Permasalahan Pendidikan dan Penyelesaiannya

Pendidikan merupakan suatu kegiatan bersifat umum bagi setiap manusia dimuka bumi ini. Pendidikan tidak terlepas dari segala kegiatan manusia. Jadi, pendidikan adalah suatu usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar berperan aktif dan positif dalam hidupnya sekarang dan masa yang akan datang. Dan untuk pendidikan nasional Indonesia adalah pendidikan yang berakar pada pencapaian tujuan pembangunan nasional Indonesia.

Pendidikan pada dasarnya mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan. Sistem pendidikan selalu diupayakan dapat terus berjalan seiringan dengan perkembangan teknologi dan zaman. Pada seiring perkembangan zaman selalu memunculkan persoalan – persoalan baru yang belum terpikirkan sebelumnya.

PERMASALAHAN POKOK PENDIDIKAN.

Ada beberapa macam masalah pokok pendidikan yang menjadi kesepakatan nasional yang perlu diprioritaskan penanggulangannya, yaitu :

  1. Masalah Pemerataan Pendidikan.

Dalam masalah pemerataan pendidikan ini mencangkup persoalan bagaimana sistem pendidikan dapat menyediakan kesempatan yang seluas – luasnya kepada seluruh warga negara untuk memperoleh pendidikan tanpa membeda – bedakan jenis kelamin, status sosial, agama, maupun letak geografis. Masalah pemerataan dapat terjadi karena kurangnya komunikasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, bahkan hingga daerah terpencil sekalipun.

Permasalahan pemerataan pendidikan ini dapat ditanggulangi dengan menyediakan fasilitas dan sarana belajar bagi setiap lapisan masyarakat yang wajib mendapatkan pendidikan.

  1. Masalah Mutu dan Relevansi Pendidikan.

Mutu sama halnya dengan memiliki kualitas dan bobot. Jadi, pendidikan yang bermutu yaitu pelaksanaan pendidikan yang dapat menghasilkan tenaga profesional. Sedangkan Relevan berarti bersangkut – paut, kait – mengait, dan berguna secara langsung.

Mutu pendidikan menjadi permasalahan dalam pendidikan bila hasil pendidikan tidak sesuai dengan yang diharapkan, masalah inin juga mencangkup mutu prndidikan. Dan kriteria masalah Relevansi pendidikan yang dikaitkan dengan kondisi sistem pendidikan pada umumnya yaitu, status lembaga pendidikan yang bermacam – macam.

Pemecahan masalah mutu dan relevansi pendidikan ini dalam garis besarnya meliputi hal – hal yang bersifat fisik dan perangkat lunak, serta manajemen pendidikan.

  1. Masalah Efisiensi dan Efektifitas Pendidikan.

Yang dimaksud dengan efisiensi adalah apabila sasaran dalam bidang pendidikan dapat dicapai secara efisien atau berdaya guna. Artinya pendidikan akan dapat memberikan hasil yang baik dengan tidak menghamburkan sumber daya yang ada. Seperti uang, waktu, tenaga dan sebagainya. Jadi, pelaksanaan pendidikan yang efisien adalah apabila sumber daya tepat sasaran, dengan lulusan dan produktifitas pendidikan yang optimal.

Untuk pendidikan yang efektif adalah pelaksanaan pendidikan dimana hasil yang dicapai sesuai dengan rencana/program yang telah ditetapkan sebelumnya.

FAKTOR – FAKTOR PENDUKUNG MASALAH PENDIDIKAN.

Ada beberapa faktor – faktor  yang mendukung terjadinya masalah dalam bidang pendidikan, yaitu :

  1. IPTEK

Ketidaksiapan bangsa dalam menerima perubahan zaman membawa perubahan terhadap mental dan keadaan negara ini. Sebagai negara berkembang Indonesia dihadapkan kepada tantangan dunia global. Dimana segala sesuatu dapat saja berjalan dengan bebas.

  1. Laju Pertumbuhan Penduduk.

Laju pertumbuhan penduduk yang pesat akan berpengaruh terhadap masalah pemerataan serta mutu dan relevansi pendidikan. Semakin besar jumlah pertumbuhan penduduk, maka semakin banyak dibutuhkan sekolah – sekolah untuk pendidikan mereka. Jika daya tampung suatu sekolah tidak memadai, maka akan banyak peserta didik yang terlantar atau tidak dapat bersekolah.

