Hakikat Manusia dan Pengembangannya

Potensi kemanusiaan merupakan benih kemungkinan untuk menjadi manusia. Manusia memiliki memiliki ciri khas manusia yang secara prinsipiil berbeda dari hewan. Ciri khas manusia yang membedakannya dari hewan terbentuk dari kumpulan terpadu dari apa yang disebut sifat hakikat manusia. Di sebut sifat hakikat manusia karena sejara hakikat manusia karena secara hakiki sifat tersebut hanya dimiliki oleh manusia dan tidak terdapat pada hewan. Oleh karena itu, strategis jika pembahasan tentang hakikat manusia di tempatkan pada seluruh pengkajian tentang pendidikan, dengan harapan menjadi titik tolak bagi paparan selanjutnya. Untuk mencapai pengetahuan hakikat manusia tersebut maka akan dikemukakan materi yang meliputi: arti dan wujud sifat hakikat manusia, dimensi- dimensinya, pengembangan dimensi tersebut dan sosok manusia indonesia seutuhnya.

Saran pendidikan adalah manusia. Pendidik bermaksut untuk membantu peserta didik untuk menumbuhkembangkan potensi- potensi kemanusiaan.ciri khas manusia yang membedakannya dari hewan terbentuk dari kumpulan terpadu (intergrated) dari apa yang di sebut sifat hakikat manusia. Disebut hakikat manusia karena secara hakiki sifat tersebut hanya dimiliki oleh manusia dan tidak terdapat pada hewan.

Sifat hakikt manusia

Sifat hakikat manusia menjadi bidang kajian filsafat, khususnya sifat antropologi. Hal ini menjadi keharusan karena pendidikan bukanlah sekedar praktek melainkan praktek yang berlandasan dan bertujuan. Sedangkan landasan dan tujuan pendidikan itu sendiri sifatnya filosofo normative. Sifat hakikat manusia diartikan sebagai ciri- ciri karakteristik, yang secara prinsipil  (jadi bukan hanya gradual) membedakan manusia dari hewan.meskipun antara manusia dengan hewan banyak kemiripan terutama jika di lihat dari segi biologinya. Kenyataan dan pernyataan tersebut dapat menimbulkan kesan yang keliru, mengira bahwa hewan dan manusia itu hanuya berbeda secara gradual. Wujud sifat dan hakikat manusia (yang tidak dimiliki oleh hewan) yang di kemukakan oleh paham eksistensi dengan maksud menjadi masukan membenahi konsep pendidikan, yaitu;

  1. Kemampuan menyadari diri
  2. Kemampuan bereksistensi
  3. Pemilikan kata hati
  4. Moral
  5. Kemamouan bertanggung jawab
  6. Rasa kebebasan (kemerdekaan)
  7. Kesediaan melaksanakan kewajiban dan menyadari hak
  8. Kemampuan menghayati kebahagiaan
    1. HAKIKAT MANUSIA DENGAN DIMENSI- DIMENSINYA

Pada pembahasan telah diuraikan sifat hakikat manusia. Pada bagian ini sifat hakikat tersebut akan dibahas lagi dimensi- dimensinya atau dilihat dari sisi lainnya. Ada empat macam dimensi yang akan di bahas yaitu;

  1. Dimensi individualan
  2. Dimensi kesosialan
  3. Dimensi kesausilaan
  4. Dimensi keberagaman.

1.dimensi keindifidualan

Leysen mengartikan indifidu sebagai “orang seseorang” sesuatu yang merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat dibagi- bagi (in devide). Selannjutnya individu di artikan sebagai pribadi. Karena adanya individualitas itu setiaporang memeiliki kehendak, perasaan, cita- cita, kecenderungan, semangat dan, daya tahan yang berbeda.

