Aliran Pokok Pendidikan di Indonesia

Gagasan dan pelaksanaan pendidikan selalu dinamis sesuai dengan dinamika manusia dan masyarakatnya. Sejak dulu, kini, maupun di masa depan pendidikan itu selalu mengalami perkembangan sosial-budaya dan perkembangan iptek. Pemikiran- pemikiran yang membawa pembaruan pendidikan itu disebut Aliran-Aliran Pendidikan.

Setiap calon tenaga kependidikan, utamanya calon pakar kependidikan, harus memahami berbagai aliran-aliran itu agar dapat menangkap makna setiap gerak dinamika pemikiran-pemikiran dalam pendidikan tersebut. Pemahaman terhadap pemikiran-pemikiran penting dalam pendidikan akan membekali tenaga kependidikan dengan wawasan kesejarahan, yakni kemampuan memahami kaitan antara pengalaman-pengalaman masa lampau, tuntutan dan kebutuhan masa kini, serta perkiraan/antisipasi masa datang. Pemaparan aliran-aliran pendidikan penting karena sebagai pembekalan wawasan historis terhadap setiap calon tenaga kependidikan.

1.      Perguruaan Kebangsaan Taman Siswa

Didirikan oleh Ki Hajar Dewantara pada tanggal 3 Juli 1932 di Yogyakarta. Taman siswa telah meliputi semua jenjang persekolahan, dari pendidikan prasekolah, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.

Perguruan Kebangsaan Taman Siswa didirikan oleh Ki Hadjar Dewantara, yakni dalam bentuk yayasan, selanjutnya mulai didirikan Taman Indria (Taman Kanak-Kanak) dan Kursus Guru, selanjutnya Taman Muda (SD), Disusul Taman  Dewasa merangkap Taman Guru.

  1. Asas dan Tujuan Taman Siswa

Terdapat tujuh asas dalam Perguruan Kebangsaan Taman Siswa yang di sebut “asas 1992” adalah sebagai berikut:

1)      Setiap orang mempunyai hak mengatur dirinya sendiri dengan       mengingat terbitnya persatuan dalam perikehidupan umum. Dari asas yang pertama ini jelas bahwa tujuan yang hendak dicapai oleh Taman Siswa adalah kehidupan yang tertib dan damai (tata dan tentram, Orde on Vrede). Dari asas ini pulalah lahir “sistem among”, dalam cara man guru memperoleh sebutan “pamong” yaitu sebagai pemimpin yang berdiri di belakang dengan bersemboyan “Tut Wuri Handayani”, yaitu tetap mempengaruhi dengan memberi kesempatan kepada anak didik untuk berjalan sendiri, dan tidak terus menerus dicampuri, diperintah atau dipaksa.

2)      Pengajaran harus memberi pengetahuan yang berfaedah yang dalam arti lahir dan batin dapat memerdekakan diri. Siswa jangan selalu dicekoki atau disuruh menerima buah fikiran saja, melainkan para siswa hendaknya dibiasakan mencari/menemukan sendiri berbagai nilai pengetahuan dan keterampilan dengan menggunakan fikiran dan kemampuannya sendiri.

3)      Pengajaran harus berdasar pada kebudayaan dan kebangsaan sendiri.

4)      Pengajaran harus tersebar luas sampai dapat menjangkau kepada seluruh rakyat.

5)      Untuk mengejar kemerdekaan hidup yang sepenuhnya lahir maupun batin hendaknya diusahakan dengan kekuatan sendiri, dan menolak bantuan apapun dan dari siapapun yang mengikat, baik ikatan lahir maupun batin.

6)      Bahwa sebagai konsekuensi hidup dengan kekuatan sendiri maka mutlak harus membelanjai sendiri segala usaha yang dilakukan. Dari asas ini tersirat keharusan untuk hidup sederhana dan hemat.

7)      Bahwa dalam mendidik anak-anak  perlu adanya keikhlasan lahir dan batin untuk mengorbankan segala kepentingan pribadi demi keselamatan dan kebahagiaan anak-anak. Asas ini disebut sebagai “asas berhamba kepada anak didik” dan di kenal dengan istilah “pamong” atau istilah sekarang pahlawan tanpa tanda jasa.

Ketujuh asas di atas diumumkan pada tanggal 3 juli 1922, bertepatan dengan berdirinya Taman Siswa, dan disahkan oleh Kongres Taman Siswa yang pertama di Yogyakarta pada tanggal 7 Agustus 1930.

  1. Dasar Taman Siswa

Dalam perkembangan selanjutnya taman siswa melengkapi “asas 1922” dengan  dasar-dasar 1947 yang di sebut dengan Panca Dharma,yakni sebagai berikut:

1)      Asas kemerdekaan harus diartikan disiplin pada diri sendiri oleh diri sendiri atas dasar nilai hidup yang tinggi, baik hidup sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.

