Asas-Asas Pendidikan dan Penerapannya

Pendidikan adalah sebagai usaha sadar yang sistematik selalu bertolak dari sejumlah landasan serta mengindahkan sejumlah asas-asas tertentu. Asas tersebut sangat penting, karena pendidikan merupakan pilar utama terhadap perkembangan manusia suatu bangsa. Asas pendidikan merupakan suatu kebenaran yang menjadi dasar atau tumpuan berfikir, baik pada tahap perancangan maupun pelaksanaan pendidikan.

Di dalam pembahasan ini secara tersirat akan dijelaskan macam-macam asas dengan pengkajian dimensi hakikat manusia (keindiidalan, kesosialan, kesusilaan, dan keberagaman). Pandangan tentang hakikat manusia merupakan tumpuan berpikir utama yang sangat penting dalam pendidikan.

Khusus di Indonesia terdapat sejumlah asas yang member arah dalam merancang dan melaksanakan pendidikan itu. Asas-asas tersebut bersumber dari kecenderungan umum pendidikan di dunia maupun yang bersmber dari pemikiran dan pengalaman sepanjang sejarah upaya pendidikan di Indonesia. Asas tersebut di antaranya Asas Tut Wuri Handayani, Asas belajar Sepanjang Hayat, Asas Kemandirian Belajar.

1.1  Rumusan Masalah

Di dalam makalah ini akan di bahas tentang macam-macam asas yang ada

Di Indonesia, penggunaan asas-asas di Indonesia, dan sejarah lahirnya 3 asas tersebut.

1.2  Tujuan

  1. Untuk mengetahui pengertian asas
  2. Untuk mengetahui macam-macam asas
  3. Untuk mempelajari penerapan asas dalam kehidupan sehari-hari.

 

DEFINISI ASAS PENDIDIKAN

Asas pendidikan memiliki arti hukum atau kaidah yang menjadi acuan

dalam melaksanakan kegiatan pendidikan. Asas pendidikan juga diartikan sebagai

sesuatu kebenaran yang menjadi dasar atau tumpuan berpikir, baik pada tahap

perancangan maupun pelaksanaan pendidikan. Salah satu dasar utama pendidikan

adalah bahwa manusia itu dapat dididik dan dapat mendidik diri sendiri. Seperti

diketahui, manusia yang dilahirkan hamper tanpa daya dan sangat tergantung pada

orang lain (orang tuanya, utamanya ibu) namun memiliki potensi yang hampir

tanpa batas untuk dikembangkan.

 

PEMBAHASAN

Asas Pokok Pendidikan

Asas pendidikan merupakan suatu kebenaran yang menjadi dasar atau tumpuan berfikir, baik pada tahap perancangan maupun pelaksanaan pendidikan. Khusus di Indonesia, terdapat beberapa asas pendidikan yang memberi arah dalam merancang dan melaksanakan pendidikan itu. Diantara asas tersebut adalah Asas Tut Wuri Handayani, Asas Belajar Sepanjang Hayat, dan Asas Kemandirian dalam Belajar.

2.1 Asas-asas Pokok Pendidikan

Asas pokok pendidikan merupakan suatu kebenaran yang menjadi dasar atau tumpuan berpikir, baik tahap perancangan maupun pelaksanaan pendidikan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah bahwa manusia dapat dididik dan mendidik diri sendiri.

2.2 Macam-Macam Asas Pendidikan

1. Asas Tut Wuri Handayani

Asas Tutwuri Handayani yang merupakan asas pendidikan Indonesia hingga saat ini bersumber dari asas Taman Siswa. Asas ini dikumandangkan oleh Ki Hajar Dewantara. Asas tutwuri handayani ini bermakna bahwa setiap orang berhak mengatur dirinya sendiri dengan berpedoman kepada tata tertib kehidupan yang umum.

Dalam kegiatan pendidikan, peserta didik diberi kesempatan untuk mencari, mempelajari, memecahkan masalah sendiri tanpa selalu harus dicampuri, diperintah dan dipaksa. Dengan cara demikian, maka pendidikan akan terpusat kepada peserta didik. Dapat dikatakan bahwa asas tutwuri handayani ini merupakan cikal bakal dari pendekatan atau cara belajar siswa aktif.

2. Asas Belajar Sepanjang Hayat

Asas belajar sepanjang hayat merupakan sudut pandang dari sisi lain terhadap pendidikan seumur hidup.

Dalam latar pendidikan seumur hidup, proses belajar mengajar disekolah seyogianya mengembang sekurang-kurangnya dua misi, yakni membelajarkan peserta didik dengan efisien dan efektif, dan serentak dengan itu, meningkatkan kemauan dan kemampuan belajar mandiri sebagai basis dari belajar sepanjang hayat.

3. Asas Kemandirian Dalam Belajar

Dalam kegiatan belajar mengajar, sedini mungkin dikembangkan kemandirian dalam belajar itu dengan menghindari campur tangan guru, namun guru selalu suiap untuk ulur tangan bila diperlukan.

Perwujudan asas kemandirian dalam belajar akan menempatkan guru dalamperan utama sebagai fasilitator dan motifator. Salah satu pendekatan yang memberikan peluang dalam melatih kemandirian belajar peserta didik adalah sitem CBSA (Cara Belajar Siwa Aktif).