Kesanggupan untuk memikul tanggung jawab sendiri merupakan ciri yang sangat esensial dari adanya individualitas pada diri manusia. Sifat sebagaimana di gambarkan di atas secara potensial telah dimilikisejak lahir perlu di tumbuh kembangkan melalui pendidikan agar menjadi kenyataan. Sebab tanpa di bina, melalui pendidikan, benih- benih individualitas yang sangat berharga itu yang menentukan terbentuknaya suatu kepribadian seseorang tidak akan terbentuk semestinya sehingga seseorang tidak akan terbentuk semestinya sehingga seseorang tidak memiliki warna kepribadian yang ikhas sebagai miliknya. Padahal fungsi utama pendidik adalah membantu peserta didik untuk membantu kepribadiannya untuk menumukan dirinya sendiri. Pola pendidikan yang bersifat demokratis dipandang cocok untuk mendorong bertumbuh dan berkembnangnya individualitas (misalnya ynang bersifat otoriter) dalam hubungan ini disebut pendidik yang patologis.

  1. Dimensi kesosial

Setiap anak dikaruniaai kemungkinan untuk bergaul. Artinnya, setiap orang dapat saling berkomunikasi yang pada hakikatnya di dalam terkandung untuk saling memberi dan menerima. Adanya dimensi kesosialan dalam diri manusia tempat lebih jelas dorongan untuk bergaul. Dengan adanya dorongan untuk bergaul, setiap orang ingin bertemu dengan sesamanya. Seseorang dapat mengembangka kegemarannya,sikapnya, cita- citanya dan dalam berinteraksi dengan sesamanya. Seorang berkesempatan untuk dapat belajar dari orang lain, menidentifikasi sifat- sifat yang dikagumi dari orang lain untuk dimilikinya, serta menolak sifat- sifat yang tidak di inginkannya, hanya dalam berinteraksi dengan sesamanya, dan saling menerima, dan memberi seseorang menyadari dan menghayati kemanusiannya.

  1. Dimensi kesusilaan

Susila berasal dari kata su dan sila yang artinya kepantasan yang lebih tinggi. Akan tetapi di dalam kehidupan bermasyarakat orang tidak cukup hanya berbuat yang pantas jika di dalam yang

pantas atau sopan itu misalnya terkandung kejahatan yang terselubung. Kerena itu maka pengertian yang lebih.dalam bahasa ilmiah sering digunakan dua macam istilah yang mempunyai konotasi berbeda yaitu, etiket (personal kepantasan dan kesopanan) dan etika (persoalan kebaikan). Kesusilaan diartikan  mencakup etika dan etiket

persoalan kesusilaan selalu berhubungan erat dengan nilai- nilai.pada hakikatnya manusia memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan susila, serta melaksanakannya sehingga di katakan manusia itu adalah makhluk susila.

  1. Dimensi keberagaman

Pada hakikatnya manusia adalah makhluk religius. Beragama merupakan kebutuhan manusia karena manusia adalah makhluk yang lemah sehingga memerlukan sifat bertompanag. Manusia memerlukan agama demi keselamatan hidupnya. Dapat di artikan bahwa agama menjadi sandaran vertical manusia. Manusia dapat menghayati agama melalui proses pendidikan agama. Pendidikan agama bukan semata- mata pelajaran agama yang hanya membrikan pengetahuan tentang agama, jadi sebagai afektif harus diutamakan. Di samping itu mengembangkan kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan penganut kepercayaan terhadap tuhan yang Maha Esa perlu mendapat perhatian.

  1. PENGEMBANGAN DIMENSI- DIMENSI HHAKIKAT MANUSIA

Sasaran pendidikan adalah manusia sehingga dengan sendirinya mengembangkan dimensi hakikat manusia menjadi tugas pendidikan. Meskipun pendidikn itu pada dasarnya baik tetap dalam pelaksanaanya mungkin saja bisa terjadi kesalahan- kesalahannya yang lazim di sebut salah didik. Sehubungan dengan itu ada dua kemungkinan yang bisa terjadi, yaitu;

