonomi dan industri. Pembangunan dalam arti yang terbatas pada bidang ekonomi dan industri belum dapat menggambarkan esensi dari pembangunan, jika belum dapat mengatasi masalah yang hakiki yaitu terpenuhinya hajat hidup dari rakyat banyak baik yang material dan spiritual. Esensi pembangunan bertumpu dan berpangkal dari manusianya bukan pada lingkunganya. Pembangunan berorientasi pada pemenuhan hajat hidup manusia sesuai dengan kodratnya sebagai manusia. Pembangunan bertumpu pada dan bertolak dari manusia, karena pembangunan yang terarah kepada pemenuhan hajat hidup manusia sesuai dengan kodratnya yang dapat meningkatkan martabatnya sebagai manusia yang menjadi tujuan final dari pembangunan.

Dalam GBHN, hakekat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia artinya bahwa yang menjadi tujuan akhir dari pembangunan adalah manusianya, yaitu dapat terpenuhinya hajat hidup jasmani dan rohani sebagai makhluk individu, makhluk sosial dan makhluk religius sehingga dapat meningkatkan martabatnya selaku makhluk. Jika pembangunan bertolak dari sifat hakekat dasar, maka dalam ruang gerak pembangunan manusia dapat dipandang sebagai objek dan subjek pembangunan. Sebagai objek pembangunan, manusia dipandang sebagai sasaran yang dibangun artinya pembangunan ke dalam diri manusia yaitu pembinaan pertumbuhan jasmani dan perkembangan rohani. Jika manusia dipandang sebagai subjek pembangunan karena dengan segenap kemampuanya manusia menggarap lingkunganya secara dinamis dan kreatif, baik terhadap sarana lingkungan alam maupun lingkungan sosial / spiritualnya.

Pendidikan dan pembangunan merupakan garis yang kontinyu yang saling mengisi proses pendidikan, menempatkan manusia sebagai titik awal, karena pendidikan mempunyai tugas untuk mengahsilkan sumber daya manusia  yang berkualitas untuk pembangunan.

Titik temu dari pendidikan dan pembangunan adalah :

  1. Pendidikan merupakan usaha ke dalam diri manusia sedangkan pembangunan merupakan usaha keluar dari diri
  2. Pendidikan menghasilkan sumber daya tenaga yang menunjang pembangunan dan hasil pembangunan dapat menunjang pendidikan.

 

  1. Sumbangan Pendidikan Pada Pembangunan

 

Jika pembangunan dipandang sebagai sistem makro maka pendidikan sebagai sebuah komponen atau bagian dari pembangunan.

Sumbangan pendidikan dapat dilihat dari beberapa segi antara lain :

  1. Segi Sasaran Pendidikan

Pendidikan adalah usaha sadar yang ditujukan kepada peserta didik agar menjadi manusia yang berkepribadian kuat dan utuh serta bermoral tinggi. Tujuan citra manusia pendidikan adalah terwujudnya citra manusia yang dapat menjadi sumber daya pembangunan yang manusiawi.

 

Menurut Prof. DR. Slamet Iman Santoso bahwa tujuan pendidikan mengasilkan manusia yang baik yang dimanapun dia berada akan memperbaiki lingkungan tersebut.

  1. Segi Lingkungan Pendidikan

Peran pendidikan dalam berbagai lingkungan atau system sebagai berikut :

  1. Lingkungan keluarga (Pendidikan informal)

Di  dalam lingkungan keluarga anak dilatih berbagai kebiasaan yang baik (habit formation) tentang hal-hal yang berhubungan dengan kecekatan, kesopanan dan moral serta menanamkan keyakinan-keyakinan yang penting terutama hal-hal yang bersifat religius yang merupakan landasan yang sangat diperlukan untuk pembangunan.

  1. Lingkungan sekolah (Pendidikan formal)

Disini peserta didik dibimbing untuk memperoleh bekal yang telah diperoleh dari lingkungan kerja keluarganya berupa pengetahuan, keterampilan dan sikap. Bekal tersebut antara lain : bekal dasar lanjutan (dari SD dan sekolah lanjutan) maupun bekal kerja yang langsung dapat digunakan aplikatif ( SMK dan Perguruan Tinggi) yag di persiapkan secara formal yang berguna sebagai sarana penunjang pembangunan diberbagai bidang.

  1. Lingkungan masyarakat ( Pendidikan non-formal)

Disini peserta didik memperoleh bekal praktis untuk berbagai jenis pekerjaan, khususnya mereka yang tidak sempat melanjutkan belajar melalui jalur formal. Sistem pendidikan non-formal mengalami perkembangan yang sangat pesat karena semakin berkembangnya sektor swasta yang menunjang pembangunan dan juga sebagai upaya untuk menciptakan kestabilan nasional.

