Penerapan Filsafat Rekontruksionisme dalam Pembelajaran

A. Filsafat Pendidikan Rekonstruksionisme
Filsafat pendidikan merupakan terapan dari filsafat umum, maka jika membahas filsafat pendidikan akan berangkat dari filsafat. Dalam arti, filsafat pendidikan pada dasarnya menggunakan cara kerja filsafat dan akan menggunakan hasil-hasil dari filsafat, yaitu berupa hasil pemikiran manusia tentang realitas, pengetahuan, dan nilai. Dalam filsafat terdapat mazhab aliran-aliran, seperti materialisme, idealisme, realisme, pragmatisme, dan lain-lain. Karena filsafat pendidikan merupakan terapan dari filsafat,  ada dua kelompok besar, yaitu filsafat pendidikan “progresif” dan filsafat pendidikan “konservatif”. Para pendidik rekonstruksionisme melihat pendidikan dan reformasi sosial itu sesungguhnya sama, dan kurikulum dijadikan sebagai problem centered yang merupakan pembentukan ordo sosial baru.
Guna membangun kerasnya peradaban yang baru, progresivisme memberikan warna bahwasanya pendidikan bukan sekedar transfer ilmu pengetahuan, melainkan kemampuan dan keterampilan berfikir dengan memberikan rangsangan yang tepat. Golongan progresivisme menyatakan, pendidikan adalah proses kehidupan (process of living), bukan sebagai persiapan masa depan. Pendidikan adalah proses kehidupan itu sendiri, maka kebutuhan individual anak didik harus diutamakan, bukan subject matter (Rapar, 1996:83).

Kemudian bahwasanya letak rekonstruksionisme masyarakat dalam aliran filsafat pendidikan rekonstruksionisme yaitu dikurikulum. Karena kurikulum merupakan subjek matter yang berisikan masalah-masalah sosial, ekonomi, dan politik yang dihadapi umat manusia termasuk masalah-masalah sosial dan pribadi terdidik itu sendiri, jadi kurikulum ini adalah alat melakukan rekonstruksi masyarakat, agar pendidikan dapat dicapai melalui perubahan kurikulum dan dapat mewujudkan tujuan pendidikan yang diinginkan.

B. Asal Aliran Rekonstruksionisme
Rekonstruksionisme merupakan kelanjutan dari gerakan progresivisme. Alasan mengapa rekonstruksionisme merupakan kelanjutan dari gerakan progresif hanya memikirkan dan melibatkan diri dengan masalah-masalah masyarakat yang ada pada saat sekarang ini. Dalam aliran rekonstruksionisme berusaha menciptakan kurikulum baru dengan memperbaharui kurikulum lama. Progresivisme pendidikan didasarkan pada keyakinan bahwa pendidikan harus terpusat pada anak bukannya memfokuskan pada guru atau bidang studi. ini berkelanjutan pada pendidikan rekonstruksionisme yaitu guru harus menyadarkan sipendidik terhadap masalah-masalah yang dihadapi manusia untuk diselesaikan, sehingga anak didik memiliki kemampuan memecahkan masalah tersebut.
C. Pokok-Pokok Konsep Rekonstruksionisme
Aharianto menjelaskan pokok-pokok konsep rekonstruksionisme sebagai berikut:
• Pendidikan harus menciptakan tatanan social yang baru sesuai dengan nilai-nilai dan kondisi sosial yang baru.
• Masyarakat baru
• Anak, sekolah, dan pendidikan dipengaruhi oleh kekuatan sosial budaya
• Guru meyakinkan murid tentang kebenaran dan memecahkan masalah melalui rekonstruksi sosial secara demokratis
• Memperbaharui tujuan dan cara-cara yang dipakai pendidikan

 

 

 

 

 

 

