Perkembangan Filsafat Progresifisme dalam Pembelajaran

Aliran progresivisme adalah salah satu aliran filsafat pendidikan yang berkembang dengan pesat pada permulaan abad ke XX dan sangat berpengaruh terhadap pembaharuan pendidikan. Pandangan progresivisme dalam pembelajaran selalu berhubungan dengan”the liberal road to cultural”yaitu liberal yang dimaksud sebagai fleksibel (lentur dan tidak kaku), toleran dan bersifat terbuka, serta ingin mengetahui dan menyelidiki demi pengembangan pengalaman. Progresivisme disebut sebagai naturalisme yang mempunyai pandangan bahwa kenyataan sebenarnya adalah alam semesta(bukan kenyataan spiritual dari supranatural).  Oleh sebab itu akan dikaji bagaimana dasar konsep progresivisme dalam pembelajaran yang terus berkembang, yang hasil tersebut akan menjadi bahan acuan pembaharuan pendidikan dalam setiap bidangnya.

KONSEP DASAR DAN DEFINISI FILSAFAT PENDIDIKAN PROGRESIVISME

  1. Konsep Dasar Progresivisme

Konsep dasar progresivisme adalah pengetahuan dan kepercayaan bahwa manusia mempunyai kemampuan-kemampuan yang wajar dan dapat mengetahui serta mengatasi masalah-masalah yang bersifat menekan atau mengancam adanya manusia itu sendiri. Oleh sebab itu progresivisme tidak menyetujui adanya pendidikan yang bercorak otoriter. Karena dapat diperkirakan dapat mengalami kesulitan untuk mencapai tujuan yang baik dan kurang menghargai serta membarikan tempat semestinya kepada kemampuan-kemampuan tersebut dalam proses pendidikan.

  1. Definisi Filsafat Pendidikan Progresivisme

Filsafat diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan sesuatu secara mendalam serta ingin melihat  secara luas dan menyeluruh dengan segala hubungan.

Pembelajaran adalah suatu proses interaksi peserta didik dengan guru/dosen dalam suatu lingkungan belajar untuk mencapai kedewasaan dalam berfikir di bidang pengetahuan keterampilan dan sikap.

Progresivisme adalah merupakan aliran filsafat yang lahir di amerika pada tahun 1918 bahwa pengetahuan yang benar pada masa kini tidak benar dimasa mendatang. pendidikan harus berpusat pada anak bukan bukanya memfokuskan pada guru/bidang muatan.

Filsafat progresivisme:

Beberapa aliran filsafat pendidikan:

  1. Filsafat pendidikan progresivisme
  2. Filsafat pendidikan esensialisme
  3. Filsafat pendidikan perenialisme

Dalam pandangan progresivisme berpendapat tidak ada teori realita yang umum. Menurut progresivisme, nilai berkembang karena adanya pengalaman-pengalaman baru antara individu dengan nilai yang disimpan dalam kebudayaan. Belajar berfungsi untuk mempertinggi taraf kehidupan sosial yang sangat kompleks. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang setiap waktu dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

SEJARAH PERKEMBANGAN FILSAFAT PROGRESIVISME

Awalnya progresivisme merupakan suatu gerakan dan perkumpulan yang didirikan pada tahun 1918 selama 20 tahun di Amerika Serikat. Kaum progresif mengharapkan perubahan yag sangat cepat. Dibandingkan dengan filsafat Dewey yang lebih menekankan pada perubahan secara evolusi padahal sebelumnya para guru telah mempelajari dan memehami filsafat Dewey. Setelah perang dunia pertama banyak guru yang mendukungnya, sebab pendidikan progresivisme merupakan semacam kendaraan mutakhir untuk digelarkan.

Tokoh-tokoh progresivisme

1. William James (11 januari 1842 – 26 agustus 1910)

James meyakini bahwa otak atau pikiran,aspek dari eksitensi organik harus meampunyai fungsi biologis dan nilai kelanjutan hidup. Dia menegaskan agar fungsi otak atau pikiran itu dipelajari sebagai bagian dari mata pelajaran pokok dari ilmu pengetahuan alam. James menolong untuk membebaskan ilmu jiwa dari prakonsepsi teologis, dan menempatkan diatas dasar ilmu perilaku.