 

PENERAPAN ASAS-ASAS PENDIDIKAN

Sebagaimana telah dibicarakan dalam bahasan terdahulu ada dua asas-asas utama yang menjadi acuan pelaksanaan pendidikan, yakni:

1.      Asas Belajar Sepanjang Hayat

2.      Asas Tut Wuri Handayani

3.      Asas Kemandirian dalam Belajar

Untuk memberi gambaran bagaimana penerapan asas-asas tersebut di atas berturut-turut akan dibicarakan:

Keadaan yang ditemui sekarang

Permasalahan yang ada

Pengembangan penerapan asas-asas pendidikan.

Keadaan yang Ditemui Sekarang

Dalam kaitan asas belajar sepanjang hayat, dapat dikemukakan beberapa keadaan yang ditemui sekarang:

Usaha pemerintah memperluas kesempatan belajar telah mengalami peningkatan. Terbukti dengan semakin banyaknya peserta didik dari tahun ke tahun yang dapat ditampung baik dalam lembaga pendidikan formal, non formal, dan informal; berbagai jenis pendidikan; dan berbagai jenjang pendidikan dari TK sampai perguruan tinggi

Usaha pemerintah dalam pengadaan dan pembinaan guru dan tenaga kependidikan pada semua jalur, jenis, dan jenjang agar mereka dapat melaksanakan tugsnya secara proporsional. Dan pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas hasil pendidikan di seluruh tanah air. Pembinaan guru dan tenaga guru dilaksanakan baik didalam negeri maupun diluar negeri

Usaha pembaharuan kurikulum dan pengembangan kurikulum dan isi pendidikan agar mampu memenuhi tantangan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas melalui pendidikan

Usaha pengadaan dan pengembangan sarana dan prasarana yang semakin meningkat: ruang belajar, perpustakaan, media pengajaran, bengkel kerja, sarana pelatihan dan ketrampilan, sarana pendidikan jasmani

Pengadaan buku ajar yang diperuntukan bagi berbagai program pendidikan masyarakat yang bertujuan untuk:

meningkatkan sumber penghasilan keluarga secara layak dan hidup bermasyarakat secara berbudaya melalui berbagai cara belajar

menunjang tercapainya tujuan pendidikan manusia seutuhnya

Usaha pengadaan berbagai program pembinaan generasi muda: kepemimpinan dan ketrampilan, kesegaran jasmani dan daya kreasi, sikap patriotisme dan idealisme, kesadaran berbangsa dan bernegara, kepribadian dan budi luhur

Usaha pengadaan berbagai program pembinaan keolahragaan dengan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anggota masyarakat untuk melakukan berbagai macam kegiatan olahraga untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran serta prestasi di bidang olahraga

Usaha pengadaan berbagai program peningkatan peran wanita dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya dalam upaya mewujudkan keluarga sehat, sejahtera dan bahagia peningkatan ilmu pngetahuan dan teknologi, ketrampilan serta ketahanan mental.

Sesuai dengan uraian di atas, maka secara singkat pemerintah secara lintas sektoral telah mengupayakan usaha-usaha untuk menjawab tantangan asas pendidikan sepanjang hayat dengan cara pengadaan sarana dan prasarana, kesempatan serta sumber daya manusia yang menunjang.

Dalam kaitan penerapan asas Tut Wuri Handayani, dapat dikemukakan beberapa keadaan yang ditemui sekarang, yakni :

Peserta didik mendapat kebebasan untuk memilih pendidikan dan ketrampilan yang diminatinya di semua jenis, jalur, dan jenjang pendidikan yang disediakan oleh pemerintah sesuai peran dan profesinya dalam masyarakat. Peserta didik bertanggung jawab atas pendidikannya sendiri

Peserta didik mendapat kebebasan untuk memilih pendidikan kejuruan yang diminatinya agar dapat mempersiapkan diri untuk memasuki lapangan kerja bidang tertentu yang diinginkannya

Peserta didik memiliki kecerdasan yang luar biasa diberikan kesempatan untuk memasuki program pendidikan dan ketrampilan sesuai dengan gaya dan irama belajarnya

Peserta didik yang memiliki kelainan atau cacat fisik atau mental memperoleh kesempatan untuk memilih pendidikan dan ketrampilan sesuai dengan cacat yang disandang agar dapat bertumbuh menjadi manusia yang mandiri

Peserta didik di daerah terpencil mendapat kesempatan untuk memperoleh pendidikan dan ketrampilan agar dapat berkembang menjadi manusia yang memiliki kemampuan dasar yang memadai sebagai manusia yang mandiri, yang beragam dari potensi dibawah normal sampai jauh diatas normal (Jurnal Pendidikan,1989).

 

PENUTUP

A. Kesimpulan

Asas pendidikan merupakan suatu kebenaran yang menjadi dasar atau tumpuan berpikir, baik pada tahap perancangan maupun pelaksanaan pendidikan.

Asas Pokok Pendidikan

Asas Tut Wuri Handayani

Asas Belajar Sepanjang Hayat

Asas kemandirian Dalam Belajar

 

*Penulis, adalah mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia kelas A. Makalah ini disusun guna memenuhi sebagian tugas kelompok pada mata kuliah Ilmu Pengantar Pendidikan tahun akademik 2013/2014 dengan dosen pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd.

Anggota Kelompok :

  1. Anas Praptina
  2. Edi Purwanto
  3. Iis Sugiarti
  4. Nurul Nur Hidayat
  5. Susilawati
  6. Dedik Soriyono

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s