Tahapan Penelitian

Penelitian pada dasarnya merupakan suatu pencarian (inquiry), menghimpun data, mengadakan pengukuran, analisis, sintesis, membandingkan, mencari hubungan, menafsirkan hal-hal yang bersifat teka-teki. Suatu metode penelitian memiliki rancangan penelitian tertentu, Rancangan ini menggambarkan prosedur atau langkah-langkah yang harus ditempuh, waktu penelitian, sumber data dan kondisi arti apa data dikumpulkan, dan dengan cara bagaimana data tersebut diolah.

Menurut Hillway dalam bukunya Introduction to Research menjelaskan penelitian adalah suatu metode studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap sesuatu masalah, sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut.

 

PERSYARATAN PENELITIAN

Sebelum kita melaksanakan penelitian maka obyek yang akan di teliti harus jelas dan memenuhi syarat agar menghasilkan data yang berkualitas dan memuaskan bagi peneliti.

Adapun syarat-syarat dalam penelitian adalah sebagai berikut :

  1. Tujuan dan masalah jelas.
  2. Teknik dan prosedur rinci.
  3. Obyektifitas penelitian akan sampel.
  4. Kekurangan dalam penelitian diungkapkan.
  5. Validitas dan kehandalan data cermat.
  6. Kesimpulan terkait dengan penelitian.
  7. Obyektifitas atau fenomena sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan motivasi peneliti.

Apabila pernyataan diatas kurang maksimal maka hasil penelitian tidak maksimal atau tidak sesuai yang diharapkan.

 

TAHAPAN DALAM PENELITIAN

Menurut Drs. Zainal Arifin, M. Pd. dalam bukunya yang berjudul Penelitian Pendidikan (2011) langkah-langkah dalam penelitian adalah:

  1. Mengidentifikasi dan Memilih Masalah

Masalah timbul karena adanya kesenjangan antara kenyataan dan yang seharusnya. Masalah juga dapat timbul dari isu-isu yang kemudian diidentifikasi, dalam arti apakah masalah tersebut memang penting untuk diteliti, apakah masalah tersebut aktual (sedang hangat dibicarakan) dan krusial (mendesak untuk diteliti).

  1. Melakukan Kajian Pustaka

Tujuan melakukan kajian pustaka adalah untuk mencari teori-teori, konsep-konsep, dan hasil-hasil penelitian dahulu (empirik) yang relevan dengan masalah penelitian, memperluas, dan memperdalam wawasan keilmuan bagi peneliti serta mencari informasi aspek masalah yang belum diteliti. Teori-teori dan konsep-konsep yang ditemukan dalam kajian pustaka dapat dijadikan landasan teoritis penelitian.

  1. Merumuskan Masalah

Masalah dipelajari dari berbagai teori dan konsep melalui kajian pustaka, selanjutnya masalah tersebut ditentukan variabel-variabelnya, faktor-faktor yang melatarbelakanginya, dan dibatasi aspek-aspeknya. Berdasarkan aspek-aspek masalah inilah kemudian dirumuskan dalam bentuk pertanyaan. Perumusan masalah ini penting, karena akan memberikan petunjuk mengenai teknik pengumpulan data, pengolahan dan analisis data, serta simpulan hasil penelitian.

 

  1. Merumuskan Asumsi dan Hipotesis

Menurut Tim Penulis Rosda (1995) dalam “Kamus Filsafat”, asumsi adalah 1. sebuah pernyataan (gagasan, keyakinan) yang diterima sebagai benar (a) tanpa bukti yang jelas atau (b) tanpa menampilkan sebuah argumen untuk mendukungnya, 2. sebuah pernyataan yang diterima untuk membangun gagasan yang ditujunya.

Menurut Ibnu, Mukhadis, Dasna (2003), ada tiga jenis asumsi sesuai dengan sifatnya, yaitu asumsi konseptual, asumsi situasional dan asumsi operasional. Asumsi konseptual berakar pada pengakuan akan kebenaran suatu konsep atau teori. Asumsi situasional diperlukan untuk mengantisipasi adanya kondisi lokal atau situasi yang bersifat sementara yang berpotensi mempengaruhi berlakunya suatu hukum atau prinsip yang dapat menggoyahkan rancangan penelitian. Asumsi operasional bertolak dari masalah-masalah operasional yang masih dalam jangkauan pengendalian peneliti.

  1. Merumuskan Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan ungkapan sasaran yang akan dicapai dalam suatu penelitian. Tujuan penelitian harus dinyatakan dengan konkret, jelas dan ringkas serta dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan. Isi dan rumusan tujuan penelitian harus mengacu pada rumusan masalah penelitian.

  1. Menjelaskan Manfaat Hasil Penelitian

Pada langkah ini harus dijelaskan manfaat atau kegunaan hasil penelitian untuk panduan mengemukakan suatu pertanyaan.

