Masalah dan Latar Belakang Masalah

Dalam suatu penelitian masalah merupakan aspek yg dikaji. Masalah ini didapatkan dari berbagai sumber. Masalah yang akan ditentukan dalam suatu penelitian perlu diperhatikan dari sudut pandang subjek peneliti yang harus disesuaikan dengan kemampuan peneliti sendiri berkaitan dengan waktu, tenaga, biaya, minat, metodologi, alat-alat dan koleksi data.  

Masalah harus bersifat spesifik dan jelas karena berkaitan dengan tujuan penelitian jika masalah yang dirumuskan tidak jelas maka tujuan penelitian juga menjadi tidak jelas.

Latar belakang masalah adalah kondisi-kondisi yang mendasari atau mendukung kelayakan ditentukanya masalah penelitian. Latar belakang masalah ini perlu dipaparkan secara jelas serta didukung oleh data-data, fakta-fakta yang logis mengenai penting serta layaknya penelitian tersebut dilakukan.

 

PENGERTIAN MASALAH

Masalah penelitian adalah suatu pertanyaan atau pernyataan yang menyatakan tentang situasi yang memerlukan pemecahan melalui penelitian, atau keputusan yang perlu didiskusikan. Secara lebih spesifik masalah penelitian merupakan pertanyaan yang menanyakan hubungan antar variabel penelitian. Pengertian lain menunjukan bahwa maslah merupakan kesenjangan antara situasi yang diharapkan dengan situasi yang ada atau kesenjangan antara tujuan yang ingin dicapai dengan keterbatasan alat dan sumberdaya yang dimiliki untuk mencapai tujuan tersebut. (Heny Kartika dalam http://hennykartika.wordpress.com/2008/01/27)

Menurut Suryaputra N. Awangga, masalah penelitian merupakan aspek yang dikaji yang didapatkan dari berbagai sumber. Masalah yang akan ditentukan dalam suatu penelitian perlu diperhatikan dari sudut pandang subjek peneliti yang harus disesuaikan dengan kemampuan peneliti sendiri yang berkaitan dengan waktu, tenaga, biaya, minat, metodologi, alat-alat dan koleksi data.

Dalam buku metodologi penelitian kuantitatif untuk psikologi dan pendidikan masalah penelitian adalah kesenjangan antara harapan dengan kenyataan, antara kebutuhan dengan yang tersedia, antara yang seharusnya dengan yang ada (Suryabrata, 1994: 60).

Dalam kata lain masalah penelitian merupakan mencari sesuatu jawaban yang belum diketahui, memenuhi kebutuhan yang belum tersedia, dan menyediakan yang belum ada.

Mengenai masalah penelitian mempunyai sumber yang dapat berasal dari beberapa hal;

  1. Fenomena Alam

Proses-proses perubahan kondisi alam memiliki peluang besar munculnya suatu permasalahan menurut persepsi manusia .

  1. Fenomena Sosial

Efek-efek interaksi dalam suatu populasi maupun system masyarakat. Permasalahan yang akan muncul memiliki arah kedalam dan keluar , arah kedalam menimbulkan masalah yang akan dipecahkan dengan pendekatan individu (komponen dalam system), sedangkan arah keluar menimbulkan permasalahan yang akan dipecahkan dengan pendekatan social (sistem dalam sistem).

  1. Observasi

Observasi merupakan sumber yang kaya masalah penelitian. Masalah penelitian dapat diangkat dari hasil orbservasi terhadap hubungan tertentu yang belum mempunyai dasar

penjelasan yang memadai dan cara-cara rutin yang dalam melakukan suatu tindakan didasarkan otoritas atau tradisi.

  1. Deduksi dari teori

Teori merupakan konsep-konsep yang masih berupa prinsip-prinsip umum yang penerapanya belum dapat diketahui selama belum diuji secara empiris. Penyelidikan terhadap masalah yang diangkat dari teori berguna untuk mendapatkan penjelasan empiris praktis tentang teori.

  1. Kepustakaan

Hasil penelitian mungkin memberikan rekomendasi perlunya dilakukan penelitian ulang (replikasi) baik dengan variasi atau tanpa variasi. Replikasi dapat meningkatkan validitas hasil penelitian dan kemampuan untuk digeneralisasikan lebih luas.