2)      Asas kodrat alam berarti bahwa pada hakikatnya manusia itu sebagai makhluk adalah satu dengan kodrat alam ini. Ia tidak bisa lepas dari kehendaknya, tetapi akan mengalami bahagia jika bisa menyatukan diri dengan kodrat alam

3)      Asas kebudayaan Taman Siswa tidak berarti asal memelihara kebudayaan kebangsaan itu ke arah kemajuan yang sesuai dengan kecerdasan zaman, kemajuan dunia, dan kepentingan hidup rakyat lahir dan batin tiap-tiap zaman dan keadaan.

4)      Asas Kebangsaan Taman Siswa tidak boleh bertentangan dengan kemanusiaan, malahan harus menjadi bentuk dan fiil kemanusiaan yang nyata dan tidak mengandung permusuhan dan perpecahan.

5)      Asas kemanusiaan menyatakan bahwa dharma tiap-tiap manusia adalah mewujudkan kemanusiaan.

  1. Tujuan Taman Siswa

1)      Sebagai badan perjuangan kebudayaan dan pembangunan masyarakat yang tertib dan damai.

2)       Membangun anak didik menjadi manusia yang merdeka lahir dan batin, luhur akal budinya, serta sehat jasmaninya untuk menjadi anggota masyrakat yang berguna dan bertanggung jawab atas keserasian bangsa, tanah air, serta manusia pada umumnya.

  1.  Upaya-upaya Pendidikan

Beberapa usaha yang dilakukan oleh Taman Siswa adalah menyiapkan peserta didik yang cerdas dan memiliki kecakapan hidup. Dalam ruang lingkup eksternal Taman Siswa membentuk pusat – pusat kegiatan kemasyarakatan.

  1.  Hasil-Hasil yang dicapai

Taman Siswa telah berhasil mengemukakan tentang pendidikan nasional, lembaga-lembaga pendidikan dari Taman Indria sampai Sarjana Wiyata. Taman siswa pun telah melahirkan alumni – alumni besar di Indonesia.

     2.      Ruang pendidik INS Kayu Tanam

      Ruang pendidik INS ( Indonesia Nederlandsche School) didirikan oleh   Mohammad Sjafei pada tanggal 31 Oktober 1926 di Kayu Tanam 9 Sumatra Barat). Pada tahun 1952, dengan hanya ada 30 orang siswa, Ins mendirikan percetakan Sridharma yang menterbitkan majalah bulanan Sendi dengan sasaran khalayak adalah anak – anak.

  1. Asas-asas ruang pendidikan

1)      Berpikir logis dan rasional

2)      Keaktifan dan kegiatan

3)      Pendidikan masyarakat

4)      Memperhatikan pembawaan anak

5)      Menentang intelaktualisme

  1. Tujuan ruang pendidik INS Kayu Tanam

1)      Mendidik rakyat kearah kemerdekaan

2)      Memberi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat

3)      Mendidik para pemuda agar berguna untuk masyarakat

4)      Menanamkan kepercayaan terhadap diri sendiri dan berani bertanggung jawab

5)      Mengusahakan mandiri dalam pembiayaan

 

  1. Usaha-usaha ruang pendidik INS Kayu Tanam

1)      Dalam bidang kelembagaan.

a)      Menyelenggarakan berbagai jenjang pendidikan

b)      Program khusus untuk menjadi guru yakni tambahan satu tahun setelah ruang dewasa untuk pembekalan kemampuan mengajar dan praktek mengajar.

2)      Usaha mandiri

a)      Penerbitan sendi (majalah anak-anak)

b)      Buku bacaan dalam rangka pemberantasan buta huruf/aksara dan angka dengan judul “Kunci 13”

c)      Mencetak buku pelajaran

          

  1. Hasil-Hasil yang Dicapai

Bebrapa usaha yang dilakukan oleh Ruang Pendidik INS Kayu Tanam antara lain menyelenggarakan berbagai pendidikan, menyiapkan tenaga guru atau pendidik, dan penerbitan majalah anak-anak sendi, serta buku-buku pelajaran. Dan usaha yang dilakukan antara lain ;

1)      Mengupayakan gagasan-gagasab tentang pendidikan nasional (utamanya pendidikan ketrampilan/kerajinan)

2)      Mengupayakan bebrapa ruang pendidik (jenjang persekolahan) dan sejumlah alumni. Dan bebrapa alumni telah berhasil menerbitkan salah satu tulisan Moh. Sjafi’i yakni Dasar-Dasar Pendidikan (1976)

3)    Pendidikan Muhammadiyah

      Didirikan tanggal 18 November 1912 di yogyakarta, oleh KH Ahmad Dahlan. Pendidikan Muhammadiyah merupakan gerakan islam amar ma’ruf nahi munkar beraqidah islam dan bersumber pada alquran dan sunah serta menjunjung tinggi ajaran agama islam sehingga tercipta masyarkat islam yang sebenarnya – benarnya.