  1. Segi Jenjang Pendidikan

Jenjang pendidikan terdiri atas 3 jenjang yaitu :

  1. Jenjang pendidikan dasar (basic education / SD)
  2. Jenjang pendidikan menengah (SM)
  3. Jenjang pendidikan tinggi (PT)

Ketiga jenjang tersebut memberikan bekal kepada para peserta didik secara bersinambungan. Pendidikan dasar merupakan basic education yang memberikan bekal dasar bagi pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.

  1. Segi Pembidangan Kerja dan Sektor Kehidupan

Pembidangan kerja menurut sektor kehidupan meliputi : bidang ekonomi, hukum, sosial, politik, keuangan, perhubungan dan komunikasi, pertanian, pertahanan dll. Pembangunan sektor kehidupan dapat diartikan sebagai aktifitas, pembinaan, pengembangan dan pengisian bidang-bidang kerja tersebut agar dapat memenuhi hajat hidup warga Negara suatu bangsa.

 

  1. Wujud Pembangunan Sistem Pendidikan

 

Secara makro, sistem pendidikan meliputi banyak aspek yang satu sama lain saling terkait, yaitu aspek filosofis dan keilmuan, yuridis, struktur dan keilmuan.

  1. Hubungan antar aspek-aspek

Aspek filosofis keilmuan dan yuridis menjadi landasan bagi aspek-aspek yang lain, karena memberikan arah pada aspek-aspek lainnya. Meskipun aspek filosofis menjadi landasan, tetapi tidak harus diartikan bahwa setiap terjadi perubahan filosofis dan yuridis harus diikuti dengan perubahan aspek-aspek yang lain secara total.

  1. Aspek filosofis dan keilmuan

Aspek filosofis yaitu berupa penggarapan tujuan nasional pendidikan. Rumusan tujuan nasional bentuknya memberikan peluang bagi pengembangan sifat hakekat manusia yang bersiat kodrati, yang bersifat wajar. Pengembangan tersebut sejalan dengan jiwa pancasila yang secara total menggantikan  falsafah pendidikan  penjajah yang hanya menfungsikan pendidikan sebagai sarana untuk menghasilkan tenaga kerja yang terampil tetapi bersifat bergantung dan loyal kepada penjajah. Hal ini jelas berbeda dengan sistem pendidikan dari bangsa yang merdeka, yang arah dan tujuanya ialah mewujudkan manusia-manusia yang cakap dan terampil, bersifat dinamis,  kreatif dan motifatif serta mandiri dan penuh tenggang rasa.

Aspek keilmuan juga memberikan sumbangan penting terhadap pendidikan dan menopang kurikulum.

  1. Aspek yuridis

UUD 1945 sebagai landasan hukum pendidikan sifatnya relatif tetap. Beberapa pasal yang melandasi pendidikan sifatnya eksplisit (pasal 31 ayat (1) dan (2); pasal (32)) maupun yang implisit (pasal 27 ayat (1) dan (2); pasal (34)).
Pasal pasal tersebut sifatnya masih sangat global dan perlu dijabarkan lebih rinci kedalam UU Pendidikan seperti UU Pendidikan No. 4 Tahun 1950, UU Pendidikan No. 12 Tahun 1954 dan disempurnakan lagi oleh UU RI No. 2 Tahun 1989.

  1. Aspek struktur

Aspek struktur pembangunan sistem pendidikan berperan pada upaya pembenahan struktur pembangunan pendidikan yang mencakup jenjang dan jenis pendidikan, lama waktu belajar dari jenjang yang satu ke jenjang yang lain, sebagai akibat dari perkembangan sosial budaya dan politik.

  1. Aspek kurikulum

Kurikulum merupakan sarana untuk mencapai tujuan. Tujuan kurikuler berubah, maka kurikulum berubah pula. Perubahan tersebut dapat berupa materinya, orientasinya, pendekatannya maupun metodenya.

 

 

  1. Kesimpulan

Esensi Pendidikan Dan Pembangunan Serta Titik Temunya

  1.  Pendidikan merupakan usaha ke dalam diri manusia sedangkan pembangunan merupakan usaha keluar dalam diri manusia.
  2.  Pendidikan menghasilkan sumber daya tenaga yang menunjang pembangunan dan hasil pembangunan dapat menunjang pendidikan (pembinaan, penyediaan saran, dan seterusnya)

 

Sumbangan Pendidikan Pada Pembangunan
Sumbangan pendidikan terhadap pembangunan dapat dilihat dari berbagai segi, diantaranya:

  1. Segi sasaran pendidikan
  2. Segi lingkungan pendidikan
  3. Segi jenjang pendidikan
  4. Segi pembidangan kerja atau sektor kehidupan

 

Wujud Pembangunan Sistem Pendidikan

Sistem pendidikan meliputi banyak aspek, antara lain :

  1. Aspek filosofis dan keilmuan
  2. Aspek yuridis
  3. Aspek struktur
  4. Aspek keilmuan

 

______________

Disusun oleh :

Dewi Puji Astuti

Frendi Dian Cahyono

Nova Eka Wardana

Subek Sarisih

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s