  1. Menentukan Variabel Penelitian

Penyusunan definisi operasional ini penting, karena akan menjadi acuan dalam menyusun instrumen penelitian. Sesuai dengan jenis data, maka variabel dapat dikelompokkan menjadi empat jenis yaitu : (a) variabel nominal, yaitu variabel yang ditetapkan berdasar atas proses penggolongan, (b) variabel ordinal, yaitu variabel yang disusun berdasarkan atas peringkat dalam atribut tertentu. Jarak antara peringkat kesatu ke peringkat berikutnya tidak harus sama, (c) variabel interval, yaitu variabel yang dihasilkan dari pengukuran, yang di dalam pengukuran itu diasumsikan terdapat satuan (unit) pengukuran yang sama dan (d) variabel rasio, yaitu variabel yang dalam kuantifikasinya memiliki angka nol mutlak.

  1. Menyusun Desain Penelitian

Dalam menyusun desain penelitian perlu diperhatikan unsur-unsur penting, antara lain : latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat hasil penelitian, pendekatan dan metode penelitian, populasi dan sampel penelitian, instrumen penelitian, pelaksanaan pengumpulan data, dan analisis data.

  1. Menentukan Populasi dan Sampel

Penelitian dapat menggunakan sebagian dari populasi yang diambil secara representatif dan sesuai dengan karakteristik populasi. Pengambilan sampel (saampling) dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu random sampling dan non-random sampling. Besarnya sampel bergantung dari homogenitas karakteristik populasi.

  1. Menyusun Instrumen Penelitian

Instrumen adalah alat yang digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti. Instrumen atau alat pengumpul data harus sesuai dengan tujuan penelitian.

  1. Mengumpulkan Data

Instrumen pengumpulan data harus sesuai dengan instrumen yang telah ditetapkan sebelumnya, baik dilakukan secara langsungmaupun tidak langsung. Selain itu, pelaksanaan pengumpulan data hendaknya juga memperhatikan prinsip-prinsip objektivitas, akurasi data, waktu, etika, dan surat-surat formal.

  1. Mengolah Data

Setelah data terkumpul dan dinyatakan lengkap, data tersebut kemudian diseleksi atas dasar reliabilitas dan validitasnya. Pengolahan data juga harus memperhatikan bentuk rumusan masalah dan tujuan penelitian.

  1. Membahas Hasil Penelitian

Dalam pemaknaan sering kali hasil pengujian hipotesis penelitian didiskusikan atau dibahas dan kemudian ditarik simpulan. Dalam penelitian dipastikan seorang peneliti mengharapkan hipotesis penelitiannya akan terbukti benar.

  1. Menarik Simpulan, Implikasi, dan Saran

Sebuah simpulan harus mencerminkan jawaban dari rumusan masalah yang diajukan. Jangan sampai antara rumusan masalah, tujuan penelitian, landasan teori, hipotesis (jika ada), data, analisis data dan simpulan tidak ditemukan benang merahnya, atau tidak ada runtutan yang jelas dan logis. Apabila penelitian mengikuti alur atau sistematika berfikir yang runtut, maka penelitian akan dapat dikatakan telah memiliki konsistensi dalam alur penelitiannya. Setelah penarikan simpulan, kemudian dirumuskan implikasi dan saran untuk berbagai pihak yang terkait.

  1. Menyusun Laporan.

Akhir dari kegiatan penelitian adalah menyusun laporan sesuai dengan sistematika yang ditentukan. Penyusunan laporan penelitian perlu memperhatikan berbagai faktor, antara lain : format dan sistematika laporan, bahasa, teknik pengutipan dan tata cara pengetikan. Selain itu agar sebuah karya tulis ilmiah benar-benar meyakinkan dan penelitian tersebut benar-benar dilakukan, maka harus dilampirkan beberapa hal yang berkaitan dengan penelitian, seperti instrumen (pedoman wawancara, pedoman observasi, angket, tes hasil belajar, dan lain-lain.), hasil kerja peserta didik, data hasil penelitian, print-out hasil analisis data, daftar hadir, izin penelitian, serta bukti lain yang dipandang perlu. Hasil penelitian harus mempunyai nilai kemanfaatan , baik bagi peneliti itu sendiri maupun bagi orang lain dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.

 

KESIMPULAN

Dalam pelaksanaan penelitian seorang peneliti harus sedapat mungkin membatasi kesalahan dalam data yang dikumpulkan maupun dalam penafsirannya, Banyak usaha yang dapat dilakukan seorang peneliti untuk hal ini, Misalnya untuk memperoleh data yang valid, peneliti harus merancang dan menggunakan instrumen penggali data yang baik. Peneliti juga harus mengupayakan persyaratan dan tahapan sebelum melaksanakan penelitian dengan tujuan untuk mencapai hasil yang maksimal.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Zainal, (2011) Penelitian Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sukmadinata, Nana S. (2010) Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

 

 

 

_________________

 

Oleh: Dewi Astutik

(Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Metodologi Penelitian dengan dosen Pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd.)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s