  1. Pengembangan yang utuh tingkat keutuhan perkembanganya dimensi hakikat manusia ditentukan oleh dua faktor, yaitu kualitas dimensi hakikat manusia itu sendiri secara potensial dan kualitas pendidikan yang diselesaikan untuk memberikn pelayanan atas perkembangannya. Selanjutnya pengembangan yang utuh dapat dilihat dari berbagai segi, yaitu, wujud dan arahnya;
    1. Dari wujud dimensinys

Keutuhan tertjadi  antara aspek jasmani dan rohan, antara dimensi individualan, kesosialan, kesusilaan, dan keberagamaan, antara aspek koknitif  dan pesikomotor. Penembangan aspek jasmaniah dan rohaniah diikatan utuh jika keduanya mendapat pelayanan secara seimbang. Pengembangan dimensi secara individualan, kesosialan, kesusilaan, dan keberagamaan dikatan utuh jika kedua dimensi tersebut mendapat layanan denyan baik, tidak terjadi pengabaian terhadap salah satunya. Pengembangan dominan kognitif, afektif dan pesikomotor dikatan utuh jika ketiga- tiganya mendapatka pelayanan yang seimbang.

  1. Dari arah prngembangan keutuhan  pengembangan dimensi hakikat manusiadapat di arahkan kepada pengembangan dimensi individualan , kesosialan, kesusilaan, keagamaan secara terpadu. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan dimensi hakikat manusia ya ng utuh dan berkembang secara selaras. Perkembangan dimaksud mencakup bersifat horizontal (yang menciptakan keseimbangan) dan yang bersifat vertikal (yang menciptakkan ketinggian martabat manusia). Dengan demikian totalitas bentuk manusia yang utuh.
  2. Pengembangan yang tidak utuh

Pengembangan yang tidak utuh terhadap dimensi hakikat manusia akan terjadi di dalam propses pengembangan jika ada unsur dimensi hakikat manusia yang tetrabaikan untuk ditangani, misalnya dimensi kesosialan  di dominasi oleh pengembangan dimensi keindividualan ataupun dominan efektif di dominasi oleh pengembangan dimensi individyualan ataupun dominan efektif dominansi oleh pengembangan dominan kognitif. Demikian pila secara fertikal ada dominan tingkahlaku terabaikan penanganannya. Pengembangan yang tidak utuh berakibat terbentuknya kepribadian  yang pincang dan tidak mantap. Pengembangan semacam ini merupakan pengembangan yang potalogis.

  1. MANUSIA INDONEIS

Sosok ,manusia indonesia seutuhnya telah di rumuskandi dalam GBHN menmgenai arah pembangunan jangka panjang . dikatakan bahwa pem,bangunan nasional dilaksdanakan di dalam ramngaka pembangunan manusia indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat indonesia. Hal ini berarti bahwa pembangunan itu tidak hanya mengejar kemajuan lahiriah, seperti, sandang, pangan, kesehatan, perumahan, ataupun kepuasan batin, seperti pendidikan, rasa aman, bebas mengeluarkan pendapat yang bertanggung jawab atau rasa keadilan., melainkan keselarasan, keadilan, keseimbangan antara keduanya sekaligus batiniah.

Selanjutnya juga diartikan bahwa pembangunan itu merata di seluruh tanah air, bukan hanya untuk golongan atau sebagaian dari masyarakat. Selanjutnya diartikan juga seagai keselarasan hubungan antara manusia dengan lingkunghan alam sekitarnya, keserasian hububngan antara bangsa- bangsa dan juga keselarasan antaracita- cita hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat.