Tapi apabila jumlah dan daya tampung suatu sekolah dipaksakan, maka akan terjadi ketidakseimbangan antara tenaga pengajar dengan peserta didik. Jika keadaan ini dipertahankan, maka mutu dan relevansi pendidikan tidak akan dapat dicapai dengan baik.

  1. Permaslahan Pembelajaran.

Pada saat sekarang ini kegiatan pembelajaran yang dilakukan cenderung pasif. Dimana seorang pendidik selalu menempatkan dirinya sebagai orang yang serba tahu. Hal ini akan menimbulkan kejenuhan terhadap peserta didik. Sehingga pembelajaran yang dilakukan menjadi tidak menarik dan cenderung membosankan. Kegiatan belajar yang terpusat seperti ini merupakan masalah yang serius dalam dunia pendidikan.

PENANGGULANGAN MASALAH PEMBELAJARAN.

  1. Gaya Belajar.

Gaya belajar dapat dilakukan dalam 3 bentuk, dan dilaksanakan pada saat yang bersamaan, yaitu :

  1. Somatis.

Yaitu belajar dengan menggunakan indra peraba dan melibatkan fisik. Anak – anak yang bersifat somatis ini disebut sebagai “hiperaktif”.

  1. Auditori.

Yaitu pikiran yang lebih kuat dari yang kita sadari. Telinga terus menerus menangkap dan menyimpan informas, dan bahkan tanpa kita sadari. Begitu juga ketika berbicara. Belajar dengan cara auditori adalah belajar dengan menggunakan suara dan dialog, membaca dan menceritakan kepada orang lain.

  1. Visual.

Yaitu belajar dengan cara menggunakan bahan yang nyata. Contoh: diagram, peta gagasan, ikon, gambar mengenai suatu konsep pembahasan.

  1. Gaya Mengajar.

Peran pendidik sebagai fasilitator yaitu menfasilitasi proses pembelajaran yang berlangsung dikelas. Dalam hal ini, peserta didik harus berperan aktif dan bertanggung jawab terhadap hasil pembelajaran. Karena sebagai fasilitator, maka posisi peserta didik dan pendidik adalah sama.

Sedangkan peran pendidik sebagai katalisator yaitu dimana pendidik membantu peserta didik dalam menemukan kekuatan, talenta dan kelebihan mereka. Pendidik bergerak sebagai pembimbing yang membantu, mengarahkan dan mengembangkan aspek kepribadian dan karakter emosi peserta didik.

Gaya mengajar seperti ini akan lebih bermanfaat dalam proses peningkatan mutu, kualitas, efektifitas, dan efesiensi pendidikan.

PENUTUP.

Dalah usaha pemerataan pendidikan, diperlukan pengawasan yang serius oleh pemerintah. Pengawasan tidak hanya dalam bidang anggaran pendidikan, tetapi juga dalam bidang mutu, sarana dan prasarana pendidikan. Selain itu, perluasan kesempatan belajar pada jenjang pendidikan tinggi merupakan kebijaksanaan yang penting dalam usaha pemerataan pendidikan.

Pelaksanaan program belajar dan mengajar dengan inovasi baru perlu diterapkan. Hal ini dilakukan karena cara dan sistem pengajaran lama tidak dapat diterapkan lagi. Sistem pendidikan Indonesia dapat berjalan dengan lancar jika kerja sama antara unsur – unsur pendidikan berlangsung secara harmonis. Dan peningkatan mutu pendidikan akan dapat terlaksana jika kemampuan dan profesionalisme pendidik dapat ditingkatkan.

DAFTAR PUSTAKA.

Tirtarahardjo, Umar dan S.L.La Sulo.2005.Pengantar Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta.

*)Penulis adalah mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia kelas A. Makalah disusun guna memenuhi sebagian tugas kelompok pada mata kuliah Pengantar Pendidikan tahun akademik 2013/2014 dengan dosen pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd.

Anggota Kelompok :

  1. Bowo Dwi Nurcahyono
  2. Widya haznawati
  3. Lilis Y
  4. Rio S
  5. Fatqur R
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s