2. Jhon Dewey (1859-1952)

Jhon Dewey mengungkapkan teori filsafat pragmatisme yang diukur dengan standar rasional. Teori Dewey tentang sekolah adalah ”Progressivisme” lebih menekankan pada anak didik dan minatnya dari pada mata pelajaranya sendiri. Maka muncullah ”Chilid Centered Curiculum”, dan ”Child Centered School”. Progresivisme mempersiapkan anak masa kini dibanding masa depan yang belum jelas.

3. Hans Vaihinger (1852-1933)

Menurut Hans Vaihingher, kata tau hanya mempunyai arti praktis. Persesuaian dengan obyeknya tidak mungkin dibuktikan; satu-satunya ukuran bagi berpikir ialah gunanya (dalam bahasa yunani pragma) untuk mempengaruhi kejadian kejadian di dunia.

ANALISIS PERKEMBANGAN FILSAFAT PROGRESIVISME

1. Aliran Progresivisme

Aliran progresivisme adalah salah satu aliran filsafat pendidikan yang berkembang dengan pesat pada awal abad ke XX dan sangat berpengaruh dalam pembaharuan pendidikan yang di dorong  oleh aliran naturalisme dan pragmatisme sehingga nama progresivisme sering disebut salah satu dari nama-nama aliran tadi. Progressivisme dalam pandangannya. Berhubungan dengan pengertian ”the liberal road to cultural” yaitu liberal sebagai fleksibel (lentur dan tidak pengalaman. Progresivisme sebagai naturalisme yang mempunyai pandangan bahwa kenyataan sebenarnya adalah alam semesta. Progresivisme sering disebut experimentalisme yang artinya aliran ini menyadari dan mempraktekkan bahwa experiment (percobaan ilmiah) adalah alat utama untuk menguji kebenaran suatu teori dan ilmu potensi intelegensi manusia (merupakan alat) sebagai kekuatan utama untuk menghadapi dan memecahkan problem kehidupan manusia. Dan merupakan petunjuk  bahwa pelaksanaan pendidikan lebih maju dari sebelumnya. Dari hasil ini maka tidak heran jika pendidikan progressivisme menekankan  tumbuh dan berkembangnya pemikiran dan sikap mental, baik pemecahan masalah  maupun kepercayaan kepada diri sendiri dan peserta didik.

2. Pandangan Progresivisme.

Filsafat progressivisme menganggap bahwa pendidikan telah mampu merubah dan membina manusia untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan kultural dan tantangan zaman. Dengan sifat yang kreatif dan dinamis manusia terus berevolusi meningkatkan kualitas hidup yang semakin maju. Kenyataannya bahwa pada zaman purbakala manusia hidup di pohon-pohon dan di gua-gua. Hidupnya bergantung kepada rasa ingin tau yang terus berkembang makin lama daya rasa, cipta dan karsanya dapat mengubah alam menjadi sesuatu yang berguna. Oleh sebab itu, filsafat progressivisme memiliki konsep manusia yang kemampuannya dapat memecahkan problmatik hidupnya. Pembaharuan pendidikan telah dapat mempengaruhi manusia untuk maju.

PENUTUP

Progresivisme bukan  bangunan filsafat atau aliran filsafat yang berdiri sendiri,melainkan suatu gerakan dan perkumpulan yang didirikan pada tahun 1918. Konsep dasar progresivisme didasari oleh  pengetahuan dan kepercayaan bahwa manusia mempunyai kemampuan-kemampuan yang wajar  untuk dapat menghadapi dan mengatasi masalah-masalah yang bersifat menekan atau mengancam adanya manusia itu sendiri. Progresivisme juga menghendaki kebebasan anak didiknya baik secara fisik maupun cara berpkir guna mengembangkan bakat dan kemampuan yang terpendam dalam dirinya. Tokoh-tokoh progresivisme yaitu: William james, Dewey, Hans vaihingher, Ferdinant schiller dan Georges Santayana.

DAFTAR PUSTAKA

Sadullah, Uyoh. 2007. Pengantar Filsafat Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Anshari. 2007. “Filsafat Pendidikan Progressivisme”. Makalah/artikel. Makalah/artikel tidak atau belum diterbitkan. Surabaya: UNESA

 

 

*) Novalia Eka Putri, penulis adalah mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia kelas A. Makalah disusun guna memenuhi sebagian tugas individu pada mata kuliah Manajemen Pendidikan tahun akademik 2013/2014 dengan dosen pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s