1)      Latar Belakang Berdirinya Pendidikan Muhammadiyah:
1)   Kerusakan di bidang kepercayaan/agama (aqidah)
2)   Kebekuan dalam bidang hukum fiqih.
3)   Kemunduran dalam pendidikan islam
4)   Kemajuan zending kristen dan misi katolik.

  1. Tujuan Pendidikan Muhammadiyah
    1)   Aqidah yang lurus
    2)   Akhlaqul karimah (Budi pekerti yang terpuji).
    3)   Akal yang sehat dan cerdas.
    4)   Keterampilan
    5)   Pengabdian pada masyarakat.
  2. Dasar Pendidikan Muhammadiyah:
    1)   Tajjdid, ialah kesetiaan kita berdasarkan pemikiran baru
    untuk mengubah cara berfikir .
    2)   Kemasyarakatan,yaitu antara individu dan masyarakat diciptakan suasana yang salaing membutuhkan.
    3)   Aktivitas, artinya anak didik harus mengamalkan semua yang diketahui.
    4)   Perguruan Diniyah Putri Padang Panjang
    Didirikan pada tanggal 1 November 1923 oleh Rahmah El Yunusiyah.

  3. Latar Belakang Berdirinya Diniyah Putri:
    Karena ketidak puasan terhadap rahmah el yunusiyah terhadap diniyah school yang melayani kebutuhan wanita yang tidakterjangkau baik yang berkaitan dengan persoalan agama, maupun yang berkaitan dengan kebutuhan keterampilan keputrian sebagai istri, anak.

  4. Tujuan Pendidikan Diniyah:
    Melaksanakan pendidikan dan pengajaran berdasarkan islam
    dengan tujuan membentuk putri yang berjiwa islam dan ibu
    pendidik yang cakap arif serta bertanggung jawab.
  1. Dasar Pendidikan Diniyah Putri:

Didasarkan pada ajaran agama islam dengan berpedoman pada Alqur’an dan Sunah Rasul.

4)        Pendidikan Ma’arif

Pendidikan Ma’arif saat ini merupakan bagian dari organisasi Nahdatul Ulama. Cikal Bakal pendidikan Ma’arif mulai berkembang pada tahun 1916 ketika dua Kiyai, K.H. Abdul Wahab hasbullah dan K.H. Mas Mansur, mendirikan kursus debat yan diberi nama Taswirul Afkar. Kursus ini kemudian berkembang dengan dibentuknya Jam’iyah Nahdatul Wathon yang bertujuan memperluas dan meningkatkan mutu pendidikan madrasah. Mulanya Ma’arif dalam bentuk Madrasah berkembang di Jawa Timur, kemudian menyebar ke daerah-daerah lain dengan dipelopori oleh para ulama NU. Mula-mula corak pendidikannya adalah menyerupai “pesantren yang diformalkan”, dengan hanya memuat pendidikan agama dalam kurikulumnya. Dalam perkembangan kemudian, sebagaimana Muhammadiyah, Ma’arif memasukkan materi umum ke kurikulumnya.

  1. Muktamar II NU

Muktamar II NU di Surabaya pada tahun 1927 memutuskan untuk memberikan perhatian yang penuh pada pengembangan madrasah dengan dana ditanggung oleh umat islam, dan menolak bantuan dari Belanda. Dalam Muktamar NU ke-4 di Semarang, para ulama membentuk bagian khusus dalam tubuh NU yang menangani pendidikan, yang disebut Ma’arif. Sejak saat itu gerak NU dalam menyelenggarakan pendidikan semi-formal yang coraknya banyak berbeda dengan pesantren yang menjadi basis NU mulai berkembang dan ditangani secara sungguh-sungguh.

  1. Basis pendidikan Ma’arif

Basis pendidikan Ma’arif pada dasarnya adalah pesantren yang juga merupakan basis utama kegiatan pendidikan NU. Hal inilah antara lain membedakannya dengan Muhammadiyah yang lebih agresif dan sistematis dalam mengembangkan sistem pendidikan sekolahnya dengan menerapkan manajemen modern.

  1. Hasil yang dicapai

Meskipun perkembangan lembaga pendidikan Ma’arif tidak secepat dan seluas Muhammadiyah, pendidikan ini ikut memberikan andil dalam pendidikan nasional, baik melalui pemikiran-pemikiran para tokohnya maupun melalui lembaga-lembaga pendidikan yang dimilikinya.           .

 

  1. SIMPULAN

Kajian tentang aliran dan gerakan pendidikan akan memberikan pengetahuan dan wawasan historis kepada tenaga kependidikan. Hal itu sangat penting, agar para pendidik dapat memahami, dan pada akhirnyaa kelak dapat memberi kontribusi terhadap dinamika pendidikan itu.

 

Disusun Oleh :

  1. ARIS WAHYONO
  2. FATHUR ROHMAN WAHID
  3. LILIS HANDAYANI
  4. RINI IRIANTI
  5. WELLY SANTOSO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s