Prinsip dan Fungsi Pengelolaan Kurikulum

Pendidikan adalah salah satu hal yang penting terutama di era modern seperti ini. Pendidikan sangatlah dibutuhkan untuk menunjang atau mendapatkan kehidupan yang lebih layak dan bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan dan kemajuan zaman. Tapi seperti yang kita lihat selama ini mutu atau kwalitas pendidikan di Indonesia tidaklah cukup baik dibanding Negara-negara lain. Salah satu sebabnya adalah kurikulum pendidikan yang ada belum terlalu efektif dan membantu bagi proses pendidikan terutama bagi guru maupun pelajar. Oleh karena itu tidak heran hamper setiap tahun kurikulum pasti berubah-ubah guna mencari kuikulum yang terbaik bagi kemajuan pendidikan di Indonesia sendiri.

DEFINISI KURIKULUM

  • Menurut kamus Webster tahun 1856, kurikulum adalah: 1. A race course; a place for running; a chariot. 2. A course in general; applied particularly to the course of study in a university. Kurikulum adalah jarak yang ditempuh oleh pelari atau kereta dalam perlombaan.
  • Menurut kamus Webster tahun 1955, kurikulum adalah: 1. A course esp. a specified fixed course of study, as in a school course, as one leading to degree. 2. The whole body of courses offered in an educational institution or department thereof. Kurikulum yang digunakan dalam dunia pendidikan adalah sejumlah mata pelajaran di sekolah atau mata kuliah di perguruan tinggi yang harus ditempuh guna mencapai satu ijazah atau tingkat tertentu.
  •  Hilda Taba dalam buku Curriculum Development, Theory, and Practice mendefinisikan kurikulum sebagai a plan for learning, yakni sesuatu yang direncanakan untuk pelajaran anak.
  • J. Galen dan William M. Alexander dalam buku Curriculum planning for Better Teaching and Learning(1956)memberikan definisi kurikulum sebagai the sum total of school’s effort to influence learning, whether in the classroom, on the playground or out of school. Oleh karena nya, segala usaha sekolah guna mempengaruhi anak belajar, apakah dalam ruangan, di halaman sekolah, atau di luar sekolah di sebut kurikulum.
  • Harold B. Albertys dalam buku Reorganizing the High Scchool Curriculum(1965)mencermati kurikulum sebagai segala kegiatan yang difasilitasi oleh sekolah demi kepentingan siswa.
  • B. Othanel Smith, W.O. Stanley dan J. Harlan Shore memandang kurikulum sebagai rangkaian pengalaman potensial yang dapat diberikan kepada anak agar mereka dapat berpikir dan berbuat sesuatu dengan masyarakatnya.
  • William B. Ragan dalam buku Modern Elementary Curriculum(1966)menjelaskan arti kurikulum sebagai all the experiences of children for which the school accepts responsibility. It denotes the result of efforts on the part of the adult of the community and the nation to bring to children the finest, most whole some influences that exist in the culture.
  • J. Lloyd Trump dan Delmas F. Miller dalam buku Secondary School Improvement(1973)berpendapat bahwa kurikulum mencakup metode mengajar, cara mengevaluasi murid dan semua program, perubahan tenaga mengajar, bimbingan dan penyuluhan, supervisi dan administrasi, dan hal-hal struktural mengenai waktu, jumlah ruangan serta kemungkinan memilih mata pelajaran..

 

PRINSIP PENGELOLAAN KURIKULUM

Di bawah ini adalah beberapa prinsip tentang pengelolaan kurikulum antara lain( rahman, 2013):

  1. Produktivitas, hasil yang akan diperoleh dalam pelaksanaan kurikulum harus sangat diperhatikan. Output(peserta didik)harus menjadi pertimbangan agar sesuai dengan  rumusan tujuan pengelolaan kurikulum.
  2. Demokratisasi, proses manajemen kurikulum harus berdasarkan asas demokrasi yang menempatkan pengelola, pelaksana dan subjek didik  pada posisi yang seharusnya agar dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab.
  3. Kooperatif, agar tujuan dari pelaksanaan kurikulum dapat tercapai dengan maksimal, maka perlu adanya kerjasama yang positif dari berbagai pihak yang terkait.
  4. Efektivitas dan efisiensi, rangkaian kegiatan kurikulum harus dapat mencapai tujuan dengan pertimbanagn efektif dan efisien, agar kegiatan manejemen kurikulum dapat memberikan manfaat dengan meminimalkan sumber daya tenaga, biaya, dan waktu.
  5. Mengarahkan pada pencapaian visi, misi dan tujuan yang sudah ditetapkan.

 

FUNGSI PENGELOLAAN KURIKULUM

 

Dibawah ini adalah beberapa fungsi tentang pengelolaan kurikulum antara lain(Kurniawan, 2013):

 

  1. Meningkatakan efisiensi pemanfaatan sumber daya kurikulum.
  2. Meningkatakan keadilan pada siswa untuk mendapatkan hasil yang optimum.
  3. Meningkatakan kesamaan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik maupun lingkungan sekitar pendidik.
  4. Untuk meningkatkan keikut sertaan masyarakat dalam membantu mengembangkan kurikulum.

 

PENUTUP

Dari pemaparan di atas kita mengetahui bahwa prinsip dan fungsi pengelolaan kurikulum adalah sesuatu hal yang sangat penting bagi keberadaan kurikulum itu sendiri sehingga kurikulum tersebut bisa membawa perubahan bagi kualitas pendidikan yang menggunakan kurikulum tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Yamin Moh. 2009. MANAJEMEN MUTU KURIKULUM PENDIDIKAN. Jogjakarta: DIVA Press.
  2. Kurniawan Arik Dedy.2013. http://dedyarikk.wordpress.com/2013/05/21/prinsip-dan-fungsi-manajemen-kurikulum/. Diakses pada tanggal 14 oktober 2013 pukul 09.00 WIB
  3. Rahman Ghafiki. 2013. http://ghafiki.blogspot.com/2013/06/pengelolaan-kurikulum_28.html. Diakses pada tanggal 14 oktober 2013 pukul 09.00 WIB

 

Oleh: Falahuddaroini, Pendidikan Bahasa Inggris, STKIP PGRI Pacitan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s