Variable Data

Penelitian (research) merupakan rangkaian kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan suatu permasalahan.Hasil penelitian tidak pernah dimaksudkan sebagai suatu pemecahan (solusi) langsung bagi permasalahan yang dihadapi,karena peneliti merupakan bagian saja dari usaha pemecahan masalah yang lebih besar.Fugsi penelitian adalah mencarikan penjelasan dan jawaban terhadap permasalahan serta memberikan alternative bagi kemungkinan yang dapat digunakan untuk pemecahan masalah.

Penjelasan dan jawaban terhadap permasalahan itu dapat bersifat abstrak dan umum sebagaimana halnya dalam penelitian dasar (basic research) dan dapat pula sangat konkret dan spesifik seperti biasanya ditemui pada penelitian terapan (appeleid research).

Penelitian dasar biasanya tidak langsung memberikan informasi yang siap pakai untuk penyelesaian permasalahan akan tetapi lebih menekankan segi pengembangan model atau teori yang menunjukkan semua variable terkait dalam suatu situasi dan berhipotensis mengenai hubungan di antara variable-variabel tersebut.

 

 

TEKNIK PENGUMPULAN DATA

 

A.Pengertian data

1.The word data is the plural of latin datum.Alarge class of practically important of variable.Such statements may compres numbers,words, or  image. (Wikipedian,2005)

2.Data adalah segala fakta dan angka yang dapat dijadikan bahan untuk menyusun suatu informasi.(Suharsimi Arikunto,2002:96)

3.Data merupakan materi mentah yang membentuk semua laporan penelitian.(Dempsey dan Dempsey,2002:76)

4.Data merupakan suatu catatan tentang karakteristik dari objek amatan atau peristiwa pada satu atau kurun waktu tertentu,baik berupa angka atau symbol.(Kuantitatif dan Kualitatif)

B.Sifat utama yang harus dimiliki data

1.Representatif data

Data yang dikumpulkan dalam suatu penelitian umunnya berasal dari sampel (sebagi dari populasi).Oleh karenanya data harus mampu mencerminkan kondisi (sebagian besar) populasi yang diwakilinya

2.Validitas data

Suatu data dikatakan valid (sah) bila mampu mencerminkan ciri atau karakteristik (fenomena) yang sebenarnya dari objek amatan.

3.Reliabilitas data

Suatu data dikatakan reliable,bila antar ciri yang diamati memiliki saling ketergantungan yang kongsisten atau stabil sehingga akurat dalam menjelaskan perilaku objek amatan dan memungkinkan dilakukan prediksi terhadapnya.

 

C.Bagaimana cara mendapatkan data yang valid,reliable dan respresentatif

1.Validitas data

Syarat perlu mendapatkan data yang valid:

a.Berkaitan langsung dengan permasalahan yang dihadapi

b.Diukur atau diamati dengan menggunakan suatu kaidah (concept) atau landasan teori tertentu yang mendasarinya

c.Menggunakan alat ukur yang sesuai dengan perilaku ciri yang akan diamati

d.Mencipkan kondisi yang optimal bagi objek amatan agar ciri dapat diukur secara alami

2.Realibitas data

Syarat perlu mendapatkan data yang  reliable:

a.Memastikan objek amatan memiliki kapabilitas (experience dan knowledge) yang memadahi sesuai dengan tujuan riset

b.Menciptakan kondisi yang optimal (convenience) bagi objek amatan agar ciri dapat diukur secara alami

3.Resprentativitas data

Syarat perlu mendapatkan data yang respresentatif:

  • Definisikan populasi yang jelas
  • Ketahui sebaran populasi
  • Ketahui strukur populasi yang akan diteliti
  • Menentukan satuan analisis dan satuan amatan

Catatan:Respresentatif sangat tergantung pada jumlah sampel serta tata cara pengambilannya dilapangan

 

D.Klasifikasi data

 

1.Menurut penggolongannya

 

a.Data diskrit

Merupakan data yang ditetapkan berdasarkan atas proses penggolongan yang saling pilah atau tidak tumpang  tindih antara kategoriyang satu dengan kategor yang lain.Contoh jenis data diskrit;jenis kelamin,status perkawinan,dan lain-lain.

 

b.Data kontinum

Merupakan data yang memiliki satuan jarak atau interval yang  pasti,baik berupa perjenjangan,perskalaan,dan perbandingan.Dengan kata lain data kontinum merupakan data yang diperoleh dari hasil pengukuran atau kategorisasi yang tingkatan datanya berbeda.

 

2.Menurut penggukurannya

 

a.Data kualitatif

Data yang dinyatakan dalam bentuk kalimat,symbol,dan data lainnya yang bentuknya bukan angka.Contoh;kepusan konsumen (sangat puas,puas,netral,tidak puas,sangat tidak puas).