D. Pandangan Rekonstrksionisme Dan Penerapannya Di Bidang Pendidikan
Pandangan aliran filsafat pendidikan rekonstruksionisme terhadap pendidikan yaitu pertama kita harus mengetahui pengertian dari filsafat. Yangmana filsafat merupakan induk dari segala ilmu yang mencakup ilmu-ilmu khusus. Filsafat bagi pendidikan adalah teori umum sehingga dapat menjadi pilar bagi bangunan dunia pendidikan yang berusaha memberdayakan setiap pribadi warga negara untuk mengisi format kebudayaan bangsa yang didinginkan dan diwariskan. Aliran rekonstruksionisme adalah sepaham dengan aliran perenialisme dalam tindakan mengatasi krisis kehidupan modern.
Aliran rekonstruksionisme berkeyakinan bahwa tugas penyelamatan dunia merupakan tugas semua umat manusia atau bangsa. Kemudian aliran ini memiliki persepsi bahwa masa depan suatu bangsa merupakan suatu dunia yang diatur, diperintah oleh rakyat secara demokratis dan bukan dunia yang dikuasai oleh golongan tertentu.
Pada prinsipnya, aliran rekonstruksionisme memandang alam metafisika merujuk dualisme, aliran ini berpendirian bahwa alam nyata ini mengandung dua macam hakikat sebagai asal sumber yakni hakikat materi dan hakikat rohani.
E. Pandangan Tentang Aliran Rekonstrukionisme Secara Ontologi

Dengan ontologi, dapat diterangkan tentang bagaimana hakikat dari segala sesuatu. Aliran rekonstruksionisme memandang bahwa realita itu bersifat universal, yang mana realita itu ada di mana dan sama di setiap tempat..

F. Pandangan Tentang Aliran Rekonstrukionisme Secara Teologi
Aliran rekonstruksionisme memandang masalah nilai berdasarkan azas-azas supernatural yakni menerima nilai natural yang universal, yang abadi berdasarkan prinsip nilai teologis. Hakikat manusia adalah emanasi (pancaran) yang potensial yang berasaldari dan dipimpin oleh Tuhan dan atas dasar inilah tinjauan tentang kebenaran dan keburukan dapat diketahuinya. Ke¬mudian, manusia sebagai subyek telah memiliki potensi-potensi kebaikan dan keburukan sesuai dengan kodratnya. Kebaikan itu akan tetap tinggi nilainya bila tidak dikuasai oleh hawa nafsu belaka, karena itu akal mempunyai peran untuk memberi penentuan.

G. Pandangan Tentang Aliran Rekonstrukionisme Secara Epistomologis
Aliran ini juga berpendapat bahwa dasar dari suatu kebenaran dapat dibuktikan dengan self evidence, yakni bukti yang ada pada diri sendiri, realita dan eksistensinya. Pemahamannya bahwa pengetahuan yang benar buktinya ada di dalam pengetahuan ilmu itu sendiri. Sebagai ilustrasi, adanya Tuhan tidak perlu dibuktikan dengan bukti-bukti lain atas eksistensi Tuhan (self evidence).

 

DAFTAR PUSTAKA

S. Praja, juhaya, dr, prof. Aliran-aliran Filsafat dan Etika. Jakarta: Prenada Media, 2003

Al-Malaky, dkk. Filsafat Untuk Semua. Jakarta: Lentera, 2001

M, A, Drs Usiono. Pengantar Filsafat Pendidikan. Jakarta: Hijri Pustaka Utama, 2006

M.A, Syadali, H. Ahmad, Drs, dkk. Filsafat Umum. Bandung: Pustaka Setia, 1997

Tafsir, Ahmad, Dr. Filsafat Umum. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1994

Aharianto 8. Blogspot.com

http://cgangeancity.blogspot.com/2008_06_rekonstruksionisme.html
http://elfiana-unindrabio2.blogspot.com/2008_06_rekonstruksionisme.html
http://fadliyanur.blogspot.com/2008_05_aliran-rekonstruksionisme.html
http://e-pendidikan.net/

Oleh:
Erni Rahmawati_PBSI-B

STKIP PGRI Pacitan

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s