 

JENIS-JENIS MASALAH

  1. Masalah Deskriptif

Masalah deskriptif adalah masalah yang mendeskripsikan satu variabel pada satu  kelompok tanpa menghubungkan dengan variabel lain atau membandingkanya dengan kelompok lain dan keompok yang diteliti juga tidak membandingkan dengan kelompok lain.

Contoh: Motivasi belajar siswa SMU di Yogyakarta tahun 2007.

  1. Masalah Korelasi

Masalah yang memuat hubungan antara satu atau lebih variabel dengan satu atau lebih variabel yang lain dalam satu kelompok.

Contoh: Hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa SMU di Yogyakarta tahun 2007.

  1. Masalah Perbandingan

Masalah yang memuat perbandingan satu atau lebih kelompok dalam satu variabel.

Contoh: Perbedaan prestasi belajar antara siswa yang berasal  dari desa dan kota di jawa tengah tahun 2007.

CARA MERUMUSKAN MASALAH

Masalah harus dirumuskan dengan tepat karena kebenaran jawaban penelitian sangat ditentukan oleh ketepatan formulasi pertanyaannya. Dalam merumuskan masalah terdapat sejumlah tahap atau cara yang harus ditempuh yaitu latar belakang, identifikasi, pembatasan dan perumusan masalah.

  1. 1.      Latar belakang masalah

Sebuah masalah selalu mempunyai latar belakang dan konteks yang menjadi latar belakang masalah harus diinformasikan agar orang lain mempunyai pemahaman mengapa sesuatu menjadi masalah. Untuk itu ketika seorang peneliti memutuskan sebuah masalah, ia harus menjelaskan alasan sesuatu itu menjadi masalah dalam konteks latar belakang masalah.

Contoh: Rendahnya prestasi belajar siswa Indonesia di tingkat dunia dan rendahnya indeks sumber daya manusia Indonesia.

  1. 2.      Identifikasi masalah

Indentifikasi masalah merupakan kegiatan memecah-mecah kenyataan yang rumit dan kompleks kedalam satuan-satuan yang lebih sederhana, terukur dan memungkinkan untuk diamati.

Contoh: Hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar.

  1. 3.      Pembatasan masalah

Pembatasan masalah merupakan kegiatan memilih masalah untuk diteliti dari sejumlah masalah yang di identifikasi. Artinya dari sejumlah masalah yang diidentifikasi penelitian membatasi pada Hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar.

  1. 4.      Perumusan masalah

Perumusan masalah adalah memformulasikan masalah penelitian kedalam rumusan kalimat Tanya. Perumusan dalam bentuk kalimat Tanya dimaksudkan agar peneliti berada dalam keadaan siap untuk melakukan kegiatan guna memberikan pemecahan masalah.

Contoh: Apakah terdapat hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar

KESIMPULAN

Masalah adalah  celah kosong yang menjadi wilayah keidaktahuan manusia. Penelitian dilakukan untuk mengisi kekosongan dan mengubah wilayah ketidaktahuan menjadi pengetahuan. Perumusan masalah merupakan kegiatan yang sangat menentukan dalam penelitian, sebab masalah yang dirumuskan akan mengarahkan semua kegiatan penelitian. Perumusan masalah ditentukan dengan menempuh prosedur yang berurutan mulai dari mendeskripsikan latar belakang masalah, mengidentifikasi masalah, membatasi masalah dan merumuskan masalah.

 

DAFTAR PUSTAKA

Purwanto (2008). Metodologi  Penelitian Kuantitatif untuk psikologi dan pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Awangga, N. Suryaputra. (2007). Desain Proposal Penelitian. Yogyakarta: Pyramid Publiser

http://hennykartika.wordpress.com/2008/01/27/

http://makalahilmiah.multiply.com/journal/item/9/MASALAH_PENELITIAN

http://dunia-penelitian.blogspot.com/2011/10/pengertian-masalah-penelitian.html

http://skripsimahasiswa.blogspot.com/200908/perumusan-masalah-penelitian.html

 

 

 

 

Oleh Andri Irawan

Ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah metodologi penelitian dengan dosen pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd.

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s