  1. PERBEDAAN MNUSIA DENGAN HEWAN

Hewan;

  1. Memiliki kemampuan siap pakai ketka lahir
  2.  Mahluk biologis
  3. Punya instik
  4. Bertindak menurut instik
  5. Tidak mengenal etika, estetika dan agama

Manusia;

  1. Ketika di lahirkan tidak berdaya sama sekali
  2. Mahluk biologis
  3. Potensi yang berkembang
  4. Bertanggung jawab
  5. Punya etika, estetika, dan agama

E HAKIKAT MANUSIA MENURUT ISLAM

  1. Manisia adalah makhluk yang paling hina

Mulia => konstruksi jasmani dan rohani manusia lebih lengkap

Hina => tingfkah lakunya bertentrangan dengan aturan tuhan

  1. Hakikat kejadian manusia asal manusia

Jsamani=> tanah

Rohani=> ghoib

  1. Proses terwujudnya manusia

Manusia yang terwujud tanpa ibu dan yahah => adam

Manusia yang terwujud tanpa ibu => hawa

Manusia yang terwujud tanpa ayah => isA

Manusia yang terwujud dari laki- laki dan perempuan => manusia sekarang

Tertwujudnya manusia dari teori Darwin => manusia berasal dari kera.

  1. PANDANGAN TENTANG HAKIKAT MANUSIA
  2. Pandangan pesikonalitik

Suatu aliran dalma ilmu jiwa yang mencoba menganalisis kejiwaan manusia atas bagian- bagiannya

Struktur kepribadian manusia terdiri datri 3 komponen (freud)

  1. Id yang berfungsi untuk menggerakkan seseorang untuk memuaskan kebutuhannya.
  2. Ego berfungsi untuk menjembatani antara keinginan  id dengan lingkunyan yang realistis
  3. Supoer ego berfungfsi untuk mengawasi dan mengontrrol tingkah laku seseorang agar sesuai dengan aturan dan nilai- nilai norma
  4. Pandangan humanistik

Melihat manusia itu secara manusiawi dipelopori oleh Rogers, Jeans jacues Rousseau, Martin buber.

  1. Roges

Manusia adalah mahluk yang berubah dan di ibaratkan dengan air mengalir yang tanpa hentinya

  1. Jeans jacues

Pada dasarnya manusia itu adalah nbaik tapi dirusak masyarakat atau lembagA.

  1. Pandangan behavioristik

Tingkah laku manusia ditentukan oleh lingkungan dimana individu itu berada.

Dipelopori oleh skinner, kolher, weston, thorndike

  1. Tingkah laku manusia ditentukan dimana individu itu berada
  2. Tingkah laku manusia dapat dikendalikan dengan mengatur lingkungan  termpat individu itu berada

BABIII

  1. Kesimpulan

Dari uraian bab satu dapat disimpilkan bahwa sdifat hakikat manusia dan segenmap dimensinya hanya dimiliki oleh manusia dan tidak terdapat pada hewan. Ciri- ciri  yang khas tersebut membedakan secara prinsipil dunia hewan dan dunia manusia.

Adanya hakikat tersebut memberikan tempat kedudukan kepada manusia sedemikian rupa dreajatnya leih tinggi daripada herwan  sekaligus menguasai hewan, salah satu hakikat yang istimewa adalah  adanya kemampuan menghayati kebahagiaan pada manusia.

Semua sifat hakikat manusia dapat dan harus di tumbuh  kembangkan melalui pendidikan. Berkat pendidikan maka sifat hakikat manusia dapat ditumbuh kembangkan secara selaras dan seimbang, sehingga jenis manusia yang utuh.

  1. Saran

Kepada semua pihak yang berkepentingan dunia perndidikan wajib bertpegang teguh pada nilai- nilai penmdidikan dalam mengem,ban tugas dan tanggung jawab kesehariannya.

Penerapan paradigma baru dalam pendidikan disosialisasikan lebih luas.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, senin 11 januari 2011. Dimensi- dimensi hakikat manusia. Diakses di solok, oktober 2013.

Iwandra, dodi. Minggu 5 desember 2010. Hakikat manusia dan pengembvangannya. Di akses di solok, oktober 2013.

Miranda, Dian. 19 september 2009. Pendidikan dan ilmu pendidikan . di akses di solok, oktober 2013.

Tirarahadja, umar. 1990. Pengantar pendidikan. Jakarta /Rineka cuipta

 

Oleh: Reza lisytyani

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s