Penerapan Filsafat Rekonstruksionisme dalam Pembelajaran

Pendidikan pada hakikatnya adalah membantu peserta didik untuk menjadi generasi yang utuh,yang pandai dalam bidang pengetahuan,bermoral,berbudi luhur,peka terhadap orang lain,beriman dan lainnya.Pendidikan juga membawa misi untuk melibatkan peserta didik pada persoalan-persoalan konkrit yang dihadapi dalam masyarakat.Rasanya sudah sangat sering kita dengarkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pendidikan nasional.Kata-kata ekstrem pun sering terluapkan,konon pendidikan nasional telah gagal menjalankan misinya untuk membentuk manusia-manusia yang cakap dan berkepribadian serta membangun bangsa yang berkarakter.Konon pendidikan hanya bisa menghasilkan koruptor,provokator dan manusia-manusia tak berbudi lainnya.

Meskipun demikian,hal itu tidak berarti bahwa seluruh hasil pendidikan adalah buruk karena pendidikan itu sendiri merupakan sebuah proses tiada henti,sebuah proses yang sselalu menyisakan berbagai persoalan,meskipun ia selalu memberikan konsep-konsep baru tentang bagaimana membangun dan mengembangkan kulitas manusia.Secara epistemologis,kelemahan beberapa pemikiran klasik adalah ketika ia menganggap pengetahuan sudah ada dan sudah jadi,sehingga tugas guru adalah mestranfer pengetahuan itu,kedalam otak peserta didik.

I.            Pembahasan

  1. Filsafat Pendidikan Rekonstruksionisme

Filsafat pendidikan merupakan terapan dari filsafat umum,maka jika membahas filsafat pendidikkan akan berangkat dari filsafat.Dalam arti,filsafat pendidikan,pada dasarnya menggunakan cara kerja filsafat dan akan menggunakan hasil-hasil dari filsafat,yaitu berupa hasil pemikiran manusia tentang realitas,pengetahuan,dan nilai.Dalam filsafat terhadap mazhab aliran-aliran, seperti materialism, idealisme, pragmatisme, dan lain-lain. Karena filsafat pendidikan merupakan terapan dari filsafat, ada dua kelompok besar, yaitu filsafat pendidikam “progresif” dan filsafat pendidikan “konservatif”. Para pendidik rekonstruksionisme melihat pendidikan dan reformasi social itu sesungguhnya sama, dan kurikulum dijadikan sebagai problem centered yang merupakan pembentukan ordo sosian baru.

Guna membangun kerasnya peradapan yang baru,progresivisme memberikan warna bahwasanya pendidikan bukan sekedar transfer ilmu pengetahuan, melainkan kemampuan dan keterampilan berfikir dengan memberikan rangsangan yang tepat. Golongan progrevisme menyatakan, pendidikan adalah proses kehidupan, bukan sebagai persiapan masa depan. Pendidikan adalah proses kehidupan itu sendiri, maka kebutuhan individual anak didik harus diutamakan dan di pentingkan.

Biasanya letak rekonstruksionisme masyarakat dalam aliran filsafat pendidikan rekonstruksionisme yaitu dikurikulum. Karena kurikulum merupakan masalah-masalah sosial  dan pribadi terdidik itu sendiri, jadi kurikulum ini adalah alat melakukan rekonstruksi masyarakat, agar pendidikan dapat dicapai melalui perubahan kurikulum dan dapat mewujudkan tujuan pendidikan yang diinginkan.

 

  1. Asal Aliran Rekonstruksionisme

Rekonstruksionisme merupakan kelanjutan dari gerakan progresivisme. Alasan mengapa rekonstruksionisme merupakan kelanjutan dari gerakan progresiv hanya memikirkan dan melibatkan diri dengan masalah-masalah masyarakat yang ada pada saat sekarang ini. Dalam aliran rekonstruksionisme berusaha menciptakan kurikulum baru dengan memperbarui  kurikulum lama. Progresivisme pendidikan didasarkan pada keyakinan bahwa pendidikan harus terpusat pada anak bukannya fokus pada guru atau bidang studi.

  1. Pokok-pokok Konsep Rekonstruksionisme

Harianto menjelaskan pokok-pokok konsep rekonstruksionisme sebagai berikut :

  • Pendidikan harus menciptakan tatanan sosial yang baru sesuai dengan nilai-nilai dan kondisi sosial yang baru.
  • Masyarakat baru
  • Anak, sekolah, dan pendidikan dipengaruhi oleh kekuatan sosial budaya
  • Guru meyakinkan murid tentang kebenaran dan memecahkan masalah melalui rekonstruksi sosial secara demokratis.
  • Memperbarui tujuan dan cara-cara yang dipakai pendidikan
  1. Pandangan Rekonstruksionisme Dan Penerapannya Di Bidang Pendidikan

Pandangan aliran filsafat pendidikan rekonstruksionisme terhadap pendidikan adalah kita harus mengetahui pengertian filsafat. Yangmana filsafat merupakan induk dari segala ilmu yang mencakup ilmu-ilmu khusus. Filsafat bagi pendidikan adalah teori umum sehingga dapat menjadi pilar bagi bangunan dunia pendidikan yang berusaha memberdayakan setiap pribadi warga Negara untuk mengisi format kebudayaan bangsa yang diinginkan dan diwariskan. Aliran rekonstruksionisme adalah sepaham dengan aliran perenialisme dalam tindakan mengatasi krisis kehidupan modern.