 

b.Data kuntitatif

Data yang dinyatakan dalam bentuk angka.Data ini merepresentasikan suatu ukuran kuantitatif dari objek yang diteliti dalam satuan ukuran tertentu.Contoh;berat,volume,tinggi dan sebagainya.Dalam bidang social dan ekonomi data kuntitatif banyak digunakan,misalnya luas lahan (ha),produksai (kg),penerimaan (Rp),pendapatan (Rp),dan lain sebagainya.

 

3.Menurut derajat sumbernya

 

a.Data primer

 

Merupakan data yang didapat dari sumber pertama atau sumber asli (langsung dari informasi),misalnya individu atau perorangan-konsumen,karyawan,guru,petani dan lainnya merupakan sumber utama data primer.Data ini merupakan data mentah yang nantinya akan diproses untuk tujuan tertentu sesuai dengan kebutuhan,misalnya untuk penyusunan tugas akhir mahasiswa (skripsi,tesis,disertasi).

 

b.Data sekunder

 

Merupakan data yang diambil dari simber kedua atau bukan dari sumber aslinya.Data sekunder bisa bentuk data yang tersaji dalam bentuk table,grafik,dan lain sebagainya.Sumber data sekunder dapat berasal dari penelitian sebelumnya,lembaga pemerintah,lembaga swasta,dan lain sebagainya.

 

 

PENENTUAN VARIABEL

 

1.Pengertian variable

 

Sebagian besar para ahli mendefinikasikan variable penelitian sebagian kondisi-kondisi yang oleh peneliti dimanipulasikan,dikontrol,atau diobservasikan dalam suatu penelitian.Selain itu,beberapa ahli lainnya menyatakan bahwa variable penelitian adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian.Dari kedua pengertian tersebut dapat dijelaskan bahwa variable penelitian itu meliputi faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti.

 

2.Klasifikasi variable

 

a.Berdasarkan skala pengukurannya

  • Variabel nominal,variable yang bersifat deskrit dan saling pisah antara kategori satu dengan lainnya serta posisi data setara dan tidak bisa dilakukan operasi matematika.Misalnya jenis kelamin (laki-laki diberi tanda 1;perempuan diberi tanda 2) dan sebagainya
  • Variabel ordinal,variable yang disusun berdasarkan tingkat yang berurutan,jadi merupakan rangking yang berurutan (posisi data tidak setara).Misalnya,kepuasan konsumen diklasifikasikan sebagai;sangat puas diberi tanda 5;puas diberi tanda 4;cukup puas diberi tanda 3;tidak puas diberi tanda 2;dan sangat tidak pias diberi tanda 1.
  • Variabel interval,variable yang dihasilkan dari pengukuran,dimana dalam pengukurannya tersebut diasumsikan terhadap satuan pengukuran yang sama dan tidak ada titik nol absolut.Misalnya,temperature  suhu ruangan: Celsius  pada 0°C sampai 100°C.
  • Variabel rasio,variable yang dalam kuantifikasinya mempunyai harga nol muntlak.Misalnya,kepemilikan lahan petani;jika 1(ha) berarti petani memiliki lahan 1 ( ha),jika 0 (ha) berarti petani tidak memiliki lahan sama sekali (absolute,benar –benar 0)

 

b.Berdasarkan konteks hubungannya

 

  • Variabel bebas (independent variable),kondisi-kondisi atau karakteristik yang oleh peneliti dimanipulasikan dalam rangka untuk menerangkan hubungan-hubungan fenomena yang diobservasi.
  • Variabel tergantung atau tidak bebas (dependent variable),kondisi atau karakteristik yang berubah atau muncul ketika penelitian mengintroduksi,pengubahan atau pengganti variable bebas.
  • Variabel intervening,variable yang berfungsi menghubungkan variable satu dengan variable lain.Hubungan ini dapat menyangkut hubungan sebab-akibat atau hubungan pengaruh dan terpengaruh.
  • Variabel moderating ,variable yang karena fungsinya ikut mempengaruhi variable tergantung serta menjelaskan hubungan bebas dengan variable tergantung.
  • Variabel kendali,variable yang membatasi atau mewarnai variable moderator.Variabel ini berfungsa sebagai control terhadap variable lain terutama berkaitan dengan variable moderator jadi juga seperti variable moderator dan bebas ai juga ikut berpengaruh terhadap variable tergantung.
  • Variabel rambang atau acak,berlainan dengan variable bebas,yang fungsinya sangat diperhatikan dalam penelitian.Variabel acak adalah variable yang  fungsinya dapat diabaikan atau pengaruhnya dapat tidak diperhatikan terhadap bebas atua tergantung.