Aliran rekonstruksionisme berkeyakinan bahwa tugas penyelamatan dunia merupakan tugas semua umat manusia atau bangsa. Kemudian aliran ini memiliki persepsi bahwa masa depan suatu bangsa merupakan suatu dunia yang diatur, diperintah oleh rakyat secara demokratis dan bukan dunia yang dikuasai oleg golongan tertentu.

  1. Pandangan Tentang Aliran Rekonstruksionisme Secara Epistomologis

Aliran ini berpijak pada pola pemikiran bahwa untuk memahami realita alam nyata memerlukan suatu azaz tahu, dalam arti bahwa tidak mungkin memahami realita ini tanpa melalui proses pengalaman dan hubungan dengan realita terlebih dahulu melalui penemuan suatu pintu gerbang ilmu pengetahuan. Karenanya baik indra maupun rasio sama-sama berfungsi membentuk pengetahuan, dan akal di bawa oleh panca indra menjadi pengetahuan dalam yang sesungguhnya.

  1. Pandangan Tentang Aliran Rekonstruksionisme Secara Teologis

Aliran rekonstruksionisme memandang masalah nilai berdasarkan azas-azas super natural yakni menerima nilai natural yang universal, yang abadi berdasarkan prinsip nilai teologis. Hakikat manusia adalah pancaran yang potensial yang berasal dari dan dipimpin oleh Tuhan dan atas dasar inilah tinjauan tentang kebenaran dan keburukan dapat diketahui.

 

  1. Pandangan Tentang Aliran Rekonstruksionisme Secara Ontologis

Dengan ontologis,dapat diterangkan tentang bagaimana hakikat dari segala sesuatu. Aliran rekonstruksionisme memandang bahwa realita itu bersifat universal, yang mana realita itu ada di mana dan sama di setiap tempat.

II.            Penutup

Pendangan aliran rekonstruksionisme berkeyakinan bahwa tugas penyelamatan dunia merupakan tugas bersama semua umat manusia atau bangsa. Karenanya pembinaan kembali daya intelektual dan spiritual yang sehat akan membina kembali manusia melalui pendidikan yang tepat atas nilai dan norma yang benar demi generasi sekarang dan generasi yang akan dating,sehingga terbentuk alam dan dunia baru dalam pengawasan umat manusia.

Aliran rekonstruksionisme ini memiliki persepsi bahwa pada  masa depan suatu bangsa merupakan suatu dunia yang diatur, diperintah oleh rakyat secara demorkatis sehingga perubahan-perubahan untuk mencapai suatu tujuan yang lebih baik akan selalu diadakan dan dijadikan realita, dan bukan dunia yang di kuasai golongan tertentu, sehingga dapat diwujudkan suatu dunia dengan potensi-potensi teknologi, yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, dan kemakmuran serta keamanan masyarakat tanpa membedakan warna kulit, keturunan, agama dan masyarakat yang bersangkutan, akan tetapi perubahan yang digunakan untuk kepentingan bersama.

 

DAFTAR PUSTAKA

S.Praja juhana, dr,prof. Aliran-aliran Filsafat dan Etika. Jakarta: Prenada Media,2003

Al-Malaky,dkk.Filsafat Untuk Semua. Jakarta: Lentera,2001

M.A, Syadali, H. Ahmad,Drs,dkk. Filsafat Umum. Bandung: Pustaka setia,1997

M.A, Drs Usiono. Pengantar Filsafat Pendidikan. Jakarta: Hijri Pustaka Utama,2006

Tafsir, Ahmad, Dr. Filsafat Umum. Bandung: PT Remaja Rosdakarya,1994

Aharianto 8.Blogspot.com

 

Evita Tri Andriani, penulis adalah mahasiswa STKIP PGRI PACITAN Prodi Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia kelas A. Makalah disusun guna memenuhi sebagian tugas individu pada mata kuliah Pengantar Pendidikan tahun 2013/2014 dengan dpsen pengampu Afid Burhanuddin, M.pd.

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

One thought on “Penerapan Filsafat Rekonstruksionisme dalam Pembelajaran”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s