 

3.Berdasarkan dapat tidak variable dimanipulasi

 

  • Variabel statistic,variable yang dapat dimanipulasikan atau dikendalikan untuk keperluan exsperimen.Misal;temperature ruangan
  • Variabel dinamis,variable yang tidak dapat dimanipulasikan yaitu peneliti tidak dapat melakukan perubahan yang menyangkut variable pada subjek penelitian.Tidak semua variable dimanioulasi,misalnya variable-variabel yang berkaitan dengan karakteristik manusia yaitu ;umur,intelegensi,sikap,jenis kelamin,status ekonomi social dll.

 

4.Hubungan antar variable

 

  • Hubungan simetris,hubungan dimana variable yang satu tidak disebabkan atau dipenggaruhi oleh variable lain.
  • Hubungan timbal balik,hubungan dimana suatu variable dapat menjadi sebab dan akibat dari variable lainnya.Perlu diingat bahwa hubungan timbal balik disini bukan hubungan dimana tidak dapat ditentukan variable yang menjadi sebab dan variable yang menjadi akibat.Tetapi yang dimaksudkan adalah apabila pada suatu waktu,variable X mempengaruhi variable Y,sedang pada waktu yang lain variable Y mempemgaruhi variable X.Contohnya “penanaman modal mendatangkan keuntungan dan pada gilirannya keuntungan memungkinkan penanaman modal”.
  • Hubungan asimetris,pada pokoknya di dalam analisis-analisis ilmu social terdapat di dalam hubungan asimetri ini,damana satu variable mempengaruhi variable lainnya.Didalam hubungan asimetris ini ada beberapa ketentuan hubungan sebagai berikut: hubungan antara stimulus dan respon dan hubungan antara disposisi dan respon

 

C.Kegunaan variable dalam penelitian

 

1.Untuk mempersiapkan alat dan metode penggumpulan data

 

Salah satu kegiatan dalam perencanan penelitian adalah merumuskan alat pengumpulan data sesuai dengan masalah yang diteliti.Alat penelitian sangat erat hubungannya denga seluruh (elemen) penelitian lain,terutama sekali dengan metode.

Alat yang digunakan dalam mengumpulkan data tidak dapat dapisahkan dengan teknik pengumpulan data.Oleh karena itu,pembahasan tentang alat penelitian tidak dipisahkan dari teknik sebab keduanya ada saling ketergantungan satu sama lain.

1.Observasi (pengamatan)

Alat pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan memcatat secara sistematis gejala-gejala yang diselidiki.

2.Metode kuesioner (angket)

Suatu daftar yang berisikan rangkaian pertanyaan mengenai sesuatu masalah stau bidang yang akan diteliti.Untuk memperoleh data angket disebarkan kepada responden (orang-orang yang akan menjawab atau orang yang akan diselidiki),terutama pada penelitian survey.

3.Metode wawancara (interview)

Kegiatan mencari bahan (keterangan,pendapat) melalui Tanya jawab lisan dengan siapa saja yang diperlukan.Wawancara diadakan untuk mengungkapkan latar belakang,motif-motif yang ada di sekitar masalah yang diobservasi.

4.Metade pencatatan

Yang dimaksud metode pencatatan adalah denga cara mencatat data yang sudah tersedia di sumber-sunber data.

5.Catatan harian

Membuat catatan harian adalah penting,karena tidak semuw jawaban responden/sampel dapat direkam dalam daftar pertanyaan.

 

2.Untuk mempersiapakan metode analisis atau pengolahan data

 

Kegiatan pengolahan data diawali dari tabulasi data kedalam suatu table induk,klasifikasi data,analisis-analisis deskriptif,pengujian hipotensis penelitian,dan diakhiri oleh penyimpulan hasi analisis.Hasil analisis data di satu fihak menjadi dasar penolakan atau penerimaan hipotensis dan di lain fihak harus siap untuk dibahas dan diinterprestasikan lebih lanjut dalam konteks pemecahan permasalahan.Apakah hasil analisis data menyimpulkan bahwa hipotensis harus diterima atau ditolak,diskusi mengenai temuan tersebut akan menetukan bobot penelitian yang bersangkutan.

 

3.Untuk pengujian hipotensis

 

Dalam perumusan metode pengujian hipotesis,hal yang harus diperhatikan adalah antara pengujian hipotensis dengan hipotensis penelitian.Bahwa hipotensis dapat dikelompokam menjada dua yaitu hipotensis penelitian dan hipotensis statistic.Hipotensis penelitian akan diuji dan dirumusksan dalam bentuk hipotensis statistic.Hamun tidak mesti hipotensis penelitian harus diuji secara statistic karena hipotesis penelitian juga dapat diuji dengan menggunakan kriteria tertentu.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Usman Rianse dan Abdi,2009.Metodologi penelitian social dan  ekonomi (teori dan aplikasi),Bandung:CV alfabeta.

 

Saifuddin Anwar,2009.Metode penelitian,Yogyakarta:Pustaka pelajar.

 

 

 

__________

 

Oleh: Apriana

(Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Metodologi Penelitian dengan dosen Pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s